
Sedangkan di sisi lain,tepat nya di sebuah markas besar milik Josep
Terdengar suara senjata api yang mulai bersahutan untuk melukai dua orang tubuh pria yang sudah tidak berdaya..
Josep langsung menghabisi para anak buahnya yang telah gagal menyergap Bara karena dia merasa sangat kesal
Bahkan salah satu dari mereka sempat menyampaikan perkataan yang disampaikan oleh Bara
Membuat Josep menjadi semakin panik serta marah...
Dor..... dor... dor....
Setelah berhasil menyingkirkan kedua orang tersebut, Josep langsung menghembus ujung dari senjata itu
Dia mengarahkan matanya menatap ke arah para anak buah yang sudah berdiri dengan gemetar..
Takut jika nasib mereka akan sama seperti kedua teman yang sudah mati karena ditembak...
"Apakah masih ada yang berani mengataiku seorang pengecut hah! "
Teriak Josep menggema didalam ruangan kotor tersebut...
Mereka langsung menundukkan kepalanya, terutama keempat preman yang masih tersisa dalam keadaan mengenaskan..
Jangan sampai kesakitan ditubuh mereka, di tambahkan lagi oleh keganasan sang bos besar
Karena rasa sakit yang Bara torehkan belum juga hilang...
"Tidak bos, kami tidak berani untuk melawan kuasa mu bos"
Jawab mereka dengan sangat kompak..
Setelah itu Josep mulai berdiri kembali di depan para anak buahnya, sedangkan mayat anak buah yang telah terbunuh masih setia berada di bawah lantai dengan darah yang terus mengalir...
"Aku sangat benci jika ada orang yang berani menantang ku, jadi aku putuskan, aku sendiri yang akan turun tangan untuk menghabisi pria miskin itu, kalian semua cepat susun rencana dengan matang, karena besok aku yang akan mengantarkan nyawa pria sampah kedalam kuburnya, kirim pesan kepada pria itu, agar dia tidak mengira jika aku pengecut, kami akan main dengan cara terbuka"
"Baik bos.. "
Jawab anak buah Josep dengan hormat..
__ADS_1
Kali ini dia akan mengajak Bara untuk bertemu secara langsung, karena dia ingin habis habisan menghina dan merendahkan pria miskin tersebut..
Setelah melihat pria itu menangis karena sakit hati, barulah Josep akan menghabisi nyawanya dengan senang hati..
"Bersiaplah Bara, dengan apa yang besok akan aku perbuat kepada mu, aku jamin kau akan menyesal karena telah berani menantang ku pria sampah"
Gumam Josep sambil tertawa menyeringai..
****
Di sisi lain, Bara, Arimbi dan ibu Sumi saat ini sedang berkumpul dimeja makan...
mereka sedang melakukan makan malam yang terasa sangat tidak enak, Arimbi bahkan sangat susah untuk menelan nasi yang dia masukkan kedalam mulutnya, karena masih sangat trauma dengan kejadian tadi pagi
Sedangkan ibu Sumi, dia masih marah dengan keputusan yang Arimbi pilih, wanita paruh baya itu tidak setuju jika Arimbi harus pergi meninggalkan dirinya begitu saja
Layaknya seorang ibu kandung, yang tidak akan membiarkan putri nya pergi dari dirinya..
Setelah selesai menyantap makan malam yang terasa sangat hambar..
Kini Bara mulai membuka suara, dia akan mengambil jalan yang terbaik untuk kedua wanita yang sangat berarti untuk kehidupannya saat ini...
Bara juga tidak bisa meninggalkan ibu Sumi sendirian, karena para anak buah Josep sudah terlanjur mengenali wanita itu
Tidak... Bara tidak bisa mengambil resiko tersebut...
Setelah memperhatikan kemarahan dari wajah ibu Sumi saat ini, Bara mulai mengeluarkan suara nya.
"Ibu.... ada hal penting yang ingin aku bicarakan kepada ibu"
Ucap Bara dengan tatapan tegas.
Ibu Sumi hanya diam tidak menjawab, wanita itu terlihat sudah menyelesaikan acara makan malamnya juga
"Ibu... aku dan Arimbi tahu jika ibu sedang marah saat ini, karena mendengar perkataan Arimbi yang memutuskan untuk pergi dari sini dan meninggalkan ibu seorang diri, tapi.. itu semua Arimbi katakan karena dia sedang merasa panik dan juga takut atas kejadian tadi pagi yang telah menimpa kalian berdua, Arimbi tidak mau jika kita berdua terkena dampak dari masalah yang sedang dia hadapi, hingga dengan terpaksa dia harus mengambil keputusan besar tersebut "
Ucap Bara membuat ibu Sumi mulai menatap ke arah wajah pria itu..
"Lalu... apakah dia kira setelah dia pergi dari ibu, maka ibu akan bisa hidup dengan tenang? bagaimana seorang ibu membiarkan putri nya untuk berjuang sendiri Bara! ibu tidak bisa melakukan hal itu Bara"
__ADS_1
"Iya.. aku tahu ibu, maka dari itu, setelah aku pikirkan dengan matang, aku akan mengambil keputusan jika kita bertiga akan pergi dari kampung ini, kita akan tinggal di tempat yang lebih aman lagi bu, ibu bersama Arimbi akan aku bawa kesebuah Apartemen, disana ibu dan Arimbi akan aman,"
"Benarkah nak...! tapi.. bagaimana dengan usaha ibu, lagian kamu uang dari mana nak Bara"
"Jangan pikirkan soal uang ibu, sekarang yang lebih penting adalah keselamatan kalian berdua, aku tidak mau jika aku sampai kecolongan lagi ibu"
Jelas Bara membuat ibu Sumi langsung tersenyum bangga,
Hingga detik kemudian ibu Sumi merasakan tangannya di sentuh oleh seseorang yang tak lain adalah Arimbi..
Wanita itu terlihat menyesal dan meneteskan air matanya..
"Hiks.. hiks... maafkan aku bu, maafkan aku karena sudah menyakiti hati ibu, tapi sungguh Arimbi tidak sengaja, sekarang ibu ikut Arimbi ya, kita akan bersama untuk selamanya ibu"
Ucap Arimbi meneteskan air mata membuat ibu Sumi langsung memeluk tubuh putrinya dengan erat..
"Iya... kamu tidak salah nak, ibu tahu jika kamu sedang merasa panik dan juga takut, tapi satu hal yang harus kamu ketahui Arimbi, jika ibu tidak akan pernah meninggalkan kamu sendirian di muka bumi ini, kita akan selalu bersama sama Arimbi"
"Iya bu, terimakasih bu, karena sudah menyayangi Arimbi dengan tulus, Arimbi juga sayang banget sama ibu"
Balas Arimbi memeluk tubuh wanita paruh baya tersebut dengan tak kalah erat
Bara yang menyaksikan kejadian itu pun merasa sangat bahagia..
Rasanya dia benar-benar senang melihat ketulusan yang ada di hati mereka berdua..
"Arimbi dan ibu Sumi, sekarang aku bisa menjaga kalian berdua dengan sangat ketat, dan selagi kalian berada di tempat yang aman, maka aku akan beraksi untuk menghancurkan kedua ular bersama sekutunya Josep, akan aku pastikan jika kalian akan hancur menjadi abu"
Ucap Bara sambil menggenggam tangannya dengan kuat..
Hingga tak lama kemudian, terdengar suara handphone milik Bara yang bergetar membuat Bara dengan cepat langsung bangkit meninggalkan kedua wanita tersebut..
"Hallo... ada apa..!
" Tuan muda....kami mendapatkan sebuah pesan, jika Josep akan mengajak bertemu boa besok pagi, mereka menantang tuan muda seperti yang sudah tuan muda ucapkan"
"Benarkah... baiklah... jika begitu, siapkan segala jebakan yang matang, besok kita harus mengalahkan Josep beserta para anak buahnya"
"Baik tuan muda, kami akan melaksanakan perintah tuan muda"
__ADS_1
"Bagus,"
Jawab Bara tersenyum menyeringai...