
Kini Bara bersama Mario sudah berada diluar gudang, mereka langsung menyuruh para anak buahnya untuk menguburkan jasad Josep dan juga Diva..
Sedangkan untuk nenek lampir alias mama Lina, dia sudah dibawa ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya..
Awalnya Mario meminta kepada Bara agar dirinya yang akan menyiksa mama Lina, tapi karena kondisi wanita itu yang sudah paruhbaya
Akhirnya Bara memutuskan untuk membawa mama Lina ke kantor polisi saja..
"Terimakasih ya..! karena kau sudah menolong ku "
Ucap Bara dengan penuh ketulusan
"Sama sama Bro, kau bisa langsung memanggil ku jika kau memiliki musuh yang berbahaya, aku pasti akan datang untuk membantu mu sobat"
Jawab Mario menepuk pundak Bara..
Bara langsung tersenyum dengan senang, akhirnya dia bisa mendapatkan sahabat yang baik dan juga tulus, sama seperti Bimo yang tak pernah memandang rendah dirinya sedikit pun
"Oya.. apakah kau tidak mau mengajak ku untuk minum di bar mewah yang ada di kota ini? "
Tanya Mario lagi sambil memainkan kedua alisnya..
"Jangan memancing ku brengsek, aku sudah tobat tidak seperti dulu lagi"
"Benarkah..! tapi aku butuh pelampiasan Bara, kau tahu bukan jika aku baru saja berperang dan mengeluarkan tenaga yang banyak, jadi aku butuh disayang oleh seseorang wanita Bara"
"Cih... dasar pria mesum ternyata kau tidak bisa berubah sedikitpun ya? "
Ejek Bara memicingkan matanya menghadap Mario, membuat Mario langsung tertawa hingga tertinggal pingkal..
"Hahaa.... ayolah bro, jangan seperti itu, baiklah... jika kau tidak mau membawa ku minum di bar,bagaimana jika kau memberikan aku kenalan seorang wanita cantik, terserah kau, mau janda ataupun gadis, itu tidak masalah untuk ku, aku yakin pasti kekasih mu mempunyai teman wanita bukan? "
Tanya Mario membuat Bara langsung berfikir dan manggut manggut..
"Iya.., sepertinya Arimbi memang mempunyai teman wanita, tapi.. dia sudah janda Mario? apakah kau mau? "
"Tentu saja aku mau, lebih bagus jika dia janda, jadi aku tidak perlu mengajarkan dia lagi bagaimana caranya bermain panas dia atas ranjang, sekarang ayo kita pulang, aku sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan teman dari kekasih mu itu"
"Baiklah Mario, aku suka melihat semangat mu ini"
__ADS_1
Ujar Bara tersenyum lucu, sambil melangkah kan kaki menuju keluar dari pekarangan gudang tersebut, .
Bara dan Mario sudah mengumpulkan para anak buah yang tersisa, dan seperti nya para anak buah milik mereka berdua tidak ada yang meninggal dunia,
Hanya saja beberapa dari mereka mengalami luka yang parah dan juga ringan..
Bara telah memerintah mereka untuk menguburkan seluruh mayat yang telah gugur, Bara tidak akan memperlakukan orang yang sudah mati dengan cara yang asal, karena sudah ada kelompok khusus yang memandikan dan mensholatkan mayat mayat tersebut..
Dan kini waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi, yang artinya sebentar lagi hari yang gelap akan menjadi terang...
Bara dan Mario mulai merasakan lelah ditubuh mereka berdua, dan seperti nya habis ini mereka harus memanggil tukang pijat yang bisa menyembuhkan rasa pegal di tubuh mereka..
"Bro, kita sekarang mau kemana? apakah kau tidak mau membawa ku untuk pulang kerumah mu? "
Tanya Mario yang merasa penasaran, karena dari jalan yang mereka lewati, terlihat jika jalan tersebut tampak seperti sebuah perkampungan..
"Kau menyebut rumah ku yang mana? apakah kau kira aku mempunyai rumah dikota ini? "
Tanya Bara berpura-pura bodoh..
"****... jangan berpura-pura miskin seperti itu lah, aku kan sudah tahu siapa kau sebenarnya? lagian mana mungkin kau tidak mempunyai rumah dikota ini, bukan kah kau memiliki bisnis properti? "
"Kau benar, tapi.. sepertinya aku lebih nyaman dengan status ku yang saat ini, lagian kau kan belum merasakan mempunyai teman yang miskin , jadi kau harus mampir ke kamar kosan ku terlebih dahulu, agar kau bisa mengetahui kehidupan seperti apa yang aku jalani selama ini"
"Ya sudah, kita lihat saja nanti, sebentar lagi kita juga akan tiba di tempat kosan ku"
Jawab Bara tersenyum menyeringai..
Kali ini Bara akan memperkenalkan Mario dengan kemiskinan yang dia jalani, Bara tidak akan menyambut kedatangan Mario dengan kemewahan seperti yang biasa nya dia lakukan,
Bara sangat yakin, jika Mario pasti akan merasa syok dan juga terkejut,
Setelah hampir dua jam diperjalanan akhirnya mobil milik Mario sudah tiba disebuah perkampungan yang terlihat sedikit kumuh..
Dari hasil mata memandang, seperti nya Mario tidak menemukan satupun rumah mewah yang ada didalam perkampungan tersebut, Mario langsung menatap ke arah wajah Bara..
Apakah benar jika pria itu sudah tinggal di tempat seperti ini? "
"Kau kenapa? ayo turun, kita sudah sampai"
__ADS_1
Ajak Bara kepada Mario, dengan terpaksa Mario langsung mengikuti langkah kaki Bara yang keluar dari mobil milik nya.
Hingga tak lama kemudian, terlihat sebuah rumah kecil yang lengket lengket seperti sebuah kotak..
Mario dibuat tercengang dengan rumah kotak tersebut, tidak itu bukan seperti sebuah rumah, tapi lebih mirip seperti kotak Korek yang berdempetan...
"Jangan bilang jika kau tinggal di tempat itu Bara? "
Tanya Mario tidak percaya..
"Menurut mu bagaimana? tidak mungkin aku membawa mu ketempat ini jika aku tidak tinggal disini Mario"
"Apa...! jadi benar jika kau telah tinggal ditempat yang sangat tidak layak seperti ini Bara? gila... kau benar benar Gila Bara..! pantas saja jika kau terlihat seperti orang miskin pada umumnya, aku yakin ruangan didalam kotak Korek itu pasti sangat sempit dan juga pengap"
"Kau benar bro, sekarang ayo kita masuk, aku akan segera membersihkan diri secepatnya, agar bisa pergi kerumah sakit untuk menemui kekasih ku"
"Tapi... bagaimana dengan ku Bara! aku tidak mau jika kau meninggalkan ku didalam kotak itu"
"Ya sudah, jika tidak mau, jangan banyak bicara Mario, kau sungguh sangat menjengkelkan, "
Jawab Bara sedikit kesal, setelah itu dia langsung membuka pintu kamar kosan nya tersebut..
Hingga detik kemudian,
Mario dikejutkan dengan keadaan kamar kos yang sangat berantakan, seperti nya Bara benar-benar tidak pernah menyapu ataupun menyusun barang barang milik nya..
sehingga kamar kosan sudah persis seperti tempat pembuangan sampah...
"Bro... kau benar-benar gila, masa kau tega menyuruh aku beristirahat ditempat kotor seperti ini, tidak .. lebih baik aku menyewa kamar hotel saja"
Ucap Mario dengan nada frustasi, dan langsung ditahan oleh Bara..
Bara menarik kerah jaket yang pria itu kenakan, dia tidak akan membiarkan Mario pergi meninggalkan dirinya begitu saja..
"Jika kau tidak mau beristirahat didalam kamar ku ini, maka, jangan harap aku akan membayar mu Mario"
Deggghhh.....
Mario benar-benar tidak bisa berkutik, dia sungguh merasa sangat dilema..
__ADS_1
"Dasar curang, aku tidak menyangka jika tenyata kau adalah pria yang sangat jorok, bahkan aku yang sebagai mafia saja tidak sejorok kau Bara sialan"
Ketus Mario dengan sangat jengkel, membuat Bara langsung tertawa hingga terbahak bahak....