Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya

Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya
Menyiksa mama Lina


__ADS_3

Hari semakin malam, dan cuaca mulai terasa dingin menusuk, tapi tidak menggoyahkan Bara bersama Mario yang sudah tidak sabar ingin menghabisi Josep


Begitu juga dengan anak buah mereka berdua, kini para bodyguard serta kelompok mafia milik Mario dengan setia mengikuti mobil mereka dari arah belakang...


Dan sesampainya di perempatan jalan yang akan menuju masuk jalan menuju gudang,


Bara mulai memerintah Mario agar menghentikan mobil milik nya, setelah itu dia disusul oleh Mario langsung turun untuk menyusun rencana..


Para anak buah mereka juga ikut turun dari mobil masing-masing, mereka mulai berdiri dan berkumpul tepat didepan Bara berdiri.


"Apakah kalian sudah siap untuk berperang? "


Tanya Bara dengan nada yang tegas


"Sudah tuan muda"


"Bagus, jika begitu, kalian semua bagi menjadi tiga kelompok, untuk kelompok pertama, kalian akan menjaga di perempatan jalan ini, untuk menghabisi para anak buah Josep yang berjalan paling belakang, setelah itu selanjutnya untuk kelompok kedua, kalian berjaga di pertengahan jalan menuju Gudang, habisi anak buah Josep hingga tersisa hanya beberapa orang saja, karena selanjutnya biar aku dan Mario yang akan menghabisi mereka, bersama kelompok pertama, yang menjaga didalam gudang, apakah kalian semua mengerti? "


Tanya Bara berteriak kencang..


"Kami mengerti tuan muda, kami akan melakukan semua yang tuan perintahkan"


Jawab mereka semua dengan sangat kompak..


"Bagus, oya, satu lagi,siapkan senjata kalian masing-masing, bila keadaan tidak terlalu Mendesak jangan gunakan senjata api, cukup gunakan senjata tajam untuk menyerang"


Ucap Mario menimpali..


"Dan untuk para mafia ku, kalian harus buktikan jika kalian juga tak kalah hebat dari para bodyguard milik Bara, aku sudah melatih kalian dengan baik, dan kita juga sudah banyak membunuh orang, jadi kali ini semua rencana harus berjalan dengan sempurna, usahakan semua penyerangan tidak diketahui oleh dirinya, sampai akhirnya pria pengecut itu dengan sangat percaya diri akan masuk kedalam kandang "


"Iya...benar yang dikatakan oleh Mario, usahakan agar penyerangan dilakukan secara senyap, dan sekarang kita akan berpisah sampai disini saja, karena aku akan berlari menuju ke gudang, yang lainnya aku tugas kan untuk menyembunyikan mobil sedikit jauh dari tempat ini, agar musuh tidak bisa mencium jebakan yang sudah kita buat.. "


"Baik tuan muda, jika begitu sekarang juga kami akan langsung bergegas melakukan tugas yang tuan muda perintahkan"


"Ya... pergilah, kami akan menunggu kalian semua untuk kemenangan yang akan kita dapatkan"


"Siap tuan muda"

__ADS_1


Setelah itu dengan cepat mereka masing-masing langsung melakukan tugas yang Bara berikan


Mobil yang terparkir kini sudah disembunyikan ketempat yang aman,


Dan selebihnya para anak buah Bara dan juga Mario mulai mengambil tempat untuk bersembunyi di semak belukar yang tidak akan terlihat oleh orang lain,


Setelah memastikan semua rencana berjalan dengan lancar, Bara dan Mario beserta anak buah yang lain nya mulai berlari menuju ke jalan lurus yang akan mengantarkan mereka ketempat penyekapan,


Para anak buah mulai berpencar untuk mengisi tempat masing-masing, hingga setibanya di depan pintu gudang, mereka langsung disambut dengan beberapa penjaga yang sudah berjaga sejak tadi siang..


"Bagaimana...? apakah semuanya aman terkendali? "


Tanya Bara kepada anak buahnya tersebut.


Mereka langsung membungkuk dengan hormat, sambil menjawab pertanyaan Bara..


"Aman bos, sampai saat ini sepertinya tidak ada tanda tanda dari musuh yang mengetahui tempat penyekapan ini bos"


"Bagus, tapi... sekarang kalian harus segera bersiap siap karena sebentar lagi Josep beserta anak buahnya akan datang untuk menyerang kita"


"Benarkah bos? lalu apa yang harus kami rencana kan sekarang? apakah bos mempunyai rencana untuk menghalau mereka? "


"Tenang lah, aku sudah memerintahkan rekan kalian yang lain untuk mengambil tempat masing masing, kita akan menyerang kelompok Josep tanpa mereka sadari, dengan begitu, aku yakin Josep tidak akan takut saat akan masuk kedalam gudang ini, karena sampai saat ini dia belum mengetahui siapa lawan dirinya yang sebenarnya"


"Baiklah, jika begitu kami juga akan bersiap siap untuk berjaga bos,"


"Iya.. aku dan Mario akan masuk kedalam, Untuk menemui wanita siluman itu, kalau terlihat tanda tanda kedatangan musuh, langsung beritahu aku dengan segera"


"Baik bos"


Jawab mereka dengan kompak, membuat Bara bersama Mario langsung tersenyum menyeringai..


Setelah itu mereka berdua mulai berjalan menyusuri kedalam gudang tersebut.


Dan setibanya ditempat penyekapan, mata mereka berdua langsung disuguhkan dengan seorang wanita yang terduduk di atas kursi dengan keadaan yang sangat mengenaskan,


Mama Lina terlihat jelek dan juga lusuh, dia persis seperti seorang gembel yang tidak pernah mandi satu bulan lamanya,

__ADS_1


Rambut nya sudah acak acakan, begitu juga dengan wajahnya, terdapat garis hitam bekas eyeliner yang mengalir,serta bulu mata cangkok nya tampak terlepas sebelah,


Bara yang melihat penampilan dari wanita tua itu pun langsung tertawa dengan sangat besar, hingga mengejutkan mama Lina yang sedang memejamkan mata..


Mama Lina yang melihat kearah asal suara itu pun benar benar merasa sangat syok..


Bagaimana mungkin kekasih miskin Arimbi bisa berada ditempat penyekapan tersebut? apakah ini semua adalah ulah dari pria miskin tersebut.


"Bajingan kau pria miskin, jadi semua ini adalah ulah mu hah? "


Tanya Mama Lina dengan nada marah..


Bara sengaja tidak menutupi wajahnya menggunakan masker, agar wanita licik itu bisa mengenali siapa orang yang telah berani menculik dirinya..


"Lepaskan aku bangsat....! apakah kau mau aku bunuh, lihat saja aku akan menghabisi mu pria miskin"


"Cuih....aku rasa kau memang sudah tidak bisa berubah lagi ya wanita licik, kau itu selalu sombong dan suka menghina ku..."


"Kau memang pantas dihina Bara, karena kau hanyalah seorang pria pengecut yang beraninya dengan wanita paruh baya seperti ku, kau pengecut Bara"


Teriak mama Lina menggema didalam gedung tersebut, Mario yang mendengar perkataan dari wanita itupun langsung merasa sangat marah..


Dia tidak suka jika sahabatnya dihina oleh orang lain,dan dengan cepat Mario langsung berlari mendekati mama Lina dan menampar pipi wanita tersebut.


Plaaakkkk.... plaakkkk...


Dua tamparan sudah melekat indah di pipi milik mama Lina, membuat wanita itu menjerit karena kesakitan..


"Jaga mulutmu itu wanita tua! kau benar benar membuat aku menjadi marah, aku bisa saja mencekik mu sampai mati wanita tidak tahu diri"


Ucap Mario mencengkram rahang mama Lina dengan sangat kuat.


Bara yang melihat pemandangan tersebut pun hanya tertawa dengan bahagia,


Akhirnya mama Lina mendapatkan karma dari semua kejahatan nya itu,


"Ini belum seberapa siluman ular tua, karena penyiksaan yang sebenarnya akan terjadi sebentar lagi, kau ku pastikan akan menangis darah Lina keparat"

__ADS_1


Ucap Bara dengan penuh amarah....


__ADS_2