
Hampir lima kali Bara mondar mandir kedalam kamar mandi,
Saat ini perut nya benar-benar sakit dan juga mulas, dan seperti nya itu semua karena efek dari omlet buatan sang kekasih yang terlalu pedas dan juga asin..
Bara yang sudah tidak serapi tadi pun langsung menjerit memanggil nama pak Anton, dia tidak bisa begini terus sedang kan pertemuan dengan klien dari pihak Adi sanjaya akan di laksanakan setengah jam lagi..
Dengan keringat dingin yang mengucur di tubuh nya, Bara mencoba untuk tetap kuat agar dapat menelfon orang kepercayaan papa nya tersebut...
Tut.... tut.....
Setelah sambungan telfon tersambung, Bara langsung mengeluarkan suara lima oktaf nya kepada pengangkat panggilan..
"Pak Anton.... cepat kau suruh anak buah ku untuk membeli obat diare paling bagus di negara ini, aku... aku sudah tidak tahan lagi pak"
Ucap Bara sambil memegang perut nya yang terasa sangat mulas,
Seperti nya Bara benar-benar akan jera dengan makanan yang di buat oleh kekasih nya itu, dan Bara akan berusaha agar bisa menolak setiap makanan yang di buatkan oleh Arimbi untuk kedepan nya..
Duttttt......
Suara angin berhembus dari arah bawah kembali terdengar di balik gagang telfon,
Pak Anton pun bisa mendengar suara tersebut dengan jelas, membuat nya menjadi panik bukan kepalang..
"Tuan muda, itu tadi suara apa! apakah tuan benar-benar sedang sakit perut saat ini, jika begitu, tunggu lah tuan aku akan segera menyuruh dokter keluarga untuk datang ke ruangan tuan muda"
"Terserah kau pak Anton.... perut ku ... sangat mulas... "
Jawab Bara langsung meletakkan gagang telfon tersebut begitu saja..
Dan dia segera berlari menerjang pintu kamar mandi dengan sekali terjangan...
Sedangkan di lantai bawah tepat nya di loby kantor milik Abraham, saat ini telah tiba seorang pria berbaju putih yang sedang di tarik dengan paksa oleh pak Anton...
Pria paruh baya itu benar-benar takut jika sampai tuan muda nya sampai kenapa kenapa,
Jadi karena tidak sabar, pak Anton menarik tangan dokter Ramon dengan tidak sabaran..
"Pak Anton.... aku mohon, tenang lah, jangan menarik tangan ku seperti ini, aku jadi tidak bisa berjalan dengan baik"
Ucap Dokter Ramon yang berumur 40 tahunan...
__ADS_1
Pak Anton tidak menggubris perkataan dari dokter tersebut, yang dia tahu saat ini hanyalah ingin segera sampai di ruangan milik tuan muda nya..
"Jangan banyak bicara, sekarang kita harus cepat tiba ke ruangan tuan muda, jangan sampai dia ke habisan tenaga karena diare Dokter"
"Iya... baiklah.... kau sama saja seperti tuan besar Abraham, sama sama sangat perduli dengan anak nakal itu"
"Hey..., dia sudah tidak nakal lagi sekarang, tuan muda Bara telah berubah menjadi baik, jadi kau jangan seperti itu dengan tuan muda ku"
"Ya.... baiklah.... ayo aku akan obati tuan muda mu itu dengan cepat"
Ajak dokter Ramon tersenyum mengejek,
Dia sangat mengenal seperti apa Bara putra dari tuan Abraham, karena pria nakal itu, sering kali mengalami mabuk berat yang menyebabkan dia harus ikut turun tangan untuk menyembuhkan Bara...
Bahkan selain suka mabuk, Bara juga suka melakukan pertengkaran di dalam Bar yang sering Bara singgahi, yang akhirnya berujung dengan luka parah di wajah dan bagian tubuh nya akibat terkena pecahan botol dan juga kaca..
Jadi jika sekarang Pak Anton mengatakan kalau Bara sudah berubah menjadi pria yang baik,.
Maka itu sangat mustahil untuk seorang Bara, dia belum percaya jika Bara sang pembuat onar bisa berubah hanya dalam waktu tiga bulan saja...
Sesampainya di dalam ruangan, mereka berdua mulai mencari pria yang bernama Bara..
Tapi seperti nya pria itu tidak ada di bangku kebesaran milik nya..
Tanya dokter Ramon menatap ke arah Pak Anton...
"Aku juga tidak tahu, oh.. mungkin saja tuan muda sedang berada di dalam kamar mandi, sekarang aku akan memeriksa nya terlebih dahulu"
Ucap Pak Anton berlari menuju ke pintu kamar mandi,..
Hingga saat dia akan menyentuh pintu itu menggunakan tangan nya, ternyata pintu sudah terbuka duluan...
Dan tampak lah seorang pria tampan dengan memasang wajah yang lusuh...
"Tuan muda.... apa... apa. yang terjadi kepada tuan muda? kenapa tuan jadi se berantakan ini? "
Tanya pak Anton menatap dengan heran...
Bara sudah berdiri sambil memegang pintu kamar mandi, di lengan nya terdapat celana yang sudah dia buka, menyisakan bokser yang masih melekat di bagian bawah tubuh nya
Sedangkan baju kemeja putih serta dasi yang dia gunakan sudah sangat tampak berantakan, kancing baju nya telah terbuka begitu juga dengan dasi nya yang telah miring kesana kemari...
__ADS_1
Bara memegang perut nya terasa sakit kembali, membuat pak Anton dan Dokter Ramon langsung berlari mendekati dirinya..
"Uhhhh......... ayo papah aku, perut ku kembali melilit"
Ucap Bara dengan wajah memerah, hingga dengan cepat mereka berdua langsung memapah tubuh Bara..
Mendudukkan nya di kursi yang ada di ruangan tersebut..
Dokter Ramon memerika keadaan Bara dengan sangat teliti, dan menyuntikkan obat kedalam lengan Bara, setelah itu dia juga menyuruh Bara untuk meminum obat yang sudah dia resep kan..
"Bagaimana keadaan tuan muda dokter Ramon? "
Tanya pak Anton memasang wajah penasaran...
"Tuan muda tidak apa apa pak Anton, dia hanya telah salah makan saja, jika boleh tahu, tuan muda habis makan makanan beracun apa! apakah tuan muda sudah tidak memiliki makanan lezat lagi saat ini? ".
Tanya Dokter Ramon sambil mengejek pria muda tersebut..
Pak Anton yang mendengar pertanyaan dari Dokter sialan itu pun langsung memukul punggung tangan nya...
" Hey.. Dokter sialan, kau berani sekali menanyakan hal mustahil itu kepada tuan muda ku, apakah kau kira tuan muda ku mau memakan makanan sampah ataupun beracun seperti yang kau tuduh kan barusan hah? "
Ucap Pak Anton dengan marah..
Sedangkan Bara dia mulai teringat kembali dengan makanan yang baru saja dia konsumsi, bagaimana jika setiap hari nya Arimbi selalu menyiapkan bekal untuk nya,
Apakah dia masih berani untuk memakan makanan itu lagi?
"Kalian berdua diam.. sekarang biarkan aku beristirahat sebentar, dan kau pak Anton, hubungi pihak klien, bilang kepada mereka jika pertemuan di undur satu jam lagi"
"Baik tuan muda, siap laksanakan tuan muda"
Jawab pak Anton dengan hormat, setelah memastikan tuan nya sudah mulai enakan, kini pak Anton dan juga Dokter Ramon langsung mengundurkan diri untuk keluar dari ruangan tersebut...
Meninggal Bara yang sedang membaca pesan balasan dari kekasih tercinta nya...
"Sayang.... aku sungguh senang karena kau menyukai masakan ku, baiklah jika begitu... mulai dari sekarang aku akan membuat kan mu bekal setiap pagi nya, agar kau tidak makan sembarangan saat sedang bekerja, kau mau kan sayang? , tentu saja, kau pasti mau 😉"
Tulis Arimbi di dalam pesan milik nya...
"Mampus kau Bara"
__ADS_1
Gumam Bara langsung tertidur di atas sofa tersebut