Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya

Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya
Malam yang panas


__ADS_3

Tepat pukul 11 malam, acara resepsi pernikahan pun kini telah berakhir dengan sangat memuaskan. meninggalkan perasaan kagum terhadap acara yang sudah mereka hadiri


Dan kini Bara telah membawa Arimbi untuk naik ke lantai atas , tepat nya kedalam kamar pengantin yang sudah di dekorasi dengan sangat indah dan juga romantis.


Bara tidak langsung membawa Arimbi untuk pulang ke rumah, karena dia sudah menyewa salah satu kamar VIP dihotel tersebut..


Dan setibanya didalam kamar, Arimbi dibuat tercengang serta terpesona dengan keindahan dari dalam kamar .


Sungguh.... Bara terlihat sangat romantis, dan dia benar-benar bahagia karena sudah di istimewa kan oleh suaminya itu,


Arimbi langsung mengarahkan pandangan nya ke arah sang suami dan menatap dengan tatapan tersenyum nanar...


"Sayang..... kenapa kau sangat romantis sekali, aku sungguh suka dengan kamar pengantin kita ini sayang"


Ujar Arimbi dengan mata yang berkaca kaca, membuat Bara mulai melangkah untuk mendekati istri nya tersebut.


"Jika suka kenapa bersedih? aku tidak mau melihat istri ku yang cantik ini menjadi sedih sayang"


Ucap Bara memegang kedua pipi Arimbi, dengan cepat Arimbi langsung memeluk tubuh Bara, dia menenggelamkan wajah nya didada bidang kekar milik suaminya..


"Terimakasih suami ku, kau sangat mengerti dengan ku dan juga apa yang aku inginkan, aku sungguh beruntung telah mendapat kan mu sayang"


"Aku juga sangat beruntung telah mendapat kan mu cinta ku, sekarang ayo kita beristirahat, aku akan memijat kedua kaki mu yang terasa sangat pegal"


"Baiklah,.... ayo sayang"


Ajak Arimbi dengan semangat sambil menarik tangan Bara.


Kini mereka berdua sudah duduk di atas ranjang, dan Bara mulai memeriksa kaki Arimbi yang sedikit lecet karena terlalu lama berdiri..


Bara sungguh menyayangkan, kenapa juga Arimbi tidak mengatakan jika dia sudah tidak sanggup berdiri lagi...


"Sayang.... lihat lah, kaki mu ternyata lecet dan juga memerah, pantas saja jika kau merasa sangat kesakitan sayang"


Ujar Bara yang merasa panik, dia mulai melepaskan hells yang Arimbi kenakan dan menghembus luka itu dengan perasaan lembut..


Arimbi yang merasakan hembusan dari mulut suaminya itu pun langsung tersenyum dengan senang, sungguh bahagia karena diperhatikan oleh orang yang sangat kita cintai...


"Kenapa kau malah tersenyum sayang? apakah ada yang lucu? ".


Tanya Bara menatap wajah Arimbi..


" Tidak, aku hanya merasa kagum dengan perhatian mu itu sayang,ternyata kau adalah seorang suami yang sangat lembut dan penyayang "

__ADS_1


"Tentu saja sayang,kau kan adalah wanita yang sangat aku cintai, jadi aku lah yang harus menjaga jiwa dan raga mu sayang, dan aku tidak akan pernah membiarkan kau terluka sedikit pun"


Ucap Bara yang sudah menggeser duduknya tepat didepan wajah Arimbi..


Hingga kini mereka sudah saling menatap, menyelami indah nya bola mata yang terdapat bayangan mereka sendiri di dalam nya...


Arimbi bisa melihat cinta yang sangat besar, dari tatapan yang Bara layangkan untuk dirinya, begitu juga dengan Bara, dia sungguh dapat merasakan rasa cinta Arimbi yang diberikan untuk dirinya


"Aku sangat mencintai mu istri ku"


Ucap Bara menatap dengan perasaan yang dalam


"Aku juga sangat mencintai mu suamiku! "


Jawab Arimbi dengan tatapan sayup, membuat Bara mulai tidak dapat menahan gairah nya lagi..


Kini Bara sudah menempelkan bibir nya tepat diatas bibir seksi milik Arimbi, perlahan tapi pasti bibir Bara mulai melum*at daging kenyal tersebut, dengan sangat lembut dan bergairah..


Bara benar benar merasa seperti sedang memakai sebuah heroin, yang langsung bisa membangkitkan libido didalam tubuh nya dan mengeluarkan perasaan candu..


Arimbi yang mulai menikmati sentuhan dari suami nya itu pun, langsung mengalungkan kedua tangannya di atas leher milik Bara,


Dia bahkan sengaja membuka mulut nya dengan lebar, agar suaminya dapat mengeksplor kebagian dalam rongga mulut dirinya,


"Ahhhkkk...... "


Suara manja Arimbi, mulai terdengar ditelinga milik Bara, dia sangat suka ketika mendengar suara des*han tersebut, membuat Bara menambah gerakan lincah tangan nya yang sudah mengarah ke bukit kembar milik Arimbi...


Hingga detik kemudian, kini tangan Bara dengan sangat lincah, mulai membuka resleting baju pengantin yang masih wanita itu kenakan, Bara melepaskan lengan baju tersebut dengan sangat lihai


Tanpa harus menyudahi pangutan mereka berdua, Arimbi mengikuti isyarat yang suaminya lakukan kepada dirinya, mengikuti kemauan Bara untuk melepaskan pakaian pengantin tersebut..


Dan dengan gerakan pelan tapi pasti , kini baju pengantin yang Arimbi kenakan sudah mulai lepas dari tubuh bagian atas nya , hingga berhenti tepat dipinggang Arimbi..


Bara langsung menghentikan pangutan nya tersebut, untuk menatap pemandangan yang sangat indah, dan tentu saja pemandangan tersebut telah berhasil membuat gairah besar milik Bara keluar dengan sendirinya,


"Sangat sempurna sayang"


Ucap Bara tersenyum mesum kepada istri nya tersebut,


Arimbi benar benar merasa malu, karena kini kaca mata hitam yang dia kenakan sudah terpampang jelas didepan mata Bara..


Dia mencoba untuk menyilangkan kedua tangan nya untuk menutupi kedua gunung tersebut..

__ADS_1


"Jangan ditutup sayang, aku suka melihat mu seperti ini"


Ucap Bara yang langsung menurunkan kedua tangan Arimbi..


"Tapi... aku malu sayang"


Jawab Arimbi sambil menundukkan kepalanya, Bara yang melihat tingkah malu malu dari istri nya tersebut pun langsung tersenyum dengan lucu, dan dia mulai memegang dagu Arimbi agar dapat menatap kearah wajahnya..


"Kenapa harus malu sayang? aku kan suami mu sekarang, jadi apapun yang ada pada dirimu , itu sudah sah menjadi milik ku istri ku"


"Iya.. aku tahu sayang, ya sudah jika begitu, ayo kita lakukan sekarang, tapi... kamu jangan suka memandang ku seperti itu, aku kan jadi salah tingkah"


Ucap Arimbi mengerucutkan bibir nya , membuat Bara langsung menyerang kembali bibir milik Arimbi yang terlihat sangat seksi dan menggoda..


Cuppp..... cupp...


Suara kecapan, kembali terdengar dengan sangat merdu, diiringi dengan suara des*han yang Keluar dari rongga mulut Arimbi..


Bara tidak menyia nyiakan kesempatan yang ada, menikmati bibir dan menyusuri seluruh tubuh Arimbi menggunakan tangan nya, langsung Bara lakukan secara bersamaan..


Benar benar sangat berpengalaman, bagi seorang Bara , tapi khusus untuk malam ini, Bara benar-benar merasa tergila gila dengan apa yang dia lakukan bersama Arimbi


Baginya, kenikmatan saat ini sungguh berbeda-beda dari kenikmatan yang dulu pernah dia rasakan, rasa nya jantung dan aliran darah Bara telah bergerak secara bersamaan, membuat tubuh nya menjadi panas dan semangat tak terkendali,.


Bara telah menyusuri tubuh milik Arimbi , hingga tanpa sadar, kini pakaian mereka berdua sudah menghilang entah kemana, menampilkan dua insan manusia yang telah polos tanpa sehelai benang pun


.


Hingga detik kemudian, Bara mengarah kan tangan Arimbi untuk menyentuh senjata sogan milik nya dan tentu saja hal tersebut membuat Arimbi merasa sangat terkejut dan sedikit syok..


Karena senjata milik Bara ternyata sangat lah besar dan juga panjang..


Arimbi menelan ludahnya dengan kasar, apakah mungkin jika senjata itu bisa melesat masuk kedalam milik nya, bagaimana jika ternyata senjata tersebut malah menyakiti milik nya..


Arimbi mulai menghentikan menikmatan yang dia rasakan bersama Bara , membuat Bara ikut berhenti dan menatap dengan sangat penasaran


"Ada apa sayang? kenapa kau terlihat panik seperti itu? "


Tanya Bara kepada Arimbi...


"Sayang... bagaimana, jika kita undur saja malam pertamanya, aku takut dengan senjata milik mu itu sayang"


"Apa....!!!!

__ADS_1


Teriak Bara merasa syok


__ADS_2