
Setelah menelfon salah satu bodyguard nya untuk menyiksa para preman yang sudah berhasil mereka tangkap..
Kini Bara mulai melangkah kan kaki nya untuk masuk kedalam rumah sederhana tersebut..
Rumah ibu Sumi bermodel semi permanen yang menampakkan kesan nyaman persis seperti rumah yang ada di kampung, entah mengapa ketika masuk kedalam rumah tersebut, Bara merasakan ketenangan di dalam hati nya..
Sangat berbeda dengan rumah mewah yang dia miliki bersama papa nya, rumah itu terlihat sepi dan tidak hidup karena memang penghuni nya hanyalah mereka berdua
Sedangkan para pelayan yang bekerja di rumah milik nya, akan kembali ke tempat peristirahatan khusus untuk mereka..
Bara tersenyum manis sambil memejamkan kedua mata nya..
Hingga tiba-tiba saja, otak nakal nya mulai berfikir tidak karuan..
Bagaimana jika ibu Sumi dia jodohkan dengan papa nya tuan Abraham,Bara sangat yakin pasti rumah mewah mereka akan kembali hidup seperti dahulu lagi..
Di tambah dengan kehadiran nya bersama Arimbi yang telah menikah dan akan segera memiliki banyak anak..
Bara sangat yakin, jika mereka semua pasti akan hidup dengan rasa bahagia..
"Hahaha.... kenapa pikiran ku menjadi tidak karuan seperti ini, bisa bisa nya aku memimpikan ibu Sumi yang Cerewet itu menjadi ibu tiri ku, aku yakin.. pasti papa akan sangat tersiksa dengan omelan dari wanita paruh baya tersebut"
Gumam Bara sambil tertawa sendiri..
Hingga setelah itu dia mulai melanjutkan langkah nya menuju ke arah belakang...
Sesampainya di dapur, Bara langsung di suguhkan dengan pemandangan yang sangat menyejukkan mata..
Arimbi sedang di suapin makan oleh ibu Sumi, dan Arimbi juga terlihat tersenyum dengan senang sambil menerima suapan itu,
Hati Bara tiba-tiba merasa menghangat saat melihat pemandangan tersebut..
Andai saja mama nya masih hidup, pasti Bara akan merasakan hal yang sama seperti yang Arimbi rasakan saat ini...
Dan ketika dia sedang melamun, Bara di kejutkan dengan suara seorang wanita yang memanggilnya dengan senang..
"Bara.. ayo duduk disini,. aku tahu kamu pasti belum makan juga kan? "
Ucap Arimbi menyadarkan Bara dengan cepat Bara kembali melangkah kan kaki nya menuju ke meja makan tersebut,
Dan ibu Sumi dengan cepat langsung menyiapkan makan malam untuk Bara..
__ADS_1
"Duduk lah nak Bara, sekarang kamu harus makan yang banyak, agar bisa melindungi Arimbi setiap saat, oya ibu tinggal sebentar ya, kalian nikmati saja makan malam nya"
"Eh.. iya bu, terimakasih ya karena ibu sudah sangat baik kepada saya dan juga Arimbi"
Ucap Bara menatap wajah ibu Sumi dengan lekat..
Ibu Sumi langsung menyunggingkan senyuman nya, sungguh beruntung dirinya karena bisa mengenal mereka berdua...
"Ibu juga sangat berterimakasih ya nak Bara, karena kamu telah membawa Arimbi ke warung ibu, sehingga ibu bisa mengenal kalian berdua dengan sangat dekat,sekarang ibu sudah tidak kesepian lagi, karena sudah ada kalian berdua yang suka mengajak ibu berbicara, "
"Iya... bu, terimakasih sekali lagi bu"
Kata Arimbi ikut menimpali
Setelah itu ibu Sumi langsung pergi sambil mengelus kepala Arimbi dengan sayang..
Sepertinya dia akan menuju ke kamar nya untuk melakukan pekerjaan yang lain nya,
Karena besok pagi mereka akan berjualan seperti biasa..
Arimbi kini menatap ke arah wajah Bara, dan dia mulai menyunggingkan senyuman yang teramat manis..
"Sayang... kamu makan ya, aku suapi"
"Iya...biar kamu nya makin semangat makan nya, tadi aku masak semur daging lo bareng ibu Sumi, "
"Wah... sepertinya enak banget ini sayang, ya sudah ambilin nasi nya 3 centong ya, aku lapar banget soal nya"
"Siap bos"
Ucap Arimbi menuruti keinginan sang kekasih, hingga akhir nya mereka mulai makan malam bersama dengan sangat lahap..
*****
Sedangkan di tempat lain, tepat nya di dalam kamar bilik Apartemen milik Josep,
Pertempuran sudah terjadi dengan begitu hebat, suara des*han yang tadi nya terdengar di dalam kamar itu kini telah hilang di gantikan dengan suara tarikan nafas yang sangat ngos ngosan...
Diva kini sudah tepar di atas ranjang tersebut setelah menjadi alat pemuas untuk Josep,
Dia sungguh tidak bisa mengimbangi setiap pertempuran di lakukan oleh Josep, Josep benar-benar hebat dan juga kuat dalam melakukan pertempuran, entah sudah berapa puluh gaya yang mereka gunakan,
__ADS_1
Dan hal itu membuat Diva sangat kelelahan,
"Kau gila Josep, kau selalu saja membuat ku menjadi tak berdaya seperti ini! "
Teriak Diva dengan perasaan kesal membuat Josep langsung tertawa terbahak bahak..
"Haha.... kan kau sudah tahu sayang ku, jika aku memiliki nafsu yang sangat kuat, seharusnya kau bangga bukan, memiliki pacar seperti ku"
"Cih... aku tidak bangga Josep, bisa remuk tubuh ku jika selalu seperti ini terus, "
"Tidak akan Diva ku sayang..., lagian ini semua kan sepadan dengan yang aku lakukan untuk mu, jadi kau tidak bisa membantah ku Diva"
Ucap Josep dengan nada yang pelan tapi mengerikan
Diva langsung terdiam dan berdecak kesal, dan dia berbicara di dalam batin nya sendiri..
"Awas saja kau Josep, setelah aku berhasil mendapatkan harta milik Adi Wijaya dan juga berhasil menjadi istri dari putra tuan Abraham, maka kau lah orang yang pertama kali akan aku habisi, "
Setelah beberapa menit kemudian, kini Diva dan Josep sudah berpakaian lengkap kembali,
Diva duduk di tepi ranjang sambil menatap ke arah Josep dengan intens
"Sayang... kenapa para anak buah mu belum menghubungi juga, bukan kah ini sudah lebih dari dua jam lama nya, tidak mungkin jika mereka belum berhasil menangkap Arimbi kan? "
Tanya Diva mulai tak sabar..
"Baiklah sayang, jika begitu aku akan menghubungi mereka sekarang juga"
Josep langsung mengambil handphone milik nya, dan dia menelfon para anak buah yang sudah dia perintah kan untuk menangkap Arimbi serta menyakiti wanita itu...
Diva hanya memperhatikan Josep yang sedang melakukan panggilan, terdengar suara sambungan telepon yang belum terangkat juga,
Membuat Diva berdecak dengan kesal
"Lihat lah..... anak buah mu tidak juga mengangkat telfon mu, jangan bilang jika mereka telah gagal Josep"
Ucap Diva sambil bangkit dari duduk nya
Josep sudah mulai gusar, jangan sampai dia malu di depan kekasih nya karena ke gagalan para anak buah yang telah dia perintah kan...
"Bangsat....kenapa satu pun dari mereka tidak ada yang menjawab telfon dari ku, ini benar-benar mencurigakan"
__ADS_1
"Cih..... apakah ini yang kau bilang mempunyai kekuasaan yang kuat Josep, aku tidak mau tahu, kau harus bisa membunuh Arimbi malam ini juga, atau tidak... aku benar-benar akan marah kepada mu"
Ucap Diva dengan sangat geram, membuat Josep mendengus frustasi....