
Dor.... dor...
Ibu sumi dan juga Arimbi langsung menutup kedua mata mereka karena sangat takut saat mendengar suara tembakan tersebut
Sedangkan Bara dan juga papa Adi , mulai saling menatap dengan heran ketika tidak mengetahui siapa orang yang telah menembak kaki dan lengan mama Lina..
Mama Lina langsung menjerit dengan kesakitan, sambil tersungkur keatas rerumputan yang ada di perkarangan tersebut..
"Akkk.. bajingan kalian semua, dasar pengecut, bisa bisa nya kalian menembak bagian tubuh ku, aku benar-benar mengutuk kalian semua"
Teriak mama Lina dengan sangat histeris, membaut mereka berempat langsung merasa bingung..
"Bara, apakah kau yang telah menembak mama Lina? "
Tanya Arimbi kepada suaminya
"Tidak... bukan aku sayang, kau lihat sendiri bukan jika aku tidak sedang memegang senjata, senjata ku masih berada dibalik punggung ku sayang"
Jelas Bara membuat mereka bertiga merasa terkejut
"Lalu... siapa yang telah melakukan nya?"
Tanya ibu Sumi dengan perasaan panik, jangan sampai masalah ini diketahui oleh pihak kepolisian,karena bisa menambah masalah untuk mereka semua
..
Hingga detik kemudian, terdengar suara seorang pria yang muncul dari persembunyian milik nya,dia menjerit dengan kencang membuat mereka langsung menatap kearah pria tersebut..
"Aku yang telah menembak ular berbisa itu"
"Mario.... "
Teriak mereka secara bersama sama, membuat Mario tertawa dengan cekikikan..
"Hahaha..... jangan terkejut begitu, seharusnya kalian semua berterimakasih kepada ku, karena aku sudah melumpuhkan wanita gila itu"
"Iya tapi kau telah melanggar hukum Mario dasar gila"
"Biarkan saja, dari pada kalian dalam mara bahaya, aku tidak bisa melihat nya Bara, wanita gila ini hampir saja melukai Arimbi dan aku tidak mau mengambil resiko terlalu besar, jadi.. aku lumpuh kan saja kaki dan juga lengan tangannya.. "
__ADS_1
"Iya, kau benar juga nak Mario, terimakasih ya karena kau sudah datang tepat waktu"
Ucap papa Adi kepada Mario, membuat Bara merasa kesal mendengar pujian tersebut.
"Papa... jangan terlalu memuji dirinya, lagian tanpa dia pun kau masih bisa menghalau ular jahat itu , lihat lah sekarang dia sudah hampir pingsan karena kehabisan darah, kau benar-benar menyusahkan Mario"
Celetuk Bara yang sedikit merasa kesal, karena kedatangan Mario yang telah menggantikan dirinya sebagai sang pahlawan kesiangan,
Mario langsung tertawa dengan sangat lucu, setelah itu mulai menyempritkan jarinya di dalam mulut..
Cuitttt.......
Terdengar suara ciutan yang memekakkan telinga, hingga tak lama kemudian, hadir lah beberapa anak buah milik Mario yang sudah berdiri dengan tetap..
"Bara, sekarang mau kita apakah wanita ini? apakah kau berniat akan membawa nya kembali kekantor polisi? "
"Tidak... aku sudah tidak percaya dengan keamanan disana, aku takut jika wanita siluman ini bisa kabur kembali, lebih baik bawa saja dia kegudang penyekapan, dan kau yang harus bertanggung jawab untuk menjaganya"
"Baiklah... tidak masalah, jika begitu, kalian bertiga , bawa wanita ini kedalam gudang penyekapan, biarkan dia beristirahat disana"
"Siap bos"
Mama Lina kembali menjerit memberontak, dia bahkan masih mempunyai tenaga untuk memaki dan menghina keluarga Adi sanjaya..
"Dasar picik, kalian pantas aku bunuh satu persatu, lihat saja, aku pasti akan membalas kalian semua, aku akan kembali lagi untuk membunuh mu Arimbi, dan kau juga pria tua bangka tidak tahu diri, lihat saja aku akan mencekik mu menggunakan tangan ku sendiri"
Teriak mama Lina dengan suara yang sangat keras, hingga suara itu mulai menghilang bersamaan dengan kepergian mereka semua...
Setelah melihat kepergian mama Lina, akhirnya mereka semua bisa bernafas lega,
karena salah satu parasit yang tersisa bisa pergi dari kehidupan mereka...
"Nak Mario, sekali lagi terimakasih ya karena kamu sudah datang dengan tepat waktu, oya kalau boleh tahu, apakah nak Mario mempunyai kepentingan kepada saya? "
Tanya papa Adi yang merasa penasaran..
"Iya paman, aku sengaja datang kerumah paman, karena ingin bertemu dengan Bara,"
Jawab Mario sambil menunjuk kearah Bara, membuat pria itu langsung memicingkan kedua matanya..
__ADS_1
"Apa...! kau sengaja datang kemari karena ingin bertemu dengan ku? memang nya ada apa Mario? jangan bilang jika kau telah membuat masalah lagi"
"Hehe... tidak sobat, aku tidak mungkin membuat masalah, lagian aku mengerti jika kau akan segera pergi untuk berbulan madu, "
"Lalu... apa sebenarnya keperluan mu sehingga kau negebet ingin menemui ku hah? "
Tanya Bara memasang wajah penasaran...
"Jangan marah sobat, aku hanya ingin menanyakan, pukul berapa kita akan segera berangkat ke negara paris, apakah jadwal kepergian nya di undur menjadi pukul 5 sore "
Tanya Mario membuat Bara langsung membulatkan kedua matanya, apa maksud dari pria gila itu,
Jangan bilang jika dia juga ingin ikut berbulan madu bersama dirinya..
"Apa maksud pertanyaan mu itu Mario? jangan jangan kau juga ingin ikut kepergian ku untuk berbulan madu? "
"Benar sobat, ternyata kau sungguh sangat pintar ya, aku bersama istri ku memang ingin ikut kalian berdua untuk menuju ke Paris, dengan niat berbulan madu "
"Apa...! jangan gila Mario! kenapa juga kau harus mengikuti ku dan juga istri ku, apakah kau tidak bisa membuat rencana sendiri bersama istri mu itu, kenapa harus mengikuti rencana ku Mario,
Teriak Bara dengan perasaan sangat kesal, dia tidak mau jika acara bulan madunya bersama sang istri malah diganggu oleh kehadiran satu pasang suami istri yang sangat aneh dan juga menyebalkan...
Bisa hancur semua rencana yang sudah Bara susun dengan sangat baik serta sempurna....
Arimbi yang melihat kemarahan dari suaminya itu pun, berusaha untuk menenangkan Bara, dengan cara mengelus punggung pria itu dengan lembut..
"Sayang.... jangan emosi dan juga marah, biarkan saja jika Cinta dan Mario ingin berbulan madu juga seperti kita, lagian tidak ada yang rugi jiga kan sayang, malahan aku senang karena akan semakin ramai dan seru pastinya"
"Tapi sayang.... aku tidak percaya dengan mereka berdua, aku yakin jika mereka sudah menyusun sebuah rencana untuk menggagalkan bulan madu kita sayang"
"Cih... memang nya siapa juga yang ingin melakukan hal seperti itu, lagian aku juga mempunyai rencana tersendiri dengan istri ku Cinta"
"Benarkah....! baiklah kali ini aku akan mempercayai mu Mario, tapi jika kau berani mengganggu kesenangan ku bersama Arimbi, maka aku tidak segan segan untuk mengirim kalian berdua ke pulau Amazone"
"Hahaa... baiklah sobat , terimakasih ya karena kau sudah mengizinkan aku dan Cinta untuk ikut, jika begitu, aku pergi dulu, untuk menjemput Cinta di cafe milik nya,
"Iya, salam untuk Cinta ya Mario, aku senang dengan keberadaan kalian berdua"
Ujar Arimbi tersenyum..
__ADS_1