
Setelah menempuh perjalanan dengan menggunakan kecepatan yang sangat tinggi, akhirnya hanya dalam waktu 20 menit mobil yang dikendarai oleh Bara sudah tiba di perkarangan rumah sakit tersebut..
Semua orang yang berada di dalam mobil, sungguh telah dibuat menjadi sangat jantungan, karena Kecepatan mobil Bara yang dibawa dengan menggunakan jarak melebihi rata rata,
Tapi tidak dengan Arimbi, wanita yang telah kesakitan karena ingin melahirkan itu pun merasa suka disaat suaminya melakukan mobil dengan kencang,
Dan setelah mobil berhenti, baru lah anak didalam perut Arimbi kembali melakukan kontraksi,
Membuat wanita tersebut langsung menjerit dengan kesakitan, ibu Sumi yang melihat hal itu pun merasa sangat panik, begitu juga dengan papa Abraham dan juga papa Adi sanjaya, mereka benar-benar tidak tega melihat putri nya merasakan kesakitan..
"Papa... aku sudah tidak kuat, bayi ku sudah mau keluar papa!" teriak Arimbi sambil meremat tangan papa Adi,
"Sabar Arimbi, kau harus menarik nafas dengan dalam, agar kau memiliki tenaga yang banyak disaat akan melakukan persalinan" ucap ibu Sumi menimpali
Wanita itu mengelus kening Arimbi dan memberikan ketenangan kepada wanita tersebut
"Ibu, kenapa rasa nya sangat sakit, aku sungguh marah kepada Bara, karena dia telah membuat ku menjadi sangat kesakitan, padahal waktu membuat nya rasanya sangat lah nikmati, tapi kenapa sekarang malah kebalikan nya bu" teriak Arimbi membuat ke-tiga orang tersebut langsung terkejut dan saling menatap..
Sedangkan Bara, dia baru saja kembali memanggil para suster agar membawa kan brankar rumah sakit untuk membaringkan tubuh Arimbi,
Bara benar-benar sangat takut dan juga panik, dia tidak pernah menyangka jika melahirkan itu ternyata sangat lah mengerikan,
"Suster, dokter tolong bawa istri ku sekarang juga, dia sudah mau melahirkan dokter" teriak Bara sambil menggendong tubuh Arimbi
Setelah itu Mereka semua langsung membawa Arimbi untuk masuk kedalam ruangan bersalin, begitu juga dengan Bara, yang tampak panik dan merasa bingung karena Arimbi terus saja berteriak kesakitan.
"Bara... tolong aku, ini sangat menyakitkan Bara sekarang bagaimana ini, aku sungguh sangat merasa kesakitan" teriak Arimbi sambil ******* ***** kedua tangan Bara dengan sangat kuat
"Sayang, kenapa kau meremas tangan ku dengan kuat, aku sungguh merasa kesakitan sayang"
"Aku juga merasa kesakitan Bara, dan ini semua ulah mu, karena kau selalu saja mengajak ku untuk berperang, "
"Sayang kenapa kau berbicara seperti itu, bukan kah kita sama sama menikmati nya, itu artinya kita sudah siap untuk mengalami semua ini sayang" ucap Bara tanpa tahu malu
Sepertinya mereka berdua sudah lupa jika didalam ruang tersebut terdapat orang lain yaitu satu orang dokter wanita dan juga dua orang suster wanita, mereka sampai menggeleng gelengkan kepala karena mendengar percakapan yang sedang di bahas oleh kedua suami istri tersebut..
Hingga beberapa menit kemudian, dokter tersebut mulai memeriksa bagian intim milik Arimbi, untuk mengecek pembukaan yang sudah Arimbi alami
"Sudah pembukaan sepuluh, dan itu artinya persalinan akan segera kita lakukan, saya akan menyiapkan perlengkapan terlebih dahulu" ucap dokter tersebut
Bara langsung mengusap kening Arimbi yang sudah basah karena keringat dingin, hingga saat Dokter mulai akan melakukan persalinan tiba-tiba saja Bara merasa ingin buang air kecil
__ADS_1
Bara pun langsung bergegas keluar dari ruangan setelah meminta izin kepada istri nya tersebut..
Hingga setiba nya diluar, Bara mendapatkan pertanyaan dari ketiga orang tua nya yang menatap dengan wajah panik
"Bara, kau mau pergi kemana? apakah Arimbi belum pembukaan penuh? " tanya ibu Sumi yang mencoba mencegat pria tersebut,
"Sudah bu, tapi... aku ingin ke toilet sebentar bu, aku kebelet pipis"
"Oh, ya sudah secepatnya kau keluarkan pipis mu itu Bara, dan segera kembali untuk menemani putri ku melahirkan"
"Baik pa, aku akan segera kembali" jawab Bara langsung berlari dengan sangat cepat,
ketiga orang tua tersebut hanya menggeleng gelengkan kepala mereka karena merasa heran dengan sikap Bara yang persis seperti anak anak..
Dan setelah berlari dengan kencang, akhirnya Bara telah tiba ditoilet khusus pria, dan Bara langsung masuk untuk mengeluarkan sesuatu yang sedari tadi sudah dia tahan...
Hingga beberapa menit kemudian, kini Bara telah keluar dari dalam toilet tersebut dengan nafas yang lega
"Akhirnya bisa keluar dengan waktu yang tepat, sekarang aku harus segera kembali ke ruang persalinan untuk memani Arimbi melahirkan anak kami" ujar Bara dengan sangat semangat,
Hingga detik kemudian, Tiba-tiba saja...
Brukkkk...,
Dan tak lama kemudian, Bara dikejutkan dengan wajah seseorang yang sangat dia kenali..
"Kau....!!!! " teriak mereka berdua secara bersamaan..
Bara langsung bangkit dari duduk nya, dibantu oleh pria yang telah menabrak nya barusan
Dan pria itu tak lain adalah, Mario yang sama sama keluar dari dalam toilet
"Kau, kenapa kau ada disini hah! apakah kau sedang mengikuti lagi seperti yang biasanya kalian berdua lakukan? " tanya Bara memasang wajah tidak suka, membuat Mario bersecih dengan kesal
"Cih... siapa juga yang mengikuti mu hah! aku bisa berada dirumah sakit ini karena istri ku Cinta sedang melahirkan tepat setengah jam yang lalu"
"Apa..! bagaimana mungkin bisa bersamaan seperti ini, dan kenapa kau tidak mengabari kami berdua sialan? " tanya Bara marah
"Memang nya untuk apa aku mengabari mu hah,kalau kau bidan nya makan aku akan mengabari mu, oya kau sendiri ngapain berada di sini? apakah Arimbi juga melahirkan? "
"Iya, Arimbi memang akan melahirkan, oya kalau boleh tahu, apa jenis kelamin anak mu, apakah dia seorang perempuan? " tanya Bara menebak,
__ADS_1
Membuat Mario langsung tertawa hingga terbahak bahak
"Haha... siapa bilang anak ku seorang perempuan Bara,Kau benar-benar salah menebak nya"
"Jadi anak mu seorang pria begitu? "
"Kau benar sobat, dan itu arti nya kau yang akan memiliki seorang anak perempuan"
"Tidak, pasti anak ku pria juga, agar perjodohan bisa aku gagal kan"
"Ya, kita liat saja nanti Bara"
Bara langsung melangkah kan kaki nya menuju ke ruang persalinan Arimbi,
Hingga setiba nya di depan pintu, tiba-tiba saja Bara mendengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan tersebut,
Dengan perasaan terkejut Bara langsung masuk membuka pintu dengan sedikit kasar..
Dan setibanya didalam ruangan, terlihat jika istri nya Arimbi sudah terbaring sambil memeluk seorang Bayi...
Bara mulai berlari untuk melihat ke arah mereka berdua, hingga detik kemudian, Bara dikejutkan oleh suara sang papa yang mengatakan perkataan selamat untuk dirinya
"Selamat ya Bara, anak mu berjenis kelamin perempuan"
Deghhh.....
Bara langsung membalas tatapan sang papa dengan perasaan terkejut..
Keesokan hari nya, Arimbi mulai membaik setelah melakukan persalinan secara normal, dan saat ini telah kedatangan tamu spesial didalam ruang rawat tersebut yang tak lain adalah Cinta, Mario dan juga putra mereka..
Mario dan Cinta datang untuk menagih janji atas perjodohan yang sudah disepakati sebelum nya dan karena anak mereka adalah seorang perempuan, maka Bara dan Arimbi harus menepati janji untuk menjodohkan kedua bayi tersebut..
Hingga akhirnya acara pertunangan sang bayi kecil langsung di lakukan dengan sorakan kegembiraan ketiga keluarga besar..
Mereka semua benar benar merasa bahagia selain, Bara seorang diri yang sedikit keberatan
"Selamat untuk pertunangan nya, cucu ku Leandro Fernandez bersama Flora Abraham sanjaya" teriak papa Abraham dengan hati yang sangat bahagia..
Dan langsung disambut dengan tepuk tangan yang sangat meriah....
Sudah rilis novel yang menceritakan kisah anak Bara dan juga Mario ya,
__ADS_1
Langsung cusss kak, dijamin ngakak, makasih 🥰🙏🙏🙏