Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya

Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya
Empat orang yang sengklek


__ADS_3

"Selamat makan.... " teriak Arimbi dan juga Bara yang tersenyum menatap wajah Mario yang sedari tadi tampak ditekuk oleh dirinya.


Mario benar benar merasa sangat kesal, karena sekarang bukan hanya Cinta saja yang suka mengerjai dirinya dan juga mengejek, tapi Bara bersama Arimbi pun ikut ketularan suka membuatnya menjadi kesal..


Contohnya seperti satu jam yang lalu. Mario benar-benar telah merendahkan harga diri yang dia miliki..


Wanita itu! Istrinya sendiri tega menyuruh Mario untuk menjadi asisten untuk Cinta yang sedang memasak di dapur...


Bahkan Cinta juga memakaikan sebuah kain celemek di tubuh Mario agar pakaian pria itu tidak terkena kotoran dari bumbu dan juga minyak yang ada di dapur.


Sedangkan Bara bersama Arimbi, hanya menatap kejadian itu sambil tertawa terbahak bahak.


Bara juga menyempatkan diri untuk mengabadikan penampilan Mario menggunakan handphone milik Bara agar dia mempunyai senjata ampuh untuk mengancam Mario kelak.


Dan kini makanan sudah siap tersaji di atas meja makan. Arimbi benar-benar mengagumi keahlian dari istri Mario.


Dan dia berencana akan belajar kursus masak kepada Cinta, tentunya dengan bayaran yang sangat fantastis, seperti permintaan Mario kepada sahabatnya Bara.


"Wah... masakanmu benar-benar sangat enak dan lezat Cinta. Aku sangat suka dengan masakanmu ini, sungguh!" puji Arimbi menatap wajah Cinta dengan perasaan kagum..


Cinta yang mendapatkan pujian dari Arimbi pun langsung tersipu malu, membuat Mario berdecih kesal..


"Cih.... sok malu malu kalau sedang berada di depan orang lain, padahal aslinya kau sama saja seperti seekor serigala kelaparan." gumam Mario di dalam hatinya.


"Terimakasih ya Arimbi karena sudah memuji masakanku. Aku sangat bahagia mendengar pujianmu itu Arimbi."


"Benarkah! oya, kau mau tidak mengajari aku masak agar masakanmu bisa seenak masakanmu Cinta? Ya walaupun sebenarnya aku sudah pintar masak, tapi tetap saja aku belum terlalu jago seperti kamu Cinta" ujar Arimbi sambil menyenggol lengan tangan Bara.


Membuat Bara langsung mengarahkan pandangannya menatap wajah sang istri


Bara tiba-tiba terbatuk batuk saat sedang mengunyah makanannya di dalam mulut, karena dia teringat kembali akan makanan spesial buatan Arimbi yang telah berhasil membuat dirinya menjadi sakit perut.


Bahkan karena makanan itu juga, Bara mengalami diare hingga beberapa jam lamanya. Sungguh! Bara merasa sangat trauma dengan masakan yang disajikan oleh Arimbi untuk dirinya, bagaimana jika ternyata calon istrinya tersebut memang tidak mempunyai keahlian memasak? dan Bara di wajibkan menjadi juri dari setiap masakan yang dia buat..

__ADS_1


No.......!!! Bara langsung menjerit di dalam hati, sambil menggeleng gelengkan kepalanya di depan Arimbi...


"Sayang... kau kenapa? Apakah kau tidak setuju dengan keinginanku ini? " tanya Arimbi memasang wajah menyedihkan.


Bara langsung menelan makanannya dengan segera, dan dia mulai memegang wajah Arimbi dengan sangat lembut membuat Cinta menjadi ikut tersenyum senang.


"Sayang.. maaf, bukan maksud ku untuk tidak menyetujui permintaan mu itu, tapi... aku rasa kau tidak usah belajar memasak lagi, karena aku lebih suka jika kau tidak usah masuk kedapur, karena aku tidak ingin jika tangan lembut mu ini menjadi kasar Sayang"


Rayu Bara kepada Arimbi, membuat Cinta langsung mengeluarkan rasa terharunya..


"Wah.... kau sungguh beruntung Arimbi, karena memiliki calon suami yang sangat baik dan juga perhatian, aku rasa apa yang dikatakan oleh Bara ada benar nya, lagian kalian kan memiliki banyak pelayan dirumah, jadi kau tidak perlu memasak Arimbi"


Ucap Cinta menimpali perkataan Bara,


Membuat Bara merasa senang karena ada yang mendukung pendapat nya..


"Iya..benar yang diucapkan oleh Cinta sayang,lagian aku tidak membutuhkan keahlian mu dalam hal memasak, karena yang aku butuhkan hanya lah, keahlian mu saat berada diatas ranjang"


Tanya Arimbi memasang wajah polos, membuat Mario tersenyum dan langsung menjawab pertanyaan dari wanita tersebut.


"Tentu saja kepada ku Arimbi, karena aku ahlinya dia atas ranjang, tenang saja, kau tidak akan aku pungut biaya sedikit pun karena aku ikhlas memberikan pelajaran untuk mu, dari mahir, sampai menjadi pandai, bahkan semua gaya akan aku ajarkan untuk mu"


Takkkkk..... takkkkk......


Dua kali tokokan langsung mendarat di kepala Mario, membuat pria itu langsung menjerit karena kesakitan..


"Sialan.... kenapa kau malah mentokok kepala ku Bara! apakah kau kira tidak sakit, di tokok menggunakan centong besi itu sialan"


Maki Mario sambil memegang Kepala yang terasa sedikit bengkak,


Cinta yang melihat ulah Bara kepada suaminya itu pun langsung tertawa hingga terbahak bahak, hingga membuat Mario mendengus dengan sangat kesal...


"Hei istri durjana! apakah kau senang melihat suami mu sendiri disiksa oleh orang ini, dasar istri tidak punya akhlak.."

__ADS_1


Maki Mario kepada Cinta , membuat Cinta langsung menghentikan tawa nya tersebut.


"Apa kau bilang, aku istri durjana dan tidak punya akhlak, lalu bagaimana dengan mu, mana ada seorang suami mengajak wanita lain untuk main diatas ranjang, secara terang terangan tepat didepan istri nya sendiri, aku rasa kau benar-benar sudah gila, dan aku sangat mendukung Bara jika dia berniat memukul mu lagi"


"Cih...., sungguh... aku benar-benar gila saat ini, karena sudah memiliki istri seperti dirimu"


Jawab Mario tidak mau kalah, membuat Arimbi merasa pusing dengan pertengkaran mereka berdua...


"Diam.....! kenapa jadi kalian yang bertengkar,? bukan kah aku yang sedang merasa kesal dengan kekasih ku,"


Ucap Arimbi sambil menatap ke arah wajah Bara, membuat Bara langsung menggaruk kepala nya dengan frustasi,


Sepertinya Arimbi masih bersikeras jika dia ingin melakukan khursus masak kepada Cinta..


"Baiklah... jika kau mau belajar memasak kepada Cinta, maka aku akan menginginkan nya sayang"


Ucap Bara membuat Arimbi langsung membulatkan kedua matanya


"Apakah benar yang kau katakan ini sayang? kau tidak sedang bercanda kan? "


Tanya Arimbi memastikan..


"Tentu saja tidak, tapi... nanti yang mengetes makanan mu Mario saja ya sayang, karena untuk beberapa hari ini aku akan sangat sibuk , banyak pekerjaan yang akan aku selesai kan, begitu juga dengan acara pernikahan kita, yang akan aku urus dari tangan ku sendiri"


"Baiklah... tidak masalah sayang, lagian Mario pasti mau menyicipi masakan ku, "


"Iya... itu lebih bagus sayang"


Jawab Bara tersenyum kearah Mario, membuat Mario memasang wajah curiga..


"Tunggu... sepertinya tingkah Bara benar-benar sangat mencurigakan, kenapa juga dia tidak mau mencicipi masakan calon istri nya sendiri, ? apakah sebenarnya Arimbi ini tidak bisa memasak? sehingga masakan yang dia sajikan nyatanya tidak pernah enak? ya... sepertinya Bara telah mengkambing hitam kan aku, sebagai kelinci percobaan, lihat saja apa yang akan aku lakukan kepada mu Bara, aku pasti akan membalas semuanya "


Gumam Mario didalam hati, sambil membalas tatapan dan senyuman yang dilayangkan Bara untuk dirinya.....

__ADS_1


__ADS_2