Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya

Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya
Kedatangan Mama Lina


__ADS_3

Kini Arimbi bersama suaminya Bara telah tiba di depan rumah milik papa Adi sanjaya , dan tentu saja kedatangan mereka berdua langsung disambut dengan suka cita oleh kedua orang tua tersebut.


Ibu Sumi dan papa Adi, yang mengetahui kedatangan putri mereka pun langsung berdiri didepan teras rumah, hingga akhirnya mereka mulai melihat kedatangan Arimbi dan Bara yang baru saja tiba menggunakan sebuah mobil termahal di dunia..


Ibu Sumi langsung berdecak dengan kagum, karena belum sepenuhnya percaya dengan apa yang dia saksikan saat ini..


"Wah... nak Bara! ibu benar-benar tidak menyangka, jika kamu sebenarnya adalah putra kaya dari Tuan Abraham" ucap ibu Sumi yang menerima salim dari pria yang baru saja menapakkan kakinya dia atas teras rumah..


"Iya. ini lah sebenarnya aku bu, maaf ya jika aku sudah tidak jujur dengan kalian semua, tapi... itu lah syarat dari papa bu, jika tidak , aku akan benar-benar di buang oleh pria tua bangka itu"


Jawab Bara dengan asal membuat Arimbi melayangkan sebuah cubitan diperut milik Bara..


"Awww.... kenapa kau mencubit ku sayang? "


"Itu karena kamu sudah kurang ajar dengan papa mertua ku, masak papa Abraham kamu katai tua bangka, gak boleh seperti itu sayang, entar kualat baru tahu rasa"


"Eh... jangan dong sayang, kita kan masih pengantin baru, jauh jauh ya sayang"


"Iya, makan nya, jangan seperti itu lagi ya"


"Okey istri ku yang cantik"


Jawab Bara sambil merangkul leher Arimbi dengan gemas, papa Adi dan ibu Sumi yang melihat tingkah mereka berdua pun, langsung tertawa bahagia,


Akhirnya mereka bisa mendapatkan pasangan yang menumbuhkan kedamaian dan juga kebahagiaan untuk diri mereka masing masing, membuat suasana keluarga menjadi tampak harmonis dan penuh kasih sayang..


Setelah itu mereka mulai melanjutkan perbincangan di kursi yang ada diteras rumah,


Bara sengaja menghabiskan waktu beberapa jam sebelum kepergian bulan madu mereka akan segera dilaksanakan..


Tanpa mereka semua tahu, jika diluar pagar rumah Adi sanjaya, saat ini telah berdiri seorang wanita yang menutupi wajahnya menggunakan selendang hitam..


Wanita itu dapat melihat dari kejauhan jika keluarga Adi sanjaya telah bahagia tanpa keberadaan dirinya, sungguh wanita tersebut langsung marah dan memukul pagar besi dengan keras,


Dia tidak bisa menerima begitu saja, atas keputusan sepihak yang Adi sanjaya lakukan kepada dirinya..


"Bangsat..., dasar manusia tidak punya hati, kalian tega bersenang senang diatas penderitaan aku dan juga putri ku, aku yakin putri ku tidak akan tenang di alam sana sebelum aku berhasil membunuh Bara maupun Arimbi, dan mendapatkan harta yang sudah menjadi milik ku seutuhnya, kalian pantas menderita bajingan"


Ucap Mama Lina dengan histeris,


Para penjaga gerbang yang mendengar teriakan mama Lina pun langsung mencari ke asal suara,

__ADS_1


Dan mereka langsung terkejut saat melihat ada seorang wanita berkerudung hitam sedang mengintip ke arah rumah tuan mereka..


"Siapa wanita, dari gerakan nya terlihat sangat mencurigakan, ".


Ucap salah satu penjaga gerbang , dengan cepat, penjaga tersebut langsung menghubungi nomor handphone tuan Adi sanjaya untuk memberitahu perihal tersebut..


" Hallo tuan , maaf jika saya sudah menggangu ketenangan tuan"


"Iya , memang nya ada apa? kenapa kau sampai menelfon ku? "


"Begini tuan, diluar pagar, terlihat seorang wanita berkerudung hitam yang sangat mencurigakan, dia sedang mengintip kearah teras rumah tuan"


"Benarkah? memang nya siapa wanita itu? apakah aku masih memiliki musuh saat ini? "


Tanya papa Adi sanjaya, membuat Bara dan Arimbi langsung mengerutkan kening mereka


"Ada apa pa? "


Tanya Bara dengan penasaran, hingga tak lama kemudian, Tiba-tiba saja handphone milik Bara bergetar dengan kencang, membuat Bara langsung melihat siapa yang telah menghubungi dirinya,


"Siapa sayang? "


Tanya Arimbi penasaran,


"Iya sayang"


Jawab Arimbi dengan perasaan panik, dia takut jika ada kabar buruk lagi yang akan segera terjadi,


Hingga beberapa menit kemudian, kini Bara kembali berjalan mendekati mereka bertiga,


"Pa.., apakah penjaga papa memberitahu jika ada seorang wanita yang sedang mengintai kearah kita? "


"Iya nak? dari mana kamu tahu? apakah ada sangkut pautnya dengan kantor polisi? "


Tanya papa Adi dengan tatapan penuh kecurigaan.


"Benar pa, mama Lina telah kabur tadi malam, dan aku pasti kan jika wanita yang sedang mengintai kearah kita adalah mama Lina pa"


Deghhh.....


Mereka bertiga langsung terkejut mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Bara, apakah benar jika wanita jahat itu bisa keluar dari tahan polisi..

__ADS_1


"Apakah itu benar Bara? "


"Tentu saja papa, sekarang kalian tenang lah, kita harus berpura-pura tidak mengetahui kedatangan nya, dan buat seakan akan tante Lina memiliki kesempatan untuk menyusup kedalam rumah, agar kita bisa menangkap nya kembali papa"


"Baiklah, jika begitu kau atur rencana dengan para penjaga gerbang Bara, lakukan dengan sebaik mungkin"


"Baik pa, sekarang kalian bersikap seperti biasa saja, dan duduk kembali dikursi masing-masing"


Perintah Bara kepada mereka bertiga.


Dengan cepat Bara langsung mengatur rencana kepada para penjaga, sehingga para penjaga berpura-pura untuk pergi meninggalkan gerbang dengan keadaan tidak tertutup


Mama Lina yang melihat kesempatan itu pun, langsung berlari untuk masuk kedalam gerbang..


Dia berlari dengan secepat mungkin agar bisa melabrak keempat orang yang sudah menyakiti dirinya,


Bara mulai menghitung mundur, agar mereka bertiga tidak terkejut dengan kedatangan wanita ular tersebut...


3.....2......1......


Hingga detik kemudian


"Dasar manusia tidak tahu diri, kalian semua bukan lah manusia, karena kalian telah membuat hidup ku menderita dan putri ku mati terbunuh,, sekarang aku datang untuk menghabisi mu Arimbi"


Teriak Mama Lina sambil menodong kan sebuah gunting yang sangat runcing kearah Arimbi,


Gunting itu dia ambil dari ruang perawatan yang ada dikantor polisi, dan Mama Lina sengaja ingin membunuh Arimbi agar wanita itu menyusul kematian Diva...


"Apa yang kau katakan Lina? dasar tidak tahu malu, kau tidak bersyukur karena menantu ku masih membiarkan mu hidup Lina"


Teriak papa Adi dengan sangat marah..


"Cih...., menantu! dasar penjilat kau Adi sialan, dulu saja kau menghina pria itu seperti Sampah, tapi sekarang kau malah menyanjung nya dengan tinggi setelah mengetahui jika dia adalah putra dari keluarga kaya, dasar manusia tidak tahu diri kau Adi sialan"


"Tutup mulut mu bibi Lina, sudah cukup kau menghina papa ku, sekarang apa mau mu, kenapa kau datang kemari? "


Tanya Arimbi tidak takut sedikit pun..


"Kedatangan ku untuk membunuh mu anak sialan, karena kau memang pantas untuk ku bunuh, sebagai ganti rugi karena kalian sudah menghabisi putri ku Diva, sekarang bersiap lah Arimbi, untuk menjemput ajal mu"


"Hiaaatttttt..............

__ADS_1


Dor..... Dor......


Suara tembakan mulai menggema didalam perkarangan rumah mewah tersebut....


__ADS_2