
Sedangkan dirumah mewah milik Mario bersama istri nya Cinta , terdengar suara des*h*n panjang dari dalam kamar tersebut
Mario sedang melakukan Olahraga malam nya agar sang istri bisa secepatnya hamil duluan,dan mereka sedang membuat bayi berjenis kelamin laki-laki agar bisa dinikah kan oleh putri Bara dan juga Arimbi,
Mereka berdua sudah berkhayal sangat lah tinggi, berharap agar gen keluarga Mario lah yang akan menang dari pada keluarga Bara
"Sayang... kau harus mengeluarkan bibit yang paling unggul, jangan sampai malam ini tidak jadi lagi" ujar Cinta yang sudah menerima benih tersebut..
Mario masih bernafas dengan ngos ngosan, dia merasa lelah setelah berperang bersama istri nya tersebut,
Tapi tidak dengan Cinta, wanita itu masih terlihat bugar, bahkan jika di ajak tambah, dia akan dengan senang hati memberikan nya.
"Sayang..! apakah kau tidak merasa lelah setelah berperang dengan ku? " tanya Mario menatap heran
Mereka saling berdampingan saat ini, sama sama terbaring di atas ranjang.
"Tentu saja tidak, aku malah masih ingin lagi" jawab Cinta tidak tahu malu
"Apa...! kau benar benar amazing sayang, seperti nya anak kita benar benar laki laki, karena kau selalu mempunyai power yang kuat"
. "Tentu saja anak ku adalah laki laki, dan dia akan menurun seperti ku, menjadi pria berani dan kuat, oya ngomong ngomong soal anak bagaimana jika Cinta dan Bara juga mendapat kak anak laki-laki sama seperti kita? apakah itu artinya perjodohan nya akan batal sayang? "tanya Cinta penasaran dan langsung duduk di atas ranjang tersebut
Wanita itu, tidak menutupi tubuh nya yang tidak menggunakan apapun, membuat Mario menjadi merasa tidak tahan jika harus mengangguri nya begitu saja
Sambil menjawab, Mario kini telah menggeser tidur nya tepat di atas paha Cinta
Sambil menikmati apa yang ada didepan mata nya saat ini, Cinta dibuat geli dengan kelakuan suaminya tersebut, tapi dia tetap membiarkan nya saja karena diam diam Cinta juga menikmati nya..
"Aku tidak tahu anak Bara nanti nya, laki laki ataupun wanita, tapi jika anak pertama nya laki laki, maka kita akan mengundur perjodohan sampai Bara mempunyai anak seorang wanita, lebih tepat nya anak kedua nya sayang" jawab Mario sambil melakukan aksi nya tersebut
Cinta dibuat gila oleh tingkah laku Mario yang kembali membangun kam gairah cinta nya, apakah suaminya itu sengaja ingin memancing nya kembali
"Sayang... kenapa kau malah memancing ku lagi? " tanya Cinta penasaran
"Siapa suruh kau memamerkan nya didepan mata ku dan tidak menutupinya, jadi jangan salah kan aku jika aku menghisap nya sayang"
__ADS_1
"Kau ini, kata nya capek tapi sengaja memancing ku lagi, apakah kau mau aku sampai memperkosa mu seperti satu bulan yang lalu? " tanya Cinta membuat Mario langsung menghentikan kegiatan nya tersebut,
Mario tersenyum dengan lucu, dan mulai menjauh dari Cinta..
"Maaf sayang, ayo kita tidur sekarang"
"Tidak, kau kan belum menjawab pertanyaan ku yang tadi,"
"Pertanyaan yang mana Cinta? "
"Tentang perjodohan itu bagaimana jika anak kita ada dua dan kedua nya adalah seorang pria, kira kira anak yang mana yang harus kota jodoh kan kepada putri nya Bara? "
"Sayang.. aku sungguh tidak tahu, lagian anak nya kan belum jadi, kalau sudah jadi pun, anak nya belum dilahirkan, dan kalau sudah dilahirkan, anaknya belum besar, itu artinya masih sangat lama perjodohan itu Cinta, kenapa kau membingungkan ku malam malam begini" Ujar Mario mulai frustasi,
Hingga detik kemudian..
Brakkkkkk..... brakkkkkk
Suara bantal mulai tedengar akibat lemparan yang Cinta lakukan
"Sayang.... kenapa kau melemparkan bantal kearah sofa? apakah kau mau tidur disofa?" tanya Mario berpura-pura bodoh
Membuat Cinta merasa marah dan langsung mendorong tubuh pria itu agar turun dari atas ranjang milik nya
"Turun Mario, malam ini aku tidak mau tidur dengan mu, kau benar-benar menyebalkan" ketus Cinta dengan perasaan marah
Dengan cepat Mario langsung turun dari pada mendapatkan amukan dari sang ibu ratu, untung saja malam ini dia sudah mendapatkan jatah, jadi Mario bisa tidur dengan nyenyak tanpa harus memeluk tubuh istri nya tersebut,
Dengan langkah gontai , dibalut dengan selimut putih, Mario telah duduk di atas sofa tersebut, setelah itu dia langsung tidur dengan cara memunggungi Cinta
Dan tentu saja hal itu membuat Cinta menjadi marah besar, dengan cepat dia langsung melemparkan bantal satu lagi miliknya kearah punggung pria tersebut
"Awas saja kau ya, satu Minggu tidak boleh menyentuh ku"
Deghhhh.........
__ADS_1
Mario terkejut mendengar perkataan itu, apakah istri nya berkata dengan sungguh sungguh.
"Jangan takut Mario , istri mu kan tidak bisa hidup tanpa gesekan dari mu, hahaha, sekarang tidur saja yang nyenyak, karena aku juga sangat mengantuk" gumam Mario didalam hatinya
Dia bahkan tidak menghiraukan perkataan dari istri nya tersebut , sedangkan Cinta mulai ikut memunggungi Mario
Didalam hati dia berjanji jika kali ini, dia akan menepati janji nya tersebut, untuk tidak menyentuh Suaminya sampai seminggu kedepan
"Baiklah.. kita lihat saja, siapa yang akan bertahan , seminggu bukan lah waktu yang lama untuk ku, dan aku yakin kau akan mati kutu suamiku" gumam Cinta didalam hatinya
*****
Sedangkan dirumah mewah yang lain nya, saat ini Bara dan juga Arimbi sedang melakukan olahraga mereka,
Arimbi meminta kepada Bara agar permainan mereka dilakukan dengan lembut dan juga penuh cinta,
Agar anak yang dikandung kelak akan menjadikan anak yang pendiam dan juga tidak banyak bicara,
Bara yang telah menancap kan senjata milik nya pun, mulau bermain seperti yang istri nya ingin kan , membuat Arimbi menjerit dengan sangat nikmat,
Mereka benar benar melakukan permainan dengan penuh cinta yang membara, bahkan cinta itu sampai luber luber kebawah ranjang..
"Bagaimana sayang, apakah kau menyukai gerakan ku? " tanya Bara sambil mengecup wajah Arimbi.
"Iya, sayang, kau benar benar sangat hebat, aku menyukai nya sayang, ini terasa sangat nikmat, " racau Arimbi sambil menggigit jari tangan nya sendiri
Bara sungguh senang melihat ekspresi wajah Arimbi yang terlihat sangat lah menggoda, hingga tak lama kemudian, kini mereka mulai mengubah gaya menjadi sedikit menantang,
Membuat Arimbi kembali menjerit tidak karuan, .. Bara benar-benar membuat Arimbi seakan terbang ke atas awan, dia mencintai permainan dari suaminya tersebut,
Dan tak lama kemudian, bibir unggul milik Bara telah berhasil dia tumpah kan, didalam penanaman, dan Semoga saja apa yang mereka ingin kan akan segera terjadi
"Aku sudah memberikan bibit unggul ku didalam rahim mu sayang, semoga dia akan tumbuh dengan sehat ya"
"Pasti sayang, terimakasih ya suami ku, semoga keinginan kita akan menjadi kenyataan" ucap Arimbi langsung memeluk tubuh Bara dengan erat....
__ADS_1