
"Apa ini Bara? "
Pertanyaan itu langsung lolos dari mulut Arimbi, bagaimana mungkin suaminya di gosipkan telah memiliki seorang putra dari wanita lain,
Arimbi mulai meneteskan air matanya dengan deras, tidak yakin jika suaminya ternyata telah memberikan benih unggul milik nya kepada wanita lain,
Sedangkan dirinya saja belum mendapatkan benih unggul tersebut,
"Huwaaaaaaa.......... kenapa bisa kau memiliki seorang putra dari wanita lain Bara! kau sungguh tidak adil, belum menikah tapi sudah berani memberikan bibit unggul mu kepada wanita lain, sekarang bagaimana jika milik mu tidak ada yang unggul lagi, bagaimana aku bisa hamil Bara" teriak Arimbi menangis histeris..
Membuat ketiga orang tersebut merasa sangat terkejut dengan respon yang Arimbi tampakkan kepada mereka...
"Sayang... kenapa Arimbi tidak marah dengan berita itu, sepertinya dia malah marah karena Bara telah memberikan bibit unggul milik nya dengan wanita lain..! sebenernya aku yang bodoh atau aku yang salah menebak, ? " tanya Cinta sambil berbisik di kuping suaminya..
Sedangkan Mario dia juga bingung melihat istri dari sahabat nya tersebut, Mario sampai menggaruk garuk rambutnya yang terasa tidak gatal
"Jujur aku juga bingung sayang...! aku rasa Arimbi tidak marah, tapi dia hanya kecewa karena Bibit unggul milik Bara telah membuahkan hasil diperut wanita lain, sungguh.. ini benar-benar ajaib sayang" puji Mario manggut manggut,
Mereka masih menatap kearah Arimbi, dan Arimbi mulai melihat wajah suaminya dengan tatapan tajam..
"Dasar tidak adil, bisa bisa nya kau memiliki anak dari wanita lain, aku tidak mau jika perjodohan dengan putri nya Cinta, akan di berikan oleh anak mu itu, sekarang juga ayo kita pulang, akan mu hajar ibu yang telah melahirkan putra mu" Teriak Arimbi dengan wajah yang memerah
Bara benar benar bingung dengan sikap istri nya tersebut, kenapa juga Arimbi tidak cemburu sedikit pun, apakah Arimbi mempercayai berita hoaks tersebut.
Dengan cepat Bara langsung mencekal tangan Arimbi yang ingin pergi dari ruangan itu.
"Tunggu sayang.... kenapa kau malah mau pergi meninggalkan aku, sekarang ayo kita bicara, dan kau harus mengetahui yang sebenarnya Sayang"
__ADS_1
"Baiklah, ayo bicara sekarang juga, aku akan mendengar kan mu suami ku" jawab Arimbi sambil melipat kedua tangan nya di atas dada
Cinta Dan Mario mulai menyaksikan pembicaraan tersebut, mereka sangat takut jika kali ini Arimbi akan mengamuk dan menghajar suaminya sendiri..
Bara menghirup nafas dengan dalam, setelah itu mengeluarkan nya secara perlahan, di dalam hati dia berdoa agar sang istri mau mempercayai dirinya..
"Huh.... sayang, sebenarnya aku tidak pernah membuang bibit unggul milik ku kepada wanita mana pun, karena aku selalu memakai pelindung karet yang elastis dan juga aman, jadi sangat mustahil jika aku mempunyai seorang putra, lagian wanita yang bernama Mischa itu, adalah wanita yang terakhir kali melayani ku sebelum aku mendapatkan hukuman dari papa, dan pada malam itu, aku dan Mischa belum sempat melakukan hubungan intim, kami hanya melakukan pemanasan saja, karena di saat aku akan menancapkan senjata milik ku, ternyata papa sudah masuk kedalam kamar, dan menjewer kuping ku sampai mau putus, lalu.. bagaimana mungkin wanita bernama Mischa itu bisa hamil dari bibit unggul ku, itu sangat mustahil sayang, jadi aku harap kau jangan percaya dengan berita palsu tersebut "jelas Bara dengan wajah memelas
Arimbi yang mendengar perkataan dari suaminya pun, mulai mengepalkan kedua tangan nya dan meninju nya di tangan satu nya lagi.
Dia benar-benar marah, karena wanita bernama Mischa sudah berani memfitnah suami tercinta nya..
" Dasar wanita murahan, j*l*ng kampungan, seperti nya dia belum tahu siapa istri dari seorang Bara Abraham, dan dia harus secepatnya dikasi pelajaran, Cinta... apakah kau siap untuk membantu ku? "tanya Arimbi menatap ke arah Cinta
"Tentu saja Arimbi, aku siap untuk membantu mu"
"Siap Arimbi, baiklah kita akan pergi sekarang" jawab Cinta bersemangat
Setelah itu mereka berdua langsung masuk kedalam kamar masing masing untuk menyiapkan barang barang yang akan dibawa pulang
Sedangkan Bara dan Mario, mulai saling menatap dengan raut wajah bodoh.
Kenapa juga istri mereka tidak mengajak mereka juga untuk pulang dan menyelesaikan masalah..
"Bara, sepertinya Arimbi sudah menular persis seperti istri ku, dia terlihat kuat dan juga tegar"
"Kau benar..., tapi kenapa aku jadi takut ya, aku lebih suka melihat Arimbi yang polos dan lemah lembut, terlihat imut dan menggemaskan"
__ADS_1
"Cih... sekarang kau akan merasakan memiliki istri yang ganas dan juga tidak terkalahkan Bara, ayo kita siap siap untuk kembali" Ajak Mario memukul bahu Bara..
Hingga tepat pukul 10 pagi, mereka berempat sudah kembali menaiki pesawat pribadi milik Bara..
Arimbi merasa benar-benar panas saat ini, bahkan tanpa sadar wanita itu sudah meremat remat tangan suami nya dengan kuat,
Bara yang merasakan hal itu pun langsung menoleh untuk menatap wajah sang istri.
"Ada apa Arimbi? apakah kau marah kepada ku? " tanya Bara sedikit takut
"Menurut mu bagaimana? sebenarnya aku itu marah sama kamu Bara, karena kamu sudah membuat nama mu sendiri menjadi jelek, Bagaimana jika orang orang yang membaca berita tersebut langsung percaya, aku kan sangat malu jadi nya"
"Iya.. tapi semua berita sudah diredam oleh anak buah Mario,di media mana pun berita itu sudah hilang seperti di telan bumi, jadi kamu tidak usah takut ya, yang terpenting saat ini kita tidak boleh tampak bertengkar, karena itu lah yang di inginkan oleh mereka, aku yakin pasti salah satu musuh ku yang telah membayar Mischa dengan mahal"
"Iya, aku juga tidak ingin bertengkar dengan mu sayang, rugi dong kalau aku bertengkar sama kamu, nanti kamu beneran cari wanita lain gimana? " sindir Arimbi kepada Bara
Membuat Bara langsung memeluk tubuh Arimbi dengan perasaan gemas..
Cinta dan Mario ikut tersenyum melihat kemesraan dari pasangan tersebut, Arimbi adalah wanita yang sangat kuat, walaupun sedang diterpa masalah tapi dia tetap teguh dengan kepercayaan nya kepada sang suami..
"Aku bangga melihat Arimbi, bahkan setelah melihat berita menyakitkan seperti itu pun, dia tetap tidak goyah dan marah, sepertinya cinta mereka berdua sudah sangat lah besar" puji Cinta sambil menatap kearah mereka berdua
"Itu lah besar nya cinta sayang, apapun cobaan nya, akan tetap saling percaya antara satu sama lain, semoga kita bisa seperti mereka juga ya sayang"
"Tentu sayang, mulai sekarang aku akan belajar banyak menjadi istri yang baik untuk mu"
"Terimakasih istri ku" ucap Mario tersenyum senang..
__ADS_1
Dan mereka mulai menikmati perjalanan panjang dengan saling berpelukan dengan pasangan masing masing....