
"Apakah ini semua benar Bara? "
Tanya Arimbi dengan nada berteriak, Bara langsung membalikkan tubuhnya menatap kearah Arimbi..
Wanita kesayangannya itu kini sudah meneteskan airmata dengan sangat deras
Setelah melihat cuplikan video akan kejahatan Diva bersama mama Lina, Arimbi tidak pernah menyangka jika mereka berdua tenyata bukan hanya ingin mencelakai dirinya saja, tapi juga ingin menyingkirkan sang ayah agar bisa menguasai harta milik mereka...
"Hiks... hiks.... sepertinya aku sudah melakukan kesalahan Bara,! aku sudah salah mengambil langkah, karena telah membiarkan papa ku sendiri tinggal bersama kedua wanita siluman ular itu, , aku sungguh bodoh Bara"
Ucap Arimbi menangis terisak, Bara pun langsung memeluk tubuh wanita itu, dia sangat mengerti dengan perasaan bersalah yang Arimbi rasakan saat ini..
Bara mencoba menenangkannya, mengelus pundak yang terasa bergetar dengan hebat...
"Jangan menyalahkan dirimu sendiri Arimbi! karena kau tidak salah dalam hal ini, papa mu sendiri yang sudah memutuskan untuk mengusir mu"
"Iya.... aku tahu... tapi... andai saja jika aku tidak pergi, mungkin papa akan tetap dalam keadaan baik baik saja saat ini Bara"
"Dan jika kau melakukan hal itu, mungkin kita juga tidak akan pernah bersama Arimbi.. "
Ucap Bara melerai pelukannya, Arimbi langsung terdiam sambil menatap wajah pria yang sangat dia cintai..
Ya benar juga yang dikatakan Bara, jika dia tidak pernah memilih pergi, mungkin hubungan mereka berdua tidak akan sampai sejauh ini, karena mereka tidak mungkin pernah saling mencintai, dan Arimbi selamanya akan hidup di dalam siksaan Diva bersama mama Lina..
Bara langsung memegang kedua pipi Arimbi dengan erat, dia ingin menyadarkan Arimbi agar wanita itu tidak boleh kalah dan juga lemah,
Masih banyak jalan menuju roma, dan begitu juga dengan dirinya, dia masih mempunyai kesempatan untuk menyelamatkan nyawa sang ayah dari cengkraman para ular berbisa..
"Arimbi...., kau tidak selemah itu, sekarang kita telah memiliki bukti atas kejahatan Diva bersama mamanya, jadi kita akan tetap menang Arimbi... "
"Lalu.. bagaimana dengan nasib papa ku Bara? "
"Sekarang juga, kita akan pergi untuk menjemput papa mu, aku yakin papa mu berada di rumahnya saat ini, sekalian kita bisa melihat keadaan dirinya"
"Tapi... apakah kau yakin, kita bisa masuk kedalam? mama Lina pasti sudah menyuruh para satpam untuk mengusir ku Bara"
"Pakai ini sayang ku, "
Jawab Bara tersenyum menyeringai sambil mengarahkan telunjuknya kearah kepala Arimbi...
Arimbi yang mengerti pun, mulai ikut tersenyum, ya.. kenapa juga dia harus takut dan sedih..
__ADS_1
Selama ada Bara disampingnya maka Arimbi akan menjadi wanita kuat dan juga pintar sama seperti Bara....
"Baiklah... jika begitu, ayo sekarang juga kita pergi kerumah ku Bara"
Ajak Arimbi dengan sangat bersemangat, membuat Bara terkekeh gemas
"Tenanglah sayang, sebelum kita pergi, kita harus berganti kostum terlebih dahulu"
"Heheh..., iya, aku lupa sayang, lalu kostum apa yang akan kita pakai saat ini? "
"Tentu saja kostum pengantar barang, kita akan berpura-pura menjadi pengantar barang, agar lebih mudah melumpuhkan para satpam yang berjaga dirumah mu"
"Iya, kau benar sayang, lalu dimana kita bisa mendapatkan pakaian seragam milik pengantar barang? apakah kau juga mempunyai teman yang bekerja di bidang jasa pengantaran barang?
" Tentu saja sayang, sebenarnya teman ku itu sangat lah banyak,dari yang berprofesi sebagai pekerja restoran, sampai pekerja pengantaran barang pun aku mengenal mereka dengan baik, jadi jika ingin meminta bantuan mereka itu sangat lah mudah untuk ku"
"Wah.. ternyata kekasih ku benar-benar sangat hebat, karena apapun rencana yang kau buat pasti bisa berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun, jika begitu ayo kita let's Go.... "
Ajak Arimbi memegang lengan Bara dengan erat, dan setelah itu mereka pergi meninggalkan taman yang tadi sempat mereka singgahi...
***
Papa Adi sudah beberapa hari ini merasakan tubuhnya menjadi sangat lemas dan tidak bertenaga, hingga akhirnya dia memutuskan untuk tetap beristirahat diatas ranjang saja..
Dan ketika akan mengambil air minum yang tersedia di atas Nakas dekat kepala ranjang, Tiba-tiba saja papa Adi merasakan jika kakinya sudah tidak bisa digerakkan lagi,
Papa Adi benar-benar terkejut saat menyadari hal itu, membuat dia langsung menjerit dengan keras..
"Lina.... Lina.... tolong aku Lina... kaki ku tidak bisa digerakkan Lina! "
Teriak nya menggema didalam kamar tersebut..
Mama Lina yang mendengar suara teriakan itu pun langsung berlari masuk kedalam kamar,
Dan setibanya disana, mama Lina menjerit dengan kesal, karena lagi lagi papa Adi sudah menjatuhkan gelas ke atas lantai...
"Mas Adii...... kau benar-benar sudah membuat ku kesal, apakah kau sedang menguji kesabaran ku hah! "
Ucap mama Lina langsung berjalan mendekati papa Adi yang masih berada di atas ranjang..
Setelah itu mama Lina menarik tangan pria malang itu hingga jatuh ke samping ranjang..
__ADS_1
Brukkk....
"Lina... kenapa kau sangat kasar kepada ku? apakah kau sudah tidak menyanyangi ku lagi, saat ini aku sedang sakit Lina"
"Cih... aku tidak perduli kau sedang sakit ataupun sekarat, aku bahkan lebih suka jika kau mati dengan cepat"
"Lina.. apa maksud perkataan mu itu? kenapa sejak kepergian Arimbi kau berubah menjadi kasar kepada ku? apakah ini adalah tabiat aslimu yang sebenernya? "
Tanya papa Adi sambil menahan rasa sakit ditubuh nya..
Mama Lina langsung tertawa cekikikan, dia benar-benar merasa puas karena sudah berhasil membuat papa Adi menjadi lumpuh...
"Lihatlah mas, sekarang tubuhmu sudah tidak sempurna seperti dulu, kau sakit parah, dan hampir mati, lalu apakah aku harus tetap menerima mu seperti biasanya mas..! jangan mimpi mas Adi, aku tidak mau mempunyai suami penyakitan seperti mu"
"Jahat sekali kamu Lina, apakah ini semua adalah ulah mu, sehingga aku tiba-tiba mengalami sakit parah seperti ini? "
"Jangan asal menuduh ku mas, aku tidak mungkin melakukan hal seperti itu, sekarang ayo kita mandi, aku akan memandikan mu menggunakan air dingin, agar tubuhmu bisa segar kembali"
Kata mama Lina sambil menarik kedua kaki papa Adi secara paksa.. dia menyeret tubuh itu secara paksa.
Menuju ke arah kamar mandi yang ada didalam kamar, papa Adi menjerit histeris, walaupun kakinya tidak bisa digerakkan, tapi tetap saja terasa sakit saat ditarik paksa..
"Lina.. lepaskan Lina, kau sudah menyakiti kaki ku Lina"
Teriak papa Adi memohon dilepaskan..
"Tidak.. aku tidak akan melepaskan mu, kau pantas disiksa seperti ini Mas, agar kau bisa cepat mati, "
"Jangan.. aku mohon, lepaskan aku Lina"
Teriak papa Adi dan tidak di perdulikan oleh mama Lina,
Hingga akhirnya kini mereka berdua sudah masuk kedalam kamar mandi, mama Lina langsung menghidupkan air sower dan mengarahkan nya ketubuh papa Adi...
"Lina.. hentikan Lina, air ini sangat dingin, aku tidak sanggup merasakan dinginnya Lina"
Ujar papa Adi terdengar pilu..
Hingga tak lama kemudian, terdengar suara pintu kamar yang mulai terbuka dengan begitu kencang...
Brakkkkkk..........
__ADS_1