
Kini mama Lina sudah berhasil membawa papa Adi masuk kedalam kamar mereka..
Walaupun papa Adi sempat memberontak, tapi mama Lina tidak menghiraukan pria itu sedikit pun,
Mama Lina terus memaksa papa Adi agar bisa menghindari kecurigaannya terhadap kejahatan yang di lakukan oleh Diva
Jangan sampai, papa Adi mempercayai semua laporan yang telah jatuh ke tangannya saat ini..
"Mas... sekarang kamu istirahat saja, jangan banyak berfikir dan juga bergerak, bukan kah Dokter sudah memperingatkan, jika kamu sedang mengalami darah tinggi serta kolesterol, jangan sampai tubuh kamu menjadi jatuh dan lumpuh ya mas"
Ucap mama Lina dengan nada sedikit membentak..
"Tapi... bagaimana dengan perusahaan Lina? aku tidak bisa membiarkan hal ini terjadi, jika memang benar ada yang memanipulasi nya, tetap saja, siapapun orang itu, akan tetap bisa membuat perusahaan ku menjadi bangkrut Lina"
"Tidak... itu tidak akan pernah terjadi mas, perusahaan kita tidak akan bisa bangkrut, karena kita memiliki banyak penyokong di dalamnya, seperti perusahaan tuan Abraham dan juga perusahaan nak Josep,"
"Aku tidak bisa berharap banyak dengan mereka Lina, lagian aku harus menemukan orang yang telah membuat kerugian didalam perusahaan ku, aku tidak mau jika perusahaan ku hancur Lina"
Teriak papa Adi menahan batuk di tenggorokannya..
__ADS_1
Papa Adi mencoba untuk tetap kuat, walaupun tubuhnya sudah sangat lemas,
Mama Lina yang melihat hal tersebut pun langsung berjalan untuk mengambil resep obat yang selalu di konsumsi oleh papa Adi selama dua minggu ini, dan dia meminumkan nya kedalam mulut papa Adi
Hingga selang beberapa menit, kini pria paruh baya itu langsung memejamkan mata nya, dia tertidur dengan sangat pulas...
"Bagus... tidurlah mas..., jangan suka membuat aku menjadi lelah, sekarang tubuh mu tidak akan bisa sehat lagi, karena aku telah memberikan mu racun di setiap harinya"
Gumam Mama Lina tersenyum menyeringai..
Setelah itu, dia pun langsung keluar dari kamar, untuk menuju kedalam kamar Diva kembali...
"Diva... sebenernya apa yang kau lakukan,! kenapa papa mu bisa mengetahui perbuatan mu itu Diva? "
Diva sedari tadi terus mondar mandir kesana kemari, dia juga ikut bingung karena kejahatannya sudah diketahui oleh papa tirinya tersebut..
"Aku juga tidak tahu ma, tapi.. aku sudah bekerja sama dengan salah satu staff keuangan untuk bekerja sama dengan ku dan memanipulasi setiap pengeluaran perusahaan, tapi.. kenapa papa bisa mengetahui nya? apakah didalam perusahaan kita telah terdapat mata mata ma? "
Tanya Diva menatap mama Lina dengan intens..
__ADS_1
"Mama juga tidak tahu Diva, tapi.. sebaiknya kau jangan melakukan korupsi lagi, bagaimana jika perusahaan Adi sanjaya benar-benar bangkrut.. Kita bisa jatuh miskin Diva"
"Jangan panik seperti itu mama! perusahaan Adi sanjaya tidak akan bisa bangkrut, kecuali jika dia tidak mau memberikannya untuk ku, tunggu beberapa Minggu lagi, sampai pria tua itu tidak bisa berjalan lagi alias lumpuh, setelah hal itu terjadi maka aku akan meminta papa agar memberikan kekuasaannya untuk ku mama"
"Iya.. baiklah sayang, jika begitu mulai besok mama akan menambahkan dosis racunnya, agar papa mu bisa lumpuh dengan cepat"
"Bagus.. mama benar-benar mama terbaik, aku sangat sayang kepada mama"
Ucap Diva memeluk mama Lina dengan erat..
Sungguh malang nasib papa Adi sanjaya, karena tanpa dia duga jika istri nya sendiri sudah meracuni dirinya..
Saat ini sudah tidak ada yang bisa menolong pria malang tersebut, karena para pembantu lama yang menjadi pekerja setia Arimbi, sudah di pecat oleh mama Lina,
Dia telah menggantikannya dengan pembantu yang baru, yang selalu mendukung apa yang mama Lina lakukan disetiap harinya..
Dan di saat kedua ular tersebut sedang asik meracuni papa Adi sanjaya, entah mengapa di lain sisi Arimbi bisa merasakan rasa panik terhadap papa nya sendiri..
Dia yang sedang berkemas untuk segera pindah dari rumah ibu Sumi pun tiba tiba saja mengingat sang papa...
__ADS_1
"Ya Tuhan... firasat apa ini,? kenapa tiba-tiba aku mengingat papa, apakah papa tidak baik baik saja saat ini, Tuhan... aku mohon.. jagalah papa ku, selamatkan dia dari kejahatan dua ular yang tinggal bersama dirinya, aku mohon Tuhan"
Doa Arimbi meneteskan air mata, semoga saja doanya sebagai anak yang baik akan terkabul....