Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya

Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya
Melakukan pertemuan


__ADS_3

Setelah melewati berbagai drama karena ulah kekasih nya Arimbi, kini Bara sudah kembali sehat seperti sedia kala ,


Dia telah selesai dengan stelan jas rapi milik nya, serta kaca mata hitam yang bertengger indah di hidung mancung nya..


Tak lupa juga Bara menggunakan masker yang akan menutupi wajah tampan milik nya..


Bara tidak akan membiarkan Diva mengetahui siapa dia sebenarnya, karena Bara ingin membuat wanita matre itu menjadi merasa penasaran...


Setelah selesai dengan kegiatan nya tersebut, kini Bara langsung keluar dari ruangan kerja dan setiba nya di depan pintu, ternyata pak Anton dan beberapa Asisten serta sekretaris yang membantu nya di perusahaan sudah berdiri dengan menunduk hormat..


Mereka juga telah siap untuk pergi mengunjungi tempat di adakan nya pertemuan,.


Sambil membawa berkas dan juga surat perjanjian yang baru yang akan pihak Adi sanjaya setujui...


"Selamat datang tuan muda, mari kita pergi sekarang tuan muda"


Sapa mereka dengan hormat, sambil mengajak Bara agar segera pergi mengunjungi tempat di adakan nya pertemuan.


Dengan gaya cool Bara mulai menjawab ajakan dari mereka semua..


"Ehm.... baiklah.. ayo sekarang kita pergi ketempat pertemuan, aku sudah tidak sabar ingin menjebak wanita matre itu"


Ucap Bara sambil berjalan dengan sangat berwibawa, ...


Kini Bara sudah tiba di depan loby kantor milik nya, semua para karyawan langsung menunduk hormat ketika melihat bos mereka akan segera keluar dari kantor tersebut..


Bara benar-benar terlihat sangat lah keren, apalagi dengan bentuk tubuh yang berisi dan juga kekar membuat penampilan nya menjadi sangat lah sempurna... walaupun mereka tidak bisa melihat wajah dari pemuda kaya tersebut, tapi mereka bisa membayangkan nya jika wajah Bara pasti sangat lah tampan, persis seperti tuan Abraham, yang terlihat masih mempesona di usia tua nya


Setiba nya di depan teras, Bara langsung masuk kedalam mobil yang sudah menunggu dirinya..

__ADS_1


Bara tersenyum lucu ketika sudah duduk di dalam mobil, dai benar-benar geli sendiri menjalankan kehidupan nya yang berada di dalam dua dunia berbeda..


"Gila.... ini benar-benar gila, hari ini aku kembali di hormati dan juga di segani oleh semua orang, sedangkan besok aku akan kembali menjadi seorang tukang ojol yang selalu di hina dan di pandang sebelah mata oleh orang-orang yang tidak menyukai ky, waw.... kau benar-benar hebat Bara, bisa menjadi dua kepribadian dengan waktu sekaligus "


Ucap Bara sambil tertawa cekikikan,


Pak Anton yang mendengar perkataan dari tuan muda nya itu pun hanya menggeleng gelengkan kepala nya,


Dia juga ikut merasa jika Bara adalah seorang pria yang hebat, karena mampu menjalani kehidupan yang berbeda di setiap hari nya..


Kini mobil milik Bara dan para staf kepercayaan nya sudah membelah jalanan yang ramai pada siang hari itu, dan setiba nya di sebuah Cafe yang terlihat sepi,


Pak sopir langsung masuk kedalam perkarangan dan berhenti tepat di depan cafe tersebut..


Bara mulai turun di susul oleh staf kepercayaan milik nya..


Hingga beberapa menit kemudian, kini Bara sudah berdiri di depan pintu ruangan VIP yang menjadi tempat di adakan nya pertemuan...


Dan dari depan pintu itu, Bara bisa melihat ke arah dalam jika terdapat seorang wanita yang sangat dia benci sampai tujuh turunan...


Wanita itu sedang memakai bedak dan juga lipstik dengan sangat tebal,


Persis seperti seorang PSK yang sedang menunggu para langganan yang mau menyewa dirinya..


"Cih... dasar wanita tidak punya harga diri, bahkan dia sempat sempat nya berdandan seperti ondel ondel jakarta, apakah dia tidak malu dengan penampilan nya itu, dia juga memakai pakaian yang sangat minim untuk menemui seorang klien perusahaan, apakah dia kira aku akan tergoda dengan tubuh murahan nya itu, lihat saja, kali ini kau akan ku buat menjadi sangat malu dan tak punya harga diri "


Ucap Bara sambil memperhatikan tingkah seorang wanita yang tak lain adalah Diva.


Sedangkan Diva, dia benar-benar tidak mengetahui jika klien yang sudah dia tunggu sedari tadi ternyata telah tiba di depan pintu ruangan tersebut..

__ADS_1


Dia berdandan dengan sangat menor dan juga norak, di padu padan kan dengan stelan pakaian minim yang bisa membuat orang menjadi masuk angin,


Kedua buah dada nya yang besar itu, sengaja Diva tampakkan dengan membelah tengah dari baju gaun yang dia kenakan, sungguh Diva terlihat seperti seorang pecun yang sedang mempromosikan bentuk tubuh milik nya...


"Sarah... coba kau lihat penampilan ku saat ini? apakah aku sudah terlihat sangat sempurna? "


Tanya Diva kepada sekretaris yang ada didepan duduk nya.


"Wah..... nona Diva benar-benar terlihat sangat cantik dan juga menggoda, aku yakin semua pria yang melihat nona, pasti akan menyukai Nona hanya dengan satu kali kedipan mata"


"Benar kah begitu....! hihi... kau selalu pintar memuji ku ya Sarah, menurut mu, apakah kira kira putra tuan Abraham itu akan langsung jatuh cinta kepada ku, saat aku sedikit menggoda dirinya? "


"Tentu saja nona, bukan kah Nona sudah membuktikan nya dengan berbagai pengusaha yang akan menjadi klien kita? mereka langsung bertekuk lutut di hadapan nona Diva dan menyetujui setiap pengajuan kerja sama, dan kali ini, saya yakin jika nona pasti berhasil untuk meluluhkan putra semata wayang tuan Abraham"


"Baiklah.... aku juga percaya akan hal itu Sarah, lihat saja, setelah dia bertekuk lutut di hadapan ku, maka aku akan langsung mengajak nya untuk menikah,aku tidak akan membiarkan permata kaya raya lepas begitu saja Sarah"


Ucap Diva dengan tersenyum menyeringai sambil menggenggam sebelah tangan nya di atas meja..


Bara melihat semua yang di lakukan dan di ucapkan oleh wanita ular itu,


Sungguh... saat ini Bara benar benar ingin berlari untuk mencekik wanita itu sampai mampus sekalian...


Karena sudah menganggap dirinya sebagai seorang pria yang doyan dengan wanita seperti dia...


"Kurang ajar... pede sekali wanita busuk itu ingin membuat ku bertekuk lutut dan menjadikan aku suami nya, apa dia kira aku ini bodoh, kalau dulu, boleh orang orang menganggap ku sebagai pria mata keranjang, yang selalu memikirkan ************ dan juga menghamburkan uang begitu saja, tapi... tidak dengan saat ini, karena Bara yang dahulu sudah mati, di gantikan dengan Bara yang sangat setia terhadap pasangan nya, dan bagi ku, uang adalah aset berharga, tidak semua orang bisa mendapatkan uang ku, selain orang orang yang aku sukai"


Gumam Bara dengan suara pelan, tapi masih bisa di dengar oleh pria yang ada disamping dirinya...


Pak Anton benar-benar merasa bangga, ada untung nya pertemuan mereka bersama wanita matre itu, terjadi setelah Bara mendapatkan hukuman dari papa nya, karena jika tidak, mungkin saja Bara akan terpesona dengan wanita bermulut racun seperti Diva..

__ADS_1


__ADS_2