
Sedangkan di tempat lain, tepat nya di sebuah jalan yang sepi , terlihat hampir sepuluh mobil yang melintas dengan kecepatan tinggi..
Dan mereka semua adalah kelompok Josep dan Diva yang mulai menuju ketempat penyekapan mama Lina..
Josep dan Diva ingin secepatnya tiba ditempat tersebut karena sudah sangat tidak sabar ingin melihat siapa orang yang telah berani bermain main dengan mereka berdua..
"Menurut mu seperti apa lawan kita kali ini? apakah dia lebih hebat dari pada dirimu Josep? "
Tanya Diva kepada Josep..
"Cih.... apakah kau sedang menggoda ku saat ini Sayang, tentu saja kekuasaan ku lebih besar dari semua mafia dinegara ini, dan itu artinya aku akan lebih hebat dari mereka semua, aku yakin pasti orang yang menculik mama mu hanyalah kelompok bayaran dari orang pengecut ya beraninya main dari belakang "
"Benarkah...! tapi.. bagaimana jika ternyata pengecut itu adalah Arimbi yang sengaja menyewa para penjahat untuk menculik mama ku agar dia bisa membawa kabur Adi sanjaya dan mengambil alih rumah mewah milik nya, aku rasa itu lah yang sebenarnya terjadi Josep, "
"Baiklah.... kita akan membuktikan nya sebentar lagi sayang, karena tinggal beberapa menit saja kita akan tiba di gudang tersebut"
"Okey.. ... aku juga sudah sangat penasaran dengan musuh kita saat ini"
Jawab Diva tersenyum menyeringai, didalam hatinya dia berdoa agar tebakannya itu benar adanya.
Jadi dia bisa langsung menghabisi Arimbi tanpa harus main dari arah belakang...
***
Disisi lain, saat ini Bara dan Mario masih setia mengerjai kepala siluman ular tersebut..
Bara tersenyum menyeringai ketika mendengar semua hinaan yang di lontarkan oleh mama Lina untuk dirinya..
Hingga akhirnya, Mario yang merasa sangat kesal mulai menampakkan sebuah foto dari handphone miliknya...
Dan mengarahkan nya tepat di depan wajah Mama Lina..
"Aku tahu jika kau tidak buta dan masih bisa melihat dengan jelas, jadi sekarang aku akan menutup mulut busuk mu itu, dengan sebuah fakta yang akan membuat dirimu merasa terkejut setengah mati, bagaimana? apakah kau sudah siap? "
Tanya Mario sedikit mengejek wanita tua itu..
"Cih.. memang nya apa yang ingin kau tampakkan kepada ku hah! aku tidak butuh fakta apapun lagi saat ini, karena yang aku mau kau bebaskan aku secepatnya dari sini, dan aku akan membayar mu hingga dua kali lipat"
Jawab mama Lina tidak mau kalah, membuat Mario langsung merasa sangat kesal...
__ADS_1
"Dasar manusia Sombong, memang nya kau berani membayar ku berapa hah! Bara memberikan aku uang yang banyak, apakah kau mampu mendobel uang itu menjadi dua kali lipat? "
"Tentu saja aku mampu, sekarang katakan saja berapa uang yang dia berikan kepada mu, cepat! "
Teriak mama Lina tak sabar, membuat Mario tersenyum menyeringai..
"Baiklah... aku akan memberitahu nominalnya,200 milyar"
"Apa...! apa kau sudah gila hah! kau pasti telah menipuku bukan? mana mungkin pria miskin seperti dia memiliki uang senilai 200 milyar, bahkan untuk dia makan sehari hari saja tidak mempunyai biaya nya, cih, kau jangan membohongi ku penjahat bodoh... "
"Oh... jadi kau tidak percaya juga kepada ku? baiklah aku akan memberikan mu sebuah bukti nyata yang akan membuat mu menjadi syok serta menyesal"
Jawab Mario langsung mengarahkan handphone nya ke wajah mama Lina
Hingga detik kemudian, mata itu membulat dengan sempurna karena melihat sebuah kenyataan yang tidak pernah dia bayangkan..
"Tidak... ini pasti bohong, kau pasti sudah mengedit foto itu buka? "
"Terserah kau mau percaya atau tidak, tapi yang pastinya saat ini kau sudah salah mencari musuh. Wanita tua, kau akan habis ditangan ku dan juga di tangan Bara Abraham.... "
"Tidak.... Bara, tante mohon, lepaskan tante dari sini nak? walau bagaimana pun aku tetap lah ibu tirinya Arimbi, dan kau adalah seorang pria yang akan menjadi menantu tiri ku Bara, "
"Bara, lebih baik kita siksa saja wanita ini lagi, seperti nya tamparan yang aku berikan kepada nya belum bisa membuat dirinya takut kepada kita Bara"
"Ya... kau benar Mario, jika perlu kita habisi nenek tua itu, dan kita mutilasi tubuh nya hingga menjadi tulang tulang kecil, ayo kita lakukan sekarang"
Ajak Bara mendekati mama Lina..
Hingga tak lama kemudian, mama Lina merasakan sebuah tampar dan juga cekikikan tepat di leher dan pipi milik nya..
Darah segar langsung keluar dengan deras, membuat mama Lina menjerit hingga kesakitan...
"Akhhh.... ampun, aku mohon hentikan, aku mohon"
Teriak nya yang tidak digubris oleh Bara dan juga Mario..
Dan saat mereka sedang asyik melakukan penyiksaan, Tiba-tiba saja terdengar suara seorang wanita yang berteriak dengan sangat kencang,
Membuat Bara dan Mario mulai menatap ke asal suara tersebut..
__ADS_1
"Hentikan... apa yang kalian berdua lakukan kepada mama ku, aku bersumpah akan membunuh kalian berdua dengan senjata ini"
Ucap Wanita itu yang tak lain adalah Diva,
Diva sudah menodong kan senjata tepat ke arah Bara, membuat Bara langsung tertawa dengan lucu...
"Waah..akhirnya kau tiba juga anak siluman ular, aku sedari tadi memang sudah menantikan kedatangan mu itu Diva"
Ucap Bara tanpa rasa takut sedikit pun, bahkan Bara mulai melangkah maju ke arah Diva yang menodong kan sebuah pistol untuk dirinya..
Diva yang merasa bergetar mulai ikut mundur ke arah belakang, dia benar-benar merasa kesal karena Josep sangat lama menyusul dirinya masuk kedalam gudang tersebut..
Josep masih harus menghabisi para anak buah Bara yang menghadang dirinya,
Tanpa mereka tahu, jika Bara sudah menjebak mereka dengan mengutus para anak buah yang sangat banyak....
"Kenapa kau mundur Diva? apakah kau takut kepada ku? "
Tanya Bara tersenyum menyeringai..
"Tidak.. aku tidak takut kepada mu Bara, dan aku akan segera menembak mu menggunakan pistol milik ku ini"
"Benar kah..! ya sudah sekarang juga kau tembak aku Diva, jika kau bisa melakukan nya"
"Baiklah.... jika begitu bersiaplah Bara"
Doorr....
Suara tembakan menggema didalam ruangan tersebut, membuat mama Lina memejamkan mata diiringi senyuman di bibir indah nya,.
Mama Lina sangat yakin, jika Bara telah jatuh tersungkur akibat tembakan yang di berikan oleh Diva..
Hingga detik kemudian, saat mata itu mulai terbuka, mama Lina langsung menjerit dengan sangat histeris..
"Tidak.... Diva....! Diva.... lepaskan aku, aku mohon, lepaskan ikatan tangan ku sekarang juga, jangan sakiti putri ku Bara"
Kata Ma Lina setelah melihat putri nya terbaring dengan bersimbah darah.
Mario sudah menembak wanita jahat itu, tepat di kedua lengan tangan nya.....
__ADS_1