
Bara berusaha menahan tawanya agar tidak menganggu pasien yang sedang sakit,
Dia benar-benar lucu karena sudah berhasil mengerjai Mario hingga membuat pria itu merasa sangat malu dan juga kesal,
Sedangkan ibu Sumi, mulai ikut tersenyum juga karena telah mengetahui apa yang sedang di lakukan oleh Bara..
Sehingga ibu Sumi mulai mengikuti drama yang dikerjakan oleh pria jahil tersebut..
"Mana pria brondong yang mau mengajak ibu kencan? sepertinya ibu mulai tertarik dengan ajakan nya"
Jawab ibu Sumi sambil melangkah mendekati Mario, Mario yang belum mengetahui seperti apa wanita paruh baya itupun langsung menghindar dan menjauh dari wanita tersebut...
Dia mengira jika ibu Sumi adalah modelan seperti mama girang yang suka dengan para brondong seumuran dirinya,
Sungguh hal itu membuat Mario menjadi merasa panik dan juga takut..
Sedangkan Bara masih tertawa dengan cekikikan, begitu juga dengan Arimbi, sepertinya tingkah Mario sudah membuat suasana di dalam ruangan rawat itu terlihat menjadi hidup..
"Diam.... kenapa kalian berdua malah menertawakan ku? apakah kalian lupa jika kita sedang berada dirumah sakit? bagaimana jika papamu terganggu dengan tingkah kalian yang sangat kekanak kanakan ini? "
Tanya Mario yang merasa sangat kesal, tanpa dia tahu jika sang pasien yang tadi nya tertidur ternyata hanya berpura-pura saja memejamkan mata..
Papa Adi juga ikut tertawa karena tidak bisa menahan rasa lucu tersebut.
"Sayang... papa mu sudah siuman? "
Tanya Bara yang sedikit terkejut
"Sudah, maaf ya jika aku tidak memberitahu mu, sekarang keadaan papa sudah semakin membaik dan papa sudah bisa di ajak bicara"
"Benarkah..! syukur lah jika begitu, jadi aku bisa langsung menemui papa mu dan melamar kamu kepada nya sayang"
Bisik Bara ditelinga Arimbi, membuat Arimbi tersenyum dengan malu,..
Dan tanpa mereka berdua sadari jika sedari tadi sudah ada sepasang mata yang menatap dengan perasaan cemburu..
Mario benar benar merasa kesal dengan Bara karena sudah menipu dirinya secara terang terangan..
"Bara... aku ingin segera keluar sekarang juga"
Ucap Mario menatap sahabatnya tersebut.
"Memang nya kau mau pergi kemana Mario? apakah kau tidak mau menyaksikan aku melamar kekasih ku Arimbi? "
"Cih... dasar pamer, kau lakukan saja lamaran mu itu, aku ingin mencari seorang wanita yang bisa memuaskan diriku"
"Hey.. memang nya kau mau mencari wanita dimana? awas nanti kau terkena gampar karena sudah mengajak seorang wanita untuk bermain secara terang terangan, "
__ADS_1
"Diam kau, aku marah kepada mu"
Jawab Mario sambil melangkah kan kakinya menuju keluar dari ruangan tersebut..
Dan dia benar benar pergi meninggalkan Bara untuk mencari seorang wanita yang bisa memuaskan hasrat miliknya..
Didalam perjalanan, Mario terus mengomel dan juga memaki, lihat saja dia pasti bisa mendapatkan seorang wanita seperti yang dia mau..
"Aku pasti akan mendapatkan wanita yang bisa memuaskan hasrat ku, dan nanti aku akan mem videokan nya secara live agar Bara ingin seperti ku juga, haha.... ya sepertinya ini adalah balas dendam yang sangat menarik"
Gumam Mario dengan hati yang penuh kelicikan .
Sedangkan didalam ruang rawat inap milik papa Adi, setelah kepergian Mario saat ini suasana kamar tersebut kembali hening dan senyap..
Apalagi saat papa Adi mulai meminta bersender di ranjang milik nya, dan mulai menatap kearah Bara serta putri nya Arimbi..
Membuat Arimbi menjadi merasa takut dan juga khawatir, kalau saja sang papa kembali melarang dirinya untuk berhubungan dengan Bara...
Bara yang mengetahui ketakutan Arimbi pun langsung menggenggam tangan wanita tersebut dengan sangat erat.
Hingga akhirnya mereka saling menatap satu sama lain
"Ayo sayang, waktu nya telah tiba"
Ajak Bara kepada Arimbi...
"Tenang lah,aku jamin semuanya akan baik baik saja"
"Hemm.... Baiklah, aku percaya kepada mu sayang"
Jawab Arimbi tersenyum manis,
Setelah itu mereka berdua mulai melangkahkan kaki mereka secara bersama sama untuk mendekati ranjang milik papa Adi..
Ibu sumi yang melihat kejadian tersebut pun, ikut merasa tegang, dia berdoa didalam hatinya, agar tuan Adi Wijaya mau merestui hubungan kedua insan malang tersebut...
Setibanya didepan papa Adi, Bara langsung menarik nafas dalam dalam,..
Dia benar benar merasa tegang, entah mengapa saat akan memulai pembicaraan kepada sang calon mertua,
Bara menjadi sedikit nervous, sangat berbeda dengan saat dia sedang merebutkan sebuah tender ratusan milyar..
Bara mulai menarik nafas dalam dalam, dan membuangnya secara perlahan...
Hingga detik kemudian..
"Kau mau mengatakan apa Bara? "
__ADS_1
Tanya Papa Adi dengan suara yang sedikit ramah..
"Aku ingin mengatakan kepada mu, jika aku meminta restu dari mu agar mengizinkan ku untuk menjadikan Arimbi sebagai istri ku untuk selama lamanya, aku mohon, restui kami berdua tuan Adi sanjaya"
Ucap Bara dengan nada yang sangat tegas, membuat Arimbi langsung tersenyum dan memegang erat pegangan tangan nya..
"Apakah kau sungguh benar-benar tulus mencintai dan menyayangi putri ku Bara? "
"Iya, tentu saja tuan Adi, aku sangat sangat mencintai putri mu dengan setulus hati ku"
"Baiklah.... aku percaya kepada mu Bara dan aku akan merestui hubungan mu bersama putri ku".
" Aapa...!!! apakah papa sungguh sungguh mengatakan nya? papa tidak sedang bercanda kan? "
Tanya Arimbi yang langsung mendekati papa Adi sanjaya..
Papa Adi langsung menyunggingkan senyuman nya, membuat Arimbi memeluk tubuh pria tua itu dengan sangat bahagia..
"Terimakasih papa, aku sangat bahagia sekarang, kau adalah papa terbaik di dunia ini"
Ucap Arimbi mencium wajah papanya..
Bara yang melihat pemandangan tersebut pun langsung ikut tersenyum, tapi seperti nya dia belum selesai mengajak papa Adi dan Arimbi untuk berbicara,
Karena Bara ingin mengatakan identitas dirinya yang sebenarnya
"Arimbi dan tuan Adi, serta bibi Sumi, aku masih ingin berbicara hal penting lagi dengan kalian bertiga , dan ini soal identitas ku yang sebenarnya"
"Apa maksud mu identitas sebenarnya sayang? apakah ada hal yang kau sembunyikan dari kami bertiga? ".
Tanya Arimbi memasang raut wajah penasaran...
"Iya..., Arimbi, sebelum aku mengatakan yang sejujurnya, aku ingin kau mau mengerti alasan dibalik semua ini, "
"Baiklah.... aku pasti akan memahami nya sayang, sekarang cepat katakan, aku sudah tidak sabar mendengar nya"
"Arimbi dan tuan Adi sanjaya, sebenernya aku adalah putra kandung dari tuan Abraham, anak tunggal dikeluarga Abraham karena aku tidak mempunyai adik, dan nama ku sebenarnya adalah Bara Abraham... "
"Apa.....!!!!......
Teriak mereka bertiga secara bersamaan, sungguh perkataan Bara benar-benar membuat Mereka menjadi terkejut dan juga syok..
Bagaimana mungkin, seorang putra terkaya diseluruh dunia malah menyamar sebagai seorang tukang ojek di kota mereka..
Arimbi dan papa Adi masih terbengong menatap Bara, apakah mereka sedang bermimpi saat ini...
"Bu Sumi, ayo tampar aku bu, aku pasti sedang bermimpi kan sekarang? ".
__ADS_1
Ucap Arimbi membulatkan kedua matanya.....