
Bara kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah milik ibu Sumi,
Di dalam hati Bara, dia sudah benar-benar sangat khawatir dengan keadaan sang kekasih yang sempat tertangkap oleh para preman utusan Joseph...
Bara bahkan tidak memperdulikan penampilan pakaiannya yang telah penuh dengan warna merah darah, begitu juga dengan wajah Bara, yang terdapat darah memuncrat dibagian pipi dan pelipis nya itu
Bara tidak memakai lagi jaket beserta helm ,setelah dia sempat membukanya disaat akan menerima serangan...
Hingga beberapa menit kemudian, kini Bara sudah tiba didepan perkarangan rumah ibu Sumi, dengan tergesa-gesa pria tampan itu langsung berlari untuk masuk kedalam rumah yang ternyata terkunci dari dalam.
Tok... tok..... tok....
"Arimbi, ibu Sumi, apakah kalian ada didalam, ini aku Bara, tolong buka pintunya bu"
Panggil Bara dengan perasaan panik,
Tidak menunggu waktu lama, kini pintu rumah sudah terbuka dengan pelan hingga terlihat seorang wanita yang memasang wajah sangat terkejut saat melihat penampilan kekasihnya tersebut..
"Bara...! apa yang terjadi sama kamu sayang? kenapa pakaian kamu penuh dengan darah segar seperti ini Bara? "
Tanya Arimbi dengan sangat syok, bahkan wanita itu sampai menangis dengan sangat menyedihkan..
"Sayang, jangan menangis, aku tidak apa apa, ini semua bukan darah milikku sayang"
"Benarkah...! jika bukan darah milik mu, lali ini semua darah milik siapa Bara? apakah kau baru saja membunuh orang? "
"Tidak sayang, tolong tenang lah, jangan seperti ini, aku tidak bisa melihat mu hancur begini Arimbi"
Ucap Bara langsung memeluk tubuh wanita itu dengan sangat erat..
Arimbi benar-benar meluapkan kesedihannya, ini lah yang dia takutkan beberapa hari ini, jika Bara akan terkena imbas dari masalah yang dia alami...
"Hiks.. hiks.... aku tahu, pasti kau juga telah diserang oleh orang suruhan Diva kan? aku sungguh minta maaf Bara, seharusnya aku tidak meminta bantuan kepada mu, sehingga kau tidak perlu mendapatkan teror ini juga Bara"
__ADS_1
"Sayang... apa yang sedang kau katakan, aku tidak pernah menyesal dengan pertemuan kita, jadi aku mohon jangan pernah mengatakan hal seperti itu, soal kejahatan Diva dan kekasihnya Josep, aku berjanji akan mengalahkan mereka Arimbi, sehingga mereka tidak bisa mengganggu kita lagi"
"Tapi bagaimana caranya Bara, mereka itu bukanlah tandingan mu, maaf jika aku harus mengatakan hal ini, tapi.. Josep adalah pria yang sangat jahat, dia adalah penguasa di kota B ini Bara, sedangkan kau, kau bukan siapa siapa dibandingkan dirinya, kau tidak mempunyai kemampuan atau pun kekuasaan Bara, kita saat ini hanyalah orang pinggiran yang tidak mempunyai apapun, sekali hentakan maka kita akan mati Bara, lebih baik kita putus saja, aku tidak sanggup jika harus melihat kau juga ikut di teror oleh mereka, aku tidak sanggup Bara"
Jelas Arimbi dengan meneteskan air mata nya, sungguh dia benar-benar tidak bisa membiarkan pria yang dia cintai harus berada di situasi yang sangat membahayakan,
Arimbi akan merasa sangat bersalah jika sampai Bara terluka akibat terlalu kekeh untuk melindungi dirinya..
Tidak.. Arimbi tidak bisa membiarkan semua itu, lebih baik dia menyerah dari pada harus melibatkan ibu Sumi dan juga Bara...
Bahkan Arimbi sudah meminta izin kepada ibu Sumi jika dia akan menyerahkan diri kepada Diva, agar wanita itu tidak menyakiti siapapun lagi..
Bara yang mendengar penuturan dari wanita yang sangat dia cintai itu pun langsung menangkup kedua pipi Arimbi agar dapat menatap ke arah wajah nya
Mereka sudah saling duduk di lantai dengan keadaan yang sangat menyedihkan..
"Arimbi... tatap mata ku sekarang juga Arimbi...kau harus menatap mata ku Arimbi"
Membuat Arimbi langsung terdiam dan menuruti perintah dari kekasihnya tersebut..
"Kau dengar perkataan ku ini baik baik Arimbi, Aku Bara tidak akan pernah melepaskan mu ataupun memutuskan mu hanya karena kejahatan Diva dan juga Josep, aku bahkan tidak takut dengan teror yang mereka layangkan untuk ku, aku tetap akan melindungi mu selamanya Arimbi, karena kau adalah calon ibu untuk anak anak ku kelak, jadi mulai sekarang, cukup sudah kau meragukan kemampuan ku Arimbi, aku memiliki sesuatu yang tidak kau ketahui, dan aku akan memberitahu mu dalam beberapa hari lagi, jadi sekarang aku mohon jangan pernah berniat untuk pergi dari ku ataupun ibu Sumi, kami berdua adalah keluarga mu saat ini Arimbi "
Ucap Bara dengan nada yang sangat tegas, membuat Arimbi langsung memeluk tubuh Bara dengan sangat erat..
Entah apa yang harus dia katakan, apakah dia merasa bangga karena sudah dicintai oleh seorang Bara, atau dia merasa bersalah karena sudah membawa Bara masuk kedalam kehidupannya yang penuh dengan bahaya..
Arimbi meluapkan segala kesedihan yang ada didalam hatinya, semoga saja setelah kejadian tadi pagi,
Diva mulai berhenti untuk berencana menculik serta menghabisi dirinya..
"Bara.... terimakasih karena kau sudah sangat mencintaiku, maaf jika aku telah menjadi pembawa sial untuk kehidupan mu Bara, aku sungguh tidak tahu jika akan menjadi seperti ini, aku tidak tahu Bara"
"Iya.... aku mengerti sayang, sekarang kau tenang lah, dan untuk beberapa hari ini kau dan aku akan tinggal di sebuah apartemen milik teman ku Arimbi"
__ADS_1
Ucap Bara melerai pelukannya, sedangkan Arimbi dia merasa terkejut dengan perkataan dari Kekasihnya tersebut..
"Apa maksud mu Bara? apakah kau akan membawa ku untuk pergi dari kampung ini? "
"Iya Arimbi, aku rasa kita tidak bisa melibatkan ibu Sumi, karena aku takut jika mereka akan berbuat jahat kepada wanita baik itu, kita harus berusaha sendiri Arimbi, dan kau harus ikut dengan ku, kemana pun aku pergi"
Ucap Bara menjelaskan,
Arimbi langsung menganggukkan kepalanya karena dia juga merasa setuju dengan rencana yang Bara katakan
"Bara, bawalah aku kemana pun kau pergi, aku akan mengikuti langkah mu Bara"
"Baiklah... terimakasih sayang, aku sungguh sangat lega mendengar nya"
Kata Bara sambil memperhatikan sudut bibir Arimbi yang tampak sedikit terluka
Bara yang menyadari hal itu pun langsung mengulurkan jari tangannya untuk menyentuh luka kecil tersebut..
"Ini apa Arimbi? siapa yang sudah berani menyentuh pipi mu Arimbi? sehingga menyebabkan sudut bibir mu terluka? "
Tanya Bara dengan perasaan marah
"Ini adalah ulah dari para preman yang menyerang kami tadi pagi Bara, pria itu menampar wajah ku karena aku sudah melakukan perlawanan kepada dirinya"
"Apa.....!!! bangsat, bajingan, benar-benar bedebah, aku akan segera menghancurkan mereka semua Arimbi"
Teriak Bara meledak ledak,
Membuat Arimbi kembali memeluk tubuh pria tersebut..
"Bara... aku hanya ingin hidup tenang bersama mu, ayo kita pergi dari kota ini Bara"
Ajak Arimbi meneteskan air mata, sungguh Arimbi benar-benar tidak rela jika kekasihnya harus berperang melawan penjahat keji seperti Josep.....
__ADS_1