
Hampir dua puluh menit kemudian, Mario sudah selesai dengan kegiatan nya yaitu mengantri tiket film seperti yang Cinta ingin kan
Mario rela berdesak desakan demi menuruti keinginan wanita tersebut, karena Mario tidak mau jika Cinta kembali marah kepada dirinya,
Karena jika itu sampai terjadi, maka Mario bisa bisa tidak mendapatkan jatah pada malam hari..
"Akhirnya... aku berhasil mendapatkan tiket ini juga, dan sekarang aku akan memberikan nya kepada Cinta, aku yakin dia pasti akan senang dan merasa bangga kepada ku"
Gumam Mario sambil mencium tiket tersebut,
Setelah itu Mario mulai berlari untuk menemui istri nya yang sedang berada diluar jalan untuk melihat lihat lihat gerai yang tersaji di tempat tersebut,
Dan ketika sudah tiba ditempat yang menjadi awal perpisahan mereka berdua, Mario langsung merasa terkejut saat tidak menemukan keberadaan istri nya tersebut..
Mario mulai melingak linguk kesana kemari, sambil mencari keberadaan Cinta..
"Kemana dia perginya.., kenapa dia tidak ada disekitar tempat ini, tidak mungkin jika Cinta sudah meninggalkan aku begitu saja"
Gumam Mario berbicara sendiri, sambil terus berlari menyusuri tempat tersebut.
Hingga tiba-tiba saja, langkah kaki Mario langsung terhenti, ketika kaki nya memijak sesuatu benda yang sangat familiar dimata Mario..
Dengan cepat Mario langsung membungkuk kan tubuh nya untuk mengambil benda tersebut..
"Ini......!!!!! "
Ucap Mario dengan mata membulat sempurna, Mario sangat mengingat benda apa yang baru saja dia temukan, , karena dirinya sendiri yang membelikan nya untuk Cinta..
"Ini, adalah gelang yang baru saja Cinta beli, lalu... kenapa gelang ini bisa jatuh, bahkan Cinta belum sempat memakai nya, sebenarnya kemana wanita itu pergi, apakah dia sudah pulang menuju ke villa? "
Tanya Mario yang sangat bingung, hingga tak lama kemudian, dia mulai mengeluarkan handphone milik nya untuk menghubungi nomor Handphone milik Cinta..
Tut.... tut....... tut.....
Suara handphone terdengar tersambung, tapi tidak di angkat oleh sang pemilik, membuta Mario berdecih dengan sangat kesal
"Sial.... kenapa tidak di angkat, baiklah.. aku akan segera melacak lokasi handphone milik nya"
Kata Mario yang melacak keberadaan Handphone milik Cinta, Mario adalah seorang mafia yang sangat menguasai ilmu teknologi, bahkan bisa dibilang Mario salah satu hacker yang bisa membobol rahasia milik orang lain,
Jadi untuk melacak keberadaan handphone milik Cinta hanyalah hal mudah untuk seorang Mario,
Hingga tak lama, pencarian nya mulai menampakan hasil, dan terlihat jelas jika handphone Cinta berada didalam Vila..
"Sial..... ternyata dia tidak membawa handphone milik nya, sekarang bagaimana caranya aku mengetahui keberadaan Cinta, baiklah... aku akan menelfon Bara terlebih dahulu"
Kata Mario langsung menghubungi nomor handphone milik Bara,, hingga tak lama terdengar suara seorang pria di sebrang sana yang mengangkat telfon tersebut,
Saat ini Bara sedang mengelus rambut kepala Arimbi yang sudah tertidur dipangkuan paha nya , dan Bara langsung mengangkat panggilan dari sahabat nya tersebut..
__ADS_1
"Hallo.... ada apa Bro? "
Tanya Bara
"Bar, apakah istri ku sudah tiba dirumah saat ini, soal nya dia sudah tidak ada ditempat yang kami kunjungi"
"Tidak ada, Cinta belum ada tiba dirumah, sedari tadi aku tidak mendengar suara pintu yang dibuka, memang nya kau pergi kemana? kenapa kau bisa kehilangan jejak dirinya hah! "
Ucap Bara yang merasa heran dengan pria tersebut..
"Tadi Cinta menyuruh ku untuk mengantri tiket menonton film, dan aku meninggal kan nya di pinggir jalan, tepat didepan gerai penjual aksesoris, dan saat aku kembali, Tiba-tiba saja Cinta sudah tidak ada ditempat ini Bar, dan aku sudah mencarinya disekitar, tapi tetap saja tidak ada , aku hanya menemukan gelang yang dia beli untuk kita semua"
"Apa...!!!! bagaimana mungkin bisa seperti itu Mario, dari gerak gerik nya seperti nya Cinta sudah diculik oleh seseorang, coba kau tanya kepada pemilik gerai ditempat itu, kali saja mereka melihat istri mu di datangi oleh orang yang berniat jahat kepada nya"
"Baiklah.. maju akan menanyakan nya Bara, dan nanti aku akan menghubungi mu kembali"
" Iya,cepat lah Mario, aku akan menunggu kabar dari mu"
Ucap Mario dan langsung memutuskan panggilan tersebut..
Setelah itu Mario mulai melangkah kan kaki nya untuk menanyakan tentang keberadaan istri nya disekitar tersebut,
"Permisi, apakah aku bisa bertanya kepada mu pak? "
Tanya Mario menggunakan bahasa Inggris "
"Iya, boleh, ada apa ya tuan? "
"Oh... oya, aku melihat nya, tapi... sepertinya wanita itu sempat berkelahi dengan seorang pria, dan tak lama kemudian, wanita itu mulai di tarik secara paksa oleh beberapa pria yang datang dan langsung membawa wanita itu masuk kedalam mobil tuan"
"Apa...!!! coba kau lihat sekali lagi pak, apakah ini wajah wanita itu? "
Tanya Mario menunjukkan sebuah foto didalam handphone milik nya..,
Hingga tak lama bapak itu mulai mengangguk nganggukan kepala nya...
"Iya, benar ini lah wanita yang saya lihat itu tuan, "
"Ya Tuhan.... pak, apakah bapak mengenal siapa pria yang sudah membawa istri saya"
"Istri....! jadi dia istri anda tuan? "
Tanya bapak tersebut sedikit terkejut..
"Iya, wanita itu adalah istri saya pak, "
"Jika dia istri anda, lalu kenapa juga istri bapak bisa mengenal sosok pria bernama Leon, sang gengster di wilayah ini"
"Apa... ! Leon, apakah yang kau maksud adalah Leon Tiger, yang memimpin geng Tiger pak? "
__ADS_1
"Iya, kau benar tuan, dia adalah Leon Tiger, ketua dari geng Tiger"
"Bangsat... bagaimana mungkin Leon bisa menculik istri ku? apakah dia mengenal Cinta? tidak... ini benar-benar tidak masuk akal"
Ucap Mario dengan frustasi, setelah itu Mario langsung mengucapkan terimakasih dan berpamitan kepada pemilik gerai tersebut,
Setiba nya di luar gerai, Mario kembali menelfon Bara...
"Hallo,bagaimana? apakah kau sudah menemukan keberadaan nya? "
"Sudah Bar, dan menurut saksi mata, Istri ku sudah di culik oleh ketua geng Tiger yang tak lain adalah Leon"
Jelas Mario membuat Bara langsung merasa sangat terkejut, dia mulai bangkit dari duduknya dan berdiri dengan perasaan marah..
"Bagaimana mungkin Cinta bisa diculik oleh mereka hah! sekarang kau dimana? aku akan segera menyusul mu"
"Baiklah cepat lah Bara, kita harus menyelamatkan istri ku, dan aku akan mengirim lokasi ku"
Jawab Mario dengan perasaan panik,
Setelah selesai menelfon, Mario langsung membuka handphone milik nya untuk mencari data pribadi milik Leon Tiger,
Dia harus bisa menemukan dimana markas dan rumah dari pria bajingan tersebut
"Tidak akan ku biarkan kau hidup dengan tenang Leon, kau benar-benar sudah membuat singa menjadi marah, dan aku akan menghabisi mu dengan tangan ku sendiri, "
Ucap Mario dengan perasaan yang marah membuncah.....
Hingga beberapa menit mencari, akhirnya Mario dapat membongkar identitas Leon dan juga rahasia pribadi nya
Pria itu adalah salah satu gembong narkoba terbesar yang ada di negara tersebut,
Dan Leon juga sudah banyak masuk kedalam daftar hitam kepolisian, Mario benar-benar naik pitam..
"Bajingan, kau sungguh sudah salah mencari lawan Leon, dan kau akan menyesal karena telah berurusan dengan ku"
Ucap Mario sambil menggenggam tangan nya dengan kuat....
Hingga tak lama kemudian, datang lah mobil Bara yang mendekati Mario berdiri..
"Apakah kau membawa senjata milik kita Bara? "
Tanya Mario tajam
"Tentu aku membawa nya, saat ini kita tidak mempunyai anak buah ataupun pengawal, apakah kau sudah siap untuk menyerang hanya berdua saja?"
"Iya, aku sudah siap Bara , walaupun hanya berdua tapi aku yakin jika kita tetap akan menang"
"Baiklah... jika begitu, kita pergi sekarang juga"
__ADS_1
Ucap Bara, langsung menancap gas mobil milik nya , dia mengikuti arahan jalan yang ditunjukkan oleh Mario.....