Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya

Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya
Malam pertama Bara dan Arimbi


__ADS_3

Bara masih terdiam membisu setelah mendengar permintaan dari istri nya tersebut,


Bagaimana mungkin Arimbi mau menghentikan permainan yang sudah setengah mereka lakukan, bahkan saat ini senjata milik Bara sudah siap untuk bertempur,


Tidak.... Arimbi tidak boleh menggagalkan permainan panas yang sudah membakar dirinya , karena jika sampai itu terjadi, maka senjata Bara akan mengalami rusak mesin yang sangat berbahaya..


Bara mulai mengeluarkan kembali aksi rayuan mautnya, agar Arimbi mau melanjutkan permainan panas tersebut..


"Sayang.... jangan seperti itu, lihat lah, senjata ku sudah siap untuk bertempur! apakah kau tidak kasihan dengan nya sayang"


Ucap Bara dengan sangat lembut


"Tapi... senjata mu ini besar sekali sayang, aku takut jika sampai membuat milikku menjadi robek sayang, pasti rasanya akan sangat sakit"


"Tidak sayang ku, ayo lah, percaya kepada suami mu ini, lagian mana mungkin aku menyakiti istri ku sendiri , aku mohon percaya lah kepada ku sayang"


Ujar Bara memasang wajah memohon, membuat Arimbi menjadi tidak tega melihat nya,


Dengan perlahan Arimbi mulai memainkan tangannya tepat di senjata milik Bara, membuat Bara kembali bersemangat lagi,


Dan tentu saja hal itu tidak sengaja Arimbi lakukan, karena niat nya Arimbi hanya ingin mengukur senjata milik Bara menggunakan tangan nya..


Hingga tak lama kemudian, Arimbi dikejutkan dengan serangan yang Bara lakukan kepada dirinya,


Tentu saja hal itu tidak bisa Arimbi hindari lagi, karena kali ini Bara benar benar sudah sangat menggelora..


Dengan lembut Bara memberikan sentuhan sentuhan yang membuat Arimbi merasa nikmat tak terhingga, jujur saja jika sebenarnya dia pun menyukai dengan apa yang Bara lakukan kepada tubuh nya...


Hingga tanpa sadar kini suara des*h*n kenikmatan mulai terdengar lagi di pendengaran milik Bara, membuat pria itu langsung tersenyum senang..


"Bagus sayang, kau harus rileks dan tidak boleh takut, sekarang nikmati lah apa yang aku berikan untuk mu sayang"


Kata Bara sambil terus melakukan aksi nya..


Hingga hampir setengah jam memberikan pemanasan kepada istri nya Arimbi, akhirnya Bara akan segera melakukan permainan inti yang sudah sangat dia inginkan..


Bara mulai mengarahkan senjata milik nya tepat didepan sasaran,


Dan Arimbi benar-benar sudah tidak merasa takut lagi, karena Bara telah berhasil membuat perasaan Arimbi menjadi rileks dan ingin lebih....


Dan detik kemudian,...


Kreekkkkkk.... jlebbbbbb....


"Akhhh........., Bara pelani sedikit"


Teriak Arimbi dengan sedikit keras, membuat Bara langsung menghentikan pergerakan nya sejenak,

__ADS_1


"Aku akan pelan pelan sayang"


ucap Bara kepada Arimbi..


"Iya.., lakukan lah Sayang, tapi aku mohon, jangan terlalu cepat, karena milik ku terasa sangat pedih"


"Baiklah sayang, ini juga mulai pelan pelan kok sayang"


Jawab Bara sambil tersenyum dengan bahagia..


Setelah itu, dia mulai menggerakkan tubuhnya dengan sangat perlahan membuat Arimbi mengeluarkan suara yang membuat Bara sangat terbakar dan bergairah,


Arimbi kini mulai menerima permainan tersebut dengan menikmatan yang belum pernah dia rasakan,


Walaupun sedikit perih, tapi lama kelamaan Arimbi menyukai permainan dari suaminya tersebut..


"Apakah kau menyukai nya sayang? "


Tanya Bara tersenyum manis


"Iya, ini sangat nikmat, pantas saja jika Cinta menjadi ketagihan dengan Mario, ternyata rasanya tidak bisa di ungkapkan oleh kata kata sayang"


"Benarkah..! jika begitu, aku akan memberikan mu kenikmatan yang lain nya sayang, bersiap lah"


Ucap Bara melanjutkan aksi nya kembali,


Hingga akhirnya permainan panas terus berlanjut sampai waktu menunjukkan pukul 3 pagi,


Barulah permainan itu terhenti karena Arimbi sudah tertidur dengan lelap..


Bara tersenyum melihat istri nya yang sudah tepar seperti seorang bayi yang polos ,


Dan dia langsung menyelimuti tubuh wanita itu dengan secepatnya...


"Tidur lah sayang, agar tenaga mu bisa kembali puluh lagi, dan besok pagi kita akan langsung pulang kerumah"


Ucap Bara sambil mencium kening Arimbi dengan perasaan sayang...


Setelah itu, dia mulai ikut berbaring disamping Arimbi dan memeluk erat tubuh wanita tersebut..


*****


Sedangkan ditempat lain, tepat nya di dalam ruangan yang gelap dan juga seram, tampak seorang wanita yang tidak bisa memejamkan matanya dengan sempurna,


Wanita itu merasa sangat marah dan juga kesal setelah mendengar berita pernikahan putra keluarga Abraham bersama putri dari keluarga Sanjaya,


Wanita itu tak lain dan tak bukan adalah mam Lina, yang merasa dendam kepada seluruh keluarga tersebut..

__ADS_1


"Bajingan, karena kalian semua aku harus kehilangan putri dan juga harta milik ku, terutama kau Bara! karena kau aku menjadi menderita seperti ini,, sekarang bagaimana pun caranya, aku harus bisa keluar dari ruangan pengap ini, tidak akan aku biarkan mereka bersenang senang di atas penderitaan ku"


Teriak mama Lina dengan sangat marah.


Mama Lina baru saja mengetahui kabar pernikahan tersebut, dari para penjaga lapas yang berjaga didekat sel miliknya,


Dan beberapa hari yang lalu, tuan Adi sanjaya bersama ibu Sumi juga sempat datang untuk menjenguk dirinya, sekalian memberikan surat cerai yang secara sah telah putus dari pengadilan agama..


Tentu saja semua hal itu membuat.. merasa sangat marah dan juga dendam, bukan hanya dipenjara, tapi dia juga di buang begitu saja oleh tuan Adi sanjaya..


Mama Lina menjerit dengan sangat kencang, kebetulan sekali dia hanya tinggal sendiri didalam sel tersebut, karena itu lah permintaan dari tuan Adi sanjaya,


Para penjaga lapas langsung berlari untuk mendekati sel tersebut, dan betapa terkejut nya mereka ketika melihat mama Lina sudah terkapar di lantai dengan darah yang keluar dari kepala nya..


"Hey.. lihat lah, tahanan itu, sudah jatuh tidak sadarkan diri, dan ada luka dikepala milik nya"


Ucap pria yang berjaga..


"Ya Tuhan, dia mengeluarkan darah sangat banyak, apakah dia telah terjatuh sangat keras? "


"Aku juga tidak tahu, sekarang ayo kita selamat kan tahanan itu, jangan sampai kita di tuntut oleh tuan Adi sanjaya, "


"Tapi... bukan kah wanita itu jahat kepada tuan Adi sanjaya? lagian wanita itu juga bukan lagi sebagai istri beliau"


"Ya tetap saja, dia masih bekas mantan dari taun Adi sanjaya, dari pada ada apa apa, lebih baik kita segera menolong nya"


"Baiklah, ayo kita selamat kan wanita itu"


Ucap mereka berdua dan langsung membuka pintu sel milik...


Setelah itu, dengan cepat mereka mengangkat tubuh mama Lina untuk dibawa ke dalam ruangan kesehatan yang ada dikantor tersebut,


Kebetulan, malam sudah sangat larut, jadi para petugas mulai sepi dan banyak yang beristirahat


"Bagaimana? tidak ada petugas yang berjaga saat ini"


"Ya sudah, biar aku yang membangun kan mereka"


Ucap salah satu penjaga lapas, setelah itu penjaga tersebut mulai keluar dari ruangan kesehatan, dan tinggal lah satu petugas yang menjaga mama Lina,


Karena terlalu lama menunggu, akhirnya satu petugas tersebut kembali ke dalam sel untuk memeriksa keamanan,


"Sepertinya tidak apa jika aku tinggal wanita ini, karena dia sedang dalam keadaan pingsan, jika begitu, kau tetap lah disini, aku tinggal sebentar..


Ucapnya meninggal kan mama Lina sendiri, hingga tak lama kemudian, mama Lina mulai membuka matanya, dan tersenyum menyeringai...


"Akhirnya.. aku mempunyai kesempatan untuk kabur"

__ADS_1


Jawab nya langsung bangkit dan berlari secepat mungkin....


__ADS_2