Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya

Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya
Lamaran Bara untuk Arimbi


__ADS_3

Setelah melewati malam yang panas, Arimbi langsung mengajak Bara keluar dari dalam kamar milik nya..


Jangan sampai cinta yang membara, menjadikan mereka berdua terlena dan terbakar oleh api cinta yang belum saatnya dikobarkan..


Arimbi kini menuntun tangan Bara menuju kearah balkon


Dia sangat suka melihat pemandangan dari atas ketinggian, karena menurut Arimbi hal itu terlihat sangat menakjubkan..


Bara yang mengetahui maksud dari Kekasihnya itu pun langsung membalas sentuhan tangan Arimbi dengan erat..


Karena sebenernya Bara juga takut jika sering berduaan didalam kamar, akhirnya bisa membuat setan mesum didalam tubuhnya kembali bangkit seperti dulu..


Bara sudah berjanji jika dia akan menjaga kesucian Arimbi sampai waktu malam pertama mereka tiba, dan Bara akan mendapatkan malam impiannya itu, setelah dia berhasil menikahi kekasihnya secepat mungkin...


Setibanya di atas balkon kamar, Arimbi langsung berjingkrak kesenangan, dia sudah lama tidak melihat pemandangan seperti saat ini, terakhir kalinya Arimbi bisa melihatnya disaat masih tinggal dirumah sang papa, dan menempati kamar dilantai paling atas..


Karena setelah kedatangan kedua ular didalam rumah mewah miliknya, Arimbi langsung dihempaskan oleh kedua wanita ular tersebut..


Dan mereka menempatkan Nandini dikamar tamu yang ada dilantai bawah, dan Arimbi selalu menerimanya tanpa melakukan perlawanan...


"Sayang.... lihatlah, dari atas sini, kota nya terlihat sangat indah dihiasi lampu yang terang benderang, begitu juga dengan langitnya sayang, terlihat sangat gemerlapan sayang karena ada banyak bintang dan juga satu bulan yang menemani malam indah ini"


Kata Arimbi kepada kekasihnya Bara, dengan cepat Bara langsung mengikuti arah yang di tunjuk oleh Arimbi..


"Iya.. ternyata malam ini terlihat sangat indah dan juga cerah, sama seperti dirimu sayang, yang selalu tampak indah dan juga mengagumkan"


Goda Bara membuat Arimbi tersipu malu..


"Ah.. kamu bisa saja sih sayang, sepertinya sekarang sudah pintar ngegombalin aku ya"


"Iya dong,aku kan sedang tergila-gila sama kamu, jadi aku harus pintar buat gombalin kamu sayang, "


"Ish..... kamu pinter banget ya jawabnya"


Kata Arimbi sambil membuang wajahnya ke arah samping, dia sungguh dibuat sangat baper dengan kelakuan kekasihnya tersebut, sedangkan Bara langsung menyunggingkan senyuman lucu..


Ternyata begini rasanya, menggoda wanita yang sangat kita cintai, berbeda jauh dengan yang pernah Bara lakukan di masa lalu,


Setelah puas menggoda kekasihnya, kini Bara memegang kembali tangan Arimbi dan mengecupnya dengan lama..


Mereka sama sama berdiri dipagar balkon sambil menatap kearah langit..

__ADS_1


"Arimbi... sebenarnya ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepada mu? "


"Hal penting apa Bara? ayo katakan lah"


Jawab Arimbi memiringkan tubuhnya menatap kearah Bara, angin malam yang berhembus mulai menerpa helai rambut Arimbi, membuat sebagian poninya menutupi bagian wajahnya..


Dengan perlahan Bara langsung menyingkirkan rambut tersebut, dan menyingkapnya disela sela kuping., Arimbi yang diperlakukan seperti itupun kembali merasa malu dan juga baper,


Sungguh hati Arimbi begitu bahagia , setelah itu Bara mulai melanjutkan perkataannya kembali..


"Arimbi... mungkin kita belum terlalu lama berpacaran, tapi...aku sudah merasa sangat yakin jika kau adalah wanita terakhir untuk kehidupan ku, Arimbi... sungguh aku benar-benar sangat mencintaimu, bahkan cinta ku kepada mu lebih besar dari pada cinta ku untuk diriku sendiri, dan rasanya aku benar-benar tidak bisa berjauhan lagi dengan mu Arimbi, dan aku berniat ingin segera melamar mu malam ini, apakah kau mau menerima ku sayang, menjadi istri ku dan ibu dari anak anak ku,? "


Tanya Bara membuat jantung Arimbi berdetak dengan hebat..


Apakah kekasihnya baru saja melamar dirinya saat ini? atau kah ini semua hanya lah mimpi..


"Sayang... apakah aku sedang tidak bermimpi saat ini? "


Tanya Arimbi menatap dengan tatapan penuh cinta...


"Tentu saja tidak sayang, jika kau bersedia, maka kita akan segera menikah secepatnya, apakah kau mau sayang? "


"Huaww........ Sayang... kenapa kau terlihat sangat romantis, persis seperti di film Korea yang aku tonton, bedanya kau tidak memberikan aku cincin saja, tapi... itu tidak masalah, karena aku sungguh merasa bahagia "


"Sayang.... kenapa kau malah menjerit seperti itu? sekarang ayo jawab pertanyaan ku, apakah kau mau menerimanya sayang?"


"Tentu saja aku mau menerima lamaran mu ini sayang, karena aku juga sangat mencintai mu dan tidak mau jauh jauh lag sama kamu sayang"


"Benarkah sayang.... ! terimakasih ya sayang, aku sungguh sangat bahagia"


Teriak Bara dan


langsung mengangkat tubuh Arimbi dan memutarnya hingga beberapa kali putaran...


Setelah merasa pusing, Bara pun menghentikan kegiatan nya tersebut dan kembali menatap wajah Arimbi yang sangat cantik diterpa sinar rembulan..


Bara dengan perlahan mulai menurunkan kepalanya mendekati wajah sang kekasih, membuat Arimbi dengan cepat langsung memejamkan mata..


Hingga detik kemudian, ciuman penuh cinta mulai terjadi begitu mesra, Bara menikmati bibir merah Arimbi yang kedua kali


Dan ciuman itu berlangsung hampir sepuluh menit lamanya membuat bibir bawah Arimbi sedikit merasa kebas..

__ADS_1


Setelah menyudahi ciuman tersebut, mereka pun mulai menyatukan kening,untuk menghirup oksigen secara bersama-sama


"Sayang... sepertinya aku mulai kecanduan dengan bibir mu ini sayang"


Ucap Bara sambil membersihkan saliva yang tersisa di sudut bibir Arimbi..


Arimbi hanya menanggapi nya dengan tersenyum malu, hingga detik kemudian, Tiba-tiba saja Arimbi mengingat kembali jika dia mempunyai niat untuk bisa melihat keadaan papanya, karena Arimbi merasa gelisah dan juga tidak tenang...


"Bara... apakah aku boleh meminta sesuatu kepada mu? "


Tanya Arimbi menatap Bara dengan serius..


"Iya, katakanlah sayang?apakah kau menginginkan sesuatu? "


"Iya, tapi aku harap kau jangan marah ya, jika aku mengatakan nya kepada mu"


"Baiklah... aku janji tidak akan marah.. "


"Sebenarnya... aku ingin pergi untuk menemui papa ku, apakah kau mengizinkan nya Bara? "


Tanya Arimbi menatap intens..


"Tentu saja Arimbi, tapi tidak kerumah nya, melainkan ke perusahaan milik papa mu, dan aku sendiri yang akan mengantar kan mu Sayang"


"Tidak... kita tidak bisa menampakkan diri secara terang terangan Bara, karena aku tidak mau jika Diva mengetahui kedatangan ku, pasti dia akan semakin menuduh ku yang bukan bukan sehingga papa akan semakin membenci ku Bara"


"Baiklah... jika begitu, kita akan datang dengan menyamar, kebetulan salah satu teman ku sedang mendapatkan orderan pengantaran makanan ke perusahaan milik papa mu, jadi kita bisa memanfaatkan kesempatan ini, bagaimana? "


"Baiklah.. aku setuju Bara, "


Jawab Arimbi tersenyum senang, karena dia mempunyai cara untuk bisa menemui papanya.


"Oya, ada informasi yang belum aku beritahu kan kepada mu Arimbi, ini soal Diva"


"Memang nya informasi apa sayang? apakah Diva telah melakukan kejahatan kepada papaku? "


"Bukan, bukan kepada papa mu, tapi dia telah melakukan korupsi terhadap perusahaan papa mu, dan aku sudah membongkar kejahatannya ini secara diam diam, dan melaporkan nya kepada papamu, tapi yang aku heran kan sepertinya papa mu tidak mempercayai laporan tersebut Arimbi, karena dia tidak marah sedikit pun kepada Diva"


Jelas Bara membuat Arimbi merasa sangat terkejut..


"Ini lah yang selalu aku takutkan Bara, aku takut jika papa berada dibawah kendali kedua ular itu, sebaiknya besok kita langsung cek sendiri bagaimana keadaan papa Bara"

__ADS_1


"Baiklah sayang, sekarang ayo kita beristirahat,karena hari sudah semakin malam"


Ajak Bara masuk kedalam kamar Arimbi setelah itu dia langit keluar dari kamar tersebut....


__ADS_2