Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya

Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya
Kegilaan Bara


__ADS_3

Kedatangan seorang Bara langsung di sambut hormat oleh para bodyguard nya yang sedang berjaga di depan pintu gudang


Bara mengangkat sebelah tangan nya sebagai tanda jika dia menerima penghormatan tersebut..


Setelah itu Bara mulai melangkah kan kaki nya masuk kedalam gudang , di ikuti oleh beberapa para Bodyguard..


"Bagaimana keadaan mereka saat ini? "


Tanya Bara sambil berjalan...


"Mereka sudah kami siksa hingga hampir mati tuan, tapi tetap saja mereka tidak mau mengatakan nya"


"Bajingan... aku yakin mereka bukan hanya preman suruhan biasa, karena mereka terlihat sangat setia dengan majikannya"


"Iya, tuan benar, seperti nya mereka memiliki bos yang sudah menyuruh mereka untuk menjaga rahasia sampai mati tuan, jadi di saat mereka tertangkap maka mereka akan siap untuk mati tanpa membongkar siapa orang suruhan mereka"


Jawab salah satu bodyguard Bara membuat Bara mendengus dengan kesal..


"Huff..... jika begitu itu artinya mereka sudah menantang kita, baiklah... kita buktikan kepada mereka semua ancaman yang telah kita ucapkan itu, "


Kata Bara tersenyum menyeringai.. hingga sesampainya di sebuah tempat penyiksaan,


Bara langsung memberikan sebuah tepukan tangan yang menggelegar di dalam ruangan tersebut..


Prok.... prok.... prok....


"Selamat bertemu kembali para preman setia"


Ucap Bara menyapa mereka, Membuat para tahanan mulai tersadar dan mencoba untuk menatap ke arah Bara..


Mereka sangat terkejut, ketika melihat siapa pria yang sudah berdiri di depan mereka saat ini, karena setahu mereka Bara adalah seorang pria miskin yang menjadi kekasih nya Arimbi..


Hal itu sudah di jelaskan oleh Josep, sebelum mereka melakukan penculikan..


Dan jika benar Bara adalah pria miskin yang hanya bekerja sebagai tukang ojek... lalu bagaimana bisa pria itu malah berada di ruangan tersebut sebagai seorang bos dari para bodyguard tersebut...


Dengan tubuh yang sudah terluka parah , bahkan ada juga yang merasakan sakit karena tulang patah, mereka mencoba menelan ludah secara kasar..


Jika begini jadi nya, sudah bisa di pastikan jika mereka tidak mau mengaku juga maka harus siap untuk menjemput nyawa sendiri...


"Hebat..... aku akui kalian berlima adalah preman yang hebat, selain itu kalian juga sangat setia dengan junjungan kalian, padahal anak buah ku sudah menghajar kalian habis habisan"

__ADS_1


Ucap Bara menatap kelima preman dengan tatapan tersenyum menyeringai....


"Le... paskan... kami penge... cut... "


Teriak salah satu preman tersebut dengan suara serak dan terbata bata...


"Lihat lah tuan muda, walaupun sudah hampir di ambang kematian, mereka masih bisa menghina tuan muda"


Ucap salah satu bodyguard yang sudah merasa sangat geram...


"Baiklah... seperti nya, kita harus membuktikan seberapa kejam aku ini, sekarang bawa dua orang yang lain nya, dan habisi mereka di depan ketiga rekan nya saat ini juga"


"Siap tuan muda"


Jawab para bodyguard yang langsung melangkah kan maki mereka untuk menyeret dua kursi yang di duduki oleh dua orang preman...


Setelah di letakkan di dekat Bara berdiri, Bara pun mulai mencengkram rahang kedua pria tersebut dengan sangat kuat..


Membuat mereka merasakan kesakitan dan langsung menjerit histeris..


Bara tampan ampun menekan luka yang ada di daerah rahang tersebut..


"Apakah sakit preman sialan? sekarang kau masih mau diam atau berbicara jujur? ".


"Aku... tidak tahu"


Jawab kedua preman itu membuat Bara merasa sangat kesal..


"Baiklah... jika itu pilihan kalian berdua, maka Terima saja ajal yang akan menjemput kalian"


Ucap Bara langsung berbalik badan meninggal kan mereka berdua, para bodyguard yang melihat aba aba tersebut pun mulai berjalan mendekati kedua preman yang terikat di atas kursi..


Mereka mengeluarkan sebilah pedang yang sangat mengkilap dan langsung menebas leher kedua preman tersebut..


Sreeppppp............


Darah segar memuncrat di ruangan itu, dan kedua preman telah mati dengan seketika..


Sedangkan ketiga teman nya mulai bergetar dengan hebat,


Apakah mereka akan mengalami nasib yang sama juga,

__ADS_1


Setelah mayat di bereskan oleh para Bodyguard dari tempat itu, Bara kembali membalikkan tubuh nya dan menatap ke arah tiga preman yang masih tersisa..


Sebenarnya Bara tidak mau menghabisi nyawa siapa pun, tapi karena mereka yang meminta nya, maka Bara akan mengabulkan dengan senang hati...


"Bagaimana dengan pertunjukan nya? apakah kalian suka? "


Tanya Bara tersenyum menyeringai...


"Ampun... mohon ampuni kamu tuan"


Ucap kedua preman yang mulai ketakutan, sedangkan ketua preman yang satu nya sudah tidak bisa berbicara karena Bara telah mematahkan leher milik nya..


"Bagus... itu adalah pilihan yang sangat baik, sekarang katakan dengan jujur, siapa yang telah mengutus kalian untuk menyakiti kekasih ku? apakah kalian di bayar, atau tidak? "


"Kami tidak bayar tuan, kami adalah utusan dari bos kami untuk melenyapkan musuh dari kekasih nya yang bernama Diva"


Ucap pria tersebut dengan suara yang pelan tapi masih bisa di dengar oleh Bara...


"Benar dugaan ku bukan, jika semua ini adal ulah dari Diva sialan..., siapa nama bos mu itu hah! cepat katakan? "


"Josep.... Josep Mahendra, dia adalah bos kami tuan, pemilik perusahaan obat obatan nomor satu di negara ini"


"Apa...! jadi kalian adalah anak buah dari Josep bajingan itu, kurang ajar.... pantas saja kalian rela mati demi melindungi pria itu, benar benar licik, "


Ucap Bara merasa marah, setelah itu dia mulai memerintah kan para bodyguard nya untuk mengurung ketiga preman tersebut...


Sedangkan dia mulai mengumpulkan para bodyguard yang lain untuk menyusun rencana...


"Kalian sudah tahu kan siapa musuh kita saat ini? "


"Sudah tuan muda"


"Jadi mulai dari sekarang, kalian harus menyerang balik anak buah dan markas Josep dengan cara yang halus, ingat jangan sampai pergerakan kita ketahuan oleh musuh, sedangkan untuk pengamanan kekasih ku, kalian harus lebih menjaga nya secara ekstra, aku yakin mereka akan kembali menyerang Arimbi kembali, sampai mereka bisa berhasil menyingkirkan wanita itu, apakah kalian semua mengerti? "


Tanya Bara dengan tatapan serius, kali ini lawan nya bukan lah kalangan biasa, dia harus mengalahkan salah satu mafia di negara tersebut...


Dan Bara juga harus mengajak sekutu mafia nya untuk bekerja sama, jangan sampai para bodyguard nya kalah jumlah dengan anak buah Josep...


"Kami mengerti tuan muda"


"Bagus,

__ADS_1


__ADS_2