
Hingga tak lama kemudian, Bara dan Mario langsung bangkit dari duduk mereka , setelah melihat para bodyguard milik papa Abraham telah masuk dengan membawa seorang wanita yang langsung disungkurkan ke atas lantai..
Mischa merasa sangat kesakitan, karena lutut nya bersentuhan dengan lantai secara kuat, membuat dia menjerit karena tidak dapat menahan rasa sakit tersebut.
"Awww....... bisakah kau pelan sedikit , lutut ku pasti sudah membiru saat ini" teriak Mischa kepada pria tersebut.
"Diam kau, dasar wanita j*l*ng,sekarang kau sudah berada di markas bos kami, dan kau tidak akan bisa bebas kembali" jawab salah satu bodyguard yang telah mendorong Mischa
Bara menatap wajah wanita itu dengan tatapan yang tajam, dia benar benar merasa marah, dan ingin sekali segera menghabisi wanita tersebut...
"Dasar wanita tidak tahu diri kau Mischa, apakah kau tidak mempunyai perkerjaan lain sehingga kau bernai memfitnah ku sekeji itu hah! sekarang katakan yang sebenarnya, siapa yang telah menyuruh mu? " tanya Bara mencengkram rahang wajah Mischa
Mischa langsung berusaha berteriak, namun suara nya tidak dapat keluar seperti tadi
"Kau benar benar telah membuat kesabaran ku habis Mischa, aku rasa kau juga ingin mengalami nasib seperti Panji dan Andrea, salah satu pelanggan setia mu itu kan! "
Deghhh.....
Jantung Mischa serasa berhenti berdetak, setelah mendengar perkataan yang diucapkan oleh Bara,
Ya dia masih sangat ingat tentang kematian dua orang pelanggan nya itu yang telah hilang secara misterius dan ditemukan dengan keadaan yang sangat mengenaskan
Bahkan sampai saat ini pun, para polisi tidak dapat mengusut kasus tersebut hingga tuntas, karena kasus sudah ditutup secara tiba-tiba..
Tubuh Mischa langsung bergetar dengan hebat, dia tidak mau mati seperti Panji dan juga Andre
"Aku mohon jangan bunuh aku tuan Bara" mohon Mischa mengatupkan kedua tangan nya..
Bara benar benar membenci wajah dari wanita tersebut, tapi dia tetap tidak mau menyakiti seorang wanita..
"Jika kau tidak mau mati ditangan ku, maka kau harus berkata dengan jujur, siapa dalang dibalik semua ini? kenapa aku tidak menyadari jika mempunyai musuh saat ini" tanya Bara sambil berdiri tegak kembali
Mischa benar benar merasa sangat dilema, harus kah dia mengatakan yang sejujurnya siapa pria tersebut,
Tapi.. Apakah Bara akan melepaskan nya jika dia mengatakan yang sebenarnya kepada mereka semua..
__ADS_1
Mischa mulai memberanikan diri untuk menatap wajah Bara yang tampak menyeramkan, wanita itu sudah berkeringat dingin dan juga ketakutan.
Takut jika Bara akan menghabisi nya dengan cepat..
"Jika aku berkata dengan jujur, apakah kau tidak akan menyakiti ku tuan Bara? " tanya Mischa memberanikan diri...
"Tentu, aku juga tidak sudi menyakiti mu menggunakan tangan ku sendiri" jawab Bara dengan suara yang tegas
"Baiklah.. jika begitu, aku akan memberitahu mu tuan Bara, yang membayar ku dengan mahal dan menyuruh ku membuat konfrensi pers tentang pengakuan ku yakin telah melahirkan putra dari mu adalah... .. Ayah kandung Diva"
Deghhhh.......
Bara dan Mario sangat terkejut mendengar perkataan dari wanita tersebut, apakah benar jika Diva masih memiliki ayah kandung,
Tapi kenapa selama ini papa Adi maupun Arimbi tidak pernah menceritakan apapun tentang pria tersebut..
"Kau jangan berbohong Mischa, aku tidak pernah tahu jika ayah kandung Diva masih hidup, kau pasti menipu ku kan? " tanya Bara memasang wajah marah
"Aku tidak menipu mu tuan Bara, aku berkata dengan jujur, sebenarnya ayah kandung Diva, tidak pernah memperdulikan putri nya sendiri, tapi setelah mengetahui jika putri nya telah dibunuh oleh mu, maka pria itu langsung berusaha untuk membalas kan dendam nya, sekarang aku tidak tahu kemana pria itu berada, karena aku sudah beberapa hari ini tidak bertemu dengan dirinya "jelas Mischa berkata dengan jujur,
" Apakah kau masih menyekap mama Lina di markas ku yang ada di kota B?"
"Tentu saja, apakah kau berencana ingin mencari informasi dari wanita licik itu Bara? " tanya Mario kembali..
"Iya, sepertinya begitu, kita tidak tahu siapa papa kandung Diva itu Mario, sedangkan wanita ini pun tidak mengetahui apapun "
"Baiklah... jika begitu, aku akan menyuruh para anak buah ku untuk membawa wanita ular itu membawa ke markas kita"
"Iya, lakukan dengan cepat Mario, aku takut jika pria tersebut akan membahayakan keluarga dekat kita"
"Pasti, lalu bagaimana dengan wanita sialan ini? " tanya Mario kepada Bara.
Membuat Bara kembali menatap kearah Mischa,
"Terserah kau mau kau habisi atau bagaimana, yang terpenting dia tidak bisa bebas dan menganggu kehidupan ku lagi" Jawab Bara tidak mau tahu,
__ADS_1
Dan tentu saja hal tersebut membuat Mario tersenyum dengan senang, karena setelah sekian lama berpuasa, akhirnya Mario bisa kembali menyiksa seseorang hingga mengeluarkan banyak darah.
"Baiklah, serahkan kepada ku Bara, karena sku akan memastikan jika wanita ini tidak akan bisa bebas kembali" jawab Mario tersenyum menyeringai
Hingga detik kemudian, Mario mulai melakukan aksi nya tersebut, dia menggunting seluruh rambut panjang Mischa sambil tertawa terbahak bahak,
Mischa menjerit dengan sangat ketakutan, tapi percuma saja karena tidak akan ada yang menolong dirinya..
"Yah sekarang penampilan mu sudah tampak lebih rapi Mischa, dah setelah ini aku akan mengeluarkan luka di sekujur tubuh mu, " ucap Mario mengeluarkan pisau tajam milik nya,
hingga detik kemudian, teriakan kesakitan menggema kembali didalam ruangan tersebut, bersamaan dengan darah yang telah mengalir dengan deras dari tubuh wanita tersebut
Bara yang melihat hal itu pun, merasa tidak tega, dan langsung mengeluarkan senjata api milik nya..
Dorr...... dorrr.........
Brakkk...
Mischa langsung tertidur keatas lantai dengan mata yang masih terbuka lebar, sedangkan Mario mulai menatap tajam ke arah pria yang sudah menembak mainan nya tersebut
"Kenapa kau menembak nya Bara, lihat lah dia sudah mati sekarang" ujar Mario dengan kesal
Sedangkan Bara langsung melepaskan sebelah sepatu yang dia kenakan dan melemparkan nya tepat didepan wajah Mario, membuat Mario merasa bertabah kesal.
Bukkkk........
"Aww.... sakit bego, kenapa kau malah melempar ku menggunakan sepatu bau mu ini! " teriak Mario marah
"Enak saja kau bilang sepatu ku bau, bahkan sepatu lebih wangi dari pada tubuh mu itu sialan, lagian kau benar benar tidak mempunyai hati, bisa bisa nya menyiksa seorang wanita sampai seperti itu"
"Biarkan saja, siapa suruh dia jahat, "
"Cih.. dasar mafia gila, ya sudah kau urus pencarian ayah kandung Diva, jika sudah menemukan nya, langsung kabari aku"ucap Bara sambil melangkah kan kaki nya menuju kearah luar markas..
Meninggal kan Mario yang memasang wajah cemberut.....
__ADS_1