
Suara jeritan histeris masih menggema didalam ruangan tersebut,
Kedua wanita yang berbeda usia berusaha meminta maaf kepada Bara agar pria itu mau melepaskan mereka berdua,
Bara dan Mario tidak henti hentinya menyiksa mereka berdua, tanpa menghiraukan permohonan yang sudah mereka layangkan..
Diva menahan rasa sakit dikedua lengan tangannya, yang mengeluarkan darah hingga sangat banyak..
Dia berusaha merintih memohon agar Bara mau membantu dirinya..
"Bara... aku mohon, biarkan aku pergi dari sini, tolong selamatkan aku, jika tidak aku bisa mati karena kehabisan darah Bara"
"Cih.. aku tidak perduli Diva, anggap saja luka itu adalah balasan kecil atas perbuatan jahat mu untuk kekasih ku Arimbi.. "
"Bara... kenapa kau tidak mempunyai hati sedikit pun, aku mohon, antar aku kerumah sakit Bara"
Teriak Diva menggunakan sisa-sisa tenaga yang dia miliki,
Bara dan Mario hanya diam sambil menunggu kedatangan Josep, sepertinya pria itu belum bisa mengalahkan para anak buah milik mereka berdua..
Mario yang merasa tidak sabaran pun langsung menghubungi anak buahnya menggunakan handphone..
"Hallo bos"
Jawab pria yang ada diluar gudang..
"Kenapa pria banci itu sangat lama datang nya? sekarang kalian hentikan penyerangan agar dia bisa secepatnya masuk kedalam gudang"
"Baik bos, Laksanakan"
Jawab anak buah Mario dan langsung mematikan panggilan tersebut..
Bara tersenyum menyeringai melihat tingkah dari sahabat nya tersebut, sepertinya Mario sudah tidak sabar ingin segera membuat Josep merasa sangat syok saat melihat keberadaan mereka berdua..
Hingga tak lama kemudian, terdengar suara beberapa langkah kaki orang orang yang mulai mendekati ruangan tersebut, Bara dan Mario langsung bersiap siaga untuk menyambut kedatangan pria itu
Mereka sudah mengambil ancang ancang menggunakan senjata api yang siap untuk meluncur...
"Diva.... "
Panggil Josep yang sudah masuk kedalam gudang tersebut, dan betapa terkejut nya Josep saat melihat keadaan Diva yang sudah hampir mati mengenaskan, dengan cepat Josep berlari dan berjongkok untuk melihat keadaan Diva..
"Apa yang terjadi kepada mu Diva? siapa yang telah berani melukai mu?"
Tanya Josep merasa sangat marah, sepertinya dia belum menyadari keberadaan dua orang yang sudah menunggu kedatangan dirinya...
__ADS_1
"Mereka berdua yang sudah menembak lengan ku Josep, dan aku minta kau harus membalas perbuatan mereka berdua"
Jawab Diva sambil menunjukkan jarinya kearah belakang tubuh Josep yang telah memunggungi Bara dah juga Mario..
Hingga dengan rasa penasaran yang besar Josep langsung membalikkan tubuh nya untuk ikut melihat kearah belakang...
Dan sungguh terkejut nya Josep saat melihat, siapa orang yang telah berdiri sambil menatap tajam kearah dirinya
Dengan cepat Josep langsung berdiri dan melihat dengan jelas kearah kedua pria tersebut
"Kau...... tidak.!! .. bagaimana mungkin ini semua adalah ulah kalian berdua? bagaimana mungkin kau bisa mengenal Mario dengan baik, dan kau juga Mario? apa maksud mu datang ke kota ku dan mengajak ku berperang demi pria brengsek dan miskin seperti dia hah? "
Tanya Josep menampakkan wajah syok dan terkejut..
Sungguh tidak bisa dibayangkan jika Mario salah satu saingan nya bisa bersama dengan Bara sang pria miskin..
Apakah selama ini ada informasi yang telah dia lewat kan, dan bagaimana juga caranya Mario bisa masuk kedalam kota B tanpa dia ketahui..
Josep belum bisa berfikir dengan fokus, dia benar-benar tidak bisa menerima kenyataan yang dia lihat dengan mata Kepala nya sendiri...
Mario langsung tertawa lucu saat memperhatikan wajah Josep yang sudah seperti orang bodoh.. Josep pasti sangat syok dengan apa yang dia lihat saat ini..
"Lihat lah Bara, dia benar-benar sudah seperti orang bodoh, aku yakin pasti dia belum percaya dengan apa yang dia lihat saat ini"
"Iya.. aku bisa melihat ya Mario, dan sungguh menyedihkan untuk Josep karena sudah salah memilih lawan seperti kita berdua"
Tukas Mario dan langsung menodong kan senjata api nya tepat kearah Josep berdiri.
Hingga detik kemudian..
Dorrrr........
"Aaakkhhhhhhhh....... "
Teriak Mama Lina dan juga Diva sambil menutup mata mereka berdua..
Sedangkan Josep, dia sudah tiarap kebawah lantai benar-benar seperti seorang pengecut..
Mario yang melihat hal itu pun langsung tertawa hingga terbahak bahak..
Ini lah Josep yang sebenarnya, dia itu hanya pria banci yang banyak omong dari pada perbuatan...
"Hahaahaa.... dasar pengecut kau Josep, ternyata dari dulu sampai sekarang kau tidak pernah berubah,masih sama seorang "Pengecut"...."
Teriak Mario yang mulai melangkah mendekati Josep..
__ADS_1
Josep yang merasa dihina oleh saingan nya itupun langsung bangkit berdiri dan kembali bersikap sok berani..
"Tutup mulut mu Mario? kau jangan terlalu merendahkan aku,apakah kau kira kau sudah sempurna hah! bahkan kau mau dibayar oleh pria miskin itu menggunakan uang recehan yang dia miliki agar kau bisa membunuh ku kan? aku sudah tahu semua rencana mu itu Mario,, dasar mafia kelas rendahan"
Hina Josep yang tidak mau kalah...
Bara yang berkali-kali sudah mendengar hinaan untuk dirinya pun, langsung berlari ke arah Josep dan menerjang perut pria itu menggunakan sebelah kaki nya..
"Aku sudah muak dengan hinaan mu itu Josep Bajingan... "
Brukkk....
"Aakhhh...... "
Teriak Josep kesakitan , bahkan pria itu sudah mundur kebelakang hingga menabrak dinding yang sangat jauh dari dirinya berdiri..
Bara benar-benar mengeluarkan seluruh tenaga nya untuk menerjang Josep,
"Kau sungguh tidak bisa dibiarkan lagi Josep, aku bersumpah akan segera membunuh mu"
"Cih... aku tidak takut dengan ancaman mu itu Bara bodoh, karena aku membawa anak buah yang sangat banyak untuk menghabisi mu.. "
"Benar kah...? jika begitu cepat panggil semua anak buah mu untuk datang kegudang ini, aku menantang mereka dengan sangat terbuka"
"Baiklah... Hey kau, cepat panggil yang lain nya untuk masuk kedalam gudang, kita habisi dua orang makhluk menjijikkan ini"
"Baik bos"
Jawab salah satu anak buah Josep yang masih tersisa, tanpa Josep tahu jika para anak buah yang dia bawa sudah habis tak tersisa,
Josep tersenyum menyeringai menatap Bara dan juga Mario, sedangkan Mario benar-benar sudah muak melihat wajah sombong dari pria gila tersebut...
Hingga detik kemudian, terdengar suara langkah kaki yang berlari masuk kedalam gudang, dan itu adalah anak buah Josep yang dia utus untuk memanggil para anak buah milik nya..
Pria itu memasang wajah panik dan juga takut, dia sungguh syok saat melihat semua rekan nya telah terkapar tidak bernyawa..
Josep yang memandang wajah Anak buahnya itu pun mulai tidak sabaran,
Dengan cepat dia berusaha melangkah kan kakinya sambil menahan rasa sakit dibagian perut yang terkena tendangan dari kaki Bara..
"Hey bodoh...! kau aku suruh apa hah? kenapa kau hanya sendiri saja, kemana semua anak buah ku yang ada diluar, bukan kah aku menyuruh mu untuk membawa mereka masuk, agar kita bisa secepatnya menghabisi kedua pria menjijikkan tersebut"
Ketus Josep dengan geram kepada anak buahnya..
"Bos... anak buah bos sudah tidak ada bos, mereka semua telah habis dibunuh dan terbaring dengan sangat mengenaskan bos"
__ADS_1
"Apa.......!!!..
Teriak Josep dengan sangat terkejut......