Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya

Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya
Kegilaan Bara dan Arimbi


__ADS_3

Jika Mario sudah mendapatkan santapan yang dia inginkan, lain hal nya dengan Bara..


Bara saat ini sedang di introgasi oleh papa Abraham karena dirinya sudah mendengar tentang penyerang yang dilakukan oleh Bara.


Papa Abraham sangat takut, jika kelakuan putranya tersebut, malah akan mendatangkan masalah untuk nama baik nya dan juga keselamatan keluarga mereka..


Papa Abraham telah mengetahui semua kejadian itu, dari beberapa anak buah Bara yang telah mengaku, akibat ditanya secara paksa, dan tentu saja kabar tersebut benar-benar membuat papa Adi dan juga Arimbi merasa sangat terkejut..


Pasalnya merasa tidak pernah mengira jika Bara mampu melakukan rencana yang sangat mengerikan untuk keselamatan nyawa dirinya..


"Jadi maksud mu saat ini Diva dan juga Josep sudah meninggal dunia, begitu? "


Tanya papa Adi yang merasa sangat terkejut, pasalnya papa Adi benar-benar tulus menyayangi Diva dan tidak pernah menyangka jika putri tiri nya itu akan pergi untuk selama lamanya


"Iya paman, dan semua itu terjadi bukan karena aku yang membunuh mereka paman, tapi Josep yang sudah melakukan nya karena maran dengan apa yang dilakukan oleh Diva terhadap dirinya, sehingga dia memutuskan menghabisi Diva dan berlanjut menghabisi dirinya sendiri paman"


Jelas Bara membuat semua orang yang mendengar nya merasa sangat terkejut, jadi semua tebakan merasa adalah salah..


Karena Bara bersih tidak melakukan pembunuhan kepada siapapun..


Arimbi tersenyum bangga menatap wajah kekasih nya tersebut,


Begitu juga dengan papa Abraham yang langsung mendekati tubuh Bara dan memeluk nya dengan erat..


"Papa sangat bangga dengan mu nak, karena kau sudah berhasil membuktikan kepada papa jika kau sudah sangat berubah 100%, apakah ini semua berkat Arimbi Bara? sehingga kau bisa menjadi pria yang sangat baik? "


Tanya papa Abraham kepada putra nya,


"Tentu saja papa, Arimbi adalah orang yang paling berpengaruh dengan perubahan yang aku alami saat ini"


"Ya Sudah .. jika begitu, sebaiknya kalian berdua harus segera dinikahkan, agar kau tidak macam macam kepada gadis baik itu Bara"


"Papa.... terimakasih karena sudah mau merestui ku pa, tapi.. bagaimana dengan paman Adi, apakah dia setuju jika kita melakukan pernikahan secepatnya? "


Tanya Bara menatap papa Adi sanjaya, membuat pria itu langsung tersenyum dan mengangguk menyetujui..


"Aku sudah menyetujui keinginan mu itu Bara, apalagi sepertinya putri ku juga tidak merasa keberatan, maka aku akan merestui pernikahan kalian berdua, "


"Terimakasih paman, terimakasih papa, dan terimakasih juga untuk ibu Sumi yang sudah menjadi ibu untuk aku dan juga Arimbi"

__ADS_1


Ucap Bara dengan sangat tulus


Arimbi sungguh sangat bahagia, dan dia memeluk tubuh ibu Sumi dengan erat, sebenernya Arimbi menginginkan jika Bara lah yang ada didalam pelukannya saat ini.


Tapi tentu saja hal itu langsung Arimbi tepis, karena dia tidak mau dipandang mesum olah calon mertuanya sendiri...


Hingga tak lama kemudian, pintu ruangan kembali terbuka, disusul oleh masuknya seorang pria tua yang tak lain adalah pak Anton..


Pria itu datang bersama kedua anak buah Bara yang sudah Bara utus masuk kedalam ruangan...


"Tuan muda, ini semua bukti yang tuan muda minta"


Ucap Pak Anton sambil memberikan sebuah berkas penting didalam sebuah map, dengan cepat Bara langsung mengambilkan dan memberikan nya kepada paman Adi...


"Terimakasih pak Anton, oya paman Adi, terimalah bukti bukti atas kejahatan Diva dan juga Josep yang telah mereka lakukan untuk dirimu dan juga perusahaan mu, dan juga disitu ada bukti kuat atas kejahatan tante Lina istri paman"


Jelas Bara kepada Papa Adi, membuat dirinya langsung menerima map berkas tersebut..


Papa Adi membaca dengan seksama isi didalam bukti itu, begitu juga dengan Arimbi yang ikut membaca karena merasa sangat penasaran..


Dan alangkah terkejutnya mereka berdua jika ternyata Diva bersama Josep sedang berniat menjebak mereka dengan kerja sama palsu yang dilakukan oleh mereka berdua.


Pantas saja sejak Josep masuk kedalam perusahaan mereka, papa Adi merasakan jika perusahaan milik nya mulai goncang karena krisis yang terus terjadi..


Ucap papa Adi sampai menetes kan air mata...


Begitu juga dengan Arimbi, dia sungguh beruntung karena telah dipertemukan oleh Kekasih nya Bara, jika tidak mungkin saat ini dia bersama papa nya sudah mati dengan cara mengenaskan.


Lalu... mata papa Adi mulai tertuju dengan berkas kejahatan istrinya mama Lina,


Sungguh diluar pemikiran, jika istri yang sangat lembut dan juga baik kepada dirinya, ternyata dia lah yang sudah menaruh racun untuk tubuh Papa Adi,


Belum lagi dengan video penyiksaan yang dia lihat, sungguh papa Adi benar-benar merasa sangat hancur, bagaimana mungkin dia bisa mempercayai kedua wanita jahat itu sampai tega mengusir putri kandung nya sendiri.


"Hiks.. hiks... Arimbi... maafkan papa ya nak, sungguh papa sangat menyesal sayang, papa sudah jahat sama kamu"


Ucap papa Adi memeluk tubuh Arimbi erat, mereka yang menyaksikan kesedihan itu pun mulai ikut meneteskan air mata,


Terutama ibu Sumi yang sangat mengerti dengan penderitaan yang wanita itu rasakan...

__ADS_1


"Papa.. Arimbi sudah memaafkan segala kesalahan papa, dan sekarang kita sudah terbebas dari kedua manusia ular itu papa, Arimbi harap sekarang papa bisa menceraikan mama Lina, dan kembali memiliki mama baru untuk Arimbi papa"


"Baik lah... papa akan secepatnya menceraikan Lina sayang, tapi.. untuk mencari mama baru, seperti nya tidak bisa, karena papa takut jika memilih wanita yang salah untuk kamu Arimbi"


Jawab papa Adi sambil melerai pelukannya..


Arimbi langsung tersenyum dengan manis dan dia mulai turun dari atas ranjang untuk mendekat ke arah ibu Sumi..


"Kenapa harus susah susah papa, karena saat ini pilihan istri baru papa sudah ada didepan mata, aku ingin jika papa menikah dengan ibu Sumi, dan menjadikan beliau sebagai ibu untuk ku papa"


"Apa.....!!!??


Teriak mereka semua secara bersamaan, begitu juga dengan ibu Sumi yang tidak pernah menyangka jika Arimbi akan mengatakan hal seperti itu..


" Arimbi, apa yang kau katakan nak? "


Tanya bibi Sumi yang syok..


"Ibu, aku mohon,jadilah ibu ku selamanya, bukankah kau sudah berjanji untuk mengabulkan permintaan ku itu ibu? "


Ucap Arimbi memohon, sambil memegang kedua tangan wanita tersebut..


Bara yang mendengar perkataan dari kekasih nya pun tidak dapat menerima keputusan begitu saja..


Dia langsung melangkah kan kaki nya untuk mendekati kedua wanita yang sangat dia sayangi itu


"Sayang, aku tidak setuju dengan permintaan mu itu sayang"


Ucap Bara memprotes


"Sayang, memangnya kenapa! bukan kah kau setuju jika aku memiliki seorang ibu sebaik ibu Sumi? "


Tanya Arimbi penasaran


"Aku setuju, tapi bukan sebagai ibu mu sayang, melainkan sebagai ibu mertua mu, yang artinya, ibu Sumi harus menikah dengan papa ku, bukan dengan papa mu sayang'


" Apa......!!!! tidak sayang, aku tidak setuju, "


"Sayang.....! ayolah , kasihan papa ku sudah lama menjadi seorang jablay, sedangkan papa mu kan tidak, jangan sampai papa ku mengintip malam pertama kita sayang, karena sudah lama tidak pernah melakukan nya bersama seorang wanita"

__ADS_1


Jelas Bara yang langsung membuat papa Abraham membulat kan kedua matanya...


"Tutup mulut mu Bara, dasar anak sialan kau ya..........!!!!!!!!!


__ADS_2