
"Apakah benar jika ini markas nya Mario? ".
Tanya Bara sambil menatap sebuah gedung yang terlihat sangat menyeramkan,
" Tentu saja benar Bara, petunjuk yang aku dapatkan tidak mungkin salah, jika ini lah markas Leon, sang pria bodoh itu"
"Ya sudah, jika begitu ayo kita turun segera, jangan sampai pria Bajingan itu menyentuh istri mu Mario"
"Tidak akan kubiarkan Bara, siapa pun yang berani menyentuh istri ku, maka akan aku siksa dengan cara yang sangat menyakitkan, akan aku patahkan setiap sendiri dan tulang ditubuh pria Bajingan tersebut"
"Ya sudah, jika begitu ayo sekarang kita masuk"
Ajak Bara yang mulai turun dari dalam mobil milik nya , begitu juga dengan Mario, yang sudah tidak sabar ingin membunuh para penjahat tersebut..
Mereka berdua sudah siap dengan banyak senjata yang mereka bawa dengan lengkap, agar bisa menghabisi para musuh hanya dalam sekali serangan..
Hingga tak lama kemudian, kini mereka berdua mulai menginjakkan kaki nya secara perlahan untuk menyelinap menuju gerbang tersebut..
"Dijaga ketat oleh 4 orang anak buah Leon"
Bisik Bara kepada Mario , hingga tak lama kemudian, Mario mulai mengeluarkan senjata tiup nya yang akan memberikan suntikan yang isi nya adalah sebuah racun yang sangat berbahaya,
Bisa dijamin, siapa pun orang yang terkena oleh jarum itu maka akan mati dengan cepat tanpa diketahui oleh orang lain..
Fuhhhhh......
Fuhhhh..........
"Akhhhhh......."
Brukkkk.........
Empat orang penjaga gerbang langsung terjatuh dengan keadaan mati mengenaskan, setelah terkena senjata tiup tersebut...
Dan setelah itu, Bara bersama Mario langsung menyelusup masuk kedalam markas tersebut, hingga setibanya didalam gerbang
Ternyata kedatangan mereka sudah disadari oleh anak buah Leon yang sedang berjaga di luar perkarangan,
Mereka langsung menyerang kedatangan Bara dan Mario dengan sangat brutal
"Hiatt...... "
Suara serangan dari delapan orang penjaga luar, dengan sigap Bara dan Mario melawan serangan tersebut, Bara langsung mematahkan tangan kedua penjahat yang sudah membawa pedang ditangan nya,
Hingga setelah mematahkan, Bara langsung menancap kan sebilah pisau yang sangat tajam dan mengkilap..
Crukkk.........
Suara tusukan menggambarkan keindahan dari pemandangan tersebut, hingga ke delapan orang sudah tewas ditangan mereka berdua,
Bara dan Marit tidak memperdulikan daras segar yang memuncrat mengenai wajah mereka berdua
Karena mata mereka sedang fokus untuk menyelinap masuk kedalam markas , hingga detik kemudian, terdengar suara seorang pria yang terkejut atas kemunculan mereka berdua
__ADS_1
"Siapa kalian berdua? kenapa kalian bisa masuk kedalam markas ini? "
Tanya pria tersebut, dengan cepat Mario langsung mencengkram kuat leher pria itu sampai membuat wajah nya berubah menjadi kemerahan..
"Katakan, dimana Leon berada! katakan Bajingan keparat"
Teriak Mario dengan sangat marah
"Aku tidak tahu bos ada dimana, karena dia ada pulang ke markas"
Jawab pria itu dengan nada terbatas bata..
"Bohong, kau pembohong pria busuk. "
Brakkk.....
Mario melempar tubuh pria itu hingga menabrak dinding dengan sangat keras, membuat tulang tubuh nya menjadi retak tidak karuan..
"Akhhh..... aku mohon, ampuni aku tuan"
"Cih.. aku tidak akan mengampuni mu, sebelum kau mengatakan keberadaan Leon saat ini"
Bukkk...... bukkkkk... bukk....
Tendangan demi tendangan kembali Mario layangkan untuk pria tersebut, hingga akhirnya emosi mulai menyatukan perasaan Mario, dan dengan cepat dia mengarahkan kepala pria itu tepat didinding tersebut,
Dukkk...
Kali ini anak buah Leon sangat lah banyak, dan Mario terpaksa menggunakan senjata api nya untuk menghabisi mereka semua.
Dorrr.... dor..... dor..
Satu persatu dari mereka mulai ambruk kebawah lantai, di iringi oleh suara teriakan yang menggema dikedua kuping mereka berdua..
Hingga tersisa satu orang yang sudah berjalan dengan mundur, karena merasa takut dengan keganasan yang Mario dan Bara lakukan..
"Saya mohon, ampuni saya tuan, saya berjanji akan memberitahu dimana bos Leon berada"
Ucap pria tersebut berjalan dengan mundur, sambil di ikuti oleh Mario yang berjalan tepat didepan pria tersebut..
Bukk.....
Hingga akhirnya pria tersebut mulai menabrak dinding yang ada dibelakang tubuh nya, membuat pria itu sudah terjebak dan tak bisa kemana mana..
"Ayo katakan sekarang juga,dimana bos mu berada, dia telah membawa wanita ku bangsat"
Ucap Mario emosi..
"Ampuni saya tuan, saya benar-benar tidak tahu jika wanita yang dibawa bos Leon adalah wanita anda , tapi saat ini bos sudah membawa wanita itu pergi menuju ke villa milik nya tuan"
"Dimana Villa nya berada, cepat kau katakan bangsat, jangan sengaja membuat ku kehabisan kesabaran"
"Baik tuan, baik lah"
__ADS_1
Jawab nya bergetar sambil mengatup kan kedua tangan nya erat....
"Villa tersebut berada di wilayah bagian timur tuan, tak jauh dari tempat ini, tepat nya di tengah hutan yang sangat indah tuan".
" Cih.. bisa bisa nya kau memuji Villa milik bos mu indah, baiklah aku akan Segera memberikan keindahan yang sebenarnya untuk mu bangsat".
Dorr...... ...
"Akhhhh.......... !! "
darah segar kembali memuncrat di sekitar tubu mario, dan Bara langsung menarik tangan Mario agar segera menuju ke villa tersebut.
"Ayo Mario, sudah cukup kau meluapkan nya dengan. mereka"
"Baiklah Bara"
Jawab Mario berlari mengikuti langkah kaki Bara naik ke dalam mobil kembali..
Bara menyetir dengan kecepatan kencang,jangan sampai Mario gagal menyelamatkan istri nya, karena jika hal itu sampai terjadi, maka Mario akan menyesal seumur hidup nya..
Setelah mengendara beberapa menit menuju ke tengah hutan, akhirnya Mario dan Bara bisa melihat dengan jelas jika terdapat sebuah Villa yang tidak terlalu besar telah berdiri dengan sangat kokoh..
Bara langsung menambah kecepatan untuk menabrak gerbang villa tersebut, yang dijaga oleh beberapa orang anak buah Leon.
Brakkk kkkk...
Suara tabrakan langsung mengejutkan mereka semua, dan Bara sudah berhasil masuk bersama mobil milik nya,
"Siapa kalian! berani sekali kalian masuk tanpa izin hah? ".
Tanya para anak buah Leon yang berlari mendekati mobil milik mereka berdua,
"Mario,, cepat kau masuk kedalam, biar aku yang mengurus para kurcaci itu"
"Baiklah... aku akan menyusup kedalam untuk mengalahkan Leon dan merebut istri ku kembali, hati hati Bara, gunakan semua senjata yang kau miliki,"
"Pasti, kau juga Mario"
Jawab Bara tersenyum senang, ini lah yang dia suka kepada sifat Mario, pria itu adalah tipe orang yang sangat setia kawan, dan Bara berusaha untuk membalas kebaikan dari pria tersebut..
"Hiattt.......
Suara teriakan dari para anak buah Leon yang sudah menyerang Bara menggunakan senjata tajam milik mereka semua,
Bara dengan lihai menepis semua serangan tersebut, hingga mereka terjatuh akibat terkena besetan dari pedang tajam yang Bara gunakan..
" Nikmati lah kematian kalian semua "
Teriak Bara langsung menancap kan pedang yang runcing milik nya..
Crukkkk..... crukkkkk....
Hingga terdengar suara pedang yang masuk sempurna kedalam perut mereka semua.
__ADS_1