Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya

Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya
Laporan dari pak Anton


__ADS_3

Setelah hampir dua jam lamanya menghabiskan waktu untuk berkemas, akhirnya mereka berdua, ibu Sumi dan Arimbi mulai keluar dari kamar dengan membawa satu buah koper ditangan masing-masing...


Dengan hati yang ikhlas ibu Sumi harus siap meninggalkan rumah peninggalan dari suaminya tersebut..


Agar bisa selalu bersama sang putri tercinta, Arimbi yang melihat kesedihan dari mata wanita paruh baya itu pun, langsung memeluk tubuh ibu Sumi dengan perasaan sayang...


Karena Arimbi sangat mengerti dengan perasaan yang sedang menerpa ibu Sumi saat ini, karena Arimbi juga pernah merasakan hal yang sama,


Yaitu terpaksa meninggalkan rumah yang sudah ditinggali sejak lama..


"Ibu... jangan sedih ya! nanti setelah keadaan aman terkendali, kita pasti akan tinggal lagi dirumah ini"


Ucap Arimbi menenangkan hati ibu Sumi


"Iya nak.., maaf ya jika ibu terlihat cengeng , tapi ibu tidak akan menyesal meninggalkan rumah ini, asalkan kita bisa selalu bersama nak"


"Terimakasih ya bu! Arimbi janji, apapun yang akan terjadi di masa depan, Arimbi akan tetap membawa ibu kemana pun Arimbi tinggal"


"Iya, terimakasih juga ya nak, kamu benar-benar seorang putri yang sangat baik"


Ucap Ibu Sumi memeluk kembali tubuh Arimbi dengan perasaan sayang..


Sedangkan di luar rumah, tepatnya di depan teras, saat ini Bara sedang menerima telfon dari pak Anton..


Dan betapa senang nya Bara saat mendengar informasi yang disampaikan oleh pria paruh baya tersebut..


Bara mendapatkan kabar, jika pak Anton bersama anak buahnya telah berhasil membongkar kejahatan korupsi yang di lakukan oleh Diva..


mereka bahkan langsung mengirimkan data akurat tersebut kepada tuan Adi sanjaya, agar pria itu bisa mengetahui kejahatan putri nya dan mengambil kembali kuasa yang dia berikan kepada Putri nya Diva


Bara yang mendengar informasi tersebut pun langsung tersenyum dengan senang..


Akhirnya dia bisa membongkar sedikit demi sedikit kejahatan yang telah Diva lakukan untuk papanya Arimbi..


Dan Bara tidak akan berhenti sampai disitu, sebelum dia berhasil membuat Diva bersama ibunya menjadi seorang gelandangan...


"Bagus pak Anton, jika begitu secepatnya cari kejahatan Diva yang lainnya pak Anton, dan pastikan jika wanita ular itu kita buat hancur sehancur hancurnya pak Anton"

__ADS_1


"Baiklah tuan muda.. kami akan secepatnya untuk menerjunkan anak buah berpengalaman yang bisa mendeteksi rahasia dari perusahaan tersebut.. aku sangat yakin jika Diva masih memiliki kejahatan yang lain nya yang tidak diketahui oleh siapa pun terutama tuan Adi sanjaya tuan muda"


"Bagus pak Anton.... akan aku tunggu informasi selanjutnya dari mu pak Anton , oya sekarang bagaimana dengan mobil yang aku inginkan, kau sudah mengirim kan nya bukan? tapi kenapa belum muncul juga sampai saat ini? "


Tanya Bara sambil memperhatikan ke arah jalanan, dia sedang menunggu mobil jelek yang tampak tidak terlalu mewah, agar ibu Sumi beserta Arimbi tidak merasa terkejut...


Bara juga mengatakan jika mobil tersebut adalah mobil yang sengaja dia sewa untuk mengantarkan mereka bertiga pergi dari rumah ibu Sumi


Bara sengaja memilih waktu malam ini untuk pergi, agar tidak ada yang bisa mengetahui terutama anak buah Josep dan juga Diva.


Hingga tidak lama menunggu, Tiba-tiba saja yang di nantikan oleh Bara sudah tiba di depan perkarangan rumah ibu Sumi..


Bara langsung tersenyum menyambut kedatangan anak buahnya tersebut..


"Selamat malam tuan muda! maaf jika saya sedikit terlambat tuan muda"


Ucap salah seorang supir yang tak lain adalah anak buah Bara..


"Iya.. tidak apa apa, tapi kau jangan memanggilku dengan sebutan tuan, panggil aku Bara saja"


"Bagus.. sekarang tunggu disini sebentar, aku akan memanggil yang lainnya"


Ucap Bara melangkah masuk kedalam rumah.. setibanya didalam, Bara sudah disuguhkan dengan kekompakan dari kedua wanita yang ada didepan nya saat ini


Dan hal itu membuat Bara menjadi tersenyum senang..


"Ehm..... apakah kalian berdua sudah selesai berpelukan nya? "


Tanya Bara membuat kedua wanita tersebut langsung terlonjak kaget


"Bara...., kamu buat aku terkejut tahu gak! kenapa tidak bilang jika sudah berada disini? "


Tanya Arimbi memasang wajah memberengut membuat Bara merasa sangat gemas dengan wanita cantik tersebut..


"Kamu saja, yang terlalu manja sama ibu Sumi, sehingga tidak menyadari jika sedari tadi aku sudah berdiri sambil melihat tingkah mu itu Arimbi"


"Hehhe.... iya habisnya aku sangat merasa nyaman berada di dalam pelukan ibu Sumi,pelukan itu persis seperti pelukan dari mendiang ibu kandungku"

__ADS_1


"Benarkah sayang...! baiklah... jika begitu kau bisa melanjutkan nya lagi saat kita sudah tiba di apartemen, tapi... jika kau masih ingin di peluk lagi, aku bisa kok memberikan pelukan ku kepada mu sayang, aku yakin pasti kau akan sangat ketagihan , karena pelukanku lebih hangat dari pada pelukan dari ibu Sumi"


"Benarkah sayang..., jika begitu, aku ingin mencoba nya sayang"


Jawab Arimbi langsung disambut jeweran dari ibu Sumi yang berada di tengah-tengah mereka.


"Eits...., jangan yang macam macam ya kalian berdua, kau Bara.. benar benar tidak takut dengan ibu, sekarang ayo kita pergi sebelum ada orang lain yang mengetahui kepergian kita ini"


"Hehe.. iya, baiklah bu, ayo kita pergi sekarang"


Ajak Bata tersenyum kikuk, begitu juga dengan Arimbi yang merasa sangat malu karena telah melupakan keberadaan sang ibu di tengah-tengah mereka berdua...


Dan dua jam kemudian, kini mobil yang mengantarkan mereka sudah tiba disebuah Apartemen yang lumayan mewah..


Gedung itu terlihat sangat tinggi dan juga bertingkat banyak, walaupun cuaca pada malam hari tampak gelap, tapi tetep saja ibu Sumi bisa melihat keadaan saat ini..


Hingga tiba-tiba saja terdengar suara teriakan dari wanita paruh baya tersebut..


Dia sungguh merasa senang karena bisa tinggal didalam gedung tinggi tersebut.


"Nak Bara... apakah benar jika kita akan tinggal di dalam gedung itu nak? "


Tanya Ibu Sumi memasang wajah penasaran


"Iya bu, agar bisa lebih aman, jadi ibu dan Arimbi akan tinggal didalam Apartemen, apakah ibu tidak menyukainya? "


"Iya... ibu suka nak, tapi... bagaimana dengan pinggang ibu nantinya, ibu tidak sanggup jika harus naik turun tangga nak Bara"


"Kenapa harus naik turun tangga bu, ibu tidak perlu melakukan hal itu"


"Jadi kalau tidak seperti itu, Bagaimana kita bisa naik dan juga turun, apakah kita akan terbang?"


Tanya Ibu Sumi membuat Arimbi dan Bara langsung tertawa cekikikan, sepertinya ibu Sumi belum pernah masuk kedalam gedung yang tinggi, jadi dia tidak mengetahui jika didalam gedung terdapat lift yang akan mengantarkan untuk naik dan turun..


"Kenapa kalian malah tertawa, apakah ibu salah bicara ? '


Tanya ibu Sumi merasa sangat penasaran...

__ADS_1


__ADS_2