
Arimbi masih tercengang dengan kedatangan Bara bersama teman teman nya yang Arimbi belum pernah lihat...
Bara terlihat sangat keren dan juga hebat, dengan gerakan cepat Bara sudah berhasil melumpuhkan para preman yang telah terjatuh di atas aspal..
Bara menginjak tangan dari salah satu preman yang sedang dia siksa,
Dan Bara mulai membungkuk kan tubuh nya mendekati preman yang menjadi ketua dari mereka berlima
"Aaakhh...... tolong lepas kan aku, tangan ku terasa sangat sakit"
Teriak pria tersebut saat Bara menginjak tangan nya dan menekuk nya dengan kuat..
"Aku akan segera melepaskan tangan mu ini, jika kau memberitahu ku siapa orang yang sudah menyuruh mu untuk menculik kekasih ku Arimbi"
Ucap Bara dengan memasang wajah sangat menyeramkan..
"Tidak... aku tidak akan mengatakan nya, sampai mati pun aku tidak akan mengatakan nya"
Teriak pria tersebut yang masih bersikukuh tidak mau berkata jujur,
Bara sangat geram mendengar Jawaban dari pria itu, dengan cepat dia kembali menambah injakan kaki nya di atas perut preman tersebut..
"Akhh....... "
"Cepat kau katakan, atau aku akan mematahkan dan mengeluarkan seluruh isi di dalam perut mu bajingan"
"Ti.... tidak.... aku... tid... ak... mau"
"Baiklah jika kau yang memaksa ku, Arimbi, tutu mata mu sekarang juga, begitu juga dengan telinga mu, berbalik lah menghadap kebelakang, karena kau tidak boleh melihat apa yang akan terjadi"
"Iya... "
Jawab Arimbi dengan gugup, dan langsung memutar tubuhnya untuk membelakangi Bara..
Sesungguhnya Arimbi sangat takut dan tidak tega dengan apa yang Bara perbuat kepada para preman tersebut..
Tapi Arimbi juga tidak berani untuk membantah perkataan Bara...
Hingga detik kemudian, terdengar suara kretakan tulang yan di patahkan oleh Bara...
Dan susul dengan suara teriakan kesakitan yang sangat menggelegar di tengah keheningan malam.....
Bara benar-benar melakukan apa yang dia ucapkan kepada pria tersebut, sedangkan pria itu langsung menangis merasakan sakit yang teramat sangat di tubuh nya..
__ADS_1
"Kalian semua, ikat tangan dan kaki mereka dengan kuat, dan bawa saja mereka ke Kantor polisi"
Ucap Bara sambil mengedipkan mata nya ke arah para teman yang dia bawa tadi...
Arimbi hanya diam dengan hati yang bergetar, sungguh kejadian malam ini, baru pertama kali Arimbi alami dan lihat sendiri..
Dan dia tidak berani untuk membalikkan tubuh nya ke arah belakang sampai akhirnya Arimbi merasakan sebuah pelukan dari tangan seseorang yang mengapit dirinya dari arah belakang...
Arimbi langsung menatap tangan tersebut yang sudah melingkar Indah di perut nya,
Hingga tak lama kemudian, terdengar suara bisikan yang membuat Arimbi merasa geli saat mendengar nya..
"Sayang.... siapa yang menyuruh mu untuk berjalan jalan sendirian di malam hari seperti ini hah? "
Tanya Bara membuat Arimbi langsung terdiam membisu..
"Bara.... maaf... tapi aku tidak sedang berjalan jalan saat ini"
Jawab Arimbi sedikit terbatas bata...
"Lalu, apa yang kau lakukan disini sehingga kau harus keluar malam malam dari rumah ibu Sumi? "
"Aku... aku hanya keluar sebentar untuk membeli kecap manis sayang..., tapi siapa sangka jika ternyata ada beberapa preman yang sudah mengintai ku"
Membuat Bara semakin mempererat pelukan nya di tubuh Arimbi,
Di dalam hati Bara, dia benar-benar bahagia karena memiliki kesempatan untuk memeluk kekasih nya tersebut..
Tanpa harus berkhayal seperti waktu kemarin...
"Uhh...... aku sangat merindukanmu sayang, biarkan sebentar saja aku menikmati dekapan ini"
Ucap Bara membuat Arimbi langsung tersadar..
Ya... sedari tadi Arimbi belum sepenuhnya sadar jika Bara sudah memeluk tubuh nya dengan erat, dan kali ini dia mulai melihat kembali kedua tangan yang melingkar Indah di perut nya sambil mengelus dengan pelan..
Arimbi yang baru pertama kali merasakan di dekap oleh seorang pria pun dengan replek langsung menginjak kaki Bara..
Membuat Bara merasa terkejut dan melepas kan pelukan tersebut..
"Akhhh.... kenapa kau menginjak kaki ku sayang? "
Tanya Bara sambil berjinjit menahan sakit..
__ADS_1
Arimbi benar-benar tidak sengaja, sepertinya dia sudah lupa jika memeluk nya saat ini adalah kekasih nya sendiri...
"Sayang.... maafkan aku.. aku sungguh reflek melakukan nya, maaf ya Bara"
Ucap Arimbi memasang wajah bersalah, Bara yang mulai mengerti dengan perasaan Arimbi pun langsung memeluk kembali wanita itu dengan pelan...
Salah dirinya juga yang terlalu agresif dengan wanita se polos Arimbi...
"Iya kau tidak salah sayang, aku lah yang bersalah karena tiba-tiba langsung memeluk mu dari belakang, sekarang tenang lah, mereka para preman sudah di bawa ke kantor polisi oleh para teman ojol ku"
Ucap Bara mengelus punggung Arimbi..
"Iya, aku juga minta maaf ya, karena belum terbiasa di sentuh oleh mu, jadi nya aku langsung reflek menginjak kaki mu sayang, oya kalau boleh tahu, bagaimana mungkin kamu bisa tahu jika aku dalam keadaan bahaya? apakah kita memiliki batin yang terhubung? "
Tanya Arimbi sambil mendongakkan wajah nya ke arah wajah Bara..
Bara langsung tersenyum lucu mendengar pertanyaan dari kekasih nya tersebut..
Dia tidak tahu saja, jika dirinya harus menaiki mobil terkencang sedunia agar bisa secepatnya tiba di tempat nya saat ini...
Bahkan Bara harus memarahi para bodyguard yang telah lalai dalam berjaga, sehingga Bara dengan cepat menyuruh para anak buah nya untuk menyamar sebagai seorang ojol seperti dirinya...
Di tambah lagi dengan pakaian murah yang mereka gunakan ber enam, pak Anton benar-benar di buat kewalahan karena harus pergi ke pajak loak untuk mencari pakaian tersebut...
"iya.. seperti nya kita memang memiliki batin yang terhubung.. karena di saat aku sedang mengantarkan orderan tiba-tiba saja filing ku berkata jika kekasih ku Arimbi dalam keadaan bahaya, jadi aku langsung berinisiatif untuk menuju kemari bersama para teman ojol ku, "
"Benarkah sayang... " wah seperti nya kita memang telah berjodoh karena bisa saling mengerti satu sama lain, tahukah kamu sayang, jika aku sedari tadi terus saja memanggil nama mu di dalam hati, saat mereka para preman itu hampir ingin menangkap ku"
"Lalu apa yang kau ucapkan di dalam hati mu saat itu sayang? "
Tanya Bara penasaran
"Aku mengatakan, ya Tuhan tolong selamatkan aku dan antara kan lah dewa penolong ku yaitu kekasih ku Bara, aku sungguh takut jika mereka sampai menyakiti ku Tuhan" itu lah yang aku ucapkan "
"Dan dengan cepat Tuhan langsung memberikan ku bisikan, dengan mengatakan jika kekasih ku Arimbi sedang membutuhkan ku saat ini, lihat lah ternyata cinta kita benar-benar kuat, sehingga Tuhan sudah merestui cinta suci kita Arimbi"
"Kau benar sayang, terimakasih ya karena sudah mencintai ku sangat tulus"
Ucap Arimbi sambil memeluk tubuh Bara dengan erat
Membuat Bara tersenyum dengan bahagia..
"Akhirnya bisa dapet yang anget anget.. "
__ADS_1
Gumam Bara di dalam hati nya sambil tertawa lucu