
Kata sah sudah menggema didalam ruangan tersebut, membuat Bara dan Arimbi merasa sangat bahagia,
Akhirnya apa yang mereka impikan kini telah menjadi kenyataan, dan Arimbi sungguh tidak pernah membayangkan, jika pria yang sudah resmi menjadi suaminya kini adalah seorang putra dari keluarga kaya raya.
Bagi Arimbi, apa pun status Bara, dia tetap akan menerima keadaan pria itu dengan perasaan tulus, dan jika sekarang ternyata Bara adalah seorang putra dari keluarga kaya, itu artinya Arimbi telah mendapatkan sebuah bonus yang tidak terduga
"Istri ku, kau terlihat sangat cantik dan mempesona, membuat aku menjadi pangling"
Ucap Bara tersenyum malu kepada Arimbi,
"Benarkah seperti itu sayang...! uh... aku benar-benar terharu mendengar nya"
Jawab Arimbi tidak kalah salah tingkah, membuat pria yang berada di sudut kanan Bara mulai berdecih dengan kesal...
"Cih.. dasar lebay, sok sok an bersikap malu malu kucing didepan istri barunya, padahal aslinya adalah seorang pria mesum"
Ketus Mario yang langsung mendapatkan cubitan dari dua sisi,
Satu sisi dari Bara, dan satu sisi lagi dari istri nya Cinta..
"Akkhhh.... kenapa kalian malah mencubit ku? "
Tanya Mario menahan suara teriakan nya
"Itu pantas untuk mu, agar mulut mu bisa kau tutup dengan rapat, kau suka sekali mengejek ku ya, apakah kau iri dengan ku hah? "
Tanya Bara tanpa melihat kearah wajah Mario, tapi tangan nya tetap mengarahkan untuk mencubit paha Mario..
"Iya, ampun.. tolong lepaskan cubitan mu itu Bara, aku janji setelah ini aku akan membiayai dana untuk bulan madu mu, bagaimana, kau mau tidak ? "
Tanya Mario mulai bernegosiasi, sehingga membuat Bara langsung tersenyum manis dan melepaskan cubitan nya tersebut.
Setelah itu, mereka mulai melanjutkan acara prosesi suap menyuap, Arimbi dan Bara saling menyuapi makanan kedalam mulut mereka,sebagai simbol kekuatan cinta..
Hingga tak lama kemudian, Tiba-tiba saja mereka semua dikejutkan dengan suara teriakan dari seorang pria yang baru saja tiba di dalam ruangan tersebut..
__ADS_1
Membuat Bara dan Arimbi langsung menatap ke asal suara, begitu juga dengan yang lain nya..
"Bara....!!! apakah kau telah melupakan aku hah? "
Tanya pria itu dengan tampang yang sangat kesal..
Membuat Bara langsung terlanjak kaget dan berdiri dari duduknya...
"Bimo....!!!
Ucap Bara dengan replek..
" Cih..., dasar sahabat tidak tahu di untung, bisa bisa nya kau menipu ku dan melupakan aku begitu saja, "
Kata Bimo sambil membuang wajahnya, Bara yang melihat kedatangan sahabat terbaik nya itu pun langsung berlari untuk memeluk tubuh pria tersebut..
Ya... Bara seperti nya memang telah melupakan Bimo, karena Bimo sudah pindah dari kosan miliknya , tanpa Bara tahu jika pak Anton rupanya sudah memindahkan pekerjaan Bimo ke kota C, di kantor pusat milik Bara..
Bimo yang di peluk oleh pria menyebalkan itu pun, mencoba untuk memberontak, dia benar benar marah karena Bara dengan mudah melupakan dirinya begitu saja..
Ucap Bara setelah melerai pelukan nya..
"Iya, aku bisa mengerti, tapi... kenapa kau tidak bilang jika kau sudah pindah dari kosan bersama ibu Sumi dan juga Arimbi, aku sempat mencari keberadaan kalian bertiga, tapi aku tidak dapat menemukan nya, dan keesokan harinya aku harus pergi ke kota C, karena dipindah tugas kan disana "
"Benarkah...! aku sungguh tidak tahu jika kau ternyata telah pindah ke kantor pusat milik ku, pantas saja saat aku berada di kantor cabang, aku tidak dapat menemukan keberadaan mu sobat"
"Cih... dasar penipu , kau telah menipu ku bukan? dengan menyamar sebagai seorang ojek online, dan fakta nya kau adalah seorang pewaris dari keluarga kaya raya"
"Iya, itu bukan salah ku sobat, jika kau marah, maka kau bisa melampiaskan nya kepada pak tua bangka itu"
Tunjuk Bara kearah papa Abraham, membuat papa Abraham langsung melangkah kan kaki nya untuk mendekati Bara..
Toookkkkk...
"Dasar anak kurang ajar, sudah aku nikah kan pun, kau masih saja belum bisa bersikap dewasa, sekarang ayo kembali ketempat mu, acara resepsi pernikahan akan segera di mulai"
__ADS_1
Ajak papa Abraham yang merasa kesal, Bara langsung mengikuti langkah papa nya tersebut, sambil mengelus kepala nya yang terasa sakit,
Begitu juga dengan Bimo, Pria itu berkenalan dengan Mario dan juga Istri nya..
"Sayang... bagaimana bisa kau melupakan Bimo? bukan kah dia sudah banyak berjasa untuk mu"
Ucap Arimbi yang berbisik tepat ditelinga Bara.
"Kau benar sayang, sepertinya aku sudah mulai pikun saat ini, apakah aku mulai menua,? "
"Is... jangan dong sayang...! masak iya, suami ku sudah tua, kamu kan masih berusia 29 tahun, "
"Hehe... aku bercanda sayang, lagian sekarang Bimo sudah ada disini, jadi untuk menebus kesalahan ku yang lain, bagaimana jika aku mengangkat dia sebagai wakil direktur ku di kantor pusat, agar disana ada yang menghandel nya"
"Boleh juga sayang, tapi memang nya kamu gak akan bawa aku untuk tinggal dirumah mu yang ada di kota C ya sayang? apakah kau ingin jika kita tinggal di kota B saja? "
"Tidak... bukan seperti itu maksud ku sayang, tapi... aku berencana ingin mengajak kamu untuk berbulan madu ke Paris selama 2 bulan"
"Apa....! kamu sedang tidak bercanda kan sayang? "
Tanya Arimbi memasang wajah terkejut
"Tidak, aku tidak bercanda, apakah kau tidak mau? "
"Tentu saja aku mau sayang..! terimakasih ya karena sudah mengajak ku untuk pergi berbulan madu ke Paris, aku sungguh bahagia suami ku"
Ucap Arimbi sambil memeluk tubuh Bara dengan erat, meluapkan kondisi dan situasi yang saat ini sedang mereka lakukan..
Para tamu undangan yang sudah berbaris dengan rapi karena ingin menyalami kedua mempelai pengantin pun, langsung terdiam membisu,
Saat menyaksikan adegan Live yang Arimbi lakukan untuk suaminya Bara..
Tanpa sadar, kini Arimbi sudah menyerang bibir Bara dan mengulum nya hingga puas, dan tentu saja adegan hot tersebut, disaksikan oleh para undangan yang hadir..
"Wah.... sepertinya mempelai pengantin nya kebanyakan nonton film +21, makan nya mereka langsung lupa dengan keberadaan kita disini"
__ADS_1
Ucap mereka para undangan yang hadir...