
Tidak terasa malam sudah datang menjelang, membuat suasana hati dari dua orang insan yang sedang dimabuk cinta merasa sangat bahagia..
Bara dan Arimbi memilih duduk di bangku yang ada didalam taman rumah sakit itu, untuk menghabiskan waktu malam mingguan mereka berdua...
Bara memeluk tubuh Arimbi dari arah samping sambil sama sama mendongakkan wajahnya melihat keatas langit..
Dilangit terlihat bulan yang cerah serta bintang bintang kecil yang menemani kesunyian malam, membuat suasana tampak semakin Indah.
"Apakah kau menyukai bulan sayang? "..
Tanya Bara sambil mengelus rambut Arimbi dengan sayang..
" Tentu saja aku menyukai nya sayang , karena bulan itu terlihat sangat indah dan juga mempesona "
Jawab Arimbi tersenyum sambil terus menatap kearah langit....
"Benarkah sayang? ... tapi menurutku bulan itu terlihat sangat jelek, karena aslinya dia memang jelek, hanya sinar nya saja yang membuat bulan menjadi indah"
"Sayang.... kenapa kau tidak menuruti saja apa yang aku katakan, aku kan jadi malu karena telah salah menilai tentang bulan"
Kata Arimbi Memberengutkan wajah nya, Bara tertawa cekikikan saat menatap wajah sang Kekasih, dan dia langsung memeluk Kepala Arimbi agar masuk kedalam dekapan nya..
"Kenapa sih kau sangat menggemaskan sekali, aku kan jadi ingin memakan mu"
Ucap Bara gemas
"Ya sudah, makan saja sayang, aku mau kok kamu makan"
Ejek Arimbi menimpali, setelah itu mereka mulai tertawa bersama, sepertinya mereka berdua telah melupakan perdebatan yang beberapa jam yang lalu terjadi
Yaitu memperebutkan ibu Sumi, yang harus menjadi mama baru Arimbi atau menjadi ibu mertua Arimbi, dan tentu saja akhirnya permasalahan nya di akhiri dengan pilihan ibu Sumi yang memilih menjadi ibu Arimbi..
Setelah papa Adi sanjaya bercerai dari istri jahatnya, maka ibu Sumi bersedia menjadi istri sekaligus ibu yang baru.
Karena ibu Sumi sangat kasihan dengan keadaan pak Adi yang sedang membutuhkan pertolongan, sedangkan untuk tuan Abraham,
Ibu Sumi merasa jika dirinya tidak pantas untuk mendampingi pria kaya tersebut, sehingga dengan ikhlas papa Abraham pun menghormati keputusan yang diambil oleh ibu Sumi..
__ADS_1
Dan pilihan nya tersebut, ternyata benar-benar membuat Arimbi bersama papanya menjadi sangat bahagia...
Bagi papa Adi, sikap dan tingkah laku ibu Sumi sangat lah mirip dengan mendiang istrinya yaitu mama nya Arimbi..
Makannya dengan mudahnya papa Adi bisa menyukai wanita itu dengan sangat tulus..
Dan soal rencana pernikahan Bara dan juga Arimbi, papa Abraham telah mengambil keputusan, jika seminggu lagi mereka akan segera menikah dengan mengadakan acara resepsi yang super duper mewah,
Bara sungguh merasa sangat bahagia, karena sebentar lagi dia akan memiliki tempat untuk bercocok tanak secara halal, jadi Bara bisa melakukan nya kapan saja dan dimana saja...
Bara sudah membuat banyak sekali rencana,jika setelah menikah Bara memilih hidup mandiri di sebuah rumah yang sudah dia miliki tapi belum pernah dia tempati..
Bara akan membawa Arimbi untuk tinggal bersama nya dirumah tersebut, agar bisa terbebas dari pantauan sang papa..
Karena Bara sudah memikirkan banyak gaya yang akan dia gunakan untuk menggarap tubuh istri nya tersebut, dan Bara juga sudah menyusun rencana untuk mengajak istri nya main di dapur, tepat nya di atas meja kompor, main di ruang makan, tepat nya di atas meja makan, main diruang keluarga, tepat nya di atas sofa yang sangat empuk,main di dinding tepatnya menempel didingin seperti seekor cicak.
Dan masih banyak lagi rencana yang Bara ingin kan untuk memuaskan tubuh istri nya kelak..
Bara langsung menelan ludah secara kasar, sepertinya otak nya mulai kembali terkontaminasi dengan pemikiran mesum yang sudah tidak sabar ingin Bara praktekan bersama Arimbi...
"Ada apa sayang? ..kenapa sedari tadi kau hanya diam sambil menatap ku? apakah kau sedang memikirkan sesuatu sayang? "
"Sayang.... sepertinya aku sangat menginginkan mu"
Ucap Bara yang langsung membuat mata Arimbi terbelalak sempurna..
"Jangan dong sayang,... sabar sedikit kenapa sih, kan sebentar lagi kita resmi menikah, nah.... setelah itu barulah malam nya aku akan memberikan seluruh jiwa dan raga ku semua untuk kamu sayang"
Jawab Arimbi mencoba merayu kekasih mesumnya Bara..
Bara terpaksa tersenyum tipis, dan dia berusaha untuk tetap bersabar, jangan sampai dia memperkosa Arimbi...
"Baiklah... tapi setelah kau resmi dan halal menjadi istri ku, maka kau harus melayani ku dimana pun kita berada ya?"
"Okey, aku pasti mau sayang, lagian aku juga sangat penasaran bagaimana rasanya bercinta dengan memakai berbagai banyak gaya, pasti sangat berbeda dengan gaya yang biasanya orang orang lakukan"
"Tentu saja sayang, pertama tama, nanti aku akan memberi pemanasan terlebih dahulu, agar kau tidak terkejut dan langsung terbawa suasana permainan"
__ADS_1
"Pemanasan....? memang nya seperti apa pemanasan nya sayang? "
Tanya Arimbi yang memang masih Terlalu polos, membuat Bara langsung melakukan aksinya kepada kekasih nya tersebut.
"Seperti ini sayang..... "
Cupp.......
Sebuah ciuman panas mulai Bara berikan dibibir seksi milik Arimbi, sepertinya Bara melupakan jika saat ini mereka sedang berada di sebuah taman rumah sakit..
Untung saja, bangku yang mereka duduki telah tertutup oleh sebuah pohon yang rimbun, jadi sudah bias dipastikan jika kelakuan Bara bersama kekasih nya tidak akan diketahui oleh orang yang berlalu lalang..
Bara terus memberikan serangannya dibibir milik Arimbi, mereka sudah saling menyecap dan saling ******* antara satu sama lain,
Arimbi yang dulunya sangat kaku, kini mulai mahir dalam membalas setiap gerakan lidah Bara, hingga pertempuran sengit pun mulai terjadi didalam rongga mulut Arimbi yang sangat wangi....
Bara benar-benar jatuh cinta dengan bibir milik kekasih nya tersebut, dan tanpa terasa kini sebelah tangan Bara surat menjalar hingga kemana-mana..
Menyentuh bokong, pinggul, perut dan terakhir naik didua gunung kembar yang sangat ketat dan juga menantang...
Akhirnya... setelah sekian lama berfantasi dengan kedua gunung tersebut, akhirnya semua bisa tercapai dengan baik...
Bara di perbolehkan oleh sang pemilik agar Bara sedikit memainkan kedua gundukan tersebut..
Bara meremat nya dengan sangat lembut, sungguh ternyata milik Arimbi benar-benar besar dan juga ketat, membuat otak Bara langsung travelling membayangkan yang bukan bukan..
Dan tak lama kemudian, handphone milik Bara berbunyi dengan kencang, membuat Bara mendengus kesal dan menghentikan kegiatan nya tersebut..
"Ayo angkat dulu sayang, mana tahu penting"
Ucap Arimbi sambil membersihkan saliva yang ada dibibirnya..
Bara mulai mengangkat telfon dari nomor yang tidak dia kenal, karena nomor itu memang lah nomor baru yang menghubungi diri nya..
Hingga detik kemudian.. Bara langsung berteriak kesal, saat melihat video live yang dilakukan oleh sahabat gila nya Mario
"Bajingan kau Mario... bisa bisa nya kau melakukan apa yang kau katakan kepada ku, kira kira wanita mana yang berhasil dia dapatkan, kenapa juga. dia menutupi tubuh dari wanita itu, sial..... "
__ADS_1
Maki Bara sangat kesal.....