
Setelah menempuh perjalanan selama hampir satu jam lama nya, akhirnya Bara beserta rombongan telah tiba di apartemen milik nya..
Bara memang memiliki beberapa Apartemen mewah di Negara B tersebut, jadi tidak heran jika dia ternyata sangat lah kaya, bahkan perusahaan properti milik nya sudah ada di luar negara juga
Bara termasuk pemuda yang giat bekerja, tapi dia juga giat dalam menghambur kan uang milik nya...
Jadi tidak salah jika tuan Abraham langsung memberikan hukuman untuk nya, karena pria tampan tersebut sangat susah untuk di ajak bicara secara baik baik...
Ckleekkk......
Suara gagang pintu sudah di tekan oleh pak Anton, Bara dengan berjalan gontai langsung mengikuti langkah kaki pria tua itu
Untuk masuk kedalam bilik apartemen milik nya yang sudah lama tidak dia pernah di singgahi lagi...
Setiba nya di ruang tamu, mata Bara langsung tertuju ke arah seorang pria paruh baya yang sedang duduk sambil mengangkat sebelah kaki nya dan di topangkan di satu kaki milik nya..
Pria itu mulai bangkit berdiri saat mengetahui jika orang yang sudah dia tunggu sedari tadi ternyata telah tiba dan berdiri tepat di depan mata nya..
Tuan Abraham menyunggingkan senyuman kerinduan yang teramat sangat untuk putra semata wayangnya tersebut...
Akhirnya setelah hampir tiga bulan berlalu, tuan Abraham bisa bertemu lagi dengan putra nya Bara...
"Bara.. "
Sapa tuan Abraham dengan mata berkaca kaca..
Bara langsung menyunggingkan senyuman tipis, dan dia melangkah untuk mendekati papa nya tersebut..
Jangan bilang jika Bara tidak merindukan pria paruh baya itu,walau mereka sering beradu mulut, tapi tetap saja rasa sayang dan cinta Bara sama besarnya seperti rasa sayang dan cinta yang dimiliki oleh tuan Abraham..
Grepp....
__ADS_1
"Selamat bertemu kembali papa ku"
Ucap Bara sambil memeluk tubuh pria tersebut..
Tuan Abraham membalas pelukan Bara dengan tak kalah erat, dia sungguh bahagia karena bisa bertemu lagi dengan putra bandel nya...
"Anak nakal... kau terlihat sangat tampan dan juga gagah, bukan kah kau sudah miskin sekarang? tapi kenapa wajah mu dan penampilan mu tidak berubah sedikit pun? "
Tanya Tuan Abraham setelah melerai pelukan nya..
Bara tersenyum dengan lucu, papa nya itu memang paling pintar jika di suruh mengejek seseorang..
"Pa... aku memang miskin, tapi... wajah dan penampilan ku tetap terlihat kaya, apakah papa tahu berapa harga baju dan celana yang aku kenakan saat ini? "
Tanya Bara kepada Papa nya..
"Iya...kalau model nya begini, ini pasti harga nya sampai sejuta lebih"
"Salah papa.. baju ini, aku beli di pasar tradisional, dengan harga 35 ribu, sedangkan celana jens ini aku beli di pajak loak dengan harga 120 ribu., jadi semua total nya hanya sekitar 155 ribu, dan aku harus mencari uang selama satu minggu untuk membeli sepasang pakaian ini, dengan menyisihkan setiap hari nya sebesar 30 ribu, apakah papa percaya dengan perkataan ku ini!
Jelas Bara kepada papa nya membuat Tuan Abraham langsung membulat kan kedua mata, begitu juga dengan pak Anton, dia tidak percaya jika tuan muda yang selalu menghambur hamburkan uang hingga puluhan juta selama satu malam, kini bisaa hidup sehemat itu...
"Apakah benar yang kau katakan itu Bara? sungguh kau benar-benar luar biasa putra ku"
"Tentu saja benar, bahkan aku selalu menghemat uang ku dengan makan di warung ibu Sumi, disana aku memilih makanan seperti nasi uduk, lontong sayur, ataupun nasi goreng kampung, dan setiap hari nya aku hanya mengeluarkan kocek sebesar 30 ribu untuk tiga kali makan, sedangkan minum nya, di kasih gratis oleh ibu Sumi"
"Wah...... kau benar-benar amazing nak... hebat.... bukan kah biasa nya kau selalu menghabiskan uang sebanyak 5 juta hanya untuk sekali makan, tapi sekarang... kau bahkan bisa makan tanpa menghabiskan uang biru yang kau miliki, seperti nya kau sudah banyak berubah Bara, dan semua hukuman yang papa berikan tidak lah sia sia"
Ucap tuan Abraham dengan sangat bangga, membuat Bara langsung naik kuping sampai satu meter....
"Tentu saja papa, putra mu sekarang bukan lah seperti putra mu yang dulu, sekarang aku sudah mengerti dengan nilai uang yang kita miliki, dan aku sudah bisa menghabiskan uang dengan situasi dan kondisi yang benar,.. papa... apakah kau tahu... jika kehidupan ku selama menyamar ternyata tidak lah seburuk yang aku bayangkan sebelum nya, di saat aku miskin, aku malah bisa menemukan orang orang yang baik dan tulus kepada ku, dan saat aku miskin juga, aku bisa mengetahui teman yang tidak baik kepada ku, contohnya seperti Panji dan Andre"
__ADS_1
"Iya... papa tahu nak, itulah salah satu alasan papa memberikan hukuman ini, karena papa ingin kau terbuka dan bisa melihat mana yang baik dan benar, sekarang papa benar-benar bangga dengan mu Bara, kau sudah berubah menjadi seorang pria sejati, jadi papa memutuskan jika hukuman mu akan papa cabut mulai saat ini juga"
Kata Tuan Abraham membuat Bara langsung memasang wajah tidak bahagia..
"Jangan pa... aku masih nyaman dengan keadaan ku saat ini, lagian aku masih memiliki misi penting untuk menyelamatkan kekasih ku Arimbi, dan ini lah permasalahan yang ingin aku bahas dengan papa"
"Baiklah... jika begitu ayo kita duduk terlebih dahulu"
Ajak tuan Abraham kepada putra nya dan juga pak Anton
Kini mereka bertiga sudah duduk dengan saling menatap, sedangkan para bodyguard hanya berdiri dengan rapi di belakang mereka...
Bara menceritakan semua permasalahan yang terjadi di keluarga kekasih nya Arimbi,
Dan Bara berencana akan merebut harta Adi sanjaya agar bisa jatuh ke tangan pewaris sebenarnya..
"Jadi bagaimana menurut papa? apakah aku tidak perlu membuat bangkrut perusahaan milik Adi sanjaya? "
Tanya Bara menatap dengan intens
"Tidak perlu nak, kalau kita melakukan hal itu, papa yakin Arimbi akan kecewa kepada mu, karena bagaimana pun dia tidak akan suka jika usaha yang di lakukan papa nya kita hancur kan begitu saja, lebih baik kita rebut saja dengan cara yang tidak di ketahui oleh mereka"
"Memang nya bagaimana cara nya pa? "
"Serahkan kepada papa Bara, sangat kebetulan bukan jika kita sudah bekerja sama dengan mereka, jadi akan lebih mudah untuk menyusup ke perusahaan milik Adi sanjaya"
"Baiklah pa.. aku akan mempercayakan masalah ini kepada papa, oya.. kalau soal identitas asli ku, apakah aku harus mengatakan nya kepada Arimbi papa? jujur aku tidak mau mengecewakan dia di kemudian hari, karena aku sudah tidak jujur kepada nya tentang siapa aku sebenarnya"
Ucap Bara meminta persetujuan dari papa nya..
Bara berencana akan membongkar rahasia tentang dirinya kepada Arimbi...
__ADS_1
Karena mereka sudah berjanji untuk saling jujur dan juga percaya.....