
Tidak terasa pagi telah datang menyapa, menampakkan matahari yang mulai mengintip dari persembunyian nya..
Begitu juga dengan ibu Sumi dan Arimbi , pagi pagi sekali mereka sudah terbangun dari tidur dan segera memasak makanan yang akan di jual pagi ini
Dengan sangat cekatan, ibu Sumi mengerjakan pekerjaan nya, dan Arimbi ikut membantu wanita paruh baya itu untuk membuat berbagai menu sarapan pagi..
"Nak... jika kamu masih mengantuk, kamu boleh kok tidur lagi"
Ucap Ibu Sumi yang melihat Arimbi menguap,
Arimbi langsung menggelengkan kepala nya, dia tidak akan meninggalkan ibu nya begitu saja..
"Tidak ibu, aku akan membantu ibu agar selesai dengan cepat, sekarang semangat ibu"
Kata Arimbi bersemangat, membuat ibu Sumi langsung tersenyum senang.
"Terimakasih ya nak, kamu benar-benar anak yang baik"
"Iya dong bu, aku akan membantu ibu agar ibu tidak kelelahan, oya apakah ini semua adalah menu yang ibu jual setiap hari nya?"
Tanya Arimbi sambil menatap ke arah menu sarapan pagi ya sudah berada di dalam wadah..
"Iya, ada beberapa menu yang biasa ibu jual, seperti nasi uduk,lontong sayur, dan juga nasi goreng, biasa nya ini makanan yang di sukai oleh penduduk kalangan menengah seperti kami nak, karena selain harga nya yang pas di kantong, makanan ini juga sangat enak dan mengenyangkan"
"Iya ibu benar banget, aku juga suka banget lo sama nasi uduk buatan ibu, aku yakin jika papa memakan nya pasti papa Arimbi juga bakalan suka sama masakan ibu Sumi"
"Benarkah...! tapi..papa Arimbi kan orang kaya, mana mungkin mau memakan nasi uduk nak, jujur ibu bangga kepada Arimbi, karena kamu tidak sombong walaupun kamu. berasal dari orang golongan atas"
"Iya.. Arimbi tidak pernah mempunyai sifat seperti itu bu, lagian kita semua itu kan sama derajat nya di mata Tuhan, hanya amal lah yang membedakan kita bu"
"Kamu benar nak, sekarang ayo sarapan terlebih dahulu, setelah itu baru kita segera pergi ke warung"
__ADS_1
"Siap bu, "
Jawab Arimbi tersenyum bahagia, dia benar benar merasa sangat bersyukur karena bisa mengenal sosok seorang ibu seperti ibu Sumi..
Karena sejak kepergian sang mama, Arimbi langsung mendapatkan mama pengganti yang sangat jahat seperti mama Lina..
Wanita itu bahkan tidak segan segan untuk mengancam Arimbi jika Arimbi tidak mau menuruti apa kata nya, dan mama Lina juga sering menyiksa Arimbi serta membuat hidup gadis itu persis seperti di neraka...
Dari semua yang dia alami saat ini, akhirnya Arimbi bisa mengambil hikmah jika kehidupan yang bergelimang harta belum tentu bisa membuat seseorang merasa bahagia..
Karena masih ada banyak orang terdekat kita yang akan merasa iri dan ingin menghancurkan kita hingga sampai melarat..
Sedangkan untuk kehidupan sederhana, belum tentu juga tidak bisa bahagia, karena kebahagiaan itu bisa di dapat kan dari ketulusan orang orang terdekat dan kehidupan yang aman dan juga nyaman...
"Terimakasih papa...! karena kau telah mengusir ku, aku jadi mengetahui jika harta yang kita miliki ternyata adalah salah satu penyebab kenapa kita bisa menderita dan saling bersitegang, andai saja papa menjadi orang tua yang berkehidupan sederhana pasti tidak akan ada orang yang ingin berniat jahat kepada kita, semoga saat ini papa baik baik saja, karena aku sudah tidak papa izinkan untuk pulang kembali "
Gumam Arimbi di dalam hati nya dengan perasaan sedih dan juga menahan rindu..
Uhuk..... uhuk......
Papa Adi langsung terbatuk dan menyemburkan seluruh makanan di dalam mulut nya, hingga mengenai wajah Diva yang berada tepat di depan dia duduk...
Diva menjerit histeris saat mengetahui hal tersebut, dia benar-benar marah dengan perlakuan papa tiri nya tersebut..
"Papa......! apa yang papa lakukan? kenapa papa malah batuk hingga menyembur mengenai wajah ku papa! apakah papa sengaja melakukan nya hah? "
Tanya Diva yang sudah berdiri dari duduk nya, dia langsung mengelap wajah nya menggunakan tisu..
"Maaf nak... papa benar-benar tidak sengaja, Tiba-tiba saja papa terbatuk Diva"
"Iya, Diva kamu tidak boleh seperti itu sama papa mu nak! mungkin saja papa sedang tidak sehat saat ini"
__ADS_1
Ucap mama Lina bersandiwara, sambil mengelus punggung suami nya tersebut.
"Ya sudah, akan aku maafkan, tapi... hari ini papa tidak usah pergi ke kantor, biar aku saja yang melakukan pertemuan bersama tuan Abraham"
"Tapi nak... kamu kan belum berpengalaman dalam hal ini, lagian tuan Abraham pasti akan menolak nya Diva"
"Papa....! kenapa papa sangat pelit sekali kepada ku, bukan kah putri papa saat ini hanya ada aku, aku sudah cukup mampu untuk menggantikan posisi papa sebagai CEO di perusahaan,karena aku sudah sering mengikuti kemana pun papa pergi, sekarang papa di rumah saja, biar aku yang melakukan pekerjaan papa"
"Tapi Diva.... kamu itu kan.....
" Mas.... kamu itu apa apaan sih, bukan kah kamu sudah berjanji jika akan menjadikan Diva sebagai penerus di perusahaan mu, atau kamu mau memungut lagi putri mu yang tak tau diri itu hah! aku yakin saat ini Arimbi pasti sudah hamil anak dari tukang ojek, karena selalu di pakai oleh pria miskin itu, "
Ucap mama Lina menimpali perkataan papa Adi,
Membuat papa Adi langsung terdiam seribu bahasa...
"Apakah benar ya mereka ucapkan, tapi.... kenapa para anak buah ku pun mengatakan hal yang sama, tidak mungkin mereka berbohong..., Arimbi.... kenapa aku jadi mengingat dirimu nak, tapi kau sudah sangat mengecewakan papa mu"
Gumam papa Adi di dalam hati nya..
Ya... sebenarnya selama kepergian Arimbi dari rumah milik nya, papa Adi langsung menerjunkan beberapa anak buah kepercayaan nya untuk mengintai keberadaan Arimbi...
Dan sungguh sangat terkejut saat para anak buah nya memberikan informasi yang sama persis seperti Diva katakan..
Jika saat ini Arimbi sudah hamil oleh pria miskin yang tak lain adalah Bara, dan mereka sudah pindah entah kemana...
Papa Adi sungguh sangat kecewa terhadap putri nya tersebut , dan dia akhirnya memutuskan jika seluruh perusahaan akan di berikan oleh putri tiri nya Diva..
Setelah mendapat kan tekanan dari kedua wanita yang ada di depan nya saat ini, akhirnya papa Adi pun mengizinkan jika Diva yang akan menemui tuan Abraham untuk membahas kerja sama selanjutnya...
"Yes.... akhirnya aku bisa bertemu dengan putra tuan Abraham, kali ini, pasti aku akan melihat seperti apa wajah dari pria itu, dan aku akan langsung mengeluarkan pesona ku agar putra tuan Abraham tidak bisa berpaling dari kecantikan ku ini, hebat.... kamu benar benar hebat Diva"
__ADS_1
Gumam Diva di dalam hati nya dengan bersorak gembira....