
"Aku tidak mau tahu Josep, bagaimana pun caranya kau harus bisa menemukan dimana mama ku, aku yakin jika ini semua adalah ulah Arimbi karena pria tua itu juga menghilang secara tiba-tiba, dan kau harus mencari tahu dimana mama ku berada Josep! "
Teriak seorang wanita yang tak lain adalah Diva, kini dia benar-benar merasa syok dan juga marah,
mamanya tiba-tiba saja menghilang dari rumah,sedangkan rumah mewah milik nya tidak bisa dibuka karena sudah dikunci diseluruh penjuru..
Diva langsung mengamuk saat mengetahui hal tersebut, awalnya dia bergegas untuk pulang kerumah.. dengan niat ingin segera memberikan racun mematikan yang dia dapatkan dari Josep untuk membunuh Adi sanjaya..
Dan betapa terkejut nya Diva saat melihat para satpam yang berjaga didalam rumah nya sudah pingsan tidak sadarkan diri..
Jika dilihat dari kondisi mereka, tidak tampak adanya luka dan juga luka lebam bekas perkelahian, tapi.. kenapa para satpam itu bisa ambruk tidak sadarkan diri..
Diva yang merasa kesal pun langsung menyepak mereka menggunakan sepatu yang dia kenakan,membuat kedua satpam tersebut langsung terbangun dari tidur mereka..
"Apakah ini tugas kalian hah! berani sekali kalian tidur disaat jam kerja? "
Teriak Diva marah, membuat para satpam langsung terdiam membisu,
Sebenernya mereka juga tidak sadar jika sudah terjatuh dan tertidur diatas perkarangan tersebut..
Seingat mereka berdua, tepat beberapa jam yang lalu, mereka sempat menghirup sebuah parfum yang diberikan oleh dua orang pengantar barang..
Dan setelah itu, tiba-tiba saja mereka langsung ambruk tidak sadarkan diri, sedangkan Kedua pengantar paket langsung masuk kedalam rumah..
Diva yang mendengar penjelasan dari kedua satpam penjaga rumah nya langsung marah tidak terkendali, apalagi setelah mengetahui jika rumah itu sudah dikunci dan tidak bisa dibuka,
Dan saat Diva sedang bingung mondar mandor kesana kemari, tiba-tiba saja dia menemukan sebuah kertas yang berada dibawah kakinya..
Diva dengan cepat lang mengambil dan membaca kertas tersebut..
"Bila kau mau melihat ibumu selamat, maka kau harus datang ke sebuah gudang khusus yang ada di pinggir hutan, datang lah bersama kekasih mu Josep, aku menantangnya kalian berdua"
__ADS_1
Tulis pesan didalam kertas yang dia temui tersebut,
Diva langsung merasa syok dan juga marah, kira kira siapa orang yang sudah berani menantang dirinya dan juga Josep,
Bahkan orang itu sampai berani menculik mamanya juga..
Apakah selama ini dia memiliki musuh selain Arimbi dan juga Bara?
Tapi itu tidak mungkin terjadi, karena Mereka berdua bukan lah tandingan untuk dia dan juga Josep,.
Bara hanya seorang tukang ojol miskin, sedangkan Arimbi hanya seorang wanita miskin yang sudah di usir dari keluarga nya
Lalu.... siapa orang lain selain mereka berdua..
"Aaakhhhh..... bajingan, keparat.. kau lihat kertas ini Josep, aku yakin musuh kita bukan lah orang sembarangan, apakah ini ada sangkut pautnya dengan para penolong yang selalu datang untuk menyelamatkan Arimbi dan juga Bara? tidak mungkin ini semua hanyalah kebetulan saja, aku sangat yakin jika Arimbi memiliki pelindung yang kuat Josep"
Teriak Diva merasa frustasi, setelah mengingat kembali kejadian tadi siang yang membuat dirinya terkejut.
"Diva, dari pada kita bingung dan bertanya tanya sendirian, lebih baik kita turuti saja permintaan mereka, kita akan datang ke gudang itu Diva"
Tukas Josep menatap wajah Diva dengan sangat serius..
"Baiklah.... aku setuju dengan ide mu itu Josep, tapi aku mau sebelah kita pergi kau harus membuta rencana yang matang untuk menjebak mereka semua, aku tidak mau jika kau sampai kalah Josep"
"Tenang lah sayang.. aku tidak mungkin kalah dari orang misterius itu, karena bagi ku dia hanyalah seorang pengecut yang beraninya main belakang , sekarang ayo kita bersiap siap untuk melakukan penyerangan Diva, aku akan pastikan mama mu selamat"
"Baiklah Josep, aku pegang kata-kata mu itu, tapi... saat ini aku tidak bisa berganti pakaian karena semua pakaian ku ada dirumah papa Adi, sekarang bagaimana aku harus mengganti pakaian ku Josep? "
Tanya Diva merasa frustasi, membuat Josep langsung tersenyum dan memeluk tubuh Diva dari arah belakang..
Saat ini mereka sedang berada didalam apartemen milik Josep, dan Josep tidak akan pernah mengabaikan waktu kenikmatannya begitu saja..
__ADS_1
"Kau tidak usah memakai apapun dahulu sayang, karena sebelum kita pergi berperang aku ingin meminta jatah kepada mu terlebih dahulu"
Bisik Josep tepat ditelinga Diva membuat Diva merasa sangat kesal..
Bisa bisanya di saat genting seperti ini, pria mata keranjang itu malah meminta jatah kepada dirinya,
Apakah dia tidak tahu jika Diva sedang ingin membunuh orang saat ini, karena semua harta benda yang dia miliki tersimpan didalam rumah Adi sanjaya, dan sekarang bagaimana caranya dia bisa mendapatkan milik nya tersebut..
Sedangkan rumah itu tidak bisa dibuka karena telah terpasang kunci yang memakai password
"Kurang ajar, dasar manusia tidak tahu diri, kalau saja aku tidak membutuhkan dirimu, tidak akan sudi aku melayani mu Josep sialan, lihat saja setelah semua berhasil aku dapat kan kembali maka aku akan membunuhmu Josep"
Gumam Diva didalam hatinya, dia benar-benar merasa sudah seperti seorang ****** yang bekerja sebagai pemuas nafsu Josep
Dan Diva sangat membenci hal tersebut..
Josep kini langsung memulai aksinya, dia mengangkat baju kemeja Diva untuk menikmati dua gundukan yang terlihat sangat menggoda,
Josep tidak akan memperdulikan sikap Diva yang sebenarnya hanya diam tidak menikmati, karena baginya adalah sebuah kenikmatan yang akan dia dapatkan..
Josep yang ingin mempersingkat waktu pun langsung mengarah kan Diva untuk membelakangi dirinya, , kali ini Josep bermain dengan kasar karena dia merasa kesal terhadap sikap Diva yang terlihat sangat pasif,
Diva merasakan jika senjata milik Josep sudah menancap dibagian intimnya dan pria itu langsung menaikkan kecepatan nya dengan cara tidak terkendali membuat Diva menjerit kesakitan.
"Josep apa yang kau lakukan? kenapa gerakan mu sangat kasar Josep? "
Tanya Diva merasa marah..
Josep yang mendengar pertanyaan tersebut pun langsung menjambak rambut Diva dengan perasaan tak kalah kesal..
"Siapa suruh kau tidak mau menikmati permainan yang ku berikan kepada mu Diva, kau tahu bukan jika aku tidak suka bermain sendirian, sekarang kau nikmati saja perlakuan ku ini, agar aku bisa semangat untuk menyelamatkan ibu mu Diva"
__ADS_1
Jawab Josep tersenyum menyeringai dan bertambah menggila... sedangkan Diva hanya bisa meringis menahan sakit....