
Jika dirumah milik ibu Sumi ,mereka semua sudah merasa lebih tenang, lain hal nya dirumah mewah milik Adi sanjaya,
Setelah selesai melakukan makan malam, papa Adi langsung masuk kedalam ruangan kerja nya untuk melihat laporan pemasukan perusahaan pada bulan ini,
Papa Adi sudah hampir 2 minggu tidak pernah hadir ke kantor miliknya, karena kesehatan tubuhnya yang setiap hari semakin terasa memburuk
Entah mengapa papa Adi merasakan tubuhnya selalu lemas tidak bertenaga, padahal dia sudah melakukan tes kesehatan dan juga perawatan yang ditangani langsung oleh dokter kepercayaan keluarganya
Dan kini, saat sedang melihat laporan keuangan, Tiba-tiba saja papa Adi dikejutkan dengan laporan pemasukan yang sangat menurun hingga drastis.
Sedangkan untuk pengeluaran perusahaan, sangat banyak memakai uang yang telah di investasikan oleh para klien..
Papa Adi sungguh geram melihat hal tersebut, bagaimana mungkin putrinya Diva tidak bisa menggunakan dana perusahaan dengan baik dan bijak
Sedangkan, setiap para investasi sudah memberikan uang mereka untuk dipercaya oleh perusahaan miliknya..
Lalu... jika keuntungan nya saja sangat menurun drastis, bagaimana caranya dia bisa memberikan hasil keuntungan kepada para klien
Dengan perasaan marah kini Papa Adi langsung bangkit dari duduknya, sambil membawa berkas laporan tersebut, dia berjalan keluar dari ruang kerja menuju ke kamar milik putrinya Diva..
Sedangkan di dalam kamar lain, saat ini Diva mengeluarkan banyak barang belanjaan mewah yang sempat dia beli tadi siang..
Mama Lina yang melihat isi didalam paperbag itu pun langsung membulatkan kedua matanya...
Ternyata putrinya telah berbelanja barang barang mahal dan juga keluaran terbaru, seperti perhiasan berlian, tas termahal di seluruh dunia, baju tercantik di seluruh dunia, dan juga sebuah parfum yang harganya hampir mencapai 20 juta rupiah...
Mama Lina langsung mengeluarkan semua barang tersebut dan menatap ke arah putrinya
"Sayang.... ini semua adalah barang barang mahal dan juga langka , bahkan harganya mencapai 50 juta lebih, kamu mendapatkan semua ini dari mana sayang? tidak mungkin kan Josep yang memberikannya kepada mu? "
Tanya mama Lina menatap penasaran..
Sedangkan Diva langsung berjalan mendekati mama nya dan mengambil semua barang tersebut..
"Jangan menyentuhnya ma, ini semua adalah barang barang mewah yang sudah lama aku impikan"
"Iya, mama tahu, tapi bagaimana caranya kamu bisa membelinya Diva? "
"Tentu saja dari uang papa mama, aku juga mengambil uang para klien yang baru saja berinvestasi, anggap saja ini sebagai bayaran karena aku sudah bekerja di kantor papa"
"Tapi.... ini sangat banyak nak..seharusnya kamu tidak boleh langsung menghabiskan uangnya begitu saja"
__ADS_1
"Tenang lah ma, mama jangan goyang seperti itu, sebentar lagi aku juga akan mendapatkan uang yang lebih banyak lagi, papa juga tidak akan mengetahui jika aku telah mengambil uang perusahaan, karena aku sudah memanipulasi data keuangan dikantor "
Jelas Diva sambil tersenyum menyeringai..
Sebenarnya Diva tidak mau membelanjakan uang yang sudah dia ambil, tapi karena dia merasa sangat kesal dengan Bara Abraham yang sudah menolaknya secara mentah mentah, sehingga menyebabkan Diva harus pergi berbelanja untuk meluapkan rasa emosinya tersebut..
Dan kini kemarahan Diva telah lenyap begitu saja, dia sudah tidak marah ataupun dendam dengan pria bernama Bara karena yang Diva inginkan saat ini hanyalah ingin mendapatkan hati dari pria kaya tersebut...
Agar impiannya menjadi orang kaya bisa tercapai hingga sepuluh turunan...
"Apakah mama tahu, jika tadi pagi aku sudah bertemu dengan putra tuan Abraham"
Ucap Diva membuat mama Lina langsung bersemangat menatap wajah putrinya tersebut..
"Benarkah nak... lalu.. bagaimana? apakah dia menyukaimu sayang? "
Tanya mama Lina tidak sabaran..
Diva yang ditanya seperti itu pun, langsung memasang senyum tipis, mana mungkin dia mengatakan kepada mama nya jika sebenarnya dia sudah ditolak oleh pria sombong tersebut...
"Tentu saja dia langsung menyukaiku ma, Bara Abraham, sangat tergila gila dengan ku mama"
Jawab Diva berbohong..
Tanya mama Lina dengan terkejut, membuat Diva langsung menatap mamanya dengan tatapan tajam
"Apa maksud mama! apakah mama mau menyamai Bara ku dengan Bara miskinnya Arimbi? aku tidak suka mama, Bara ku itu berbeda, dia adalah putra keluarga kaya raya, sedangkan Bara nya Arimbi dia hanyalah manusia sampah milik Arimbi, jadi mama jangan menyamakan Bara ku dengan Bara sialan itu mama"
"Eh.... iya... maaf nak, mama tidak bermaksud menyamakan Bara mu, tapi mama hanya merasa terkejut saja Diva, "
"Tidak mama...! lagian nama Bara itu sangat banyak didunia ini, walaupun nama mereka sama tapi tetap saja nasib mereka berbeda, dan aku tidak akan sudi berjodoh dengan Bara yang miskin, karena aku ingin berjodoh dengan Bara kaya seperti Bara Abraham"
Jelas Diva sambil terus mengkhayal...
Dia bahkan sudah tersenyum dengan bangga...
"Iya.. kau benar sayang, mana mungkin Bara nya Arimbi adalah Bara mu, orang miskin tidak akan bisa menjadi kaya, begitu juga sebaliknya"
Jawab mama Lina tersenyum menyeringai..
Hingga tak lama kemudian, mereka berdua dikejutkan dengan kedatangan papa Adi yang membuka pintu kamar dengan sangat kencang..
__ADS_1
Pria itu sudah mengeluarkan keringat yang banyak, tapi dia berusaha agar tetap kuat agar bisa sampai ke dalam kamar putri nya...
Brakkkk.......
"Diva...! "
Teriak papa Adi menatap dengan sangat tajam..
Diva yang dipanggil seperti itu pun langsung berjalan mendekati papa nya..
"Ada apa pa? kenapa papa seperti marah begitu kepada ku? "
Tanya Diva penasaran..
"Jelaskan semua ini Diva, sebenarnya apa yang sudah kau lakukan terhadap perusahaanku, kenapa kau menggunakan banyak uang perusahaan Diva, "
Deghhh...
Diva benar-benar terkejut dengan pertanyaan dari papa nya tersebut, bagaimana mungkin papa nya bisa tahu soal penggelapan dana yang dia lakukan, sedangkan dia sudah menutupinya dengan sangat rapat...
"Papa... papa tahu dari mana? mana mungkin aku melakukan hal itu papa"
Kata Diva mencoba menyangkal..
"Diva.... papa benar-benar kecewa dengan mu, huk.... huk... "
"Papa.. ayo kita masuk kedalam kamar, kan sudah mama bilang, jika kesehatan mu sedang tidak baik, kenapa kau susah sekali di aturannya papa"
Ucap mama Lina menimpali,
"Tidak.. aku harus bicara dengan putri mu itu Lina"
"Mas.. aku yakin, Diva tidak melakukan kejahatan apapun, itu pasti ulah dari seseorang yang tidak menyukainya, sekarang ayo kita kembali ke kamar"
"Tapi.... uhuk.... uhuk...
Papa Adi langsung terbatuk batuk dengan kuat, membuat Darah kembali keluar dari mulutnya..
Diva yang melihat hal tersebut pun langsung tersenyum dengan senang, akhirnya obat yang mereka berikan beberapa minggu ini sudah mulai bereaksi...
" Bagus... kau akan selalu sakit papa, dan kau akan mati secara perlahan "
__ADS_1
Gumam Diva didalam hati nya...