
Beberapa jam yang lalu,sebenernya telah terjadi kesalahan dari para bodyguard yang ditugaskan untuk menjaga kekasih tuan mereka..
Mereka yang menjadi mata mata untuk melindungi Arimbi malah pergi menuju ke kantor milik Diva untuk mengikuti wanita tersebut..
Sepertinya pak Anton belum mengetahui jika kekasih Bara sedang dipantau ketat oleh seseorang yang ingin menghabisi dirinya...
Jadi karena ingin mengetahui rencana Diva selanjutnya, sehingga pak Anton berinisiatif untuk menugaskan beberapa kelompok bodyguard yang menjaga Arimbi berbelok menyusul wanita ular itu
Bara sungguh tidak tahu jika ternyata pak Anton sudah salah mengambil keputusan, dan dia mengetahuinya setelah para anak buahnya pergi menghabisi kelima preman yang sudah berhasil menghancurkan warung ibu Sumi
Brakkk.....
Suara gebrakan di atas meja terdengar sangat kuat, Bara sungguh marah dan juga emosi karena para bodyguardnya tidak bisa menjaga kekasihnya dengan baik..
"Dasar bodoh kalian semua, apakah kalian tidak tahu jika kekasihku dalam keadaan tidak aman, mereka anak buah Josep tidak akan menyerah untuk menyerang Arimbi dan menculik wanitaku itu, tapi... kenapa kalian malah lalai dalam menjaganya hah! "
Ucap Bara dengan sangat geram, dia tidak pernah menyangka jika pak Anton bisa salah dalam mengambil keputusan..
Pak Anton yang merasa bersalahpun langsung berlutut dan menundukkan kepala nya, dia rela jika harus dihukum oleh tuan mudanya tersebut..
"Tuan muda...! maafkan saya, karena saya sudah salah dalam mengambil keputusan, saya mengira jika keselamatan nona Arimbi sudah aman saat ini"
Jelas pak Anton dengan wajah menunduk
"Tidak pak.. ! Diva dan juga Josep tidak akan menyerah untuk menyingkirkan Arimbi, mereka akan melakukan segala cara agar bisa menghabisi kekasihku itu pak Anton"
"Lalu... apa yang harus kami lakukan sekarang tuan muda! saya mohon, berikan saya tugas agar saya bisa menebus kesalahan saya ini tuan muda"
"Baiklah... jika begitu sekarang juga siapkan pasukan untuk menyerang orang orang yang sedang mengintai Arimbi, mereka pasti akan kembali menyuruh orang nya untuk menghabisi Arimbi kembali"
"Baik tuan muda, dengan cepat kami akan menyerang mereka"
Jawab pak Anton langsung keluar dari ruangan milik tuan mudanya tersebut..
Dan setelah kepergian pak Anton bersama para anak buahnya, Bara langsung mengeluarkan handphone untuk menghubungi nomor handphone milik Arimbi...
__ADS_1
Hingga beberapa kali panggilan akhirnya telfon itupun mulai di angkat oleh sang pemilik.
"Hallo Bara...! kamu... kamu ada dimana saat ini? "
Tanya Arimbi dengan suara yang serak, persis seperti orang yang habis menangis..
"Arimbi sayang, kamu kenapa! apakah telah terjadi sesuatu kepadamu saat ini? "
Tanya Bara berpura-pura tidak tahu
"Iya..., hiks.. hiks... Bara... mereka datang lagi untuk menculikku, dan kali ini mereka sudah sangat mengerikan Bara, warung ibu Sumi sudah hancur ditangan mereka semua, dan aku... aku benar-benar takut Bara"
"Apa...!! kenapa kau tidak memberitahu ku sejak awal Arimbi, jadi aku bisa langsung datang untuk menolongmu"
"Tidak bisa Bara, aku benar-benar panik saat itu,karena mereka sudah berhasil mencengkram tanganku dengan kuat, aku hampir saja tertangkap oleh mereka Bara"
Jelas Arimbi dengan terisak sedih, membuat Bara benar-benar merasa sangat bersalah..
Sepertinya dia mulai tidak tahan bersandiwara didepan Arimbi lagi, karena dia tidak bisa menggunakan kekuasaannya dengan terang terangan untuk melindungi kekasihnya tersebut..
Tanya Bara dengan perasaan menyesal
"Sudah, tadi... saat para preman itu menangkapku, Tiba-tiba saja kami berdua ditolong oleh tiga orang pria yang memakai pakaian compang camping, aku tidak mengetahui siapa mereka Bara, tapi.... mereka terlihat seperti para gelandang, merekalah yang dengan berani melawan para preman Bara"
"Benarkah Arimbi...! syukur lah karena di saat aku tidak ada disana,ternyata ada orang baik yang mau menolong kalian berdua, Arimbi sekarang juga aku akan segera pulang, kau tetaplah dirumah ibu Sumi, jangan keluar kemanapun Arimbi"
"Baik Bara, aku akan menunggu kedatanganmu, berhati-hatilah Bara, aku takut jika Diva juga mengutus orang orangnya untuk melukaimu juga"
"Pasti sayang... aku akan hati-hati" tunggu aku sayang, aku mencintai "
"Aku juga mencintaimu Bara"
Jawab Arimbi dengan sangat lembut,
Dan setelah mematikan panggilan tersebut, dengan cepat Bara langsung mengganti pakaian kantornya menggunakan pakaian ojek yang biasa dia kenakan..
__ADS_1
Sungguh... sebenarnya di hati Bara saat ini, dia sudah lelah untuk berbohong, secepatnya Bara akan memberitahu Arimbi siapa dia sebenarnya..
"Arimbi.. demi keselamatan mu, maka aku akan membongkar identitasku ini kepada mu sayang, karena aku tidak mau jika kau dalam keadaan bahaya"
Gumam Bara di dalam hati nya, setelah itu Bara langsung pergi meninggalkan perusahaan cabangnya tersebut...
*****
Sedangkan disisi lain, saat ini Josep benar-benar sangat marah dengan informasi yang disampaikan oleh para anak buahnya..
Lagi lagi.. dia harus kehilangan para anak buah yang dia tugaskan untuk menculik Arimbi..
Apalagi setelah mengetahui jika yang menggagalkan penculikan itu hanyalah tiga orang gelandangan yang memakai pakaian compang camping, tentu saja hal itu membuat Josep merasa sangat geram
Karena setahu dirinya, sang mafia di kota B, dia tidak pernah melihat ataupun mendengar jika di kota itu telah terdapat sekelompok orang orang yang hebat yang bisa mengalahkan kelompoknya..
Tapi sekarang.... apa yang terjadi, tanpa Josep sadari jika di kota B sudah terdapat orang orang yang hebat dan bisa mengalahkan para anak buahnya..
"Kurang ajar...! sebenernya siapa musuh ku yang telah melindungi Arimbi hingga dia bisa selamat, bukan kah geng kita adalah geng terhebat dikota ini? "
Tanya Josep dengan sangat penasaran..
"Bos... aku rasa mereka adalah orang-orang suruhan dari orang lain, mungkin saja mereka bekerja mengikuti perintah orang kaya yang berkuasa di negara ini"
"Apa maksud mu itu hah! yang berkuasa di daerah ini hanyalah Tuan Abraham, mana mungkin dia yang menyuruh para orang orangnya untuk melindungi Arimbi, memangnya siapa itu Arimbi, dia hanyalah wanita sial yang telah dibuang oleh Ayahnya"
Jelas Josep tidak percaya, begitu juga dengan para anak buahnya yang mulai bingung dengan musuh mereka sebenarnya
"Bos.. bagaimana dengan kekasihnya Arimbi? bukankah dia adalah orang miskin , mungkin saja dialah orang yang telah mengutus para gelandang itu untuk menolong Arimbi bos"
"Iya.... kau benar , bisa jadi seperti itu, jika begitu sekarang juga, kalian tangkap pria bernama Bara, begitu juga dengan ketiga gelandangan yang telah berani menghabisi para anak buah ku, apakah kalian mengerti? "
"Iya.. kami mengerti bos, jika begitu sekarang juga kami akan mencari dan menangkap mereka semua bos"
Jawab anak buah Josep dengan sangat bersemangat...
__ADS_1
Mereka terlalu menganggap remeh seorang Bara, pria miskin yang hanya sebagai tukang ojek online.....