
Kini Bara dan Arimbi sudah tiba di depan rumah ibu Sumi,..
Bara melangkah naik ke atas teras rumah tersebut dengan menyunggingkan senyuman yang sangat bahagia...
Walaupun mereka berpacaran dalam keadaan sama sama menjadi orang susah, tapi entah mengapa keadaan seperti ini membuat Bara malah semakin merasa bahagia..
Rasa nya ada perbedaan hidup di tempat yang biasa biasa saja di bandingkan dengan kehidupan yang biasa nya dia miliki..
Bara tidak perlu selalu mengandalkan uang dan Kekuasaan hanya agar bisa memuaskan kebahagiaan di hati nya..
Cukup cinta serta ketulusan, Bara langsung biasa merasakan kebahagiaan secara alami...
"Sayang... seperti nya aku perhatikan sedari tadi, kamu selalu tersenyum dengan bahagia, apakah ada sesuatu yang membuat mu merasa bahagia saat ini? "
Tanya Arimbi sambil membalikkan tubuh nya menatap ke arah Bara yang sudah berdiri di teras rumah ibu Sumi...
Bara langsung membalas tatapan kekasih nya tersebut, dan dia mengelus wajah Arimbi dengan sangat lembut...
"Arimbi.... jika boleh jujur, aku merasa sangat bahagia karena bisa memiliki mu, awal nya aku mengira jika kau tidak akan mau berhubungan dengan orang miskin seperti ku, karena aku tidak memiliki harta ataupun uang yang banyak, tapi... setelah mengenal mu lebih dalam, ternyata kau tidak seperti yang aku pikirkan sebelum nya, bahkan sampai saat ini kau belum pernah meminta apapun kepada ku"
"Sayang.... kenapa kamu bisa berfikir seperti itu , aku kan bukan wanita matre, bagi ku harta itu adalah nilai plus untuk seorang pria, sedangkan cinta dan kesetiaan itu lah yang paling utama untuk ku"
"Benarkah begitu sayang...! baiklah... aku berjanji mulai sekarang aku akan mencintai mu dan setia juga kepada mu, Arimbi.... boleh kah aku memeluk mu lagi? "
Tanya Bara dengan wajah malu malu..
"Tentu saja boleh, "
Jawab Arimbi dengan tersenyum juga, membuat Bara langsung berjingkrak karena merasa bahagia..
"Yes... Terimakasih sayang ku"
Ucap Bara memeluk tubuh Arimbi dengan erat, bahkan Bara juga sudah melayangkan ciuman tipis tipis di kening dan juga kedua pipi Arimbi...
"Akhirnya.... aku bisa mencium pipi nya juga, perlahan tapi pasti, selanjutnya aku pasti bisa merasakan bibir menggoda milik kekasih ku"
Gumam Bara di dalam hati..
Hingga tak lama kemudian, Tiba-tiba saja Bara dan Arimbi di kejutkan oleh kedatangan Ibu Sumi yang baru saja membuka pintu rumah nya..
__ADS_1
Ibu Sumi langsung berlari sambil menjewer kuping Bara yang sedang asyik memeluk dan mencium pipi Arimbi...
"Bara.... jadi kau ya yang sudah membawa putri ku hingga tidak kembali juga, dasar anak nakal kau Bara"
"Aaakhhh.... ampun bu, kenapa ibu malah menjewer kuping ku? "
Tanya Bara menjerit kesakitan, sedangkan Arimbi langsung melepaskan pelukan nya karena merasa malu kepada ibu angkat nya tersebut...
Arimbi tidak menyadari jika mereka sedang berpelukan di depan teras rumah ibu Sumi, seperti nya selama mengenal Bara, otak Arimbi juga ikut mesum seperti diri nya...
"Ya Tuhan... apa yang aku lakukan bersama Bara, bagaimana bisa aku berpelukan di depan rumah ibu angkat ku, Arimbi... seperti nya keluguan mu benar-benar menyesatkan"
Gumam Arimbi di dalam hati nya..
Kini Ibu Sumi mulai menatap mereka berdua dengan tatapan tajam, membuat Arimbi merasa tidak enak..
"Arimbi... bukan kah kamu pergi ke warung depan untuk membeli kecap? lalu kenapa pulang nya bisa bersama Bara? "
"Iya... tadi sempat terjadi kecelakaan di jalan bu, maaf ya jika Arimbi sudah membuat ibu menunggu"
Jelas Arimbi kepada ibu Sumi, sedangkan ibu Sumi yang mendengar perkataan Arimbi pun langsung mendekati nya dan memperhatikan seluruh tubuh putri angkat nya tersebut...
"Apakah kau tidak apa apa nak?kau tidak terluka kan? "
"Tidak bu, Arimbi tidak apa apa bu, karena sudah ada Bara yang datang menolong Arimbi"
"Benarkah..? memang nya kendaraan apa yang telah menabrak mu Arimbi? "
"Bu.... bukan kendaraan yang mencelakai Arimbi, tapi kumpulan para preman yang ingin menculik kekasih ku bu, dan mereka semua hampir saja menyakiti kekasih ku"
Jelas Bara menimpali membuat bu Sumi langsung menutup mulut nya karena merasa terkejut...
Bagaimana mungkin di daerah rumah nya ada segerombolan para preman yang melakukan penculikan, sedangkan selama puluhan tahun dia tinggal di tempat tersebut tidak pernah sekali pun terdengar jika ada preman yang berada di kampung mereka...
"Apakah itu benar nak? tapi... setahu ibu, daerah di kampung ini tidak pernah ada preman ataupun pemalak Jalanan, lalu bagaimana tiba-tiba saja ada para preman yang datang untuk menculik mu nak? "
Tanya ibu Sumi kepada Bara dan juga Arimbi...
Bara yang mendengar penuturan dari ibu Sumi pun langsung memanggut manggut kan kepala nya..
__ADS_1
Sudah fix semua kecurigaan nya selama ini, jika para preman tersebut murni adalah suruhan dari seseorang yang ingin menghabisi Arimbi...
"Sayang.... apakah kau tahu apa arti dari penuturan yang ibu Sumi katakan? "
Tanya Bara menatap intens ke arah wajah Arimbi...
"Aku tahu Bara... itu artinya ada musuh yang sedang mengintai ku, dan mereka ingin mencelakai ku Bara"
Jawab Arimbi merasa sedih....
"Benar sayang, dan aku tebak itu semua pasti adalah ulah ibu tiri dan saudara tiri mu, mereka ingin menghabisi mu Arimbi, dengan cara menyuruh para preman untuk menculik dan mencelakai mu, "
"Lalu.... apa yang harus aku lakukan Bara, itu artinya aku tidak aman sekarang,sungguh aku sangat takut Bara"
Ucap Arimbi dengan mata yang berkaca kaca
Dengan cepat Bara langsung memeluk tubuh Arimbi erat, dan dia benar-benar benci jika melihat kekasih nya sampai meneteskan air mata..
"Tidak akan aku biarkan satu orang pun menyakiti mu sayang, aku akan menghancurkan mereka hingga menjadi abu, aku berjanji Arimbi"
"Tidak... jangan Bara, kau tidak mengenal siapa mama Lina dan juga Diva, mereka sangat lah jahat, apa lagi Diva memiliki kekasih seorang mafia, aku takut jika kau sampai menjadi sasaran mereka Bara"
"Jangan takut Arimbi... sekarang kau tenang lah, semua akan aku atasi dengan baik, bu... ayo ajak Arimbi masuk kedalam, dia belum makan sedari tadi, nanti aku akan menyusul kalian berdua"
"Baiklah nak Bara... terimakasih ya karena kau sudah mau melindungi Arimbi dengan setulus hati, ibu sungguh lega sekarang, tapi.. kau juga harus jaga diri nak, karena mereka bukan lah orang sembarangan, sekarang ibu akan ajak Arimbi untuk masuk terlebih dahulu, setelah itu kau segera menyusul ya nak Bara, kita akan makan bersama"
"Iya bu, aku akan segera menyusul kedalam"
Jawab Bara tersenyum ramah..
Setelah itu ibu Sumi langsung menuntun Arimbi masuk kedalam rumah nya
Meninggal kan Bara yang sedang menggenggam tangan nya dengan kuat...
"Bajingan kau Diva, lihat saja jika kau terbukti dalang di balik semua ini, maka aku akan membunuhmu secepatnya Diva"
Gumam Bara sambil mengambil handphone milik nya..
"Hallo.... siksa para preman yang sudah kalian tahan, aku mau sampai mereka menyerah dan mengatakan siapa orang yang telah menyuruh mereka semua"
__ADS_1
"Baik tuan muda, siap laksanakan"
Jawab pria di sebrang sana...