
...Kamu kah itu ?...
...****************...
Bukan terkena air panas yang mendidih, bukan terkena siraman minyak goreng. Tidak menginjak pecahan bening kaca, namun aku menangis melihatnya. Aku kepanasan, aku lecet, aku terluka dengan sendiriku. Aku tidak mampu mendekatinya, aku tidak mampu memanggilnya untuk pergi bersamaku menemui orang tuaku.
Dia ternyata sangat bahagia disini. Pantas jika dia tidak ingin kembali, pantas jika dia melupakanku, pantas jika dia tidak berpikir bahwa ada hati yang begitu mengharapkan nya, ada didalam diriku yang telah kamu abaikan.
Aku tidak menahan pedihnya, kucoba untuk menepisnya dengan berbagai bahan candaanku sendiri. Mataku tidak berhenti memandangi mereka yang sedang asyik menikmati ramainya kapal-kapal Phinisi yang berlabuh.
Tidak !. Jangan mempertontonkan kemesraan kalian didepan ku seperti itu. Aku kesini karena sebuah niat, tujuan yang aku kejar, yang ingin aku raih darimu.
"Apa yang kamu lihat, Eden ?."
Resky mengagetkanku dengan melemparkan sepotong roti yang ada ditangan nya.
"Ini roti, kamu melempar ku dengan roti ini ?."
"Mendingan aku melempar mu dengan roti itu. Sebenarnya aku yang sakit melihatmu seperti itu. Aku sudah bilang kan sebelumnya padamu, bahwa wanita yang kamu cintai pasti sudah melupakan mu. Kamu sudah melihatnya sendiri, ya terserah padamu ! jika kamu mau kesana menemuinya, silahkan temui dia ! tapi siap-siap untuk sakit hati ya. Wanita yang kamu cintai, mungkin tidak hanya mengenalimu tapi juga kamu akan diusir olehnya. Bukan dia yang mengusir mu melainkan ajudan-ajudannya itu. Terima saja dengan lapang dada, dengan ikhlas, dengan tidak merasa tersakiti, pada akhirnya, dia akan sadar dengan sendiri bahwa sebelum nya, dia telah membuat keputusan untuk hidup denganmu, berjanji untuk bersama-sama membina suatu hidup, harapan, dan berjanji untuk setiap. Saat dia menyadari semua itu, kamu mungkin sudah jauh, kamu mungkin sudah berkeluarga, kamu mungkin sudah melupakannya, kamu mungkin tidak ingin lagi mengenalnya. Cukup dirimu Eden untuk rasa sakit saat ini sebelum dikehidupan rumah tangga datang menjemputmu"
"Daripada kamu melihat mereka dengan tatapan sedihmu. Ada baiknya kamu temani aku makan roti, setelah ini, kita naik ke darat. Mana kopi yang kamu bikin ? katamu mau minum kopi ?."
__ADS_1
"Siapa yang sedih ?."
"Masih mau berbohong lagi ya. Dari matamu, dari wajahmu, dari fisikmu, dari karaktermu hari ini, sudah tidak ada yang bergairah. Memang, terkadang kita harus berbohong untuk menutupi rasa malu yang ada pada kita walau rasa malu itu jelas terlihat. Seseorang, aku tidak menyebut namamu ya jadi jangan tersinggung, seseorang harus terlihat malu agar dia paham bahwa segalanya yang pernah dia perjuangan adalah suatu kemustahilan yang sia-sia. Sama saja Eden, dengan wajah yang sedih seperti itu, kamu bukan hanya menyesali semua yang sudah terjadi tapi...._
"Tapi apa ?"
"Tapi ada hal yang perlu kamu pertimbangan, yang perlu kamu perhatikan, yang perlu kamu pertahankan, yaitu bukan hanya tentang sakit mu hari ini, bukan pula tentang luka yang tiba-tiba berdarah itu, melainkan tentang tujuan hidup mu yang sesungguhnya. Aku tidak percaya padamu jika hanya karena wanita itu lalu membuatmu harus sesedih itu. Yakinilah Eden, wanita di dunia ini bukan hanya dia, dia itu siapa ?, dia hanya anak Gubernur yang juga sama sepertiku, seperti wanita umum lainnya. Sama-sama makan nasi, namun bedanya, hanya dilahirkan dari lingkup keluarga yang berbeda. Tapi cinta tidak memandang hal itu, Eden. Pandanglah sejauh mata melihat, disana, kamu akan melihat ada banyak wanita yang lebih cantik dan lebih baik serta setia pada janji nya. Cuma karena janjinya yang ingin kamu kejar hingga melupakan dirimu sendiri, siapa kamu ?."
"Aku Eden. Resky kenapa tanya begitu padaku ?."
"Bagaimana aku tidak bertanya seperti itu padamu, kamu bahkan lupa siapa dirimu. Jika saja kamu tidak lupa, pasti kamu paham bahwa menyakiti diri sendiri itu adalah perbuatan tidak benar"
"Eden, jika kamu penasaran dan ingin tahu reaksi Rindu padamu, ada cara yang lebih bagus untuk membuktikannya. Asal kamu mau ! gimana ?."
"Tapi kamu harus percaya bahwa dia akan sakit hati ketika melihatmu. Setidaknya, dia tahu bahwa itu adalah kamu."
"Jadi, ceritanya ini, kita akan menjebaknya, gitu ?."
"Bukan ! bukan itu maksud ku. Aku ingin kamu berjalan diantara mereka bersamaku bergandengan tangan. Jika dia dia melihatmu dan masih memiliki perasaan yang cukup unik yang selama ini dia simpan dalam hatinya. Pasti Rindu akan memanggilmu tapi jika dia sama sekali tidak tahu bahwa yang berjalan diantara mereka, itu adalah kamu maka sudah jelas, dia tidak lagi menyimpan perasaannya untukmu. Ini sebenarnya adalah cara yang paling bagus dibandingkan dengan yang lain."
Aku menerima saran yang diajukan Reksy padaku. Tidak ada lagi yang bisa kulakukan selain menerima tawarannya. Berpura menerima cintanya Resky untukku, berharap dia masih bisa mengenaliku.
__ADS_1
Dari Pajero kami memulainya. Reksy turun begitupun aku. Di dermaga, kami berjalan berpegang tangan menuju arah wanita yang ingin aku sapa. Semakin dekat pada mereka, aku semakin yakin bahwa itu adalah Rindu. Ketika kami telah sampai diantara mereka, saat mereka sedang asyik menikmati kebersamaan mereka, Resky tiba-tiba saja membesar suaranya padaku dengan panggilan-panggilan sayang.
Dia memang Rindu !. Dia melepaskan tangan laki-laki yang memegang tangannya. Dia menghampiri kami karena aku memakai topi kepala, mungkin ada sedikit perubahan pada wajahku. Rindu tidak mengenaliku, dia malah bertanya pada Resky.
"Maaf !. Apa aku boleh bertanya padamu ?."
"Siapa ? saya ya !."
"Iya. Tadi aku mendengar mu memanggil nama Eden, Eden yang kamu maksud kan itu, siapa ya ?."
"Oh...! mungkin kamu salah dengar kali. Aku memanggil suamiku bukan Eden."
Aku yang ada disampingnya Resky menahan ketawa. Kami belum menikah, dia malah mengatakan aku suaminya.
Sekedar mengingatkan Resky, aku mencubit lengan tangannya agar dia tidak mengulangi pengakuan aku adalah suaminya.
Agak kasihan pada Rindu, aku melihat nya begitu berharapnya dia padaku tapi atas alasan apa hingga dia tidak kembali menemui ku dikampung.
Kepura-puraan ku, dia tahu !. Rindu mungkin curiga denganku. Dia membuka topi yang aku pakai. Dalam kebersalahan meminta maaf padaku, air matanya ingin meleleh, namun ada hal yang dia jaga. Seberkas nama baik keluarga nya, dia mungkin berpikir menangisi laki-laki yang datang menjemput nya adalah suatu kemalangan yang tidak perlu untuk ditangisi.
"Kamu tidak tahu kalau aku kehilangan mu ?" Resky, ayok kita pergi ! dia adalah wanita kaya, anak dari seorang Gubernur. Yang penting aku tahu, dia masih disini melupakan ku dan jika kamu memang cinta padaku maka temui lah Ibuku yang sudah berharap padamu. Kamu hanya bisa janji setelah itu, kamu lupakan ?."
__ADS_1
Berjalan membelakangi mereka, riak-riak berisik mulai terdengar diantar Rindu dan suaminya itu. Bukan maksudku membuat masalah di kebersamaan bahagia mu, aku hanya mengutarakan yang sakit di dadaku selama ini.
Memang telah berubah...!