Perahu Apung

Perahu Apung
21


__ADS_3

...Mengejutkan...


...***********...


Aku diberikan kesempatan untuk menikmati suasana perlombaan kapal Phinisi yang baru diturunkan ke laut. Pemandangan yang mencengangkan mata dan memukau. Pasalnya dalam setiap satu tahun perlombaan ini akan diadakan di Kampung Bugis Makassar sebagai simbol untuk memperingati hari Kapal Phinisi.


Bagi sebagian orang khususnya para nelayan, hari ini sangat ditunggu-tunggu sebab pada perayaan ini ada banyak hadiah yang bisa didapatkan. Bukan hanya itu, suasana kemasyarakatan jadi lebih harmonis satu dengan yang lain saling kenal mengenal.


Ada hal yang menarik, di perlombaan ini hanya bisa di ikuti oleh mereka yang sudah memiliki sertifikat nelayan dan rekomendasi dari pihak pemerintah.


Uniknya lagi; juara satu bisa menikmati hadiah paling menarik yaitu bermalam di hotel paling mewah di Kota Makassar.


Aku, yang baru melihat acara ini, ingin sekali bisa ikut. Namun, aduh ! aku tidak memiliki Phinisi. Dalam kesempatan meriah itu, perlombaan akan segera dimulai. Dan yang membuka acara perlombaan itu adalah Gubernur langsung.


Pada saat itulah, aku benar-benar melihat sosok penampilan Rindu yang begitu dihormati oleh banyak orang.


Dalam kenangan aku bisa merasai gimana dahulu aku berjalan bersamamu, dalam kenangan aku bisa berbicara padamu tapi untuk sekarang, sulit aku temui dan bisa terjadi. Apalagi sejak kejadian di dermaga waktu itu, malah mustahil untuk menemui mu.


Ketika aku melihatmu berdiri didepan banyak orang. Aku melihat seorang bangsawan yang begitu cantik, dibanding kan dengan kehidupanku, jauh berbeda denganmu. Bahkan bisa dibilang, aku hanya bisa kamu jadikan sebagai pembantu pribadi mu bukan sebagai laki-laki yang harus kamu cintai.


Mata itu mungkin mencari sosok yang hilang dari kelopak kecilnya. Diantara banyak orang yang sedang memandanginya, ia justru melihat kesana kemari. Aku yang berdiri disamping Resky, bersembunyi dibelakang punggung nya. Mungkin bukan aku yang sedang dicarinya tapi aku khawatir jangan sampai mata itu melihatku lalu memanggilku.


Resky yang merasa aku agak aneh, dia bertanya padaku mengapa aku harus bersembunyi dibelakangnya.


"Kamu kenapa, Eden ?" tanya Resky pelan sambil menarikku dari belakangnya.


"Tidak !."

__ADS_1


"Ooo, aku tahu, kamu takutkan jangan sampai Rindu melihatmu. Seharusnya kamu tidak bersembunyi Eden, kan bagus kalau misal dia melihatmu. Disini sebenarnya penentuannya. Jika dia memanggilmu di hadapan banyak orang, didepan Ayahnya, itu berarti, kamu masih sangat begitu pentingnya baginya. Bukan malah bersembunyi begitu. Kesini ! disamping ku sekarang."


Dengan hati yang cemas, aku kembali pada posisiku berdiri disampingnya Resky, perlombaan sebentar lagi akan dibuka oleh Gubernur. Di umumkan lah aturan-aturan yang menjadi dasar perhatian bagi para eksekutor Phinisi dalam berlomba. Di akhir dari pengumuman itu, Rindu tiba-tiba mengambil mike yang dipegang oleh Ayahnya. Dia meminta perhatian masyarakat yang hadir ditempat itu untuk sejenak mendengarkan penyampaian nya.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh...!, Disini aku berdiri bukan sebagai anak dari Bapak Gubernur yang baru saja membuka acara kegiatan yang akan berlangsung. Disini, aku sebagai seorang wanita, beberapa hari yang lalu sebuah peristiwa telah terjadi di dermaga Kampung Bugis ini, kejadian itu telah menyita perhatian masyarakat juga media. Di kejadian itu, mungkin yang hadir saat itu melihatku menangis. Sebenarnya, aku ingin mengklarifikasi bahwa saat kejadian itu, aku dikejutkan oleh kehadiran seorang teman istimewa dari pulau kecil yang pernah aku singgahi dalam rangka penyelesaian studi terakhirku. Namun karena urusan yang serba sibuk dengan berbagai alasan, aku tidak bisa kembali kepulau itu. Temanku itu datang kesini dengan menaiki kapal milik masyarakat disini, aku tahu ! dia pasti berada disini, diantara kita menyaksikan acara yang sebentar lagi akan dilangsungkan. Jika ada yang tahu harap beri tahu dia untuk maju ke depan. Banyak hal yang ingin aku bicarakan padanya."


Mendengar penyampaian itu, aku menarik Resky untuk pulang kerumah. Aku takut, dia pasti akan membawaku ke penjara.


Semua orang pada ribut mempertanyakan siapa namaku termasuk identitas ku sampai ada yang mengajukan pertanyaan kepada Rindu.


"Temanmu itu, apakah laki-laki atau perempuan ?."


"Dia, laki-laki dan namanya adalah Eden, aku harap jika ada yang tahu atau melihat atau bahkan mengenalnya, harap suruh dia temui aku disini atau beritahu aku dirumah siapa dia tinggal ?. Seorang wanita yang aku lihat bersamanya waktu itu begitu berani membelanya. Aku ingin agar dia bisa melihat dengan jelas, siapa aku dimatanya."


Kata-katanya membuatku takut. Bahaya, aku bisa dipenjara dengan kesalahan yang aku buat padanya. Sebelum terjadi, sebelum orang-orang disini tahu keberadaanku sebaiknya aku harus pergi.


"Resky, kita pulang kerumah sekarang ! tidak mungkin kita masih disini melihat dan mengikuti acara sampai selesai. Rindu, sepertinya begitu marahnya padaku setelah kejadian di dermaga kemarin. Kamu dengar sendirikan apa yang dia katakan barusan sama orang-orang disini. Bahkan dia ingin mengetahui juga dimana aku tinggal. Ayok Resky, kita pulang !."


"Jangan !. Kamu ingin agar aku berada di dalam penjara. Jika kamu mau, aku ada dalam penjara maka kesana lah, beritahu Rindu bahwa aku disini, bersamamu."


"Ini permintaanmu ya. Aku hanya mengujimu apakah kamu akan bertanggung jawab atau tidak."


Di perdebatan kecil kami, aku tidak menyadari ternyata ada yang memperhatikan kami. Mengapa ? aku mempertanyakan hal ini pada Resky, dia bukan malah mau menolongku melainkan ingin agar aku ditemukan oleh Rindu.


Ketika aku hendak pulang. Seseorang berteriak dengan menyebut bahwa laki-laki itu ada disini.


"Mampus !" kataku sendiri.

__ADS_1


Aku berlari dari kerumunan banyak orang menghindari pencarian Rindu. Heboh ! betul saja, bodyguard-bodyguard yang ditunjukkan Resky padaku langsung bergerak mengejar ku.


Tidak ada dayaku, aku tertangkap karena ditahan oleh orang-orang yang sudah tahu bahwa yang di cari Rindu itu adalah aku.


Tanpa lelah bodyguard-bodyguard itu mengejar ku, aku dibawa kehadapan Rindu. Wajahku diliputi rasa ketakutan, bukan lagi cinta, bukan lagi rasa rindu yang ada di hatiku melainkan sebuah kebencian saat berada di depan nya.


Di hadapannya aku berdiri dengan menahan emosi. Aku dikelilingi oleh emosi-emosi dari orang-orang yang hadir untuk menyaksikan perlombaan kapal Phinisi yang sebentar lagi akan diadakan. Resky, entah kemana ? aku sudah tidak melihatnya lagi.


Lalu, Rindu bersama Ayahnya turun dari atas podium, mendatangiku dan Ayahnya berkata padaku, " oh ! ini laki-laki yang membuat anakku menangis didepan umum ?."


Tidak ada jawaban apa-apa dariku. Mataku hanya tertuju pada Rindu yang dengan teganya memperlakukan seperti ini. Andai aku tahu kedatangan ku kesini hanya mendapatkan perilakuan seperti ini, aku tidak akan datang kesini. Mengapa dulu saat dia berada dikampungku, aku tidak memberinya racun.


Suara-suara berteriak disana sini yang menginginkan agar aku dimasukan dipenjara.


Dengan memelas kasih, aku bermohon kepada Ayahnya agar melepaskan ku. Tidak ada siapa-siapa yang bisa aku mintai pertolongan selain permohonan maaf.


"Pak, aku mengaku salah, tolong lepaskan aku !. Aku tidak tahu, bahwa wanita itu adalah anak dari seorang Pejabat."


"Kata maaf hanya pantas kamu dapatkan setelah kamu mendapatkan hukuman atas perbuatan mu."


Aku merontah, air mataku menetes tidak ada yang perduli. Seakan aku melakukan perbuatan yang sangat sulit untuk di maafkan. Sementara Resky tak tahu entah dimana ? hanya ada rasa sakit yang bisa aku tahan untuk saat ini.


"Eden, kamu tenang ya" kata Rindu padaku.


"Bawa anak muda itu kerumah, masukan dia kedalam mobil" perintah Ayahnya.


Ayahnya kembali ke podium untuk membuka acara. Selesai dibuka, Rindu, Ayahnya, kembali ke mobil untuk pulang kerumah.

__ADS_1


Di dalam mobil, aku berpikir jika memang ini adalah takdir buruku, aku terima dengan ikhlas. Mobil bergerak melewati tiap jalan yang aku tidak tahu.


Hanya kebaikan yang bisa menyelamatkanku saat ini. Selamanya, Rindu adalah wanita yang paling kejam yang pernah aku kenal.


__ADS_2