Perahu Apung

Perahu Apung
40


__ADS_3

...Ada Maunya...


...***********...


Mungkin karena masalah pertunangannya yang batal hingga Daeng Guru tidak ingin menarik surat laporan yang dimasukannya di kantor polisi.


Sudah hampir satu Minggu Eden bermalam di sel, dia pasrah dengan kenyataan yang menimpanya walau sebenarnya dia tidak bersalah.


Hari kelima di sel tepatnya sekarang, Daeng Guru datang mengunjungi Eden lalu menawarkan kebebasannya dengan syarat; pertama, nikahi anaknya dan kedua semua kapal Phinisi buatan Eden beralih status kepemilikan.


Orang pertama yang Eden lihat ketika bangun dari tidurnya di dalam sel adalah Anggun. Masih pagi sekali, Anggun datang membawa sarapan untuknya saat hendak diambil makanan yang diberikan kepadanya, Daeng Guru muncul tiba-tiba, dia mengatakan kepada Eden bahwa ada syarat agar kamu bebas dari sini.


Mendengar hal itu, Eden begitu bahagianya. Dia kira syarat yang diajukan padanya berupa uang atau sesuatu yang bisa dia penuhi. Ketika Eden bertanya apa syaratnya, Daeng Guru menjawabnya, nikahi anakku atau Phinisi-phinisi milikmu akan menjadi milikku.


Mendengar syarat yang diajukan oleh Daeng Guru padanya. Eden semakin tidak memiliki pilihan untuk berlama-lama di dalam sel. Jika ia mengiyakan syarat yang di ajukan oleh Daeng Guru padanya itu berarti ia merelakan kapal-kapalnya diambil olehnya. Syarat kedua ini baginya agak terlalu berat.


Tidak ada cara lain selain menikahi anaknya Anggun. Daripada harus mendekam lama di penjara sebaiknya ia memilih untuk alasan menikah. Sekedar ingin tahu alasan Daeng Guru hingga Eden harus menjawabnya demikian.


"Iya ! aku akan memenuhi syarat yang pertama untuk menikahi Anggun tapi aku ingin tahu alasan Daeng Guru memasukanku kedalam penjara ?. Sampai saat ini, aku tidak mengerti dengan alasan Daeng Guru."


"Kamu ingin tahu alasannya. Jadi selama beberapa hari ini mendekam dibalik jeruji ini, kamu penasaran, kamu mencari jawabannya sendiri. Aku beritahu, sebenarnya aku kecewa denganmu, malam pertunanganmu yang seharusnya telah selesai, kamu justru lebih memilih dua wanita yang tidak jelas itu. Kamu tidak berpikir sejauh-jauhnya resiko yang di tanggung keluargaku akibat ulahmu malam itu. Sejak malam itu, aku hanya ingin membuatmu menderita, aku hanya ingin mengambil semua yang sudah aku berikan padamu"_

__ADS_1


"Dulu, kamu tidak punya apa-apa dan aku ingin, kamu kembali kepada keadaan mu yang dulu agar kamu paham bahwa kekayaan ternyata mampu membuat orang lain lupa diri dan melupakan orang-orang yang mencintainya. Padahal aku begitu percaya padamu, aku begitu yakin padamu bahwa kamu bisa menjaga anakku Anggun"_


"Bagaimana ?. Kamu mau mengambil syarat yang aku ajukan. Jika kamu mau, sekarang juga laporan yang aku masukan, aku cabut. Terkecuali kamu masih mau tinggal disini maka laporan itu tidak aku akan cabut."


"Terserah Daeng, mau dicabut atau tidak, aku tidak perduli. Lagian Daeng juga tidak perduli denganku. Daripada aku memberikan Phinisi-phinisiku untukmu mendingan aku bakar. Kamu tidak pantas untuk semua itu, kamu siapa ? dulu aku sangat menghargaimu tapi saat ini, kamu bukan siapa-siapa ku"_


"Jangan berharap ! Daeng bisa menggorokku dengan memasukan ku kedalam penjara, Daeng inginkan aku nikahi Anggun, anak Daeng, Daeng nikahi sendiri. Pergi dari sini !."


"Kamu memang keras kepala. Okelah ! karena kamu lebih memilih tinggal disini, diruangan sempit ini maka tinggallah selamanya disini agar dikemudian hari, orang tidak mengenal kekayaan mu melainkan mengenalmu sebagai mantan tahanan karena kasus pelanggaran sosial."


"Pelanggaran apa yang aku buat, tanya Anggun kalau aku membuat pelanggaran. Daeng hanya karena marah padaku hingga Daeng memfitnahku. Kami berempat memang ketiduran didalam kamar kapal ku tapi aku tidak satu ranjang sama mereka. Bukankah Daeng juga tahu bahwa kapal Phinisi yang belum lama mengapung itu mempunyai dua tempat tidur"_


"Selama aku mengenal Daeng, aku bahkan tidak pernah berpikir untuk bermusuhan dengan Daeng. Daeng bagiku bukan hanya kuanggap sebagai orang tuaku tapi lebih dari segalanya. Daeng telah banyak membantuku jika karena persoalan tunangan yang gagal itu lalu Daeng semarah ini padaku, aku tidak percaya Daeng"_


"Jadi karena itu Daeng sampai membuat laporan palsu. Apakah dengan melihatku didalam sel tahanan ini, Daeng merasa bahagia ?"_


"Jika karena hal itu hingga Daeng sampai memasukankku kedalam penjara ini, aku rela, ikhlas dan pasrah, mungkin ini balasan yang pantas aku terima Daeng. Aku cuma berharap jika aku keluar dari sini maka jangan pernah Daeng nampakan wajah di depanku. Sampai hal itu terjadi, Daeng tidak akan tahu apa yang akan aku lakukan kepada Daeng."


"Jadi, kamu mengancamku ?."


"Bukan mengancam tapi aku ingatkan, Daeng !."

__ADS_1


"Kamu memang tidak tahu berterimakasih, menyesal aku telah mengenalmu dengan memberimu pekerjaan dahulu. Setelah kamu dapatkan apa yang kamu inginkan, bebas finansial, begitu mudah kamu mau melawanku."


"Tidak usah banyak bicara Daeng, aku tidak mau melihatmu. Anggun, bawa makanan ini, aku tidak mau makanan ini juga ada disini"_


"Anggun jagalah orang tuamu. Perhatikan baik-baik jangan sampai aku bebas, aku tidak mau sampai mataku melihatnya lagi."


"Eden, mengapa sesakit itu ?. Jika rasa sakitmu di balas dengan rasa sakit lalu siapa yang akan memperbaiki keadaan seperti ini. Kita bisa menjadi keluarga tanpa harus menyimpan dendam-dendam atau bahkan ancaman yang baru saja kamu katakan. Sangat wajar jika Daengku marah padamu, kamu bukan hanya telah mengecewakannya tapi kamu membuatnya sampai kehilangan masa depannya untuk melihat cucuknya"_


"Jika karena kesalahan Daengku tidak bisa kamu maafkan ! lalu siapa yang akan memaafkan aku karena menyeseli diriku telah mengenalmu."


"Anggun, kamu sadar atau pura-pura sadar. Memangnya siapa yang mencintaimu, aku yang mencintaimu atau kamu yang mencintaiku. Selama ini, yang mengejar cintaku itu siapa ? aku atau kamu ?. Silahkan saja kamu bilang semaumu tapi aku tidak pernah merasa bahwa aku yang mengejarmu."


Penjelasan Eden semakin membuka mata Anggun bahwa dia memang tidak pantas untuk menjadi Istrinya.


"Baiklah karena pengakuanmu seperti itu adanya maka aku tidak akan pernah lagi datang kesini untuk menjengukmu. Cukup sudah kumenyadari bahwa aku adalah wanita yang selama ini tidak berpengaruh apa-apa dalam hatimu.


"Baguslah ! kalau kamu sadari. Jadi jangan berlama-lama disini, silahkan pergi !. Aku akan lebih marah lagi jika kalian masih disini. Dimataku, kalian berdua sama. Tidak anak, tidak orang tua, kelakuannya sama hanya ingin membuatku jatuh setelah aku berdiri."


"Daeng, ayok kita pulang !_" Anggun memanggil Daengnya untuk pulang.


"Eden, jaga dirimu disini ya." Anggun masih sempat juga memberitahu Eden dengan kelembutan suaranya.

__ADS_1


Namun Eden, masih belum bisa menerima mereka. Hatinya masih keras sebab hal yang tidak dia percaya terjadi padanya.


__ADS_2