
...Menyisir Hari Di tengah laut...
...***************************...
Pernikahan antara Eden dan Resky dimulai. Kisah dan babak baru sudah terjadi untuk sebuah tujuan yang terencana. Ditengah laut mereka menjalani kisah yang romantis dengan menyisir tiap atap lautan berombak, dipenuhi candaan.
Tak seperti biasanya. Eden terlihat lebih bahagia dan bersemangat menjalani aktifitas diatas kapalnya, Eden benar-benar telah lupa bahwa Rindu selalu menantikannya.
Kasih sayang yang selama ini hanya ia curahkan pada Rindu kini ia limpahkan semuanya untuk Resky. Tak ada lagi sisahnya, bahkan jiwanya yang selalu menerobos masuk kedalam dirinya, tak bisa lagi masuk. Pintunya sudah tertutup dengan hadirnya Resky sebagai Istrinya.
"Kapan kita akan sampai dikampungku ?" Tanya Reksy pada Eden yang masih setia berbaring disampingnya sambil memeluknya. "Kapal Phinisi mu sudah berapa hari menyisir lautan, namun belum ada tanda-tanda akan sampai."
"Sabarlah Ky" Dengan tatapan mata yang mencinta, jemari tangannya masih menyentuh ubun-ubun nya, "tangan terasa penasaran, kecanduan ini hilang begitu saja."
Mendengar jawaban menggoda itu. Resky semakin memeluk Eden tanpa jeda.
"Aku juga tak ingin koneksi kondisi ini hilang hanya karena kapal mu sampai dikampung mu. Jelas, jika kita sampai dikampung mu maka ceritanya menjadi lain. Mungkin menunggu malam baru bisa kita lakukan, tapi mungkin akan lama sebab orang-orang dikampung mu terutama tetangga rumahmu akan berdatangan kerumah mu untuk bercerita."
Mereka berdua sekaan menggila. Pernikahan yang baru saja terjadi malah membuat mereka semakin menjadi-jadi.
(Pembaca yang penasaran, jangan sunting alias merasa ya)...
"Resky, aku masih mau !."
"Bagaimana kita harus melaksanakan tugas kita masing-masing. Kan, kita baru selesai sayang ! Bahkan ikan-ikan dilaut menari bersama jika tau kita ingin melakukannya lagi. Ya..., aku kan saat ini sudah menjadi milikmu, setiap helaan nafasku adalah milikmu, suamiku. Lakukanlah jika kamu inginkan kebahagiaan itu tak hilang dari kebersamaan ini. Tapi, jangan main celup saja, bahkan kapal Phinisi yang menyisir lautan punya karakter pesan sendiri yang disampaikannya pada samudera, kamu harus seperti itu ya. Berwudhu dulu jika ingin mengulang kembali sijago kecil bernaung dialam hangatan."
Terdengar seperti kejujuran tapi lebih dari itu, usia muda menggelitik alam hangat yang nan pluralis. Suara merdu Resky yang baru saja terucap membuat Eden semakin antuasias untuk bergerak merangkak diatas tanah gundul yang hanya sedikit ditumbuhi rumpatan hijau. Bahkan matanya tak geming (lupa berkedip) memandangi sang aurora bersemai bunga cerutu siang itu.
__ADS_1
Eden lalu menuju tempat air untuk berwudhu. Dia semakin semangat hingga terbesit dipikirannya bahwa pernikahan ini adalah awal mencari masa agak jauh.
"Aku ingin terus-menerus seperti ini sebelum waktu merubah kekuatan fisikku."
"Jangan lama, Eden !" Panggil Resky yang stand baik di tempat tidur. Sesekali duduk, matanya tak lepas memandangi suaminya yang masih berdwudhu. "Cepat ! aku disini menantimu, sayang !."
Eden kembali dengan senyum yang tak tergambarkan. Menghampiri Resky yang molek berpenampilan luar biasa itu dengan ucapan "Istriku sayang, ayok mulai !."
"Tunggu dulu, sayang ! Aku juga harus berwudhu dulu untuk melengkapi rasa nikmat yang sebentar lagi akan berlangsung" Sambil tersenyum, Resky menuju kamar mandi untuk berwudhu.
Melihat istrinya yang berjalan menuju kamar mandi, Eden tertawa kecil. Sepertinya, dia tidak percaya bahwa Resky sudah menjadi Istrinya.
"Jodoh memang tak bisa ditelusuri, jodoh memang tak bisa ditebak. Mempertahankan wanita yang kuanggap adalah jodohku ternyata Resky yang menjadi Istriku."
Tak lama kemudian, Resky datang dan langsung duduk disampingnya.
"Bukan !? Bukan soal Rindu, sayang. Ini soal jodoh, aku hanya berpikir sejenak tentang pernikahan kita yang terjadi sesaat dan kamu sudah menjadi istriku. Padahal aku tak pernah berpikir bisa menikah diatas kapal ini."
"Hehe..., santai saja, sayang !" Aku pun demikian. "Namun, apapun usaha kita, Tuhanlah yang menentukan siapa yang menjadi pasangan hidup manusia, aku hanya bersyukur setidaknya, cintaku untukmu terbalas, sayang."
"Ky, dengan menikah denganku, apakah kamu yakin akan bahagia ?."
"Mengapa kamu bertanya demikian padaku ? Aku tidak yakin, kamu bisa membahagiakanku tapi aku percaya, kamu bisa menjagaku. Kebahagiaan itu sensitif apalagi dalam rumah tangga. Kebahagiaan itu seperti ombak ditengah laut ini yang terkadang besar terkadang kecil. Namun, ombak kecil maupun besar sama-sama menyikapi keadaan nya dengan tetap berada diatas laut. Tak mudah mendapatkan kebahagiaan dalam rumah tangga sebab rumah tangga diciptakan dengan berbagai masalah. Jika, antara kita berdua sabar maka kebahagiaan tercipta dengan kesabaran kita, sayang."
"Bukan tidak ingin membahagiakanmu tapi aku belum tahu cara tepat memberimu kebahagiaan. Apalagi Pernikahan kita baru saja tercipta, aku akan selalu berusaha agar kamu bisa tersenyum sepanjang hari."
"Eden, cukup katakan itu. Membelai rambutku, menerimaku sebagai istrimu, aku sudah merasa bahagia. Aku mengatakan ketidakyakinanku bukan soal kamu tidak mampu memberiku kebahagiaan tapi pada pemaknaan yang sesungguhnya dalam rumah tangga itu tidak akan selamanya orang bahagia sampai mungkin beralih dunia, kebahagiaan tetap berjalan pada posisi yang seimbang dengan masalah"_
__ADS_1
"Sudah cukup ah ! Jika kamu ingin mendiskusikan produk cinta atas nama kebahagiaan kita, kapan mulainya. Eden, terkadang istri harus meminta duluan sebelum suami memintanya. Menawarkan cinta kepada suami adalah bentuk ketundukan istri pada suaminya dan di agama mengajarkan demikian."
"Ky, aku pilih-pilih dulu yang elok ya. Gimana metode yang lebih mengasyikan."
"Eden, sayang ! Pilih-pilih itu langsung saja. Kalau kelamaan, aku keluar nih dari dalam kamar. Aku ingin melihat lautan lepas mengepung kapal Phinisi mu dari berbagai arah. Hmm...! Kalau kamu mana bisa mengepung tubuhku dari berbagai arah, tanganmu saja hanya ada dua."
"Ih..., mulai lagi memancing ya. Tanganku memang cuman dua tapi semangatku banyak, sayang."
"Coba buktikan jika memang banyak. Aku ingin melihat kekuatanmu, apakah seperti super Hero atau seperti teripang loyo didasar samudera."
Keceriaan mereka berdua tak bisa terukir atau mungkin dijelaskan dengan kata-kata. Karena setiap kata yang keluar dari Eden dan Resky hanyalah kata-kata cinta.
Bahkan setiap olengan kapal akibat dihantam ombak, mereka tidak merasakannya. Bagaimana mereka merasakannya bila didalam kamar, mereka juga oleng mengikuti instruksi olengan kapal.
Keringat mulai turun karena tegangan arus listrik dari dalam diri menuju luar badan dengan penuh sensasi.
Suara yang tadi sempat berlalu, kini mulai menyeruak menyikapi tabir gaib yang heboh. Alamat cinta memajang lengket di antara sulbi hidup, mendekati suara asing tak biasa hingga auman kecil dari Resky menggoda ditelinga Eden.
"Eden, jangan biarkan lagi lepas. Bermalam lah sekehendakmu, rumahku hanya diisi oleh dirimu. Aku membangun istana ini untuk kamu tempati sepanjang hari, siang ini, aku ingin selalu bersamamu."
"Ky, genggam jemariku sekuat mungkin. Tuhan menciptakan diriku hanya untukmu, jika pintu sudah terbuka maka biarkan siputih manis masuk kedalam."
Sebentar lagi malam, mereka tetap setia berada pada posisi yang paling tinggi. Tak perduli dengan olengan kapal, mereka adalah diri yang satu.
Maaf baru up lagi. Dikampung susah jaringan, jadi baru lagi up. Pembaca yang baik tetap sehat ya dan selalu tunggu kelanjutan cerita Perahu Apung. Dukung dengan like, vote, beri hadiah, dan komentari agar penulis selalu semangat. Agar penulis selalu berusaha sebisa mungkin meng-up ditengah keterbatasan jaringan dikampung.
Terimakasih 🙏🙏🙏
__ADS_1