
...Phinisi Owner Trapped...
...****************...
Suasana yang tidak seharusnya terjadi justru membuat Eden larut didalamnya. Tiga wanita cantik yang saat ini menjadi saksi di kantor polisi mendatangi Eden yang mendekam di balik jeruji kecil. Sudah sehari semalam Eden menikmati sempitnya ruangan tahanan bahkan luka memar, bengkak di setiap tubuhnya belum terobati.
Ketika Rindu, Resky, dan Anggun datang menjenguknya, mereka memberikan keterangan kepada pihak polisi bahwa kasus yang menimpanya tidak seperti yang ada dalam laporan yang di masukan oleh Daeng Guru. Mereka ingin mencabut laporan yang dimasukan oleh Ayahnya Anggun. Mereka bertiga berusaha sekeras mungkin, apa yang Eden alami tidak seperti yang diterima oleh polisi terkait kasus yang menimpa Eden.
Namun usaha mereka hanya bisa dibuktikan di pengadilan.
"Maaf, laporan saudara Eden sudah masuk dan kasusnya tidak bisa dicabut begitu saja." Jelas pihak polisi pada Rindu, Resky dan Anggun.
"Pak polisi, yang memasukan laporan kasusnya Eden itu adalah Ayahku dan aku datang bersama temanku untuk mencabutnya, Pak."
"Maaf ! kalian bisa mencabutnya setelah membuktikan bahwa saudara Eden tidak bersalah dan pembuktiannya hanya bisa di lakukan di pengadilan."
"Pak polisi, Eden tidak melakukan apa-apa. Kami saksi sekaligus bersamanya saat itu. Disaat orang-orang masuk ke kapalnya Eden dan memeriksa semua kamar, saat itu kami tidak melakukan apapun. Jika Eden melanggar, seharusnya bukan hanya dia yang dimasukan kedalam penjara tapi kami juga Pak polisi"_
"Mengapa cuma dia yang di masukan. Kami bertiga bisa menggantikannya didalam tahanan, dia harus di obati Pak polisi." Anggun masih tetap menjelaskan bahwa Eden tidak bersalah.
"Gini saja, ada solusi yang agak ringan jika Pak Eden mau kalian bebaskan. Laporan yang dimasukan oleh Pak Daeng Guru harus kalian konsultasikan padanya. Karena laporan ini, Pak Daeng Guru yang masukan jadi hanya dia yang bisa mencabutnya terkecuali kalian membicarakannya pada Pak Daeng Guru dan memintanya untuk mencabut laporannya dan jika beliau tidak mau maka kalian bisa meminta surat pencabutan laporan atau surat keringanan masa tahanan. Sebaiknya kalian bertiga lakukan sekarang sebelum kasusnya masuk lebih dalam dan mempengaruhi kebijakan kepolisian dalam masa tahanannya."
__ADS_1
"Pak polisi, kami bertiga boleh melihat Pak Eden di dalam." Anggun merasa bersalah atas tindakan yang dilakukan Ayahnya. Dia menyesali sikap semena-mena Ayahnya pada Eden.
"Ini kesalahanmu !." Rindu menyalahkan Anggun.
"Iya, coba jika kamu tidak ikut bersama kami, pasti Eden tidak akan seperti ini." Bahkan Resky menyalahkan juga Anggun.
"Kalian berdua, kenapa jadi aku yang disalahkan !. Aku juga tidak menyangka akan terjadi seperti ini. Jika aku tahu akan seperti ini, aku mungkin tidak akan ikut bersama kalian menemui Eden di pelabuhan."
"Ayahmu yang salah termasuk kamu." Rindu semakin memojokkan Anggun.
"Jangan ribut disini. Disini kantor polisi, masalah kalian bertiga selesaikan diluar ya. Di kantor polisi hanya menerima tamu yang benar-benar bisa menjaga ketertiban. Sebaiknya selesaikan dulu diluar baru kembali lagi jika mau menjemput tahanan didalam." Pak polisi menegur mereka bertiga sebab keributan yang mereka perbuat.
"Maaf Pak !. Tapi kami berdua kesal sama dia. Kesal sama Bapaknya yang begitu tega memasukan lapor palsu yang nyata-nyata tidak dilakukan oleh Eden."
"Anggun, kamu dengarkan yang dikatakan sama Pak polisi. Sebaiknya kamu yang pulang. Beritahu Ayahmu untuk mencabut laporan palsu itu."
"Rindu semakin tegas. Dia ingin, Anggun yang mempertanggung jawabkan kesalahan Ayahnya."
Anggun hanya bisa menelan kata-kata dari Rindu dan Resky. Dia pulang, dia kembali dengan penyesalan yang tiada duanya. Dipikirannya hanya terlintas Ayahnya, hanya Ayahnya yang bisa membebaskan Eden dari jeruji tahanan.
"Pak polisi apakah kami berdua bisa menjenguk Eden ?."
__ADS_1
"Siapa namamu dan nama temanmu ?."
"Kalau aku Rindu, dia Resky. Memangnya ada Bapak menanyakan nama kami ?."
"Tidak ada apa-apa ?. Aku hanya penasaran saja karena dari perdebatan kalian bersama wanita yang tadi, terlihat bahwa kalian mencinta orang yang ingin kalian jenguk. Aku lihat, tahanan orang yang baik, sepertinya dia memang tidak bersalah. Saat pihak kami menginterogasinya, dia hanya mengaku bahwa ia tidak bersalah. Apa yang disaksikan oleh orang-orang terkait aksinya di dalam kapal pada kebenarannya tidak seperti yang dilaporkan oleh Pak Daeng"_
"Kami sebagai pihak berwajib hanya menjalankan tugas. Kami akan menangani setiap kasus yang masuk ke kantor polisi walau mungkin kasus itu belum benar"_
"Jika kalian ingin menemui tahanan, kalian bisa menemuinya sekarang tapi jangan lama, hanya lima menit."
Rindu dan Resky pergi menemui Eden di sel tahanan sementara. Disana, Rindu dan Resky melihat laki-laki yang dicintai dalam keadaan yang tidak terawat. Memar-memar ditubuhnya masih begitu kentara, dia menangis ketika melihat Rindu dan Resky datang menjenguknya.
"Kalian berdua kenapa datang kesini ?. Kalian bahagia kan melihatku didalam sini. Jika bukan karena kalian, aku tidak akan ada disini, kalian memang sengaja ingin menjebak ku supaya aku dipenjara kan. Terutama kamu Rindu, kamu tidak ingat, dulu ketika seorang anak kecil yang jatuh dari atas kapal mu, saat semua orang diatas kapal mu menyalahkan mu, siapa yang membela dan menolong mu ?. Kamu lupa atau memang sudah tidak mengingatnya ?. Disaat itu, aku hanya berpikir bagaimana caranya agar kamu tetap bisa semangat"_
"Sekarang kalian justru menjebak ku. Kesalahan apa yang aku lakukan pada kalian hingga kalian harus membawa ku kesini. Kalian kan yang menyuruh orang-orang itu membawaku kesini, kalian juga kan yang memberitahu orang-orang itu untuk memukuliku, sebaiknya kalian pulang, aku tidak ingin melihat kalian disini"_
"Aku tidak perduli apakah kalian datang ingin melihat ku menderita atau ingin melihatku sekarat disini, aku tidak perduli. Jangan pernah kesini lagi, aku tidak ingin melihat kalian disini."
"Eden, tenang dulu ! jangan emosi dan jangan langsung mengambil kesimpulan bahwa kami yang melakukannya. Lagian waktu mereka datang, kita berempat ada didalam kamar. Bagaimana bisa kami menyuruh orang untuk suatu perbuatan yang tidak terpuji. Kami bahkan kaget saat mereka datang, kami juga tidak tahu jika orang-orang itu akan datang. Yang kami tahu dan kamu mungkin melihatnya, Ayahnya Anggun ada diantara orang-orang yang membuatmu seperti sekarang ini"_
"Jadi, tenangkan dirimu Eden. Jika kamu ingin mencari kesalahan kami, kamu hanya akan menemukan bahwa kita berempat yang salah, bukankah kamu sendiri yang pertama melihat mereka saat pintu kamar didobrak. Kenapa sekarang justru kamu mengatakan kami berdua yang salah !."
__ADS_1
Rindu benar-benar tidak habis mikir setelah mendengar Eden berbicara seperti itu. Bahkan saat Rindu menjelaskan kebenarannya, Eden tidak mau mendengarnya.
"Yang aku tahu kalian biangnya. Pulanglah ! aku tidak ingin kalian ada disini, melihatku menderita disini. Pergiii...!."