Perahu Apung

Perahu Apung
33


__ADS_3

...Bantu Aku...


...*********...


Edan telah pulang dari rumah calon istrinya. Hanya simbol, hanya nama, hanya identitas, hanya harapan kosong yang ia bawa. Tidak ada kesilapan yang tidak pernah di lakukan oleh manusia selain dari ketentuan yang dikehendaki oleh Tuhan.


Dia pulang tanpa membawa apa-apa. Dua orang wanita yang dulu pernah berjasa dalam hidupnya masih mengikutinya. Kedua wanita itu tidak terlihat bermusuhan, mereka akrab, masih berada di belakangnya Eden.


Kali ini, Eden sudah memiliki mobil yang mereknya sama dengan Pajero milik Resky hanya berbeda bentuk.


Jika sekarang Eden memilih Rindu maka dia lebih siap untuk menerima tantangan yang lain yang mungkin akan diberikan lagi oleh Ayahnya. Tapi bagaimana dengan Resky, cinta untuk pilihan kepada wanita pertama yang dulu pernah membuka hatinya bukanlah suatu alasan dimana dia akan meninggalkan Resky yang juga sudah mengutarakan perasaannya padanya.


Pas saat dia ingin masuk kedalam mobilnya. Resky dan Rindu juga masih berada dibelakangnya. Hingga mengundang pertanyaan yang keluar dari mulutnya Eden, " kalian berdua mengapa masih mengikutiku ? bukankah kalian berdua tahu kalau aku saat ini ingin sendiri, aku tidak ingin di ganggu oleh siapapun juga termasuk kalian berdua. Jika kalian memang ingin aku memutuskan siapa yang harus aku pilih maka biarkan aku sendiri"_


"Andainya aku tahu bahwa kehadiran kalian berdua di pesta pertunanganku justru mengacaukan segalanya, dua kepalaku, aku tidak akan mengundang kalian. Sekarang minggirlah, aku ingin masuk kedalam mobil. Jangan halangi aku, aku bukan siapa-siapa didalam kehidupan kalian berdua khusus kamu Rindu. Di pesta tadi, aku tidak ingin menjawab apa-apa karena aku menghargai kalian berdua tapi disini jika kalian ingin mendengar perkataanku maka aku marah pada kalian. Tidak bahagianya hati kalian melihat aku bahagia, mengapa kalian ingin membatalkan pertunangan yang sudah lama aku nantikan."


"Lalu mengapa, kamu justru memilih untuk pulang dan tidak melanjutkan pertunanganmu ?. Kamu bisa saja berkata didepan semua orang bahwa kamu lebih mencintai Anggun daripada harus memilih cinta diantara kami"_


"Iya. Rindu benar !. mengapa kamu justru memilih untuk diam ketimbang menjelaskan kepada semua yang hadir bahwa kami berdua hanya membual, kami hanya mengada-ada. Bukankah demikian itu lebih baik ketimbang kamu membela perasaan yang bertentangan dengan hati nurani"_


"Aku dan mungkin juga Rindu percaya bahwa dihatimu masih ada kami. Entah mungkin aku sebagai sahabat di hatimu atau wanita yang istimewa atau sebaliknya juga Rindu demikian. Eden, disini tinggal kita bertiga sebelum kamu pulang maka katakanlah kepada kami berdua, siapa yang hendak kamu pilih, kamu jaga, untuk masa depanmu. Akan lebih baik jika kontelasi yang mengganjal dipikiranmu, kamu bebasakan agar menuju pada tempat yang aku sebut masa depan"_


"Eden, aku tahu diri, cintamu bukan untukku melainkan untuk Rindu. Dia kan yang pertama memberimu arti, sebuah rasa yang dimana kamu mengenal cinta dari wanita Makassar. Namun, kuharap kepadamu, berikan aku jawaban yang sesungguhnya, Eden. Aku yakin, perasaan ini tidaklah muncul dengan sendirinya jika di hatimu tidak ada aku. Wanita dan laki-laki, kemanapun mereka berpisah jika dipikirannya masih sering terbayang wajahnya, masih sering matanya melihat penampakan sosoknya dalam wujud impirisme maka aku percaya, dihatimu ada aku. Bicaralah Eden, tanyakan hatimu, tanyakan siapa yang berada disana. Ini urusan cinta, perasaan, hati, dan kasih sayang. Bukan urusan Phinisi yang berlabuh, bukan urusan jangkar yang tertanam di pasir dan bukan pula sebuah praduga belaka bahwa aku memang memiliki rasa padamu"_

__ADS_1


"Akankah perasaan yang sudah kuberitahu padamu dengan sendirinya tidak bermakna apa-apa ?."


"Resky, tolong aku !. Untuk sekarang, aku betul-betul tidak bisa menjatuhkan pilihanku. Di dalam diriku sejujurnya, ada kamu, ada Rindu dan juga ada Anggun. Aku memang mengenal kalian lebih awal dari Anggun, aku paham, mungkin kalian berdua akan merasa bahwa aku adalah pemuda yang tidak berpegang pada pilihan hatiku, menjatuhkan pilihan hanya berdasarkan pada prinsip keakraban dengan Anggun. Jujur, sampai detik ini, aku benar-benar tidak bisa memilih siapa yang hendak aku pilih. Rindu, Resky, sebaiknya kalian pulang, hari sudah semakin gelap. Aku ingin menghabiskan malam ini disebuah tempat dimana aku tidak mendengarkan deru suara kendaraan maupun bunyi mesin yang ada dilaut"_


"Kalau kalian tetap mau ikut bersamaku, setidaknya kumohon jangan membuatku bertambah pusing. Jangan lagi bertanya soal hati, soal siapa yang ingin aku pilih. Kalian berdua dan bahkan Anggun tidak akan menerima jika aku mengatakan untuk memilih kalian bertiga."


Kedengarannya tidaklah bagus hingga Rindu dan Resky menyoroti pendapat Eden dengan sebuah suara pertanyaan, "Apa ?."


"Aku sudah bilangkan, kalian tidak akan menerima jika aku mengatakan seperti itu. Lagian urusan hati adalah urusan yang rumit, urusan masa depan yang menjadi tanggungjawab beban moralku. Jadi kuharap pada kalian berdua biarkan aku sendiri dulu, bisakan ?."


"Eden, kamu seharusnya bersyukur bisa dicintai oleh tiga wanita sekaligus. Kamu bukan malah menjatuhkan pilihanmu justru malah ingin menghindar dari masalah ini. Eden, kamu tahu tidak, diluar sana, ada banyak laki-laki yang ingin jatuh cinta tapi tidak diberi kesempatan untuk mencintai. Kamu tahu sebabnya apa ? mereka, kebanyakan ditolak oleh wanita-wanita diluar sana, mereka mencintai hanya mengecewakan wanita, seperti kamu yang sekarang ini justru mengecewakan kami bertiga."


"Rindu, kamu tidak salah bicara. Aku kah yang mengecewakanmu atau kamu yang mengecewakanku. Resky tidak sama sepertimu, Resky hanya singgah dihatiku sebagai teman tapi aku yang membuatnya jatuh cinta. Sementara kamu, kamu yang aku cintai tapi balasan mu apa. Pengakuanmu saat dipesta sengaja aku tidak menjawabnya sebab aku tahu jika aku menjawabnya maka bukan hanya kamu yang merasa malu tapi juga aku. Seharusnya kamu berkaca sedikit pada diriku, didalam mataku ini apakah kamu masih melihat bayanganmu. Selama ini, aku di Makassar saat kejadian di dermaga dulu, hidupku terluntah-lantih tidak terarah sampai pada akhirnya Daeng Guru yang menolongku, dia memberiku pekerjaan hingga menjadikanku sesukses sekarang ini"_


"Daeng Guru tidak pernah bertanya apakah aku akan mencintaimu anaknya. Hanya aku yang menaruh hatiku pada Anggun. Sejak saat dimana kamu memilih untuk mempercayai wanita aneh yang dulu pernah mengaku bahwa aku pernah menodainya dan kamu menyuruhku pergi sejauh-jauhnya, sejak hari itu, aku belajar untuk melupakanmu. Aku berpikir saat itu, apakah pemuda dari desa yang tidak punya apa-apa tidak pantas mencintai seorang wanita yang begitu kaya. Aku mulai menelusuri kekurangan diriku, aku mulai berjalan mencari dimana letak diriku dihatimu tapi apapun usahaku, nyatanya aku bukan siapa-siapamu saat itu"_


"Resky, apakah kamu tidak keberatan jika malam ini aku sendiri dulu ?."


Tidak ada lagi kata yang perlu diurai menjadi kalimat aktif, tidak ada lagi perasaan yang perlu disulap agar bisa damai. Perasaan hanyalah kekuasaan jiwa saat ketika jiwa merasa tenang. Bila mata mampu menembus diri yang bersembunyi diantara jantung maka jantung tidak perlu berkata bahwa aku berdetak karena kamu.


"Resky, Rindu, sekali lagi jangan biarkan aku semakin pusing memikirkan semua ini. Aku harap jika kalian berdua tidak ingin aku sendiri malam ini maka kalian ikutlah bersamaku, temani aku namun jangan mengajakku untuk berbicara perihal ini lagi"_


"Kalian bisakan membantuku untuk melepas kepenatan ini. Sungguh, aku tidak mampu untuk melepasnya. Bagiku, kalian berdua adalah wanita yang begitu luar biasa. Andainya kalian setuju untuk menemaniku pulang kekampung halamanku bertemu kedua orang tuaku, aku akan memilih dia yang ikut bersamaku."

__ADS_1


"Kapan ?." Resky dan Rindu bersamaan bertanya pada Eden.


Keadaan pun sedikit mencair setelah Eden meminta kesiapan Resky dan Rindu.


"Eden, aku mau tanya, kira-kira kalau kami berdua ikut menemanimu, apakah pilihanmu bisa kamu katakan ?." Tanya Resky padanya.


"Betul !." Sahut Rindu pada Eden.


"Bukan hanya kalian berdua yang akan ikut tapi Anggun akan aku panggil juga. Bukan aku yang memilih siapa diantara kalian yang ingin aku nikahi melainkan kedua orang tuaku yang akan memilih salah satu diantara kalian untukku. Urusan ini biarlah menjadi keputusan kedua orang tuaku. Lagian aku sudah lumayan lama tidak pernah menjenguk mereka."


"Aku akan ikut." Jawab Resky.


"Aku juga ikut." Jawab Rindu.


"Jika demikian, biarkanlah aku malam ini. Kita akan berangkat setelah waktunya aku putuskan bersama kalian."


Kalian wanita-wanita yang begitu aku hargai. Jika saja kalian berdua satu tubuh dan satu wajah, sudah dari tadi aku akan memilih kalian.


"Kamu mau kemana ?." Mereka berdua masih menanyai Eden.


"Entahlah ! aku mau kemana, aku juga belum tahu."


"Kalau begitu kami ikut, kami janji tidak akan bertanya soal perasaan lagi."

__ADS_1


Hikmahnya luar biasa. Resky dan Rindu menjadi lebih dekat, mereka kenal satu dengan yang lain karena persoalan rasa pada pemuda yang sama. Seakan mereka tidak memiliki masalah pribadi mencintai Eden.


Siapapun yang mempertahankan perasaannya pada seorang wanita maka pertahankanlah seperti ia mempertahankan nyawanya. Perasaan itu adalah suara lain yang menembus diri wanita yang kita cintai. Sepertinya Eden berhasil membuat orang yang mencintainya bisa akur.


__ADS_2