Perahu Apung

Perahu Apung
20


__ADS_3

...Dipersimpangan Jalan Kampung Bugis...


...****************...


Di Kampung Bugis, Resky mengajakku jalan-jalan mengelilingi beberapa tempat termasuk ke tempat pembuatan kapal Phinisi. Aku jadi ingat ! dulu, Rindu juga seperti ini, pergi jalan-jalan hanya untuk melihat tempat-tempat yang dianggap nya bisa memberinya kepuasan batin.


Dari rumah, kami berjalan kaki. Karena masih pagi, udara yang masih hangat, cukup memberi inspirasi hidup bagiku. Kampung Bugis menurut ku adalah sebuah kampung yang paling Unik. Selain orang-orangnya baik, disepanjang jalan, aku hanya mendengar ucapan selamat datang ke ditujukan kepada Resky. Nyatanya, Resky begitu dikenal di Kampung Bugis ini, dia lebih populer dari Kepala Desa yang ada disini.


Sahut-sahut yang memberi arti penting itu padanya sampai membuat aku menanyakan nya langsung kepada Resky perihal mengapa orang-orang di Kampung Bugis begitu sangat menghargai nya.


"Ada sejarah yang tidak pernah lepas dari kehidupan ku dahulu, Eden." jawabnya padaku.


"Maksudmu adalah kehidupan masa lalu ?."


"Iya. Aku akan bercerita padamu sambil berjalan-jalan supaya keadaan tidak terlalu serius kamu tanggapi."


"Baiklah !" jawabku padanya.


"Kamu mungkin tidak pernah mendengar bahwa dalam kehidupan adat orang Bugis selain kental dengan keberadaan Phinisi-phinisinya juga ada suatu aturan yang sifatnya mengikat dan harus diikuti. Aturan adat itu mengharuskan anak-anak yang sudah dewasa harus menjalani sebuah kehidupan hanya didalam aturan itu. Mereka tidak boleh mencintai atau berhubungan dengan laki-laki atau wanita diluar dari sukunya apalagi sampai menikah dengan suku yang dari luar. Sangat dianggap berbahaya dan menggangu ketertiban, ketenangan, maupun kedamaian para leluhur yang membuatnya. Hari ini, aku mengenalmu tapi dulu, hubungan persahabatan seperti kita sangat jarang ditemukan bahkan bila didapatkan maka kemungkinan kita berdua akan dianggap sebagai orang yang tidak menghargai persatuan dan kesatuan masyarakat Bugis."


Miris juga aku mendengar cerita dari Resky. Ternyata disini, "kita tidak dibolehkan untuk menikah ?."


"Apa ?." Dia kembali bertanya padaku, ada kekagetan saat dia mendengar kata "kita tidak dibolehkan untuk menikah."


"Tidak !. Maksud ku hanya memperjelas, bagaimana jika dalam hubungan asmara sebab terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, apakah tetap tidak akan mendapat kan izin untuk menikah ?."

__ADS_1


"Dalam hal tersebut Bugis Makassar memberinya kelonggaran dan menganggapnya sebagai Silariang atau kawin lari adalah perkawinan yang menyimpang dari aturan adat orang Makassar dan berkonsekuensi siri (harga diri). Perbuatan yang dianggap bisa melecehkan adat atau kesopanan para leluhur bisa langsung di ekskusi tanpa berpikir panjang. Karena keketatan itulah hingga terkadang tidak jarang kita menyaksikan banyak dari yang muda mudi berjalan sesuai kehendak hati mereka. Aku pribadi sebenarnya berpikir, kok kenapa ya orang Bugis bisa bertambah banyak padahal jika dipahami dari perkawinan sejenis Bugis maksudku sama-sama mereka pasti pertumbuhan jumlah penduduk akan rendah. Ini bertambah, asmilasi di masalahkan sementara setiap Bugis Makassar juga dulunya adalah hasil asmilasi atau percampuran perkawinan dengan budaya lain. Tapi entahlah, perubahan itu mulai terlihat seiring kemajuan zaman, adat leluhur mulai terlupakan, sebagian insan memilih jalan cintanya walau pun menderita"_


"Mereka tidak akan mempertahankan sebuah aturan yang bisa saja mengancam keselamatan hidup mereka. Leluhur membuat aturan seperti itu karena mereka tidak hidup di zaman sekarang, mereka takut akan sebuah kenyataan di masa mendatang, takut kehilangan orang-orang yang dicintai, takut kehilangan anak-anak, cucuk-cucuk mereka dan takut untuk hidup berjauhan dengan generasi mereka. Makanya dengan membuat aturan semacam itu untuk menjamin keberadaan generasi hari ini."


"Resky, dari tadi kamu bicaranya panjang lebar seperti jalanan yang kita lewati ini panjang juga. Kalau soal itu, aku tidak ngerti-ngerti. Aku hanya tahu kalau orang sedang jatuh cinta maka mustahil untuk dipisahkan kecuali mereka berpisah dengan sendirinya. Kalau dipisahkan hanya mungkin ada aturan leluhur yang harus dijaga, dilestarikan, dihargai, dihormati, bagus ! tapi gimana dengan perasaan mereka yang saling jatuh cinta ? siapa yang bisa menjaga perasaan mereka, apakah aturan itu bisa menjamin hubungan mereka tetap utuh, kan tidak ?!. Sebaiknya, kita jangan cerita lagi soal itu, Resky. Semakin banyak cerita, aku semakin tidak tahu. Aku hanya berdoa, berharap, semoga kelak dimana pun jodohku maka disitulah kedamaian hidup Tuhan berikan."


"Eden, sebaiknya kita cari tempat untuk berteduh dulu. Ini mau hujan, mendung, awan tebal menghitam dilangit sana. Hujan Rahmat Tuhan yang senantiasa memberi manfaat. Cobanya, aturan leluhur seperti itu maka sungguh indah nya hidup ini."


"Resky, ini sudah gerimis. Kita berteduh atau gimana ?."


"Tadi aku bilang, kita cari tempat berteduh kan ?. Sekarang, sekalian saja sampai ditempat pembuatan Phinisi-phinisi baru kita berteduh sekalian istirahat disana. Kalau berteduh disini, takutnya kita tidak akan sampai ditempat pembuatan Phinisi itu. Tapi menurut mu saja gimana, Eden ?."


"Memangnya, kita kesana mau bikin apa ?."


"Cewek cantik ?!. Menurut mu gadis-gadis yang itu, yang berjalan di jalan seperti kita ?. Tapi jujur, gadis-gadis disini semua kelihatan cantik, berbeda dengan perempuan dikampungku. Apa karena Bugis hingga gadis-gadis nya cantik-cantik termasuk Resky."


Aku tahu, kamu sebenarnya memancingku dengan menyebut gadis-gadis. Yang kamu maksud kan itu bukan orang lain tapi dirimu sendiri. Kamu sudah lihat, sekarang aku hanya berjalan bersama dengan mu. Kamu menyebut lagi gadis-gadis lain, mana ada gadis lain disamping ku selain mu ?.


Tanpa terduga, guntur meledak begitu keras, diiringi petir yang menyambar-nyambar, hmm...! aku dapat jatah. Resky ternyata adalah wanita yang takut dengan bunyi guntur. Saat guntur berbunyi, dia lompat memelukku.


Siapa yang tidak mau dipeluk oleh wanita cantik seperti nya. Sesaat aku melupakan Rindu, hujan turun dengan derasnya. Kami kebasahan, berlari menuju tongkrongan yang tidak jauh dari kami. Dinding tongkrongan itu memiliki tulisan, entah siapa yang tulis ?, "Anak muda mudi yang duduk disini, pulangnya langsung nikah ya."


Kami membaca tulisan itu. Bertatap dengan penuh keanehan, malu-malu diwajah Resky menghiasi warna kata-kata dinding ini.


Dia agak risih sedikit tapi iya dia mengatakan nya.

__ADS_1


"Siapa coba yang menulis kata-kata itu. Masa nikah ? tadi, baru saja bahas aturan adat leluhur, eh sekarang nemu kata-kata yang suruh nikah. Aduh !.


"Resky, aku basah ini. Kamu juga basah, kita pulang saja ya. Jangan lagi diterusin jalan-jalannya. Besok saja atau lusa, gimana Resky ?. Iya, kata-kata itu masa menyuruh orang yang duduk disini pulangnya harus nikah. Resky, aku masih punya Rindu, aku belum mau menikah !."


"Ih, siapa juga yang mau menikah denganmu. Aku saja masih ingin berlayar-layar dengan Pajero ku. Udah ah ! jangan bahas itu lagi ! ayok kita pulang."


Resky bertambah malu denganku. Kami jalan tidak seperti tadi. Kali ini, dia berada di depanku.


Namun ada bahasa yang dia katakan padaku, yang menggelitik telinga dan perasaan gimana gitu, "awas matamu ya. Jangan lihat aku lebih dalam, nanti kamu nggak kuat itu. Kan, body ku menggemaskan apalagi hujan masih membasahiku."


Ini apa coba ?. Aku malah dibuat nya tergoda. Untung ini masih pagi. Kalau malam, mungkin sudah dari tadi aku melihatnya di alam mimpi.


Lupakanlah ! tetap jalani yang ada, bersama dengan orang yang mencintai, tulus ingin bersahabat. Cinta ku bukan pada Resky melainkan pada Rindu.


Sejak masalah di dermaga itu, seperti nya akulah yang salah. Tanpa bertanya, aku menilai yang aku lihat.


Seperti hujan yang masih turun, kami berdua sampai dirumah dalam keadaan basah kuyup. Ketika Resky hendak masuk kedalam kamarnya, aku meneriakinya "Resky, jangan lupa, entar malam menikah ya !."


Dia tertawa dengan serius, lalu melambaingkan tangannya kearahku sambil menjawab, "iya, sebentar malam kita menikah."


Haha...!


Akupun menuju kamar dengan dualisme perasaan, apakah Rindu atau Resky.


Butuh jawaban ?.

__ADS_1


__ADS_2