
...Apa Yang Seru?...
...****************...
Berlayar mengarungi lautan bagi Eden bukan merupakan suatu sikap sejati bagaimana ia memahami keadaan kehidupan lautan. Baginya ombak-ombak yang bergulir menerpa kapalnya adalah bentuk cinta lautan padanya.
Setelah membungkus dirinya dengan pelukan yang hangat dari Resky. Lelaki yang berbadan agak besar sedikit itu, yang telah berubah dengan badannya beberapa tahun lalu itu, terlihat berjalan dari dalam kamar kapalnya menuju luar sambil berpegangan tangan dengan Resky.
ABK kapalnya khususnya gondrong yang melihat keakraban mereka, tak bisa berkata-kata. Mereka lebih serius dari biasanya, mereka lebih dekat dari yang dilihat oleh gondrong.
Eden tanpa perduli tetap berjalan diantara mereka yang lagi asyik menikmati kopy di dek kapal depan. Suasana ditengah laut memang bisa merubah keadaan bahkan cinta yang tadinya hanya berdasarkan pada keinginan biasa terdampak menjadi semacam resolusi untuk mengobati rasa sedih karena pengaruh hubungan cintanya yang mandek.
Sepoi angin malam yang luar biasa itu mengundang canda tawa dari gondrong dan ABK kapal yang lain. Sekedar bercengkrama dengan Eden, lalu indah ditelinga ketika Eden mendengar pertanyaan sederhana mereka.
"Bapak, beruntung sekali bisa melewati perjalanan tengah lautan ini ditemani dia, wanita yang begitu cantik itu." Dengan senyum, gondrong pun menjawab dengan santainya tanpa mikir apakah Eden akan mendengarkannya "Adi, ah...! Kamu, namanya juga calon Istri, pasti beruntung lah."
Sama sekali Eden masih acuh. Apakah karena dia bersama Resky atau tidak, Eden hanya tak ingin Resky marah atas kelakuan anggota kapalnya itu.
Kini mereka berada di depan kapal, paling ujung. Seperti gerai mahkota kapal yang bisa menembus laut. Dari atas kapal, Resky menyaksikan panorama bintang-bintang laut yang berkerlip-kerlip menabrak dasar bawah depan kapalnya.
"Eden, ingat tidak ?! beberapa tahun yang lalu ketika kamu ikut bersamaku. Waktu itu, kamu hanyalah pemuda desa yang tak memiliki kapal. Sekarang, lihatlah ! Kamu bukan hanya memiliki kapal tapi menjadi salah satu seorang penguasa yang sukses."
"Kesuksesan yang aku dapatkan, tidak ada apa-apanya Resky. Aku lebih sukses lagi jika telah mempunyai seorang pendamping yang bisa menemaniku sepanjang hari. Sebenarnya pada intinya kesuksesan yang aku raih adalah alasan agar aku dipandang orang lain. Tapi, nyata tidak pada urusan asmara, malam ini, sebaiknya jangan bahasa masalah sukses atau tentang asmara. Aku tidak ingin melihat seorang wanita lagi yang saat ini bersamaku bersedih hanya karena cemburu."
"Ih, kamu ! Siapa juga yang cemburu. Itu urusanmu dengan Rindu dan aku urusanku denganmu. Aku tidak akan pernah cemburu jika cuma mendengar namanya atau cerita tentangnya, aku akan cemburu bila melihat kalian saling berpelukan. Bagiku, menyembut nama wanita lain adalah hal biasa, toh semua orang bisa menyebutnya. Jangankan kamu yang sampai malam ini masih menginginkannya. Wajarlah jika kamu menyebutnya, yang tidak wajar jika kamu menyebutnya dengan niat ingin memanasinku."
__ADS_1
"Resky, aku terlambat mengenalmu. Andai dari awal, aku mengenal dirimu dulu baru kemudian aku mengenal Rindu, pasti cerita cinta diantara kita akan berbeda."
"Eden, tau tidak ?! Terkadang wanita yang kita kenal belakangan yang bisa memberikan kita kebahagiaan. Aku juga terlambat mengenalmu, cinta, dan perasaanku muncul setelah hari itu kamu mengatakan padaku bahwa kita menikah sebentar malam. Dari saat itu, saat aku dikamar mengganti bajuku, aku baringan di kamar dengan satu pemikiran yaitu, apakah kamu serius ingin menikah denganku. Nyatanya tidak ?! sejak diacara perlombaan kapal Phinisi waktu itu, sejak saat kamu pergi dengan Rindu dan saat aku tau kamu akan bertunangan, sejak saat itu, aku tersakiti. Kamu tau mengapa aku tersakiti ? Karena aku mulai jatuh cinta padamu, namun apalah aku dimatamu ? Aku hanyalah seorang wanita yang biasa saja jika dibandingkan dengan Rindu dan Anggun. Mereka adalah dua wanita yang tidak hanya memiliki banyak harta tapi kecantikan mereka dibandingkan aku, mereka yang lebih cantik."
"Cie... cie..., jadi marah nih ceritanya padaku ?." Jawab Eden dengan membelai rambut panjang Resky.
Mereka semakin mesra, mereka lupa bahwa malam ini bulan dan bintang tengah menyaksikan kemesraan cinta yang baru saja tumbuh itu. Sesekali Eden mengusap punggungnya Resky sambil menarik kepalanya ditempelkan ke bahunya.
Sambung Resky penuh harmonis, "aku tidak marah ! Serius, aku tidak marah. Aku hanya tak sengaja berbicara demikian padamu. Daripada aku pendam yang pada akhirnya menjadi penyakit. Kan, sayang kalau jadi penyakit ditubuhku. Kalau aku sakit, terus siapa yang akan merewatku. Kamu akan merawatku ? Aku tidak percaya kalau kamu akan merawatku, yang ada, kamu akan pergi meninggalkanku saat ketika Rindu datang menemuimu."_
"Kenapa ya, semua laki-laki itu tidak bisa dipercayai. Mereka mengaku didepan wanita yang mereka cintai bahwa tidak ada wanita lain dalam hatinya selain wanita yang ia cintai. Taunya, dibelakang wanita yang ia cintai, ada banyak wanita yang menjadi simpanannya. Hadeh ! Laki-laki memang tidak bisa dipercaya."
"Itu orang lain Resky. Kan, bukan aku ! Aku hanya cinta pada hati yang serius mencintaiku bukan wanita yang tidak serius mencintaiku. Jika kamu benar mencintaiku maka kamu harus rela mencintiku. Artinya, jangan pernah curiga atau tidak percaya padaku. Aku menemukan tipe wanita yang tidak setia dan suka membantah, tidak berani mengambil keputusan sendiri dan hanya mengandalkan keputusan orang tuanya."_
"Jadi ceritanya ini, kamu menyinggung Rindu di depanku ?." Tanya Reski pada Eden yang mulai kelihatan menarik simpati lebih dari Resky itu.
"Bukan !."
"Lalu, siapa yang kamu maksud itu ?."
"Yang aku maksud itu, Hmm...! Kamu Ku."
Bukan malah nyambung. Agak kesal dengan jawaban Eden padanya. Resky langsung berdiri pergi meninggalkan Eden. Resky terlihat mau marah, Resky berjalan diantara ABK kapal yang masih asyik cerita sambil minum kopy.
Kekesalannya itu lucu. Lucunya, Resky menuju keruang kamar khusus dalam kapal Phinisi itu. Kamar karaoke, disana ia memutar musik sambil karokean sendiri.
__ADS_1
Eden pun pergi menyambanginya. Tujuannya ingin menghiburnya, ingin mengatakan kepadanya kalau tadi, dia hanya bercanda.
Apa yang terjadi ?. Sebelum Eden sampai di kamar itu, lemparan roti tepat mengenai kepalanya. Karena terkejut, Eden langsung berteriak "Siapa sih ?."
"Aku!" Jawab Resky.
"Sakit tau!."
"Makan itu roti, biar kamu kenyang. Supaya kamu paham apakah aku rasa roti atau aku rasa sakit."
Keseriusan yang terjadi malah mengundang candaan ABK kapal. Mereka semua menyoroti Eden dengan satu bahasa "Bapak untung dapat wanita seperti dia. Kami aja mau makan roti itu, nggak dilempar."
"Maksudnya apa ?."
Sampai disini dulu ya...!
Tunggu selanjutnya...
Ayo dukung Penulisnya dengan cara
#Vote, Like, Komen, dan beri Hadiah
agar penulisnya semangat up terus.
Matur Nuwun🙏
__ADS_1