Perahu Apung

Perahu Apung
43


__ADS_3

...Karenamu Aku Begini...


...****************...


Adakah yang ingin menikah dengan pengusaha Phinisi yang satu ini.


Musibah yang membawa Eden hingga sampai kerumah sakit. Dari musibah ini, banyak orang bersedih. Pasalnya, dia mengalami cidera kecil untuk sementara waktu.


Dia kehilangan masa indahnya, dia lupa orang-orang yang mencintainya. Rindu yang senantiasa menemaninya selama berada di rumah sakit dibuat pusing. Bagaimana tidak ?! laki-laki yang begitu mencintainya ternyata hanya mampu mengingat sebuah nama yaitu Anggun.


Apakah ini memang hukuman atas perasaan yang Eden terima atau hanyalah sebuah alasan yang masih menghendaki cinta dalam masa yang tidak menentu itu bersama Anggun.


"Eden, jangan permainkan perasaanku ? aku bukan wanita yang hanya lahir untuk merasakan sakit olehmu."


Kata-kata itu diungkapkan oleh Rindu ketika ia mendengar Eden ditempat pembaringannya selalu memanggil nama Anggun.


Yang membuatnya begitu sedih, setiap Eden melihat Rindu, dia seakan melihat Anggun bahkan disetiap awal kata dan akhir katanya hanya nama Anggun yang diucapkan.


Siapapun dia jika orang yang dicintainya hanya memanggil nama wanita lain sementara kita yang mencintainya selalu bersamanya maka kebahagiaan apa yang akan kita dapatkan selain tangis kesedihan yang melanda hati.

__ADS_1


"Eden, apa yang membuat otakmu hingga lupa sama aku. Dimana aku dihatimu, apakah dihatimu hanya ada wanita lain. Bukankah kamu sudah mengatakan padaku untuk tidak mencintai wanita lain apalagi sampai harus menyimpan namanya dalam hatimu"_


"Kamu tidak akan pernah tahu seberapa besar rasa sakit ini. Hanya aku yang merasakan bukan dirimu, aku tidak rela jika di tempatmu berbaring saat ini, wanita lain yang tidak ada disampingmu justru itu yang kamu sebut-sebut. Lalu aku, mau kamu bawa kemana Eden. Andai bukan karena musibah yang menimpamu, kita pasti sudah bertunangan ?."


Derita demi derita dirasakan oleh Rindu. Rindu tidak harus tersakiti oleh sikap yang Eden sendiri tidak pernah menyadarinya.


Melihat kejadian yang dialami oleh Eden. Rindu merasa khawatir terkait perubahan sikap yang tidak biasanya itu. Dia mengonsultasikan keadaan itu pada Dokter yang menanganinya.


Setelah diperiksa oleh Dokter ahli dinyatakan bahwa Eden mengalami penyakit Amnesia Global sementara. Yaitu dimana pasien mengalami kondisi yang tidak stabil yang penderitanya akan kehilangan semua ingatannya secara sementara. Mungkin karena akibat benturan yang terlalu keras yang menghantam kepalanya sehingga mengakibatkan kecelakaan pada kepala pasien.


Mendengar keterangan Dokter, Rindu menyadari bahwa yang dialami oleh Eden adalah sindrom yang seharusnya dia menyikapi hal ini sebagai suatu kebajikan cinta. Menguatkan Eden, memberinya senyum, memberinya berbagai cerita sebagai usaha mengingatkanya kembali pada kondisi yang seharusnya.


Didalam rumah sakit, Rindu melihat Anggun datang membawa bunga. Anggun menghampiri Rindu dengan wajah yang sama dengannya. Dia menanyakan kabar tentang Eden.


Rindu harus menutup kesedihannya di depan Anggun. Walau dia tahu bahwa kesedihannya disebabkan dua jenis masalah yang mengganggu pikirannya. Pertama karena orang yang ia cintai masih berbaring dengan kepikuan ingatannya dan yang kedua yang paling membuatnya bersedih karena Eden terlalu banyak menyebut nama Anggun.


"Syukurlah karena kamu datang tepat pada waktunya. Eden membutuhkanmu Anggun, dia selalu menyebut dan memanggil namamu. Dia sama sekali tidak tahu kalau aku yang bersamanya bahkan namaku, dia tidak mengingatnya. Mungkin dengan kehadiranmu, Eden akan semakin baik serta mengingat siapa dirinya sendiri"_


"Dokter telah memeriksanya dan menemukan kelainan syaraf dikepalanya. Eden dinyatakan kehilangan ingatan untuk sementara waktu. Kita tidak pernah tahu kapan ingatannya akan kembali seperti biasanya. Yang bisa kita lakukan hanya berdo'a memohonkan kesembuhan baginya. Aku sendiri tidak tahu apakah ingatannya akan pulih secara normal atau tidak. Untuk saat ini hanya ada satu nama yang dia ingat yaitu namamu. Apakah karena cintanya yang begitu besar padamu atau kamu yang lebih besar mencintai dia ketimbang aku, Anggun."

__ADS_1


"Kamu yang sabar ya Rindu. Aku tidak datang kesini sebagai wanita yang mencintainya tapi datang sebagai orang yang pernah mengenalnya. Yang kulakukan tidak lebih dari seorang sahabat, aku sadar bahwa cinta terkadang harus mampu menerima keputusan yang ada padanya. Aku menyadarinya saat Eden masih berada di penjara. Dia bahkan mengatakan padaku bahwa aku bukanlah wanita yang pantas untuk masa depannya. Dia hanya mencintaimu, tenang saja Rindu ! kedatanganku kesini hanya untuk memberinya semangat, memberinya perhatian sebagai wanita yang pernah ada dalam hidupnya"_


"Mungkin dia selalu menyebut namaku namun kita tidak pernah tahu apakah wajah Anggun yang selalu dia sebut sama dengan wajahku. Jika Eden mengingat wajahku berarti nama Anggun yang selalu dia panggil itu adalah aku tapi jika wajahku tidak dia ingat, itu berarti, nama Anggun yang selalu dia sebut, itu bukan aku."


"Anggun, apakah cinta itu sakit ?. Aku tersakiti dengan keadaan yang menimpa Eden. Padahal, diruangan lain dirumah sakit ini, ada banyak orang yang sakit dengan berbagai penyakitnya namun aku biasa saja melihat mereka. Tapi saat ini, aku begitu sakitnya bila melihat Eden berbaring ditempat pembaringannya, apakah mencintai seseorang memang seperti itu, Anggun ?"_


"Merasa sakit bila orang yang kita cintai dalam keadaan sakit."


"Iya !. Untuk itu, Rindu harus sabar !. Jika kamu merasakan perasaan yang begitu sakitnya maka sebaiknya, kamu harus banyak berdo'a, mintakan pada Tuhan agar Eden bukan hanya sembuh tapi bisa mengingat siapa wanita yang menjaganya, mencintainya dengan sepenuh hati."


Percakapan serius itu malah mengundang kesedihan diantara dua wanita itu. Anggun yang masih juga menyimpan perasaan pada Eden juga melakukan hal yang sama, menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya dihadapan Rindu. Anggun membohongi Rindu bahwa ia sudah tidak mencintai Eden padahal sakitnya sama dengan Rindu saat tahu kekasihnya berada dirumah sakit.


Jika dilain waktu mereka pernah bersama memahami cinta yang satu dalam diri seorang laki-laki, tidak kali ini. Kali ini salah seorang diantara mereka harus ada yang mengalah demi kesembuhannya Eden.


Rindu pun membawa Anggun untuk menemui Eden. "Mengapa ini terjadi padanya Tuhan ?" suara hatinya Anggun bukan hanya mempertanyakan kondisi orang yang ia cintai pada Tuhan tapi saatpun melihat laki-laki yang ia cintai berbaring seperti orang kehilangan akal sehatnya, ia tidak mampu menemuinya. Ia bukan hanya tidak ingin melihatnya tapi berlari menuju halaman rumah sakit dengan membawa air matanya.


Rindu yang menyaksikan itu menahan asah sambil mengejar Anggun, mereka berdua sekaan berlomba ingin merebut nilai penting dalam hidupnya. Diluar halaman rumah sakit, air mata masing-masing dua wanita cantik itu tumpah sambil berpelukan, mereka hanya searah dalam melihat laki-laki yang mereka cintai tapi menyembunyikan sebagian kebenaran hati dalam mencintainya satu dengan yang lain.


Akankah Eden tetap berada pada kondisinya hingga membebani Rindu. Lalu seperti apa Anggun menyikapi perasaan yang dia tahu saat ini.

__ADS_1


Bukankah Eden memang pernah mencintainya atau memang Eden begitu mencintai Anggun karena sebab pertunangan yang pernah gagal itu hingga mengganggu konsistensi pikirannya.


Tidak !. Eden memang mengalami sindrom sementara waktu.


__ADS_2