Perahu Apung

Perahu Apung
35


__ADS_3

...Stormy...


...******...


Entah siapa yang dengan sengaja mengetuk pintu rumahnya Eden. Orang itu memang berani, ditengah malam saat Eden masih lelapnya tertidur. Suara ketukkan pintu yang keras itu membangunkannya. Ketika dia pergi melihatnya tidak ada orang diluar, Eden sampai keluar kehalaman rumahnya dimuka jalan, mencari siapa yang sebenarnya mengetuk pintunya.


Karena tidak ada yang ia lihat, Eden kembali masuk kedalam rumah. Dipintu masuk rumah depan, ia melihat sebuah lipatan kertas mirip amplop kecil yang tidak sengaja Eden injak.


"Apa ini ?." Sambil mengambilnya, dia membuka amplop itu. Dia masuk kedalam rumah menuju kamarnya. Rumah yang sebesar itu hanya di huni seorang diri. Sebelum Eden menuju kamar pribadinya, ia terlebih dahulu menyinggahkan dirinya berbaring di kursi sofa sambil menonton TV.


Amplop yang dia bawa dari luar, dia taruh begitu saja diatas meja. Karena keasyikan nonton flim drama kolosal yang berjudul Enemi's Job On the Mystical Island. Dalam film itu, dikisahkan seorang pendekar laki-laki yang tengah berjuang mengeluarkan pasangannya yang di tahan oleh makhluk asing mirip hewan berbadan manusia. Bahkan pulau mistik yang menjadi tempat sarang penyandaraan para tawanan berbentuk Phinisi.


Agak asyik Eden menonton, dia ketiduran sampai lupa waktu sholat shubuh. Ketika dia bangun, jam pagi telah menunjuk pukul enam lewat sedikit.


Eden berjalan untuk pergi berdwudhu. Setelah ia selesai berwudhu dan selesai melaksanakan sholat shubuh walau agak kesiangan. Eden mandi, karena rencana pagi ini, dia ingin menjenguk Phinisinya yang ada di dermaga.


Mengejutkan, sungguh miris. Jika berupa nyawa pasti meninggal dan bila berupa cinta pasti juga berpisah. Selesai dia memakai baju dengan rapih, parfum yang merobek hidung. Dia ingin keluar, teringat bahwa tadi malam ia mendapat amplop kecil didepan pintunya.


Amplop itu lalu diambil dan dibukanya dengan cepat. Jika dulu dia belum kaya, pasti dia akan berpikir bahwa itu adalah uang tapi sekarang Eden sudah memiliki kekayaan itu bahkan lebih dari yang di inginkan.


Tertera sebuah kata, "mampus kamu !."


Melihat tulisan yang berisi ancaman itu, dia tidak meneruskan untuk membaca semua isinya. "Palingan orang yang cemburu padaku karena aku pendatang namun sukses dikampung orang." Pikirnya mungkin hanya orang iseng. Dia mengabaikan amplop yang didalamnya adalah sebuah surat yang jelas-jelas sudah mengancamnya.


Lepas itu, Eden mengambil kunci mobilnya dan menuju ruang parkir mobilnya yang bersebelahan dengan ruangan kamar koleksi kapal Phinisi mini buatannya sendiri.


Aneh saja !. Sebelum dia masuk kedalam mobilnya, matanya tidak sengaja melirik pintu ruangan itu. Dilihatnya tempat kunci serta engselnya sudah terotak-atik alias rusak. Eden pun masuk kedalam ruangan itu, saat itulah dia baru menyadari bahwa dari tadi malam dia sedang di jebak.


Seorang wanita yang kira-kira berumur dua puluh tiga tahun tengah terikat di kamarnya tanpa mengenakan celana dan bukan hanya itu. Semua jenis koleksi kapal Phinisi nya hilang entah kemana. Hanya ada wanita itu dengan tali yang sedang melilit tubuhnya. Untuk menghindari kecelakaan itu, Eden terpaksa keluar dari dalam ruangan itu menuju kerumah Pak RT, dia batal pergi kepelabuhan.


Dengan wajah yang sungguh menegangkan, cemas melampaui urusan perasaan yang terjadi di pesta pertunangannya.


Di rumah Pak RT, dia memanggil Pak RT untuk ikut bersamanya. Melihat kejadian yang terjadi dirumahnya. Banyak orang yang ikut ingin melihat apakah informasi yang Eden sampaikan betul atau tidak.


Hanya dalam hitungan jam sejak kepergiannya Eden memanggil Pak RT dan kembalinya dia kerumahnya, membuatnya lebih tidak percaya lagi.


"Mana wanita yang kamu bicarakan yang sedang diikat disini ?." Tanya Pak RT padanya.

__ADS_1


"Tadi disini Pak. Aku melihatnya sendiri, dia disini diikat tanpa memakai celana."


"Ah, kamu ini ada-ada saja !. Kamu bisa lihat sendirikan disini tidak ada siapa-siapa. Yang ada disini cuma kapal-kapal Phinisi yang kamu koleksi. Lagian jika wanita itu ada disini, diikat disini, wanita itu sungguh bisa memanjat pagar rumahmu yang setinggi itu."


Eden terlihat menundukkan kepalanya. Dia tidak menyangka bahwa pagi ini akan ada kejadian seheboh ini. Pak RT dan semua yang ada disitu kembali kerumah masing-masing.


Ketika Eden sedang sendiri, dia masih memperhatikan dengan teliti, mencari jejak wanita yang hilang tanpa bantuan siapapun. Karena keadaan kamarnya kembali normal seperti biasanya, ia mengingat amplop yang ditinggalkan didalam rumah.


Eden pun bersegera masuk kedalam rumahnya untuk mengambil amplop itu, dia ingin membaca keseluruhan isi yang ada didalamnya. Kejadian pagi ini sangat menegangkan, ia tidak pernah berpikir akan mendapatkan keanehan diluar dari dugaannya.


Disinilah puncaknya, amplop yang diluarnya tertulis ancaman padanya ketika dibuka dan isinya adalah surat, dia baca keseluruhan. Ada satu kalimat yang sama menegangkannya yaitu, aku akan membuatmu jatuh cinta karena sudah melihat auratku.


Kalimat itu semakin membuat Eden tidak habis mikir, kok kenapa tiba-tiba wanita itu terikat diruangan kamar koleksinya. Yang paling lagi membuatnya bertanya-tanya, sosok wanita itu sepertinya tidak asing. Dia memakai topeng jadi wajahnya tidak terlihat.


"Bodoh amat." Katanya sendiri, surat yang sudah dia baca, dia simpan kembali ditempatnya utuh bersama amplopnya.


Kemudian Eden kembali menuju mobilnya. Mobil Pajero yang ia miliki memang terbilang mewah. Saat Pajero miliknya telah melewati pintu pagarnya, sebuah mobil putih dari arah depan terkesan menghalau jalannya.


Eden pun membunyikan klakson mobilnya sambil membuka kaca mobilnya. Dia ingin melihat siapa yang sedang membawa mobil menghalau jalannya itu.


Astaga, "bodyguard-bodyguard itu lagi ? mereka mau ngapain, aku sudah tidak berurusan dengan mereka. Mengapa mereka datang saat aku mau keluar. Masalah apa lagi ini ?." Eden bertanya-tanya dalam mobilnya sendiri, mirip bodyguardnya Rindu.


"Apa salahku ? kalian main tangkap saja. Aku teriak ini kalau kalian tidak mau lepaskan aku."


Bagaimana mau teriak, mulutnya langsung dikunci dengan telapak tangan bodyguard itu. Dimasukan kedalam mobil putih tadi dimana didalamnya wanita yang memakai kecamata hitam polos itu sedang duduk.


Tanpa tanya lagi. Bukan hanya mulutnya yang ditutup tapi matanya juga di tutup dengan sehelai kain panjang yang diikatkan langsung dikepalanya.


Eden merontah tanpa suara, sementara kedua tangan dan kakiknya juga diikat.


"Lepaskan aku ?." Suaranya sekaan hanya siulan bagi pemilik mobil warna putih itu.


Kemana mereka akan membawa Eden hanya wanita itu yang tahu. Tapi bagaimana mungkin Eden tidak mengenali wanita itu. Apakah karena penampilannya yang terkesan berbeda atau ada hal yang menutup pandangan matanya hingga wanita dengan kecamata hitam polos itu tak ia ketahui.


Di jalan, Eden senantiasa merontah. Ikatannya terlalu kencang, dia memohon agar ikatan-ikatan yang membelenggunya dibuka.


Sama sekali tidak dihiraukan. Mobil yang membawanya kini berhenti. Sudah tidak ada deru suara mesin yang Eden dengar. Hanya ada suara yang begitu ramai yang ia dengar.

__ADS_1


Ikatan yang membuatnya setengah mati itu lalu dibuka. Matanya yang agak gelap karena dari tadi tertutup kain yang menghalanginya kian pelan mencerah.


Ternyata sebuah kejutan, dia mendapatkan ucapan selamat dari lingkup nelayan yang saat ini sedang melangsungkan acara kenamaan profesi nelayan disebuah hotel di kota Makassar.


Sejak dia turun dari mobil, di halaman hotel itu telah terpampang nama seorang pemuda asal desa kecil yang berhasil meraih penghargaan atas kerja kerasnya selama menjadi pengusaha Phinisi di tanah perantauan dan berhasil menjaga sejarah pelestarian kapal Phinisi untuk daerah.


Melihat keadaan yang begitu haru, disambut dengan meriah oleh orang-orang yang hadir disitu. Eden menangis karena bahagia, dia tidak pernah menyangka bahwa hari ini akan ada keajaiban mulia dari Allah SWT untuknya.


Kebahagiaan itu akan dia persembahan untuk wanita yang membawanya pada acara ini. Acara yang dia tidak tahu siapa yang mengadakannya dan siapa yang memasukan namanya hingga sampai mendapatkan sambutan hangat ini.


Dia kembali membuka pintu mobil yang membawanya. Dia ingin tahu siapa wanita dengan bodyguardnya tadi. Sebelum pintu mobil di muka dengan lebar, ucapan selamat yang sama juga diucapkan oleh wanita itu dari dalam mobil


"Selamat Eden, kamu pantas mendapatkannya."


Tidak terduga, tidak menyadarinya, wanita itu adalah dia yang turun di jalan tadi malam. "Tapi secepat inikah dia mengadakan acara ?"_


"Rindu, apakah acara ini kamu yang adakan ?." Eden bertanya pada Rindu.


"Tidak !. Aku hanya mendapatkan informasi dari Daengku bahwa hari ini akan diadakan acara penghargaan untuk nelayan. Daengku selama ini tahu kalau kamu sudah berhasil dengan Phinisi-Phinisi buatanmu sendiri. Kamu saja yang tidak menyadarinya, Eden. Sekarang masuklah kedalam hotel Phinisi itu, disana semua unsur masyarakat sudah menunggumu termasuk Daengku juga disana."


"Rindu, aku tidak pantas mendapatkan ini. Masih banyak nelayan yang lain yang lebih pantas mendapatkannya. Berikanlah ucapan baik ini pada mereka Rindu. Aku sudah bersyukur jika ada yang membeli Phinisi-phinisiku, Rindu."


Amarah, emosi yang terjadi tadi malam saat mereka pulang bersama dari pesta pertunangannya. Hari ini sudah hilang seiring keberadaan mereka di acara ini.


"Masuklah Eden ! kapan lagi kamu bisa mendapatkan kesempatan ini." Rindu menyuruhnya untuk masuk kedalam hotel mewah itu.


Disana ada banyak orang yang menunggunya untuk mendengarkannya berbicara tips rahasia bagaimana membuat Phinisi serta cara menjualnya.


"Rindu, aku akan masuk kesana jika kamu menemaniku dan tidak meninggalkanku sampai acara selesai, bisakan ?!."


Senyum indah di wajah Rindu menepis lelahnya masa penantian yang membuat mereka saling merindukan walau mungkin terkadang nama, wajah diantara mereka pernah ditenggelamkan oleh waktu yang membuat mereka berpisah.


"Eden, apakah kamu serius ?."


"Aku serius Rindu."


Mereka masuk kedalam, untuk hari ini mereka menjadi pasangan yang serasi.

__ADS_1


Tidak tahu bagaimana selanjutnya, selepas ini adalah urusan Tuhan yang membolak-balikan hati mereka. Tapi semoga, mereka bisa lanjut sampai tua.


__ADS_2