
...Half Sea Boy...
...***********...
Seperti di flim-flim laga, seorang pemuda yang tiba-tiba mendapat kekuasaan, dirinya bisa langsung berubah menjadi semacam super Hero. Tapi kali ini bukan super Hero biasa, Eden lebih dari itu. Eden mendapatkan pengakuan luar biasa atas aksinya yang menyelamatkan eksistensi laut dari limbah manusia.
Seperti cinta, dia bahkan rela berbasah-basahan, ia mendapatkan simpati yang luar biasa, bahkan cinta bukan hanya mampu merubah pandangan orang lain kepada Eden tapi juga diakui bahwa dia adalah laki-laki yang mencintai sesama. Berkat Rindu, Resky dan Anggun, dia dijuluki manusia setengah laut. Karena mereka bertigalah yang awalnya memberinya julukan itu atas aksinya yang berani itu pada saat melihatnya menyelamatkan seekor Ikan lumba-lumba yang hampir mati mengapung di dekat kapal Phinisinya.
Namanya mulai dikenal dengan Half Sea Boy disetiap daerah yang ada di wilayah Sulawesi. Kecintaannya kepada Phinisi membawanya pada muara menjaga kebersihan laut.
Eden paham bahwa kehidupan darat sama persis dengan kehidupan yang ada di laut. Kapal-kapal yang berlayar dari pulau ke pulau seberang adalah unsur kehidupan laut termasuk Phinisi.
Hari itu hampir sore, dua hari setelah Eden menerima penghargaan itu. Dia pergi kepelabuhan untuk melihat keadaan kapal-kapalnya yang telah mengapung beberapa bulan setelah pembuatannya. Memang cantik, Phinisi kali ini yang dia buat didalamnya dilengkapi dengan tempat tidur seperti kamar yang ada di hotel, ber AC dan bermerek bintang.
Seperti biasa, dia pergi dengan mobil Pajeronya. Dihampir disetiap jalan, setiap ia melihat orang-orang yang membutuhkan uang, meminta untuk sesuap nasi, ia selalu turun dari mobilnya, menyinggahi dan menyantuni nya uang.
Mungkin karena kebaikan-kebaikan kecil seperti itu yang dia lakukan hingga membawanya sampai pada puncak kesuksesannya.
Saat ia sampai di pelabuhan, ada banyak orang ia lihat sedang bekerja bakti membersihkan dermaga. Eden yang menyaksikannya, ia pun ikut membantu, ia turun sampai dilaut dengan menggunakan perahu kecil untuk mengumpulkan plastik-plastik yang mengapung di kuli laut.
"Beginilah keadaan darat." Ia menyampaikan perkataan itu pada mereka yang sibuk juga membersihkan lingkungan dermaga.
__ADS_1
Eden yang sudah terbiasa dengan laut, ia sama sekali tidak terlihat seperti orang yang baru belajar membawa perahu.
Sampan kecil yang ia pakai untuk membersihkan sampah-sampah yang masih berserakan itu hampir tenggelam karena banyaknya sampah yang dia kumpulkan.
Mereka yang melihat Eden, merasa heran. Sebagian berkata, "orang kaya ternyata ada juga yang bisa berenang."
Mereka tidak tahu kalau Eden lahir dan besar di Desa. Laut, baginya adalah rumah kedua setelah rumahnya yang ada di darat. Mereka bahkan tidak menyangka seorang pengusaha dengan banyak penghasilan juga mencintai kebersihan laut.
Baginya, laut bukan hanya bisa memberikan makna terdalam tapi juga menunjukkan kepada manusia bagaimana bisa hidup berdampingan dengan laut.
Seperti cinta yang tumbuh, seperti arah hidup yang tidak menentu, bahkan seperti Rindu yang masih begitu berharap padanya.
Berapa jam dia dilaut, ketika dia hendak naik ke dermaga dan ingin menaruh sampah-sampah yang ia kumpulkan. Anggun, Rindu dan Resky ternyata dari tadi tengah menyaksikan keramahlingkungannya. Mereka bertiga bukan lagi seperti kemarin-kemarin malam, mereka senyum kepada Eden, dan memberinya jempol yang luar biasa.
"Mengapa kalian datang bersamaan ke dermaga ?." Tanya Eden pada mereka bertiga.
Tentu saja, yang membawa mereka ke dermaga adalah alasan yang sama yaitu ingin bertemu dengannya.
Bersamaan mereka menjawabnya, "kedatangan kami kesini selain ingin menemuimu juga ingin melihat tenggelamnya matahari disini. Mungkin dari atas kapalmu akan semakin indah dipandang"_
"Apakah kami boleh naik ke atas kapalmu, Eden ?." Tanya Rindu padanya.
__ADS_1
"Boleh ! asal kalian tidak seperti kemarin malam, marah untuk urusan perasaan. Jika kita berempat akur dan tidak mencampur adukan urusan perasaan dengan aktifitas hari ini, aku akan lebih bahagia. Memang sih, sangat sulit untuk mendamaikan tiga wanita yang mencintai laki-laki tapi mungkin kalian setuju jika aku mengatakan bahwa keseharian seperti ini harus tetap dibina agar hubungan manusia dan manusia tetap terjaga."
"Tenang saja ! jawab Anggun padanya.
"Tapi menurutku, nama yang sekarang melekat dihidupmu sangat luar biasa. Didekat rumahku saja, orang-orang mulai mengenalmu dengan sebutan Half Sea Boy. Bagaimana menurutmu dengan nama itu Eden ?." Hal itu juga dipertanyakan Anggun padanya.
"Iya, betul Eden ! bahkan di bagian rumahku juga sempat ada yang bertanya demikian ?. Waktu, aku hanya bilang bahwa nama itu adalah seorang pemuda yang dulu pernah datang kesini ikut bersamaku. Pajeroku menjadi saksi bahwa pemuda itu masih ada disini."
Hal serupa juga diungkapkan Rindu padanya. "Kamu beruntung Eden namamu bisa sampai kesetiap telinga walau ada di desa. Bayangkan saja, mungkin karena aku sudah di tahu orang bahwa pernah dekat denganmu, sebelum aku kesini ! ada berapa orang wanita yang datang kerumah menanyakan nama itu. Aku berpikir mungkin mereka hanya sekedar ingin tahu atau apa, aku menjawab apa adanya bahwa nama itu adalah kamu. Bukankah demikian beruntungnya dirimu, ditambah lagi dengan penghargaan yang pernah kamu terima, membuatmu semakin diikenal"_
Kedatangan kami kesini bukan hanya persoalan ingin menikmati turunya matahari tapi juga ingin menjaga Half Sea Boy itu dari ancaman wanita-wanita yang mengejarnya."
"Kalian ini ada-ada saja. Lagian siapa yang menyematkan nama itu padaku. Aku bahkan tidak pernah memintanya, aku bahkan merasa biasa-biasa saja. Kalaupun ada yang istimewa maka orang lain yang membuatnya istimewa"_
"Aku sudah banyak mendapatkan julukan-julukan nama selama disini. Dulu Daengnya Anggun, dia memberiku nama dengan mengambil namanya lalu diberikan kepadaku. Sekarang nama ini pasti kalian yang berikan kan ?"_
"Kalian bertiga ini ada saja yang membuatku bertanya-tanya. Disaat bersamaan terkadang kalian terlihat seperti orang asing yang tidak mengenal tapi disaat nama itu heboh dimana-mana, kalian baru terlihat akrab dan datang padaku hanya karena urusan itu"_
"Bilangin kesetiap orang yang jika bertanya siapa orang dari nama itu, kasitahu kami adalah Istrinya."
Bahasa candaan Eden pada tiga wanita yang mencintainya yang kini berada diatas kapalnya menunjukkan bahwa Eden akan menerima ketiga wanita itu untuk dijadikan pasangan hidup.
__ADS_1
Tapi bagaimana dengan Resky, Rindu dan Anggun, apakah mereka akan menerima cintanya Eden ?."
Jika Eden memakai nama Half Sea Boy pasti mereka akan menerimanya. Buktinya, mereka bertiga datang untuk alasan yang sama, menjaga Eden dari cinta yang mungkin akan datang lagi padanya.