
...Suasana Tidak Biasa...
...****************...
Setelah percakapan hebat yang membuat pikiran terkuras habis. Eden mensterilkan pikirannya, dia menaiki mobil Pajero miliknya. Resky dan Rindu yang semula selalu mempertanyakannya apakah mereka akan dipilih untuk dijadikan pasangan masa depannya. Sekarang, juga ikut menemani Eden pergi jalan-jalan entah kemana.
Tidak seperti pemuda asli kota Makassar. Saat sebagian pemuda yang lain sedang dirundung masalah, pasti mereka akan mencari tempat senyaman mungkin untuk menenangkan pikiran. Berbeda dengan Eden, dia ternyata lebih suka pergi ke kapal buatannya sendiri.
Nama kapalnya Cinta Yang Tertinggal. Kali ini bukan dipelabuhan, dia menuju rumahnya. Disalah satu ruangan rumahnya terdapat ruangan khusus yang memang digunakan untuk mengoleksi Phinisi-phinisi kecil. Kapal buatannya dari kayu jati itu sengaja di simpan di dalam ruangan rumahnya. Seperti rumahnya Rindu, dia terinspirasi oleh salah satu ruangan dirumahnya Rindu yang dulu pernah menjadi tempat ia di masukan kedalam.
Sepanjang jalan, Rindu hanya mengamati Eden membawa mobil. Rindu kurang percaya bahwa Eden sudah bisa membawa mobil. Ketidakpercayaannya karena dulu, Eden pernah mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya.
Rindu yang agak ketakutan ketika berada didalam mobil. Mengikatkan sabuk pengaman mobil yang ada di bagian kursi. Dia bahkan memberitahu Resky untuk melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan.
"Eden, pelan saja bawa mobilnya." Rindu mengingatkan Eden.
" Memangnya kenapa ?."
"Tidak ! cuma pelankan saja. Kan lebih baik jalan pelan daripada ngebut-ngebut seperti itu."
"Tenang saja. Aku sudah belajar bawa mobil. Kamu masih trauma dengan kejadian tahun yang lalukan. Justru dari kejadian itu, aku belajar membawa/menyetir mobil. Ternyata memang agak susah, di awal-awal aku belajar banyak hal yang hampir saja aku tabrak. Tapi alhamdulillah, semuanya terlewatkan dengan baik. Mobil ini aku beli untuk mengingatkanku pada kejadian dulu. Aku tidak ingin ada pemuda dari desa yang dengan sepenuh hatinya mencintai gadis kota namun keluarganya terlalu banyak memberinya ujian"_
"Apakah setiap cinta yang jauh datang ke kota untuk menjemput kekasihnya, begitukah semua kelakuan orang kota pada laki-lakinya ?."
__ADS_1
"Tidak semua, Eden." Jawaban Resky membuka penilaian tersendiri bagi Eden. Sementara Rindu terdiam tidak membela seperti apa jawabannya."
"Turunkan aku disini !." Rindu meminta Eden untuk memberhentikan mobilnya.
"Tapi kenapa Rindu ?. Apa aku salah bicara"_ Resky bertanya pada Rindu.
"Jika aku salah bicara, maafkan aku !."
"Bukan, kamu tidak salah bicara. Aku hanya ingin turun dari mobil ini. Aku hanya sedikit tidak nyaman disini. Lagian sudah ada kamu yang menemani Eden. Jadi tidak perlu lagi ada aku disini, dia sudah aman bersamamu, Resky."
"Aku dari tadi sudah bilang untuk tidak ikut, sekarang malah mau turun. Okelah ! karena kamu yang meminta maka kamu turun disini. Jangan salahkan aku bila orang tuamu bertanya, mengapa kamu meminta mereka menjemputmu disini"_
"Itu urusanku. Lagian bukan kamu yang akan ditanya seperti itu."
"Kamu bisa turun disini, aku dan Resky mau lanjut jalan. Turun saja cepat, aku juga tidak perduli denganmu."
Dengan agak emosi, Eden lalu berbicara "sudah untung kubiarkan tadi masuk kedalam mobilku, sekarang malah ingin turun."
"Hust, jangan bilang begitu Eden. Dia, walau gimana adalah wanita yang begitu mencintaimu. Tadi, dia hanya merasa tersinggung dengan pembicaraan kita. Dia mungkin menyadari dirinya karena pernah berbuat salah padamu. Makanya, dia minta turun, jika tidak tersinggung tidak mungkin dia mau turun. Jika aku boleh jujur, sebenarnya kamu beruntung karena sampai malam ini, aku, dia, dan Anggun begitu Mengharapkanmu. Tidak banyak laki-laki bisa mendapatkan cinta sekaligus dari tiga wanita."
"Oh, jadi kamu juga ingin turun dari mobilku ?."
"Apa ?. Aku tidak salah dengarkan dengan barusan yang kamu bilang ?."
__ADS_1
"Tidak !. Kamu tidak salah dengar. Kamu ingat tidak ?! tadi sebelum kita berangkat, aku sudah bilang untuk tidak menyinggung perihal itu lagi. Kamu kok sepertinya tidak dengar apa yang aku omongin."
"Eden, jadi sensitif gitu. Aku tidak ada maksud lain selain mengingatkanmu. Lagian, apa yang salah dengan perkataanku tadi. Memang benar, bahwa tidak semua laki-laki mendapatkan keuntungan sepertimu. Bukan soal kamu mau memilih siapa tapi soal cinta dari tiga wanita untukmu. Dikemudian hari jika kamu sudah tua, pasti apa yang sudah aku katakan padamu, akan kamu ingat-ingat apalagi aku bukan jodohmu"
"Sudahlah ! aku tidak ingin memikirkan hal itu lagi. Untung sekarang, aku ingin pulang kerumah. Aku ingin istirahat melepaskan semua beban yang menusukku ini."
"Ya uda, kalau kamu mau pulang kerumahmu maka turunkan aku juga disini, aku ingin pulang juga kerumahku. Kamu benar, tidak ingin di ganggu, turunkan aku disini Eden."
"Aku akan mengantarmu dulu pulang kerumahmu baru aku balik sendiri."
"Tidak perlu ! aku bisa sendiri. Lagian apa gunanya aku berada di dalam mobil ini bersamamu kalau keberadaanku sama sekali tidak kamu hargai, kan percuma. Padahal malam sudah semakin larut, semestinya ada hal lain yang mesti lebih menarik dari sekedar memegang setir mobilmu."
Iyayaya...! Resky mencoba memancing kebekuan perasaan Eden. Resky bukan ingin mengatakan bahwa sentuhlah aku, dia ingin mengatakan bahwa cinta itu harus romantis tanpa harus berbuat apa-apa.
Mendengar ucapan Resky seperti itu. Tiba-tiba saja Eden memberhentikan mobilnya. Menepi dipinggir jalan Veteran Selatan. Eden lalu menyerong badanya melihat/menatap Resky yang duduk dikursi belakang mobil. Dia bertanya ulang kepada Resky, "apa yang tadi kamu katakan Resky, aku tidak mendengarnya dengan baik."
"Oh, itu. Tidak ada ! tadi aku bilang padamu bahwa aku akan turun disini. Terimakasih karena telah membawaku jalan-jalan dengan Pajero milikmu. Aku turun disini Eden, hati-hati jika bawa mobil. Jika kamu kenapa-kenapa, ada tiga wanita yang akan menangisimu."
Saat Resky hendak membuka pintu mobil. Eden langsung mengunci pintu mobil, "kamu disini saja dulu. Aku tidak mendengar dengan baik apa yang tadi kamu katakan padaku, Resky."
"Kamu ini gimana Eden ? aku bicara perihal perasaanmu, perihal hatiku dan dua hati wanita yang kamu cintai. Kamu malah tidak ingin mendengarku. Begitu juga Rindu, ketika dia menyampaikan perasaannya yang selama ini dia masih mencintaimu, kamu bahkan ngeyel tidak merespon dengan baik. Yang ada dipikiranmu selalu ingin marah, selalu tidak bisa memilih siapa yang ingin kamu jadikan pasangan hidupmu. Aku bilang padamu bahwa kamu beruntung bisa dicintai tiga wanita sekaligus, kamu bahkan tidak mau mendengarnya juga. Giliran aku bicara soal perilakuan cinta, bagaimana cinta bisa dihidupkan apalagi malam sudah semakin jauh dari siang, kamu malah bertanya apa padaku"_
"Aku ingin bilang padamu, sampai detik ini, kamu tidak beruntung untuk mendapatkan sentuhan cinta yang ada padaku atau Rindu atau Anggun. Kamu tahu kenapa alasannya, sebab kamu tidak bisa menentukan siapa yang akan memberimu sentuhan itu. Jadi, buka pintunya, aku turun disini Eden. Mungkin besok atau kapan-kapan kita bisa bertemu lagi. Aku menantikan hari saat kita akan pergi berlayar kekampungmu."
__ADS_1
Hahaha dasar pemuda. Urusan sentuhan, cepat tangkapnya. Urusan memilih wanita yang mencintainya, beratnya..., minta ampun. Eden..., Eden, kamu ada-ada saja.