Perahu Apung

Perahu Apung
41


__ADS_3

...Bebas Bersyarat...


...***************...


Entah siapa yang membebaskan Eden ?. Dua hari setelah kunjungan Daeng Guru, polisi membiarkan Eden untuk pulang. Disaat kasih sayang, cinta, dan keakraban telah mulia hilang dari kehidupannya. Eden, tidak tahu mau berbuat apa selain menunggu pertolongan dari Tuhan.


Polisi yang memberitakan kepada Eden bahwa ada seorang wanita yang datang menjadikan dirinya sebagai jaminan syarat kebebasannya. Ketika Eden dikeluarkan dari dalam penjara, memang benar ! seorang wanita yang nampak di meja tunggu ruangan tamu kantor polisi telah merubah arah pandang untuk melihat dunia dari arah yang berbeda.


"Siapa ?." Katanya, sambil mendekati wanita yang terlihat berpenampilan biasa saja itu.


"Aku hanya datang karena mendapat perintah untuk membebaskanmu, mengeluarkanmu dari masalah ini."


"Iya, tapi kamu siapa ?. Aku baru melihatmu selama ini ?."


"Kamu tidak perlu tahu siapa aku. Aku juga baru kali ini melihatmu. Diantara kita memang sebelumnya tidak pernah bertemu. Hanya sekali aku melihatmu, itupun di acara penghargaan saat di hotel Calaron sewaktu kamu menerima penghargaan waktu itu"_


"Mungkin waktu itu jika kamu menengok dan memperhatikan setiap sudut diantara yang hadir, kamu akan melihatku tapi tidak ! kamu hanya sibuk menyampaikan pesan pelaut mengenai cara bagaimana menjaga serta memajukan Phinisi agar tetap eksis dikenal di negara lain"_


"Alhamdulillah ! kamu bisa bebas bersyarat. Aku hanya melakukan tugasku membawamu keluar dari sini. Orang sepertimu tidak pantas ada disini !. Jika kamu berlama-lama disini maka kemajuan Phinisi yang baru saja berkembang di daerah Sulawesi Selatan ini akan mundur seketika. Orang-orang hanya akan mengenal bahwa dulu di Sulawesi Selatan kapal-kapal Phinisi pernah di produksi."


"Tapi atas alasan itukah, kamu membebaskanku ?."


"Banyak hal yang tidak bisa aku ceritakan, kebebasanmu adalah harapan sebagian orang yang menginginkanmu berada diantara mereka untuk membimbing mereka cara lebih lanjut membuat Phinisi yang bernilai ekonomi seperti kapal-kapal Phinisi buatanmu sendiri"_

__ADS_1


"Setidaknya, aku telah memenuhi permintaan mereka, membebaskanmu dari sini. Kamu bisa pulang kerumah dengan catatan diwajibkan setiap satu bulan melapor ke kantor polisi setidaknya dua kali. Seutuhnya kebebasanmu masih belum sempurna, kamu hanya di beri kelonggaran untuk menikmati hidup yang semestinya bukan berada disini. Banyak yang bersedih atas masalah yang menimpamu, khususnya para nelayan yang biasa kamu bantu dengan berbagai peralatan tangkap ikan, mereka ingin melihatmu lagi berada diantara mereka sebagai teman atau sahabat"_


"Sebenarnya, aku kesini adalah utusan dari Dishub, bukan aku yang menjamin pembebasan bersyaratmu. Ada beberapa imgran luar yang pernah datang ke kantor Dishub Propinsi mencarimu, mereka menanyakan alamatmu dan ingin melihat kapal-kapalmu, mereka terpesona dengan kapal-kapal buatanmu. Jadi, kebebasanmu sekarang di jamin oleh Dishub dan beberapa imgran itu. Aku hanya bagian dari pelaksanaan pembebasanmu."


Eden sedih !. Dia meleleh mendengar cerita wanita itu. Dia tidak menyangka bahwa kebaikan ternyata datang dari orang yang ia tidak kenal. Wanita yang mencintainya hanya diam dengan masalah yang menimpanya, mereka cuma datang menjenguk, menampakan batang hidungnya, melihatnya dalam keadaan seperti itu lalu pulang tanpa meninggalkan apa-apa sementara orang yang tidak ia kenal bahkan rela membebaskan dirinya, dia tidak pernah kenal, dia tidak pernah tahu, dia bahkan tidak ingin Eden tinggal lebih lama di penjara.


"Terimakasih banyak !. Siapapun kamu, aku berhutang budi padamu. Mungkin bukan inisiatif mu membebaskanku dari sini tapi darimu aku bisa bebas untuk melihat, menikmati aktifitas hari-hariku."


"Tidak perlu merasa seperti orang yang bersalah seperti itu. Dikehidupan dunia ini, terkadang memang karma baik itu datang dari orang yang tidak kita kenal sebaliknya juga demikian. Itulah sebabnya, selama kita masih diberikan kesempatan untuk berbuat baik maka senantiasa lah melakukan kebaikan. Kebaikan itu adalah pelindung dari dunia ini, dunia jahat dan dari orang-orang yang menjahati kita"_


"Setidaknya, kamu bisa belajar dari hal ini. Diantara orang-orang yang baik pasti ada yang jahat dan diantara orang-orang jahat itu pasti ada orang baik. Jadi kalau sudah selesai sebaiknya kita pulang, kamu bisa kembali kerumahmu dulu atau langsung ikut bersamaku. Sekitar jam satu siang dikantor Dishub akan diadakan rapat penetapan kepala rombongan wisata turis kebeberapa daerah di Indonesia, mungkin kamu yang akan ditunjuk sebagai ketua biro perjalanan tersebut."


Eden dan wanita itu pamit kepada pihak polisi untuk pulang. Eden menandatangani surat bebas bersyarat sebagai pegangan baik dia maupun pihak polisi. Dalam surat itu salah satu isinya menjelaskan bahwa selama saudara Eden menjalani tahanan luar, saudara Eden tidak boleh lagi melakukan perbuatan yang sama atau semisalnya yang melanggar norma sosial dan norma agama, hukum, dan adat setempat. Bila hal itu masih terjadi maka tanpa dimintai keterangan, Eden akan langsung dimasukan kedalam penjara dengan masa tahanan yang lebih lama. Jika Eden, melakukannya dalam kondisi tidak sengaja, saudara Eden tetap akan menjalani masa tahanan yang sebelumnya dan menjadikan saudara sebagai tahanan tetap tanpa proses pengadilan dan akan ditetapkan sebagai tersangka.


Bersama wanita itu, Eden hanya bisa menggeleng kepala. Dia masih belum percaya bahwa perbuatan yang tidak ia lakukan berujung pada aturan yang mengikatnya. Mau diapa ? itu sudah terjadi, untuk sekarang, dia hanya bisa menjaga apa yang dipesankan oleh aturan itu padanya.


Ada yang datang, saat Eden dan wanita itu telah melewati pintu depan menuju luar. Rindu dan beberapa orang termasuk kuli dermaga yang merupakan temannya Eden datang dengan maksud untuk menjenguknya dipenjara. Mereka kaget terutama Rindu ketika melihat Eden sudah dibebaskan.


Tidak perduli dengan pandangan orang yang melihat Rindu. Rindu berlari menuju Eden, Rindu begitu bahagianya. Ia ingin memeluk Eden, melepaskan asmara bahagianya namun, ada yang tidak biasanya pada Eden. Selama ini Eden begitu terobsesi pada Rindu, dia begitu berharap bisa menjadikan Rindu sebagai pendampingnya. Setelah kejadian ini, Eden sadar, dirinya bukan siapa-siapa bagi Rindu. Seharusnya orang yang berjuang lebih serius untuk kebebasannya adalah dia bukan wanita lain yang tidak pernah aku kenal.


Semakin lebih dekat padanya, Eden semakin menghindari Rindu. Dia berjalan cepat-cepat tanpa memperhatikan Rindu.


"Eden..., tunggu !." Panggilnya.

__ADS_1


Eden semakin mempercepat langkahnya.


Wanita yang saat ini bersamanya justru bertanya pada Eden, "Eden, Rindu memanggilmu. Mengapa kamu justru berjalan ingin menghindarinya. Bukankah lebih baik jika kamu menemuinya dulu baru setelah itu, kamu boleh pulang kerumahmu."


"Kamu mengenal Rindu ?."


"Aku bukan hanya mengenalnya, dia dikenal dimana-mana. Dia merupakan wanita yang inovatif, jika kamu percaya padaku, kebebasan bersyaratmu hari ini, dia juga ikut andil. Sebaiknya kamu temui dulu, aku kira antara kamu dan dia hanyalah sebuah cerita yang tidak benar tapi ternyata cerita itu benar adanya. Kalian sudah lama kenal atau baru ? jika kalian sudah lama kenal, ada baiknya kedekatan kalian secepatnya diikat, aku bahkan mendengar bahwa Rindu sudah dilamar oleh beberapa orang pengusaha namun dia belum menerima satupun dari mereka. Setiap yang datang melamarnya hanya ada bahasa darinya, dia sudah memiliki pilihan calon pasangannya sendiri"_


"Sebaiknya, kamu temui dia. Jangan menghindarinya atau ingin pergi saat dia datang menjumpaimu disini."


"Kalau memang benar demikian, mengapa dia rela ikut-ikutan menjebakku didalam kapalku sendiri. Aku mendekap dibalik jeruji itu bahkan aku tidak melihat adanya usahanya yang ingin membebaskanku. Apakah aku harus percaya dengan perkataanmu barusan ?."


"Aku tidak menuntutmu agar kamu mempercayai perkataan yang aku bicarakan karena memang demikian kenyataannya. Bahkan kamu bisa bertanya padanya atau kepada orang-orang yang dekat dengannya, apakah dibalik kebebasanmu hari ini, dia juga ada didalamnya atau tidak. Dan kamu bisa bertanya juga pada mereka, apakah dia pernah dilamar oleh pengusaha dari berbagai bidangnya atau tidak. Aku hanya berbicara sesuai yang aku tahu, selebihnya, kamu cari tahu sendiri. Jika karena dia ada bersamamu waktu kejadian itu bukan berarti dia ikut menjebakmu. Dan sepenuhnya aku percaya siapapun wanita yang bersamamu malam itu, mereka tidak akan melakukan perbuatan hina hanya untuk melihatmu di balik tahanan sempit itu"_


"Temuilah dia sebelum segalanya berubah. Tapi kalau kamu tetap tidak ingin menemuinya, ya... aku tidak bisa memaksakan kemauanmu."


Ada sedikit perubahan tingkah laku yang nampak dari Eden setelah mendengar ucapan-ucapan wanita tadi. Sementara Rindu masih memanggil namanya dengan harapan agar Eden menengok kearahnya.


Eden kini menghadap memandang sang kekasih. Dia membuka kedua tangannya seraya memanggil kekasihnya itu untuk memeluknya.


Tidak ada apa-apa selain mereka berdua_keberadaan mereka yang menyaksikan kebahagiaan itu hanyalah patung yang tidak diperhatikan oleh Eden dan Rindu. Orang-orang yang menyaksikan keadaan itu terbawa suasana sekaan mereka yang melihat Eden dan Rindu adalah dua pasangan yang memang pantas untuk suatu masa yang banyak orang lain nantikan.


Dihalaman kantor polisi, mereka membangun kembali masa indah yang pernah ada yang hampir hilang dalam hubungan mereka. Sementara mereka yang melihat asmara itu menjadi saksi cinta yang tumbuh sehijau daun yang baru mekar dari rantingnya.

__ADS_1


Lalu bagaimanakah dengan Resky dan Anggun ?. Eden jangan lupakan bahwa kebahagiaanmu hari ini tidak akan menjadi alasan bagimu untuk melupakan harapan dua wanita yang masih mencintaimu.


Setiap rasa berbeda tingkah laku. Jangan coba-coba mencintai, membagi rasa perasaan jika pada akhirnya kamu tidak mampu menjaganya.


__ADS_2