
...Malam Tak Biasa...
...****************...
Ombak yang penuh kharisma tengah berargumen dengan untaian kata-kata bijak. Berdiskusi bersama pijarnya samudera luas, berangan-angan ingin memeluk badan kapal, namun tak kuasa, hanya rasa cinta yang bisa seperti itu.
Pergulatan angin-angin malam yang membawa kesegaran, semakin menambah impian sejuta rasa. Malam tak biasa, tak mungkin Eden dan Resky melewatkan kesempatan indah ini.
Dalam dekapan cinta yang baru saja mekar itu, berputar sedemikian cantiknya keistimewaan perasaan-perasaan di hati. Mereka berdekap satu dengan yang lain, berpegangan tangan, bercengkrama hingga lupa, ada yang tak mesti mereka lakukan.
Kini, bulan pun mulai redup setelah semalaman menemani mereka berdua diatas kapal. Bintang yang terangnya bak kilau pelita itu, mulai menyembunyikan dirinya. Tak lagi berbisik pada bulan, tak lagi berbisik pada kehendak mereka, tak lagi bercerita bahwa ia adalah saksi yang menemani hubungan mereka berdua di malam ini.
Sepatah kata perhatian dari Resky mulai mengundang reaksi nyata dari Eden. Eden yang memang membutuhkan itu, tak ingin membiarkan begitu saja, berlalu hingga tak menuai apa-apa.
"Eden, aku dingin. Dari tadi, kita berdua telah menghabiskan waktu bersama diatas kapal ini. Aku dingin, Eden, mungkin jika kamu biarkan, aku ingin kembali ke kamar untuk istirahat."
"Resky, malam sudah semakin menua. Malam pun tau kebutuhannya, malam tau, apa yang akan dia lakukan jika pagi menjemputnya. Apakah kamu akan membiarkan tubuh yang dingin itu hanya dilapisi oleh kain halus berupa sarung atau selimut. Di kamar hanya ada selimut yang bisa menghilangkan kedinginan mu, namun jika kamu biarkan rasa dingin mu hilang secepat angin, maka biarkan aku menemanimu, Resky."
Tentu saja, jawaban itu tak membuat Resky merasa nyaman. Resky memang selalu ingin bersama, berdua dengan Eden, tapi untuk urusan ingin menghangatkan tubuhnya. Eps, tunggu dulu !.
"Aku ingin bertanya suatu hal padamu, Eden sebelum kita benar-benar melakukan bualanmu tadi. Apakah aku dimatamu adalah sosok wanita gampangan atau aku dimatamu hanyalah wanita yang kamu anggap bisa memberimu semuanya ?."
__ADS_1
"Resky, mengapa kau tanyakan soal itu ? Jika memang butuh jawaban yang ingin kamu dengar, maka dengarkanlah ! Aku serius padamu. Dari tadi ini, kukira tak ada lagi salah paham diantara kita. Tapi nyatanya, kamu masih belum percaya padaku, Resky."
"Aku hanya bertanya, aku tak memintamu lebih serius padaku. Aku hanya tak ingin hatiku, perasaanku, bahkan tubuhku, kamu nilai sebagai pengganti Rindu. Jika itu yang kamu lihat, apa yang akan aku ingin darimu untuk menjadi pendamping mu, juga pada akhirnya akan sia-sia. Aku cuma mau bilang, jika ingin menghangatkan tubuhku agar rasa dingin ini hilang maka nikahi dulu aku."
"Bagaimana bisa aku menikahmu diatas kapal ini ? Kamu bahkan tau, siapa yang akan menjadi walimu, siapa yang akan menjadi penghulu ? Dan siapa yang menerangkan kepada pihak keluarga kita berdua bahwa kita sudah menikah ?."
"Ya, sudah ! Kalau kamu tak mau, aku tak akan memaksamu. Pernikahan itu memang tak semudah bayangan pikiran kita. Aku bahkan lupa kalau sebenarnya, kehadiranku disini menemani perjalananmu bukanlah siapa-siapa. Sebenarnya, kehendakku cuma itu dan kehendak mu, aku tau yaitu ingin menikahi Rindu, kan ?."
"Apa maksudmu ? Jangan lagi bahas itu Resky, aku ingin melupakan dia. Rindu yang selama ini aku cintai tak mampu berjuang lebih jauh untuk mempertahankan hubungan ini. Jadi kumohon dan aku berharap padamu agar tak menyebut dia lagi. Jika keinginanmu harus aku nikahi, maka sejarah pernikahan kita malam ini adalah awal hidup, babak baru yang kita mulai tanpa mempertimbangkan masa depan kita."
"Aku paham bahkan aku mengerti ! Tak akan ada artinya pernikahan malam ini jika kita melangsungkannya. Lagian sudah mau pagi, lihatlah ufuk timur yang tersenyum dengan cahaya kemerah-merahan itu. Sebentar lagi, Matahari akan muncul dengan membawa cahaya lebih terang lagi. Bagaikan permintaanku yang tak bisa kau penuhi maka cahaya harapanku pasti tak akan seterang cahaya Matahari. Sudahlah Eden ! Aku ingin kekamar, jangan ganggu aku bila aku tidur, kubiarkan rasa dingin ini dibungkus oleh selimut, aku tak mau ada secercah nasib yang tak bersahabat denganku ketika aku membiarkan kemauanmu yang ingin menghangatkan tubuhku."
"Aku pamit ya ?!." Tanya Resky pada Eden yang hanya menundukkan wajahnya itu.
"Kamu, diam kenapa ?." Resky masih menanyainya.
"Tidak !."
"Tidak ! Tapi kok tak mau jawab."
"Aku hanya tak habis pikir. Jika kamu memang tak mau sedekat itu denganku ? Lalu, mengapa malam ini, kamu biarkan waktumu habis bersamaku ?. Jadi dari tadi ini, bahkan ombak pun bahagia melihat kita bercengkrama hanyalah basa-basi yang sengaja ingin kamu buat bersamaku. Malam ini tak biasa, Resky ? Aku sangat merindukan momen seperti ini, namun jika aku tau dari tadi bahwa hanyalah basa-basi maka kupastikan, aku tak akan disini. Aku berani berkata demikian padamu karena dorongan rasa yang responsif atas ungkapan cintamu padaku. Mengapa harus itu yang kamu katakan, tak berbeda dengan Rindu. Kamu sama, hanya ingin membuat dongeng dalam hubungan perasaan dan cinta. Pergilah tidur jika itu kemauanmu."
__ADS_1
"Kamu kok malah marah begitu padaku. Kan aku hanya berkata apa adanya padamu. Kubiarkan jemari tanganmu menyentuh tanganku bahkan lengan tanganku sampai punggungku, tapi aku tak kepikiran sejauh itu untuk melakukan sesuatu yang nanti mungkin bisa kita sesali, Eden. Cinta itu hanyalah arti dari sebuah kisah masa depan yang bekerja dari detik ini. Kalau salah menerapkan cinta dalam hubungan maka salah lah semua masa depan. Kamu tak boleh secepat itu marah padaku, Eden. Bukankah berjam-jam kita diatas kapal ini, aku tak melarangmu untuk menyentuhku. Namun untuk urusan menghilangkan dingin ditubuh ku didalam kamar diatas ranjang, kukira kita harus menikah dulu."_
"Ayolah ! Kita menikah dulu biar tambah asyik bermain. Kamu saja mau kan ? Apalagi aku. Eden, bermain-main setelah menikah itu bukan hanya tentang cara afdal dalam hubungan tapi juga urusan gaya yang luar biasa banyaknya. Aku saja sampai kebingungan memikirkannya, hmm... masih mau menolak untuk menikah ?."
"Mau ah, tapi itunya Resky, siapa yang akan menjadi walimu ? Pusing aku eh."
"Haha... ternyata kamu nggak nolak lagi."
"Kamu sih bilangnya banyak gaya, huff...!."
Sampai disini dulu ya...!
Tunggu selanjutnya...
Ayo dukung Penulisnya dengan cara
#Vote, Like, Komen, dan beri Hadiah
agar penulisnya semangat up terus.
Matur Nuwun🙏
__ADS_1